NovelToon NovelToon
Unicorn

Unicorn

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Cintapertama
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: han sayang

"ini kisah gue dan rumit nya orang-orang di sekitar gue" - Han

Hidup Han mulai berubah setelah Yuna-Sahabat masa kecil nya- pindah ke sekolahnya. perlahan kisah cinta yang hanya sebuah rasa yg terpendam mulai bermekaran di masa SMA nya. siapa sangka teman teman nya saling berkaitan dengan kisah cintanya masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon han sayang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27 [H-2 UAS]

~IPADUAHITS ABIEZZ!!~

Han :

||Samlekum gaiss

Felix :

|| Maaf aja ngga ada receh

Hyunjin :

||Apa sayang

Sua :

|| ngapain lo?

Han :

|| Belum cukup ramaii!! Ayoo ramaikann

Yena :

|| Hadirr

Lino :

|| Hadirr

Hyunjin :

|| idihh ada si Lino

Lino :

|| lo mau gue goreng di airfrayer apa disumpel tisu?

Gaeul :

|| apa neh?

Chan :

|| karena besok hari terakhir UAS kebetulan H-2 festival jangan lupa kita dekor bazar ya!!

Han :

||Yang mau tampil musik hubungi gue okeey @Changbin

Changbin :

|| kagak anjirr kata gue juga!

Gaeul :

|| ommo udah terakhir UAS aja huhu btw besok pelajaran apa

Sunghoon :

|| bahasa inggris

Felix :

||anjirr lupa gue juga ... mampuss

Yena :

|| Lo bule tapi gak bisa bahasa inggris gimana dah wkwk

Lino :

|| Lo bule tapi gak bisa bahasa inggris gimana dah wkwk

Yena :

|| lo gak usah ngikutin typing gue bisa?

Lino :

|| lo gak usah ngikutin typing gue bisa?

Felix :

||TOLONG LO BERDUA JANGAN UMBAR-UMBAR KEMESRAAN DI GRUP INI YAA TOLONG!!

Sua :

|| akhirnya diwakilkan wkwkw

Yuna :

|| hahahaha

Han :

||Lo pada kalo bucin jangan kaya Hyunjin atau Lino ya wkwk

Chan :

|| kaya gue aja

Gaeul :

||Cuih

Chu :

||Cuih

Rowoon :

|| Cuih Cuih Cuih

Jay :

||Besok harus ikut dekor semua?

Sua :

|| anjayy manusia goa muncul

Han :

|| Kya kaka jay!!

Hyunjin :

|| Buat kamu kalo mau absen bolehh asal jangan absen dari hatiku

Rowoon :

||Idih si najis idihh

Felix :

||Lo nongol kalo gak sambat memercik pertikaian mulu ya won

Chan :

||Kalo bisa pada ikut biar cepet kelar,

Xiaoting :

||Gue gak bisa

Sua :

||Alasanya?

Xiaoting :

||Ada urusan

Sua

||Dihh dikira yang lain gabut kaga ada urusan apa ya

Jay

||Gue juga gak bisa, ada latihan buat PON lomba Renang.

Han :

|| Lo renang mulu awas jadi mermed lo!

Changbin :

||diem curut gue kandangin juga lo!

Han :

||aww takut ada ka Changbin

Chan :

||buat yang gak bisa karena ada cara keluarga atau pelatihan Lomba gak apa-apa gak bantu, tapi diusahain nanti ikut pas acara festival

Sua :

||duh takut ada si paling sibux

Jay

||diem lo

Sua :

|| -_-

Yeji :

||Terserah kalo gak ikut tapi ini juga kan nanti masuk ke nilai afektif kalian buat mata pelajaran kesiswaan, so, tau sendiri lah ya seterusnya

Hyunjin :

||Gue selalu siap dan Hadirr jangan lupa kasih saya bintang 5 saudara-saudara!

Han :

|| Jangan lupa pilih saya juga!!

Jay :

|| Oke

Gaeul :

||jadi yang gak bisa siap aja nih nanti gue tulis.

Sunghoon :

||Gue bisa

Xiaoting :

||Liat nanti aja dah gimana

Han :

||Gue gak bisa!

Felix :

||Jangan percaya dia mah

Seungmin :

||Gue bisa

Chaeryong :

||Gue bisa.

Rowoon :

|| Aku selalu bisa beb

Hyunjin :

||neng Ryu bisa gak?

Ryujin :

||Gue bisa

Yeji :

||Oke kalo gitu sesuai yang udah di bagi ya, yang bawa motor atau kendaraan stanby buat beli alat-alatnya dekornya.

Chan :

||nanti gue kasih info bazar kita di sebelah mana.

Felix :

||Sorry ni Oot tapi @Yuna gue mau minta catetan bahas inggris lo dong huhuhu

Hyunjin :

||GUEE JUGAA DONG

Gaeul :

||Wahh apa nih mauuu

Changbin :

||FELIXX cepuu anjirrr

Felix :

||haah ohh oiyaa lupaa

Yuna Send 'Rangkuman 4.pdf'

Chu :

||I love youu huhuhu

Sua :

||Ommo orang pinter tuh kek ginii!! Huhu jangan kaya si Jay

Jay :

||Gue lagi?

Gaeul :

||Thanks Ya Yuna cantikk, Love you

Felix :

||Aseek makasihh Yuna gue doain ilmu lo berkah

Hyunjin :

||Makasihh cantikk

Sunghoon send 'Rangkuman inggris pdf'

Felix :

||Anjirr gue merindingg!!

Han

||Hoon lu muncul-muncul ngirim rangkuman, lemahh hatii guee!!

Hyunjin :

||Asiik ayoo keluarkan rangkuman kalian bagi catetan berbagi itu indah

Seungmin :

||Emang bakal lo baca semua?

Changbin :

||Udah lo sider aja bro

Hyunjin :

||Punya masalah apa sih lo haah sini ribut bettle kita!

Seungmin :

||Battle bukan bettle

Han :

||hahahahah Hobi Seungmin sekarang ngajak gelut Hyunjin baguss gue dukung

Hyunjin :

||Sianying

Gaeul :

||Makasihhh Sunghoon

Sunghoon :

||Sama-sama

Rowoon ;

||Ehh ehh

Hyunjin :

||Ehh ...... anjayyy

Han :

||Kenapa dah lu berdua

Hyunjin :

||Chan lu pasti pekaa iya kan!!

|| wahhh

Chan :

||diem aja dah lu

****

Keesokan harinya setelah UAS selesai para siswa di kelas itu sibuk dengan diskusi kelompoknya masing-masing. Di meja Yuna dan Lia sudah terjadi debat antara Han yang sudah ngotot untuk memamerkan gambar Hyunjin dan Yuna agar terlihat estetik namun ditolak oleh Changbin yang menyarankan gambar lino saja yang lebih lucu. Sedangkan di meja belakang Seungmin, Lino dan Yena asik menggunting origami dengan tenang. Dimeja depan Chu dan Gaeul sedang mendiskusikan apa saja yang dibutuhkan untuk bazzar nanti, kemudian sisanya pergi ke luar atau sekedar bermain game tak peduli di mejanya sendiri.

"Jadi yang beli siapa aja nih?" tanya Chu sambil mengeluarkan dompet kas mereka setelah menuliskan list yang harus dibeli untuk mendekor. Gaeul menggeleng, ia menelisik ruangan kelas mencari seseorang yang bisa disuru.

"Han!" Panggil Gaeul, Han yang sedang bedebat di meja Yuna itu menoleh dan berlari menghampiri gadis itu.

"Lo belanja alat dekor ya! Sama Changbin," pinta gadis itu.

"Lahh ko gue sama Changbin! Mana paham selera gue mah!"

"Oh iya juga kita butuh ceweknya," Gaeul berpikir sejenak.

"Yuna sama Yeji gimana?" usul gadis itu.

"Gue sih gak masalah." Han mengangkat bahunya.

"Oke, Yuna Yeji sini deh." Kedua gadis yang namanya dipanggil itu menoleh. "Apa?" tanya mereka.

"Kalian ikut Han sama Changbin beli alat dekor ya oke!" atur Chu.

"Lo ngapain?" tanya Yeji datar pada Gaeul.

"Gue lattering benner, Chan lagi ambil bennernya, noh si Xiaoting yang tulisannya bagus malah balik dia!" adu Gaeul kesal

"Oke kalo gitu, mana uangnya?" pinta Yeji

Chu memberikan tiga lembar uang seratus ribu pada gadis itu beserta catatan yang harus dibeli. Yeji membaca sekilas kemudian mengangguk.

"Ayo," ajak gadis itu diikuti Yuna. Han yang sedari tadi memperhatikan kebucinan Lino dan Yena terkejut saat dideret Yuna keluar, ia segera menyeret Changbin juga yang sempet protes diajaknya.

"Kita naik apa?"

"Mobil gua aja, bagasinya muat buat naro barang."

"Lo yang bawa?" tanya Han, Changbin mengangguk.

"Aseekk yoksi tuan muda!" serunya semangat.

Mereka menuju parkiran dan pergi ke tempat toko alat tulis dan perlengkapan. Changbin menunggu di mobil karena malas mengelilingi toko besar itu, jadilah yang membeli perngkapan Yeji Yuna dan Han.

"Kita butuh ketas karton," gumam Yeji membaca draf itu.

"Oh disana, tar gue yang ambil," ucap Yuna yang kemudian melangkah ke lemari yang paling ujung.

"Cat air di ... " mata gadis itu menyapu ke seluruh ruangan alat tulis di toko itu. "Oh di situ, sini lo," ucapnya menyerat Han yang sedaritadi pasrah membawakan belanjaan dekor mereka.

Sampai di bagian Cat, Yeji dan Han mengambil beberapa botol cat air dan cat poster di situ, disebelah Yeji terdapat tumpukan cat yang dibuat piramida untuk figuran di toko itu, gadis itu tak sengaja menyenggol penumpunya, yang membuat tumpukan piramida kaleng cat raksasa itu hendak runtuh dan menimpanya.

"Awas!!" teriak Han menarik gadis itu ke sisi tembok, tubuhnya menungunci Yeji di pojok sana, Yeji tersentak saat tangan itu menariknya dan memegangnya kuat, ia melihat wajah khawatir pemuda di depannya itu. Yeji tersentak raut Han berbada dari biasanya. Han menahan sebelah tangannya pada tembok di sebelah kepala gadis itu, sedangkan tangan satunya memegang lengan Yeji erat.

"Lo gak apa-apa?" tanya pemuda itu, Han menoleh ke belakang melihat tumpukan cat itu sudah runtuh dan juga bocor karena benturan. "Hampir aja lo jadi manusia cat Eh--" matanya bertatapan dengan manik mata milik Yeji yang sedari tadi gadis itu tertegun menatap Han. Han mati kutu melihat wajah cantik gadis itu, pemuda itu mengalihkan pandangan ke belakangnya dan melihat Yuna berlari ke arahnya, pemuda itu langsung menghadap gadis yang menghampirinya, ia melepaskan pegangan tangannya dengan Yeji. Sedangkan Yeji merasakan sesuatu yang aneh saat pemuda itu melepas tangannya, seperti ada yang tak rela, tapi ia juga tak mengerti.

"Kalian gak kenapa-napa?" tanya Yuna bersama petugas toko itu yang langsung meminta maaf dan membereskan kekacauan itu. Han mengangguk dan melihat gadis dingin di sebelahnya.

"Gue gak apa-apa, Thanks btw," ucap Yeji, gadis itu segera mengalihkan wajahnya membaca list yang belum mereka beli, "Tinggal kain flanel, yok ke sana." Yeji berjalan duluan, Yuna dan Han menyusul. Gadis itu tenggelam dalam pikirannya, kenapa ia memikirkan kejadian tadi. Dan juga Han ternyata tampan saat khawatir seperti itu, menyadari apa yang baru saja ia pikirkan Yeji menggelengkan kepalanya, mencoba mengenyahkan pikiran-pikiran tadi.

Sesampainya di daerah kain, Yeji dan dan Yuna segera mencari beberapa warna kain yang mereka butuhkan. Yeji mengambil kain berwarna hijau yang sudah dipotong, netranya kemudian menangkap sebuah gantungan berbentuk kepala kucing berwarna putih, gadis itu memegang gantungan itu, bersamaan dengan sebuah tangan yang juga memegang objek yang ia lihat. Han tersentak saat tangannya kembali bersentuhan dengan gadis itu, "Ahh .. sorry, lo mau ambil?" tanya pemuda itu.

"Lo aja," kata Yeji dingin, Han mengangguk dan mengambil gantungan itu kemudian memberikannya pada Yeji. "Gue tadinya emang mau nunjukin ke lo," ucapnya cengengesan.

"Lucu kan, mirip lo banget," ucap Han tersenyum. Yeji kembali tersentak, pemuda di hadapannya itu ada apa sih, ia melindunginya dari tumpahan cat tadi, mengambil jinjingan yang tadi dibawanya dan sekarang memberikannya gantungan yang lucu, kalo begini kan Yeji seperti diperlakukan spesial. Kemudian Han kembali mengambil gantungan berbentuk rubah berwarna oranye.

"Yun sini deh, liat mirip lo banget hahaha," panggil Han, Yuna mengerucutkan bibirnya sebal karena disamakan dengan rubah ia mengambil gantungan itu, "Lucu?" tanya gadis itu, "Beliin ya," ucap Yuna tersenyum manja, Han mengangguk kemudian menoleh pada Yeji, "Lo juga mau itu gak?" tanya nya menunjuk gantungan yang sudah ditangan gadis itu.

Yeji mengembalikan gantungan itu pada Han menatap pemuda itu datar. "Gak, makasih," ucapnya penuh penekanan kemudian menuju meja kasir membayar kain-kain itu. Han menatap gadis itu tak mengerti, "Dia kenapa?" tanya nya pada Yuna, gadis itu menurunkan wajahnya menatap punggung Yeji yang sudah menjauh, ia merasa Yeji sudah mulai baper sama Han, dan entah kenapa gadis itu jadi sedih dan khawatir.

"Udah ah yuuk abis ini beli es krim," ucap Yuna dan langsung menarik Han ke kasir, setelah membeli perlengkapan dekorasi, mereka menuju MCD untuk membeli makanan dan juga es krim yang kebetulan sedang launching menu baru.

"Gue ke ATM dulu ya," ucap Yuna, gadis itu beranjak dari meja mereka, Changbin juga ikut beranjak mengambil pesanan untuk teman kelasnya yang lain, tinggal Han dan Yeji di meja itu menikmati es krim mereka. Han sedari tadi merasa canggung berhadapan dengan Yeji, pemuda itu memainkan ponselnya tak jelas dan hanya men scroll-scroll beranda instagram tanpa melihatnya.

Han melirik Yeji yang menunduk mengaduk-ngaduk es krim di depannya. Pemuda itu gemas melihat rambut panjang gadis itu yang menjuntai hampir terkena es krim, Han melepas gelang karet miliknya dan beranjak ke sebelah gadis itu, ia menyingkirkan rambut yang menutupi wajah gadis itu, hendak menguncirnya, namun Yeji tersentak menatap Han tertegun.

Han yang juga menyadarinya sama-sama kaget, ia lupa bahwa Yeji ini bukan Yuna, Han biasanya langsung menguncir rambut sahabatnya jika ia lupa membawa ikat rambut atau karena lengannya kotor setelah makan kentang goreng. "Anu ... gue .... ini kunciran ... takut rambut lo kena es krim, tangan lo kena saos kentang jadi gue ..." jawab pemuda itu terbata-bata dan salah tingkah.

"Cepetan!" suru Yeji juga salah tingkah, Han mengangguk dan merapikan rambut gadis itu kemudian mengkuncirnya ke belakang. Yeji merasa seperti kena sengatan listrik kecil saat lengan pemuda itu mengenai pundak atau tengkuknya, wajah gadis itu memerah dan ia tiba-tiba jadi gugup.

"Nah udah, lanjut lagi aja," ucap Han. Pemuda itu beranjak ke seberang meja nya dan mengamati muka Yeji yang sudah lebih jelas setelah dikuncir, gadis itu sedari tadi melihat ke arah lain sambil mengipas-ngipas wajahnya, Yeji mengembungkan pipinya sambari mengaduk-ngaduk es krim yang sudah mencair itu. Apa Han memang selalu begini pada semua teman ceweknya? Pikir gadis itu.

Yuna yang baru kembali melihat sedari tadi hanya tertegun dengan raut wajah sedih, gadis itu menyeka air matanya yang hampir turun dan segera beranjak keluar dari sana. Changbin yang juga melihat ketiga orang itu hanya menghela napas memahami situasi apa yang sedang terjadi saat ini. Temannya ini sedang berada diantara kedua perempuan yang menyukainya, yang satu sahabat Han yang diam-diam suka pada pemuda itu dan satu nya teman dari sahabat Han yang juga mulai menyukai pemuda itu, ia merasa mereka akan terjebak dalah hubungan yang rumit nantinya. Mana pemuda seperti Han ini memang kadang perlakuannya sering membuat salah paham, Changbin melangkah ke arah keduanya membawa pesanan teman kelas mereka. "Udah, ayok!" ajak pemuda itu, Yeji menoleh ke kanan dan kiri mencari keberadaan Yuna.

"Yuna mana?" tanya gadis itu.

"Dia udah keluar duluan, kuy keburu sore," ajak Changbin, Yeji dan Han beranjak dari meja mereka mengekori Changbin keluar.

Di mobil mereka tak menemukan Yuna dimanapun, Han mencari di sekelilingnya namun keberadaan gadis itu tak kunjung terlihat. "Gue cari dia ke sebelah sana dulu," ucap Han mulai khawatir, pemuda itu memutari kedai MCD itu dan mendapati Yuna yang sudah terduduk dengan rambut berantakan habis berantem di hadapan gadis itu dua laki-laki sudah babak belur. Han membelalakan matanya

"Yuna!" panggil Han sembari berlari ke arah gadis itu.

"Lo diapain? Ada yang luka?" tanya nya sembali mengecek keadaan gadis itu.

"Anjirr kita yang dipukulin sama dia!" adu kedua cowok itu yang sudah meringis kesakaitan. Han berbalik dan menendang kedua tulang kering mereka. "Banci lo nyerang nya cewek! Sana lo pergi!" ucapnya galak, kedua orang itu meringis dan kabur ketakutan di sentak oleh pemuda itu. Han memandangi Yuna. "Lo diapain sama mereka?" tanya nya lembut

"Gue di godain, mau dipalak." Ia menunjuk pergelangan tangannya. "Ini sakit," adunya pada Han, Han membelalakkan matanya dan memegang tangan gadis itu mengecek takut ada luka di sana. Yuna mengigit pipi bagian dalamnya mencoba menahan diri untuk tersenyum.

"Pipi gue juga tadi di tampar, gak kenceng si," adunya berbohong sembari menunjukan pipi kanannya. Gadis itu bahkan tidak sempat kena pukul, kedua pemuda itu yang habis dihajar oleh Yuna karena menggoda gadis itu disaat moodnya sedang jelek.

"Mana gue liat!" Han menangkup wajah gadis itu, memastikan pipinya baik-baik saja. Yuna tertegun menatap Han, matanya mengerjap beberapa kali mengamati raut khawatir pemuda itu. "Rambut gue berantakan," keluh gadis itu.

"Yaudah nanti di rapihin di mobil yuk balik," ajak Han memegang tangan gadis itu menggandengnya. Yuna mengembangkan senyumannya menggoyang—goyangkan tangan mereka berjalan dengan senang. Iya, Han akan tetap seperti ini, ia akan lebih menyayangi Yuna dari siapapun di hidupnya. Pikir gadis itu.

"Lo bawa sisir?" tanya Han pada Changbin. "Ada di dashboar, kenapa?" tanya Chanbin sambil menyetir, tanpa menjawab pemuda itu membuka dashboad dibantu Yeji yang duduk di depan dan mengambir sisir Changbin.

"Yuna abis berantem," adu Han, Changbin membelalakan matanya melihat raut gembira Yuna dari kaca. Ia memiringkan kepalanya merasa bingung, mana ada orang abis berantem sesenang itu. Yeji sedari tadi memerhatikan mereka yang duduk berdua di bangku belakang dalam diam, ia menatap Yuna yang sedang dinasehati Han, pemuda itu menyisir rambut gadis itu perhatian, sembari mengomel, ia menepuk-nepuk kepala Yuna pelan dan dan juga menanyakan apakah ada yang terluka.

Yeji tahu Han dan Yuna bersahabat sudah lama, tapi apakah sahabat memang biasanya seperti mereka? Ia dan lino saja bahkah sama-sama saling tak terlalu peduli meski bersahabat. Oh iya Yeji juga ingat, Yuna sempat memberitahu ia bahwa Han itu sedang dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan Yuna. Namun Han tidak tahu akan hal itu. Gadis itu menghela napas, kembali menatap jalanan. Disebelahnya, Changbin memerhatikan sembari menyetir.

****

1
Sasa Sdr
keren 👍
Sasa Sdr
suka
Sasa Sdr
keren 👍. suka dengan cerita nyq
Daina :)
Kejutan demi kejutan membuat saya takjub. 😲
∠?oq╄uetry┆
Bagus banget alur ceritanya, tidak monoton dan bikin penasaran.
⸸ ℒ𝓊𝒸𝒾𝒻ℯ𝓇 ⸸
Dialog yang autentik memberikan kehidupan pada cerita.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!