NovelToon NovelToon
Terlanjur Menikah

Terlanjur Menikah

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi
Popularitas:635.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: pelangi ella

Bersahabat sejak kecil dengan Benjamin membuat Julia lambat laun jatuh cinta. Julia selalu sabar dan menjadi tempat bercerita Ben, tiba-tiba harus menghadapi kenyataan hadirnya seorang Nadine yang mengisi hati Ben. Julia berusaha untuk mendapatkan cinta Ben namun selalu saja gagal. Hingga suatu kejadian membuat Julia dan Ben menikah.

Terlanjur Menikah menceritakan tentang persahabatan dan cinta segitiga yang rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pelangi ella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harus Bahagia

Julia menatap mata Karel. Hatinya saat ini masih rapuh, tapi saat melihat di kedalaman mata Karel ... Akhirnya ia pun sadar, ia tahu jawaban sekarang.

"Julia ... "

Dengan lembut tangan Karel membelai pipi Julia, menyusuri kulit wajah yang sehalus sutra. Jemari Karel terus bergerak hingga berhenti di bibir Julia yang berwarna merah muda.

Dengan lembut dibelainya bibir itu hingga sedikit terbuka. Tak sanggup menahan desakan hati, perlahan Karel mendekatkan bibirnya. Mencium mesra bibir Julia yang terasa lembut di bibirnya.

Mereka berciuman perlahan, menikmati rasa yang baru diantara keduanya. Suara desahan tertahan pun keluar dari mulut keduanya.

Tangan Karel membelai kepala Julia, memposisikan agar sesuai dengan keinginannya.

Karel pun memperdalam ciumannya hingga tak terasa tangan Julia kuat mencengkeram pundak Karel yang kencang.

Akhirnya Julia pun menghentikan ciumannya, namun tangannya masih mencengkeram pundak Karel. Mengatur degub jantungnya yang berdetak tak beraturan.

Wajah Karel tampak tegang menahan gairah yang menyulut di dirinya. Rasanya ingin melanjutkan apa yang ingin dilakukannya untuk menunjukkan rasa cintanya pada Julia, namun ia sadar harus menahan dirinya.

Julia masih butuh waktu untuk menerima cintanya.

"Jul, maaf ... "

"Ssstt ... Jangan katakan! Please, terima aku apa adanya," pinta Julia menatap mata Karel.

Karel menarik tubuh Julia, dipeluknya wanita yang selalu mengisi hatinya selama bertahun-tahun ini.

"Aku mencintaimu Jul. Terima kasih kamu telah menerimaku. Bersama-sama kita jalani, aku berusaha akan selalu membuatmu bahagia," kata Karel mendekap erat tubuh Julia dengan mesra.

Selama beberapa saat, Julia dan Karel masih berada di pinggir pantai. Menikmati pemandangan debur ombak yang tiada lelah mencapai bibir pantai.

Tangan keduanya saling terkait, seakan hendak menyalurkan rasa yang ada di hati mereka.

Hampir tengah malam akhirnya Karel mengantar Julia pulang.

Saat telah mandi dan bersiap akan tidur, Julia membuka pesan-pesan yang masuk ke ponselnya. Tangannya menggulir pelan di layar ponsel, namun seketika tangannya terhenti saat melihat ada pesan masuk dari Ben.

Ben mengirim pesan? Malam-malam begini?

Tangan Julia terhenti, takut mengetahui apa yang hendak Ben sampaikan.

Beberapa menit berlalu, Julia masih ragu. Hingga akhirnya keberaniannya pun datang. Dengan cepat dibukanya pesan dari Ben, mantan suaminya.

- Julia, maafkan aku (Ben)

Berkali-kali Julia membaca pesan dari Ben. Bertanya dalam hati apa maksud Ben mengatakan seperti itu.

Bukankah sudah terlambat mengatakan kata 'maaf'?

Julia melihat jam di dinding kamarnya yang sudah menunjukkan hampir pukul 1 malam.

Secara tak sadar, pikirannya pun melayang kembali pada saat pernikahannya dulu dengan Ben. Malam pengantin yang membuat dadanya terasa perih saat mengingatnya kini.

Apalagi Julia mendengar jika Ben dan Nadine berbulan madu ke Bali, sama seperti dirinya dulu.

Mungkin sangat berbeda saat Ben dan Nadine melalui malam pengantinnya saat ini. Entah mengapa Julia tak kuasa menahan air mata yang jatuh ke pipinya.

Julia terus memandangi pesan di layar ponselnya. Ben mengatakan maaf di malam pengantinnya membuat Julia semakin sedih.

Julia masih terus menangis, tidak menahan isak tangisnya. Dibiarkannya kesedihan malam ini tertumpah.

Namun Julia bertekad inilah air mata untuk Ben yang terakhir kalinya. Sudah cukup kesedihan yang dirasakannya selama ini.

Ben sudah bahagia dengan Nadine ... Untuk apa aku masih terus meratapinya?

Julia menyeka air matanya dan mengatur nafas untuk meredakan kesedihannya.

Sudah cukup! Julia menghela nafas dan bertekad akan melupakan Ben selamanya.

***

Seminggu telah berlalu, Julia disibukkan dengan segudang pekerjaan. Namun kini hari-harinya tak lagi sepi. Ada seorang Karel yang selalu menemaninya dan membuatnya tertawa.

Hari Minggu ini Julia duduk bersantai di teras belakang rumahnya. Ditemani secangkir teh dan biskuit favoritnya, Julia menikmati kesendiriannya.

Sebenarnya Karel mengajak Julia untuk ikut acara keluarga Karel, namun Julia menolak dengan halus. Julia belum siap untuk melanjutkan hubungannya dengan Karel ke tahap yang lebih serius. Dirinya masih butuh waktu.

Julia memainkan ponselnya, melihat sosial media dan mencari berita-berita yang sedang viral. Namun suara bel pintu mengganggunya.

Merasa tidak ada janji dengan siapapun, rasanya Julia enggan membukakan pintu rumahnya. Namun akhirnya dengan langkah berat dibukakannya pintu.

"Halo Julia," sapa Nadine yang membuat Julia terkejut saat pintu rumah dibukanya.

"Ha - Halo Nadine," saut Julia tergagap.

Julia menatap bingung Nadine yang tiba-tiba datang ke rumahnya sendirian tanpa Ben.

"Kamu tidak mempersilahkanku masuk?" tanya Nadine dengan senyum yang dipaksakan.

"Ehm ... Aku sedang bersiap mau pergi, cepat katakan saja apa maumu, tidak usah berbasa-basi," kata Julia tegas.

Rasanya Julia sudah sangat malas berbicara dengan Nadine.

Namun Nadine dengan paksa menerobos tubuh Julia dan langsung duduk di sofa ruang tamu. Julia menghela nafas menahan emosinya dan akhirnya mengambil duduk di hadapan Nadine.

"Nadine, apa maumu datang kesini?" tanya Julia langsung.

"Jul, aku hanya mau memberikan ini." Nadine meletakkan paperbag di meja.

"Apa itu?"

"Ini oleh-oleh dari kami untukmu. Kan kami baru saja pulang dari bulan madu di Bali," kata Nadine yang terdengar mengejek di telinga Julia.

"Bawa pulang saja Nad! Terima kasih perhatiannya, tapi aku tidak membutuhkannya," saut Julia sinis.

Julia ingin sekali mengusir Nadine dari rumahnya, lelah meladeni Nadine yang terasa sangat menghinanya.

"Terserah, pokoknya aku sudah menaruhnya disini. Kamu tidak bertanya kenapa aku datang sendirian tanpa Ben?"

"Aku tidak mau tahu. Sekarang tolong pulanglah, aku sudah ada janji."

Julia berdiri dan berjalan menuju pintu karena sudah tidak tahan melihat Nadine ada di rumahnya.

"Haha Julia ... Kamu tidak penasaran bagaimana bulan madu aku dan Ben?!" Nadine masih tetap duduk di tempatnya dan sama sekali tidak terganggu akan sikap Julia yang mengusirnya.

Julia tetap diam, memandang wajah Nadine dengan datar tanpa ekspresi.

Terserah kamu mau bicara apa! Batin Julia dalam hati.

"Julia, antara aku dan Ben sama sekali tidak ada rahasia. Ben sudah menceritakan semua saat pernikahan kalian dulu termasuk saat bulan madu kalian. Haha ... Tapi sudahlah untuk apa aku ceritakan, nanti yang ada malah kamu yang akan menangis."

Nadine kini berdiri dan berjalan ke depan Julia.

"Jul, aku sangat iba padamu. Sudah itu saja yang ingin kukatakan. Aku pulang dulu," kata Nadine yang tertawa lebar lalu melangkah pergi meninggalkan rumah Julia.

Julia merosot terduduk di lantai. Mengapa semua tentang dia dan Ben belum berakhir?

Ingin sekali Julia memaki-maki dan memukul Ben hingga ia puas.

Ben sungguh kejam telah menceritakan semua tentang pernikahannya dulu. Air mata Julia kembali menetes dan hatinya kembali perih saat mengingat tawa Nadine yang penuh kemenangan.

Setelah kembali menguasai diri, Julia meraih paperbag yang diberikan Nadine. Tanpa melihat isinya, Julia membuangnya di tempat sampah.

Julia memejamkan matanya, menahan sisa-sisa air mata yang masih ingin berhamburan keluar.

Ben dan Nadine memang benar-benar telah menghinanya. Julia pun bertekad dalam hati, ia harus bahagia!

Akan ditunjukkannya bahwa tanpa Ben, hidupnya akan lebih bahagia.

-

-

-

1
Cinta Youlwa
bagus banget cerita yang suka banget.. 😍😍
jangan lupa mampir
bung@ter@t@i
ihk knp harus mau sih ,gak bisa ap jadi yg tegas ...
bung@ter@t@i
mending cerai Julia, ngapain nungguin perjanjian klo Ben ny gak pantas untuk di pertahankan, mending single happy
bung@ter@t@i
sedih mulu sih peran utamanya
Dim'srha Rairahayu
gedeh bgt asli sm si Julia
Dim'srha Rairahayu
Julia paok bgt udh punya laki masih aja kek gtu greget bacany
Lulu
Novel lawas baru baca sekarang
Nia_ra
Lovee so much
Odong Noni
walau bnyak yang hujat Ben, tp aku disini dukung thor, Ben bener2 menepati janjinya menunggu Julia, dan jodohnya akhirnya menemukan jalannya
🌻Ruby Kejora
Salam kenal kk. Sukses bwt kk ❤️❤️😅
🌸EɾNα🌸: emang harus sabar dapet komenan yg nganu🤭
makasih Kak😘
total 5 replies
Fa Rel
mless bgt dpet penghianat wanita bodoh yg mau nrima laki bekass penghianat
Yen Margaret Purba
dpt sampah baru nyesal hahhaha
Ray
fix Ben Nadine pasangan stress
SyaSyi
mampir aku thor
mampir juga di karyaku
kisah Aluna
My Kids My Hero
kartikawili
Ben itu egois. ketika gak bahagia baru deh ingat sama Julia
kartikawili
terlalu cepat mengambil keputusan. Apalagi untuk pernikahan. gak suka banget sama Ben. ko malah ada perjanjiannya segala.😡
kartikawili
Julia mending sama Theo aja .
kartikawili
move on dong Julia
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Next
😍ITSHU❤JCW😍
semua pemainnya udah gak waras
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!