Alifa Rizky Aulia..gadis cantik yang sejak kecil selalu terdidik dengan hebat karena sejak usia 4 tahun Alifa sudah merasakan hidup di lingkungan pesantren. Alifa di tuntut belajar belajar dan terus belajar di kala teman seusianya merasakan di manja orang tua.tapi beda dengan Alifa.tak ada istilah manja di kamus hidup Alifa.
karena kehidupan pesantren yang menuntut Alifa hidup dalam kedisiplinan yang ketat akhirnya Alifa tumbuh menjadi gadis manis yang penuh prestasi dia menjadi qori terkenal berkat didikan sang kyai.
suatu ketika Alifa mengenal laki laki lewat media sosial. sejak itu Alifa melabuhkan hati pada sang doi yang baru di kenal nya.
bagaimana hidup sang qori setelah mengenal seorang laki-laki ? ujian dan cobaan apa yang harus di tempuh Alifa sehingga menjadi gadis manis penuh prestasi???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arizkha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Menuju kota M.
Mobil yang membawa Alifa dan rombongan pun berlahan-lahan meninggalkan halaman gedung pondok darul Huda menuju pendopo kabupaten di mana semua kafilah yang mewakili kabupaten akan dilepas bapak bupati dan bertolak menuju kota M dimana akan dihelat nya ajang MTQ tingkat provinsi
"Alifa.., kenapa hanya diam saja?" tanya ustadzah Nia.
"Gak apa-apa ustadzah..hehe."
Alifa hanya tersenyum dengan pertanyaan ustadzah Nia.
"Jangan bilang kalau kamu grogi ya..!"
"Hehehe ustadzah bisa aja, gak ustadzah."
Ustadzah Nia hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Alifa yang masih saja grogi meskipun sudah sangat sering ikut perlombaan.
**
Manusia punya kelebihan dan punya kelemahan. Begitu juga dengan Alifa, meskipun ia sudah wara-wiri mengikuti berbagai perlombaan, tapi tetap saja Alifa selalu gugup di awal. Itulah sisi lemahnya seorang Alifa.
Mobil yang membawa rombongan dari pondok pesantren darul Huda pun melaju membelah jalan raya kota menuju pendopo kabupaten.
Didalam perjalanan, mereka terus bercanda supaya Alifa tidak gugup dan supaya bisa lebih rileks.
Setelah melakukan perjalanan beberapa menit, rombongan darul Huda pun sampai di parkiran pendopo, Alifa dan rombongan keluar dari mobil dan berjalan menuju tempat di mana semua kafilah sedang berkumpul.
Hari ini akan diadakan upacara pelepasan untuk semua kafilah yang akan bertanding di event provinsi. Rombongan akan di lepas oleh Bupati dengan upacara sederhana sebagai simbol bahwa mereka siap bertanding dengan semangat yang tinggi.
Alifa pun mengikuti upacara pelepasan bersama kafilah dari daerah lain. Alifa mendengarkan sambutan orang nomor satu di kota nya dengan seksama.
Tak berapa lama setelah upacara pelepasan selesai, Alifa pun berjalan menuju bus yang sudah di siapkan dan segera naik sesuai nomor yang sudah di siapkan.
Dari pondok darul Huda, Alifa di dampingi ustadzah Nia sama ustadzah Erika.
"Jangan grogi ya..! Semangat..! Jangan lupa berdoa. Jangan pikirkan hasilnya, tapi berusaha lah semaksimal mungkin."
Alifa mengangguk menanggapi kata-kata yang di ucapkan ustadzah Nia ketika bus sudah melaju menuju kota dimana akan di helat MTQ tingkat provinsi.
"Siap ustadzah.., insyaallah. Meski grogi sedikit.. hehehe." jawab Alifa.
"Kamu sangat lucu Alifa..!" ucap ustadzah Nia.
**
Setelah menaiki bus beberapa jam, Rombongan Alifa pun akhirnya sampai di kota yang di tuju.
Sudah terlihat betapa meriahnya acara kompetisi kali ini. terlihat beberapa rombongan dari kota lain pun sudah mulai berdatangan dan saling mengisi registrasi data lalu mereka menuju asrama yang sudah di siapkan di beberapa tempat sesuai kode masing-masing daerah asal.
"Gimana Alifa, kamu mau istirahat dulu atau gimana?" tanya ustadzah Nia.
"Saya ngikut ustadzah saja." jawab Alifa lirih.
Ustadzah Nia hanya menggeleng mendengar jawaban Alifa yang terkesan pasrah.
'Anak ini sungguh bikin greget.. setiap perlombaan selalu nervous duluan.' batin ustadzah Nia.
"Yaudah kalau begitu, kamu istirahat di kamar saja untuk persiapan nanti malam pembukaan MTQ. Kamu bisa tidur supaya badan kamu fit dalam acara nanti."
" Baik ustadzah Nia,saya sebentar lagi istirahat."
"Ustadzah.., boleh saya pinjam ponselnya?"
Ustadzah Nia mengernyitkan dahi mendengar Alifa pinjam ponsel.
"Kamu mau telpon siapa?"
"Saya ingin telpon putri ustadzah, apa ustadzah punya nomor ustadzah Arum?"
"Sebentar. !" jawab ustadzah Nia sambil mencari hp nya yang tadi di dalam tas.
Setelah itu, terlihat ustadzah Nia mengotak-atik hp nya untuk mencari kontak ustadzah dari Al Islam itu.
"Tunggu ya, ustadzah coba telpon ke ustadzah di Al Islam dulu semoga Putri nya ada.
______
"