"ini kisah gue dan rumit nya orang-orang di sekitar gue" - Han
Hidup Han mulai berubah setelah Yuna-Sahabat masa kecil nya- pindah ke sekolahnya. perlahan kisah cinta yang hanya sebuah rasa yg terpendam mulai bermekaran di masa SMA nya. siapa sangka teman teman nya saling berkaitan dengan kisah cintanya masing-masing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon han sayang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27 [H-2 UAS]
~IPADUAHITS ABIEZZ!!~
Han :
||Samlekum gaiss
Felix :
|| Maaf aja ngga ada receh
Hyunjin :
||Apa sayang
Sua :
|| ngapain lo?
Han :
|| Belum cukup ramaii!! Ayoo ramaikann
Yena :
|| Hadirr
Lino :
|| Hadirr
Hyunjin :
|| idihh ada si Lino
Lino :
|| lo mau gue goreng di airfrayer apa disumpel tisu?
Gaeul :
|| apa neh?
Chan :
|| karena besok hari terakhir UAS kebetulan H-2 festival jangan lupa kita dekor bazar ya!!
Han :
||Yang mau tampil musik hubungi gue okeey @Changbin
Changbin :
|| kagak anjirr kata gue juga!
Gaeul :
|| ommo udah terakhir UAS aja huhu btw besok pelajaran apa
Sunghoon :
|| bahasa inggris
Felix :
||anjirr lupa gue juga ... mampuss
Yena :
|| Lo bule tapi gak bisa bahasa inggris gimana dah wkwk
Lino :
|| Lo bule tapi gak bisa bahasa inggris gimana dah wkwk
Yena :
|| lo gak usah ngikutin typing gue bisa?
Lino :
|| lo gak usah ngikutin typing gue bisa?
Felix :
||TOLONG LO BERDUA JANGAN UMBAR-UMBAR KEMESRAAN DI GRUP INI YAA TOLONG!!
Sua :
|| akhirnya diwakilkan wkwkw
Yuna :
|| hahahaha
Han :
||Lo pada kalo bucin jangan kaya Hyunjin atau Lino ya wkwk
Chan :
|| kaya gue aja
Gaeul :
||Cuih
Chu :
||Cuih
Rowoon :
|| Cuih Cuih Cuih
Jay :
||Besok harus ikut dekor semua?
Sua :
|| anjayy manusia goa muncul
Han :
|| Kya kaka jay!!
Hyunjin :
|| Buat kamu kalo mau absen bolehh asal jangan absen dari hatiku
Rowoon :
||Idih si najis idihh
Felix :
||Lo nongol kalo gak sambat memercik pertikaian mulu ya won
Chan :
||Kalo bisa pada ikut biar cepet kelar,
Xiaoting :
||Gue gak bisa
Sua :
||Alasanya?
Xiaoting :
||Ada urusan
Sua
||Dihh dikira yang lain gabut kaga ada urusan apa ya
Jay
||Gue juga gak bisa, ada latihan buat PON lomba Renang.
Han :
|| Lo renang mulu awas jadi mermed lo!
Changbin :
||diem curut gue kandangin juga lo!
Han :
||aww takut ada ka Changbin
Chan :
||buat yang gak bisa karena ada cara keluarga atau pelatihan Lomba gak apa-apa gak bantu, tapi diusahain nanti ikut pas acara festival
Sua :
||duh takut ada si paling sibux
Jay
||diem lo
Sua :
|| -_-
Yeji :
||Terserah kalo gak ikut tapi ini juga kan nanti masuk ke nilai afektif kalian buat mata pelajaran kesiswaan, so, tau sendiri lah ya seterusnya
Hyunjin :
||Gue selalu siap dan Hadirr jangan lupa kasih saya bintang 5 saudara-saudara!
Han :
|| Jangan lupa pilih saya juga!!
Jay :
|| Oke
Gaeul :
||jadi yang gak bisa siap aja nih nanti gue tulis.
Sunghoon :
||Gue bisa
Xiaoting :
||Liat nanti aja dah gimana
Han :
||Gue gak bisa!
Felix :
||Jangan percaya dia mah
Seungmin :
||Gue bisa
Chaeryong :
||Gue bisa.
Rowoon :
|| Aku selalu bisa beb
Hyunjin :
||neng Ryu bisa gak?
Ryujin :
||Gue bisa
Yeji :
||Oke kalo gitu sesuai yang udah di bagi ya, yang bawa motor atau kendaraan stanby buat beli alat-alatnya dekornya.
Chan :
||nanti gue kasih info bazar kita di sebelah mana.
Felix :
||Sorry ni Oot tapi @Yuna gue mau minta catetan bahas inggris lo dong huhuhu
Hyunjin :
||GUEE JUGAA DONG
Gaeul :
||Wahh apa nih mauuu
Changbin :
||FELIXX cepuu anjirrr
Felix :
||haah ohh oiyaa lupaa
Yuna Send 'Rangkuman 4.pdf'
Chu :
||I love youu huhuhu
Sua :
||Ommo orang pinter tuh kek ginii!! Huhu jangan kaya si Jay
Jay :
||Gue lagi?
Gaeul :
||Thanks Ya Yuna cantikk, Love you
Felix :
||Aseek makasihh Yuna gue doain ilmu lo berkah
Hyunjin :
||Makasihh cantikk
Sunghoon send 'Rangkuman inggris pdf'
Felix :
||Anjirr gue merindingg!!
Han
||Hoon lu muncul-muncul ngirim rangkuman, lemahh hatii guee!!
Hyunjin :
||Asiik ayoo keluarkan rangkuman kalian bagi catetan berbagi itu indah
Seungmin :
||Emang bakal lo baca semua?
Changbin :
||Udah lo sider aja bro
Hyunjin :
||Punya masalah apa sih lo haah sini ribut bettle kita!
Seungmin :
||Battle bukan bettle
Han :
||hahahahah Hobi Seungmin sekarang ngajak gelut Hyunjin baguss gue dukung
Hyunjin :
||Sianying
Gaeul :
||Makasihhh Sunghoon
Sunghoon :
||Sama-sama
Rowoon ;
||Ehh ehh
Hyunjin :
||Ehh ...... anjayyy
Han :
||Kenapa dah lu berdua
Hyunjin :
||Chan lu pasti pekaa iya kan!!
|| wahhh
Chan :
||diem aja dah lu
****
Keesokan harinya setelah UAS selesai para siswa di kelas itu sibuk dengan diskusi kelompoknya masing-masing. Di meja Yuna dan Lia sudah terjadi debat antara Han yang sudah ngotot untuk memamerkan gambar Hyunjin dan Yuna agar terlihat estetik namun ditolak oleh Changbin yang menyarankan gambar lino saja yang lebih lucu. Sedangkan di meja belakang Seungmin, Lino dan Yena asik menggunting origami dengan tenang. Dimeja depan Chu dan Gaeul sedang mendiskusikan apa saja yang dibutuhkan untuk bazzar nanti, kemudian sisanya pergi ke luar atau sekedar bermain game tak peduli di mejanya sendiri.
"Jadi yang beli siapa aja nih?" tanya Chu sambil mengeluarkan dompet kas mereka setelah menuliskan list yang harus dibeli untuk mendekor. Gaeul menggeleng, ia menelisik ruangan kelas mencari seseorang yang bisa disuru.
"Han!" Panggil Gaeul, Han yang sedang bedebat di meja Yuna itu menoleh dan berlari menghampiri gadis itu.
"Lo belanja alat dekor ya! Sama Changbin," pinta gadis itu.
"Lahh ko gue sama Changbin! Mana paham selera gue mah!"
"Oh iya juga kita butuh ceweknya," Gaeul berpikir sejenak.
"Yuna sama Yeji gimana?" usul gadis itu.
"Gue sih gak masalah." Han mengangkat bahunya.
"Oke, Yuna Yeji sini deh." Kedua gadis yang namanya dipanggil itu menoleh. "Apa?" tanya mereka.
"Kalian ikut Han sama Changbin beli alat dekor ya oke!" atur Chu.
"Lo ngapain?" tanya Yeji datar pada Gaeul.
"Gue lattering benner, Chan lagi ambil bennernya, noh si Xiaoting yang tulisannya bagus malah balik dia!" adu Gaeul kesal
"Oke kalo gitu, mana uangnya?" pinta Yeji
Chu memberikan tiga lembar uang seratus ribu pada gadis itu beserta catatan yang harus dibeli. Yeji membaca sekilas kemudian mengangguk.
"Ayo," ajak gadis itu diikuti Yuna. Han yang sedari tadi memperhatikan kebucinan Lino dan Yena terkejut saat dideret Yuna keluar, ia segera menyeret Changbin juga yang sempet protes diajaknya.
"Kita naik apa?"
"Mobil gua aja, bagasinya muat buat naro barang."
"Lo yang bawa?" tanya Han, Changbin mengangguk.
"Aseekk yoksi tuan muda!" serunya semangat.
Mereka menuju parkiran dan pergi ke tempat toko alat tulis dan perlengkapan. Changbin menunggu di mobil karena malas mengelilingi toko besar itu, jadilah yang membeli perngkapan Yeji Yuna dan Han.
"Kita butuh ketas karton," gumam Yeji membaca draf itu.
"Oh disana, tar gue yang ambil," ucap Yuna yang kemudian melangkah ke lemari yang paling ujung.
"Cat air di ... " mata gadis itu menyapu ke seluruh ruangan alat tulis di toko itu. "Oh di situ, sini lo," ucapnya menyerat Han yang sedaritadi pasrah membawakan belanjaan dekor mereka.
Sampai di bagian Cat, Yeji dan Han mengambil beberapa botol cat air dan cat poster di situ, disebelah Yeji terdapat tumpukan cat yang dibuat piramida untuk figuran di toko itu, gadis itu tak sengaja menyenggol penumpunya, yang membuat tumpukan piramida kaleng cat raksasa itu hendak runtuh dan menimpanya.
"Awas!!" teriak Han menarik gadis itu ke sisi tembok, tubuhnya menungunci Yeji di pojok sana, Yeji tersentak saat tangan itu menariknya dan memegangnya kuat, ia melihat wajah khawatir pemuda di depannya itu. Yeji tersentak raut Han berbada dari biasanya. Han menahan sebelah tangannya pada tembok di sebelah kepala gadis itu, sedangkan tangan satunya memegang lengan Yeji erat.
"Lo gak apa-apa?" tanya pemuda itu, Han menoleh ke belakang melihat tumpukan cat itu sudah runtuh dan juga bocor karena benturan. "Hampir aja lo jadi manusia cat Eh--" matanya bertatapan dengan manik mata milik Yeji yang sedari tadi gadis itu tertegun menatap Han. Han mati kutu melihat wajah cantik gadis itu, pemuda itu mengalihkan pandangan ke belakangnya dan melihat Yuna berlari ke arahnya, pemuda itu langsung menghadap gadis yang menghampirinya, ia melepaskan pegangan tangannya dengan Yeji. Sedangkan Yeji merasakan sesuatu yang aneh saat pemuda itu melepas tangannya, seperti ada yang tak rela, tapi ia juga tak mengerti.
"Kalian gak kenapa-napa?" tanya Yuna bersama petugas toko itu yang langsung meminta maaf dan membereskan kekacauan itu. Han mengangguk dan melihat gadis dingin di sebelahnya.
"Gue gak apa-apa, Thanks btw," ucap Yeji, gadis itu segera mengalihkan wajahnya membaca list yang belum mereka beli, "Tinggal kain flanel, yok ke sana." Yeji berjalan duluan, Yuna dan Han menyusul. Gadis itu tenggelam dalam pikirannya, kenapa ia memikirkan kejadian tadi. Dan juga Han ternyata tampan saat khawatir seperti itu, menyadari apa yang baru saja ia pikirkan Yeji menggelengkan kepalanya, mencoba mengenyahkan pikiran-pikiran tadi.
Sesampainya di daerah kain, Yeji dan dan Yuna segera mencari beberapa warna kain yang mereka butuhkan. Yeji mengambil kain berwarna hijau yang sudah dipotong, netranya kemudian menangkap sebuah gantungan berbentuk kepala kucing berwarna putih, gadis itu memegang gantungan itu, bersamaan dengan sebuah tangan yang juga memegang objek yang ia lihat. Han tersentak saat tangannya kembali bersentuhan dengan gadis itu, "Ahh .. sorry, lo mau ambil?" tanya pemuda itu.
"Lo aja," kata Yeji dingin, Han mengangguk dan mengambil gantungan itu kemudian memberikannya pada Yeji. "Gue tadinya emang mau nunjukin ke lo," ucapnya cengengesan.
"Lucu kan, mirip lo banget," ucap Han tersenyum. Yeji kembali tersentak, pemuda di hadapannya itu ada apa sih, ia melindunginya dari tumpahan cat tadi, mengambil jinjingan yang tadi dibawanya dan sekarang memberikannya gantungan yang lucu, kalo begini kan Yeji seperti diperlakukan spesial. Kemudian Han kembali mengambil gantungan berbentuk rubah berwarna oranye.
"Yun sini deh, liat mirip lo banget hahaha," panggil Han, Yuna mengerucutkan bibirnya sebal karena disamakan dengan rubah ia mengambil gantungan itu, "Lucu?" tanya gadis itu, "Beliin ya," ucap Yuna tersenyum manja, Han mengangguk kemudian menoleh pada Yeji, "Lo juga mau itu gak?" tanya nya menunjuk gantungan yang sudah ditangan gadis itu.
Yeji mengembalikan gantungan itu pada Han menatap pemuda itu datar. "Gak, makasih," ucapnya penuh penekanan kemudian menuju meja kasir membayar kain-kain itu. Han menatap gadis itu tak mengerti, "Dia kenapa?" tanya nya pada Yuna, gadis itu menurunkan wajahnya menatap punggung Yeji yang sudah menjauh, ia merasa Yeji sudah mulai baper sama Han, dan entah kenapa gadis itu jadi sedih dan khawatir.
"Udah ah yuuk abis ini beli es krim," ucap Yuna dan langsung menarik Han ke kasir, setelah membeli perlengkapan dekorasi, mereka menuju MCD untuk membeli makanan dan juga es krim yang kebetulan sedang launching menu baru.
"Gue ke ATM dulu ya," ucap Yuna, gadis itu beranjak dari meja mereka, Changbin juga ikut beranjak mengambil pesanan untuk teman kelasnya yang lain, tinggal Han dan Yeji di meja itu menikmati es krim mereka. Han sedari tadi merasa canggung berhadapan dengan Yeji, pemuda itu memainkan ponselnya tak jelas dan hanya men scroll-scroll beranda instagram tanpa melihatnya.
Han melirik Yeji yang menunduk mengaduk-ngaduk es krim di depannya. Pemuda itu gemas melihat rambut panjang gadis itu yang menjuntai hampir terkena es krim, Han melepas gelang karet miliknya dan beranjak ke sebelah gadis itu, ia menyingkirkan rambut yang menutupi wajah gadis itu, hendak menguncirnya, namun Yeji tersentak menatap Han tertegun.
Han yang juga menyadarinya sama-sama kaget, ia lupa bahwa Yeji ini bukan Yuna, Han biasanya langsung menguncir rambut sahabatnya jika ia lupa membawa ikat rambut atau karena lengannya kotor setelah makan kentang goreng. "Anu ... gue .... ini kunciran ... takut rambut lo kena es krim, tangan lo kena saos kentang jadi gue ..." jawab pemuda itu terbata-bata dan salah tingkah.
"Cepetan!" suru Yeji juga salah tingkah, Han mengangguk dan merapikan rambut gadis itu kemudian mengkuncirnya ke belakang. Yeji merasa seperti kena sengatan listrik kecil saat lengan pemuda itu mengenai pundak atau tengkuknya, wajah gadis itu memerah dan ia tiba-tiba jadi gugup.
"Nah udah, lanjut lagi aja," ucap Han. Pemuda itu beranjak ke seberang meja nya dan mengamati muka Yeji yang sudah lebih jelas setelah dikuncir, gadis itu sedari tadi melihat ke arah lain sambil mengipas-ngipas wajahnya, Yeji mengembungkan pipinya sambari mengaduk-ngaduk es krim yang sudah mencair itu. Apa Han memang selalu begini pada semua teman ceweknya? Pikir gadis itu.
Yuna yang baru kembali melihat sedari tadi hanya tertegun dengan raut wajah sedih, gadis itu menyeka air matanya yang hampir turun dan segera beranjak keluar dari sana. Changbin yang juga melihat ketiga orang itu hanya menghela napas memahami situasi apa yang sedang terjadi saat ini. Temannya ini sedang berada diantara kedua perempuan yang menyukainya, yang satu sahabat Han yang diam-diam suka pada pemuda itu dan satu nya teman dari sahabat Han yang juga mulai menyukai pemuda itu, ia merasa mereka akan terjebak dalah hubungan yang rumit nantinya. Mana pemuda seperti Han ini memang kadang perlakuannya sering membuat salah paham, Changbin melangkah ke arah keduanya membawa pesanan teman kelas mereka. "Udah, ayok!" ajak pemuda itu, Yeji menoleh ke kanan dan kiri mencari keberadaan Yuna.
"Yuna mana?" tanya gadis itu.
"Dia udah keluar duluan, kuy keburu sore," ajak Changbin, Yeji dan Han beranjak dari meja mereka mengekori Changbin keluar.
Di mobil mereka tak menemukan Yuna dimanapun, Han mencari di sekelilingnya namun keberadaan gadis itu tak kunjung terlihat. "Gue cari dia ke sebelah sana dulu," ucap Han mulai khawatir, pemuda itu memutari kedai MCD itu dan mendapati Yuna yang sudah terduduk dengan rambut berantakan habis berantem di hadapan gadis itu dua laki-laki sudah babak belur. Han membelalakan matanya
"Yuna!" panggil Han sembari berlari ke arah gadis itu.
"Lo diapain? Ada yang luka?" tanya nya sembali mengecek keadaan gadis itu.
"Anjirr kita yang dipukulin sama dia!" adu kedua cowok itu yang sudah meringis kesakaitan. Han berbalik dan menendang kedua tulang kering mereka. "Banci lo nyerang nya cewek! Sana lo pergi!" ucapnya galak, kedua orang itu meringis dan kabur ketakutan di sentak oleh pemuda itu. Han memandangi Yuna. "Lo diapain sama mereka?" tanya nya lembut
"Gue di godain, mau dipalak." Ia menunjuk pergelangan tangannya. "Ini sakit," adunya pada Han, Han membelalakkan matanya dan memegang tangan gadis itu mengecek takut ada luka di sana. Yuna mengigit pipi bagian dalamnya mencoba menahan diri untuk tersenyum.
"Pipi gue juga tadi di tampar, gak kenceng si," adunya berbohong sembari menunjukan pipi kanannya. Gadis itu bahkan tidak sempat kena pukul, kedua pemuda itu yang habis dihajar oleh Yuna karena menggoda gadis itu disaat moodnya sedang jelek.
"Mana gue liat!" Han menangkup wajah gadis itu, memastikan pipinya baik-baik saja. Yuna tertegun menatap Han, matanya mengerjap beberapa kali mengamati raut khawatir pemuda itu. "Rambut gue berantakan," keluh gadis itu.
"Yaudah nanti di rapihin di mobil yuk balik," ajak Han memegang tangan gadis itu menggandengnya. Yuna mengembangkan senyumannya menggoyang—goyangkan tangan mereka berjalan dengan senang. Iya, Han akan tetap seperti ini, ia akan lebih menyayangi Yuna dari siapapun di hidupnya. Pikir gadis itu.
"Lo bawa sisir?" tanya Han pada Changbin. "Ada di dashboar, kenapa?" tanya Chanbin sambil menyetir, tanpa menjawab pemuda itu membuka dashboad dibantu Yeji yang duduk di depan dan mengambir sisir Changbin.
"Yuna abis berantem," adu Han, Changbin membelalakan matanya melihat raut gembira Yuna dari kaca. Ia memiringkan kepalanya merasa bingung, mana ada orang abis berantem sesenang itu. Yeji sedari tadi memerhatikan mereka yang duduk berdua di bangku belakang dalam diam, ia menatap Yuna yang sedang dinasehati Han, pemuda itu menyisir rambut gadis itu perhatian, sembari mengomel, ia menepuk-nepuk kepala Yuna pelan dan dan juga menanyakan apakah ada yang terluka.
Yeji tahu Han dan Yuna bersahabat sudah lama, tapi apakah sahabat memang biasanya seperti mereka? Ia dan lino saja bahkah sama-sama saling tak terlalu peduli meski bersahabat. Oh iya Yeji juga ingat, Yuna sempat memberitahu ia bahwa Han itu sedang dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan Yuna. Namun Han tidak tahu akan hal itu. Gadis itu menghela napas, kembali menatap jalanan. Disebelahnya, Changbin memerhatikan sembari menyetir.
****