Sekuel After Marriage.
"Anha nggak mau menikah lagi, Ma."
Karena masa lalunya yang kelam, Anha di ceraikan di malam pertamanya.
Satu kali diceraikan, satu kali gagal menikah, itu semua membuat Anha trauma akan yang namanya pernikahan. Anha tidak mau menikah lagi dan memilih untuk sendiri saja.
Hamkan, anak dari teman Mamanya diam-diam memiliki rasa kepada Anha. Akankah Anha mau membuka hati untuk Hamkan?
***
Instagram: Mayangsu_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayangsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pekerjaan
“Eh, kelihatan, kah?” kata mama sambil tersipu malu.
Anha menganggukkan kepala.
“Kenapa, sih, Ma, senyum-senyum sendiri? Menang lotre, ya?”
Senyum mama semakin mengembang di wajahnya yang sudah nampak beberapa garis halus seperti pada sudut mata dan garis bibir—tapi tetap saja masih terlihat cantik.
“Ini, mah, bukan menang lotre. Tapi lebih dari lotre.”
Menang menantu ganteng dan baik intinya.
“Hah?” Anha semakin tidak mengerti.
“Udah-udah. Sana bantuin Mama nyiapin makan malam,” kata mama melirik sekilas ke Anha sebelum pandangannya berganti menatap masakannya di panci. Mama memasak banyak varian makanan. Sepertinya suasana hatinya memang sedang baik.
Ketika melihat Anha yang membawakan piring dan menatanya di atas meja. Rasa senang di hati mamanya semakin bertambah. Alasannya karena Anha perlahan-lahan kondisinya mulai membaik. Tidak sesedih dulu.
Selesai. Semua sudah tertata rapi di atas meja. Bau masakan mama sudah mengundang indra penciuman dan perasa miliknya untuk segera dilahap. Masakan rumahan memang tak kalah enak daripada masakan restoran.
“Mama. Anha mau ngomong sesuatu sama Mama,” kata Anha ketika duduk sambil menyantap makanannya.
“Ngomong apa?”
Sebenarnya. Anha sudah hendak menyampaikan ini jauh-jauh hari. Tapi selalu tidak ada waktu yang tepat.
“Ma. Sebenernya Anha pengin cari kerjaan, Ma. Nggak enak tinggal di rumah mulu. Kayaknya Anha butuh udara seger dan suasan baru, deh.”
Sebenarnya kalau diitung-itung lagi sudah hampir satu bulan lamanya Anha menganggur di rumah. Meratapi kehidupannya yang malang. Berhenti di situ-situ saja. Padahal hidup itu terus berlanjut, bukan?
Alasan lainnya Anha ingin segera mungkin mendapatkan pekerjaan adalah karena Anha tidak enak hati jika hanya makan tidur di rumah. Dia tidak ingin merepotkan mamanya yang bahkan selalu pulang larut demi membiayai kebutuhan—meskipun Anha tahu mamanya tidak akan pernah merasa direpotkan tapi tetap saja dia tidak enak hati.
Mama mengangguk-angguk mendengarnya sambil masih mengunyah makanan di mulutnya.
“Kamu serius mau ambil pekerjaan? Nggak istirahat dulu aja.”
Anha menggeleng. “Nggak, Ma. Anha bosen di rumah.”
Oh, iya. Anha kelupaan. Alasannya nomor tiga dia ingin segera mendapatkan pekerjaan adalah karena kupingnya sudah tidak tahan lagi mendengarkan nyinyiran dari para tetangganya yang jahat itu.
“Mama ada referensi nggak?”
Pada kenyataannya mencari lowongan pekerjaan di koran ataupun online cukup sulit juga. Lebih mudah jika memiliki kenalan.
“Di tempat kerja mama dulu, mau?”
Belum sempat menjawab pertanyaan dari mamanya. Mama sudah mengibaskan tangannya.
“Jangan, deh. Jangan di sana. Gajinya emang gede tapi perusahaan media kerjanya keras. Kamu nggak bakalan kuat. Hari liburnya juga nggak nentu.”
Terdengar embusan napas berat dari mulut putrinya.
“Di tempat mama belum ada lowongan kalau saat ini.”
Mama menyendok makanannya dari piring. Anha sekarang bingung sendiri. Sialan! Demi memberati calon suami dia sampai keluar dari pekerjaannya yang sudah nyaman itu. Harusnya dulu Anha resign ketika sudah menikah saja.
Sekarang dia merasa menyesal sendiri.
Mama mengingat-ngingat sejenak. Mencari sepotong memori di kepalanya.
“Kemarin temen Mama ada yang ditawari jadi guru les. Tapi kayaknya nggak dia ambil. Kamu mau? Tapi, ya, gitu. Gajinya belum UMR.”
Memang begitu. Tidak ada pekerjaan yang 100% enak. Ada yang gaji tinggi tuntutan tinggi. Ada yang gajinya sedikit tapi pekerjaannya santai.
***
igku: Mayangsu_ dah gtu aja promonya
makasih udah bikin karya sebagus ini
banyak pembelajaran yang bisa diambil
si hamkan pula juga msh banyak perempuan suci msh ngejar² bekas orang