NovelToon NovelToon
Luka Chelsea

Luka Chelsea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:38.1k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Sejak bayi, Chelsea tumbuh dalam pelukan keluarga yang memberinya cinta tanpa batas.

Tanpa sadar ... Chelsea mencintai satu orang yang tak seharusnya ia cintai. Sampai sebuah rahasia menghancurkan semuanya.

Sayangnya, orang yang paling ia cintai memilih untuk mempercayai kebohongan. Chelsea pergi dengan hati yang hancur dan berjanji untuk kembali sebagai kebanggaan keluarga.

Dia bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri sendiri. Saat semua kebenaran terungkap
El baru sadar bahwa dia telah kehilangan seseorang yang selalu mencintainya.

Namun di saat yang sama, seseorang datang membawa cinta yang selama ini diam-diam ia simpan, Al. Akankah Chelsea membuka hatinya kembali? Atau memilih meninggalkan semua luka di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Empat Belas

Malam itu, rumah keluarga Arsaka terasa berbeda. Biasanya, ketika El pulang kerja, suara tawa kecil Al sudah terdengar dari ruang keluarga. Adiknya itu selalu punya cara membuat suasana rumah menjadi lebih hidup.

Tapi malam ini berbeda. Begitu El membuka pintu rumah, yang menyambutnya bukan suara tawa, melainkan kesunyian.

Ia melepaskan jasnya perlahan, lalu melangkah masuk. Matanya langsung tertuju ke ruang keluarga.

Di sana, Arsaka duduk di sofa dengan wajah serius. Hana berada di sampingnya, terlihat murung. Sementara Al duduk tidak jauh dari mereka dengan tatapan kosong.

Pemandangan itu membuat langkah El berhenti sebentar. Ada sesuatu yang salah. El mengernyitkan kening lalu berjalan mendekati mereka.

“Mom, Dad.”

Ketiganya langsung menoleh. Namun tidak ada satu pun dari mereka yang tersenyum seperti biasanya. El semakin merasa aneh.

“Ada apa ini?” tanyanya sambil berdiri di depan mereka. “Kenapa Mom, Dad, dan kamu Al kelihatan sedih?”

Tidak ada yang langsung menjawab. Hana hanya menatap putranya dengan mata yang penuh kesedihan. Arsaka terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu yang berat.

Sampai akhirnya Al menarik napas panjang. “Kak Chelsea sudah pindah.”

Kalimat itu membuat El terdiam. Chelsea, nama itu kembali terdengar. Entah kenapa, sejak siang tadi, nama itu terus memenuhi pikirannya.

El sempat terdiam beberapa detik. Tapi kemudian ia berusaha menunjukkan ekspresi biasa.

“Oh.” Hanya satu kata keluar dari bibirnya.

Al menatap kakaknya. Ia bisa melihat perubahan kecil di wajah El. Tapi bukan sedih dan kecewa. Justru seperti ada rasa lega.

El lalu duduk di sofa. “Syukurlah.”

Hana langsung menatap putranya. Al pun mengerutkan kening.

Namun sebelum mereka bertanya, El kembali berkata dengan nada datar. “Jadi rumah ini tidak dihuni lagi sama anak haram.”

Suasana ruang keluarga langsung membeku. Waktu seolah berhenti. Arsaka yang sejak tadi diam perlahan mengangkat wajahnya.

Tatapannya berubah. “Apa maksud ucapanmu, El?”

Suara Arsaka terdengar rendah. Tapi ada penekanan jelas di setiap katanya. Al langsung menoleh pada kakaknya.

“Bang, jaga ucapanmu.”

El menatap adiknya. “Kenapa?”

Al terlihat tidak percaya. “Kenapa Abang bisa berkata seperti itu?”

El menarik napas pendek. “Karena memang itulah kenyataannya, Al.”

Al terdiam.

“Chelsea itu lahir dari hasil perselingkuhan ibunya.”

Hana langsung membeku. Wajahnya berubah. Seolah baru saja mendengar sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan akan keluar dari mulut anaknya sendiri.

“El ...,” ucap Hana pelan hampir berbisik.

El tetap melanjutkan. “Ibunya berbohong kepada suaminya. Mengatakan Chelsea adalah anaknya, padahal pria itu tidak bisa memiliki anak.”

Ruangan itu kembali sunyi. Hana perlahan berdiri. Matanya menatap El dengan campuran kaget dan tidak percaya.

“Dari mana kamu dengar cerita ini?”

El menatap ibunya. “Tidak perlu Mommy tahu.”

“El.”

“Yang jelas itu fakta, Mom. Bukan kebohongan. Mommy juga pasti tau.”

Hana menatap putranya lama. Ia tidak mengerti, bagaimana El bisa tahu tentang masa lalu yang bahkan selama ini hanya diketahui oleh beberapa orang?

Arsaka yang sejak tadi diam akhirnya berdiri. “Kalau pun itu benar ....” Suaranya terdengar terbata, karena menahan amarah. “Apa hubungannya dengan Chelsea?”

El menatap ayahnya.

Arsaka melanjutkan. “Dia hanyalah seorang anak bayi yang tidak mengerti apa-apa saat itu.” Tatapan Arsaka mulai penuh emosi. “Kenapa kesalahan ibunya harus dia tanggung?”

El terdiam sebentar. Namun pikirannya sudah dipenuhi oleh amarah dan kecurigaan.

Ia menarik napas panjang. “Dad ....” Ia menatap Arsaka. “Kalau ibunya berkelakuan buruk begitu, besar kemungkinan anaknya juga sama. Bahkan mungkin lebih parah!"

Al langsung berdiri. “Bang!” Nada suaranya terdengar kecewa. “Jangan bicara seperti itu tentang Kak Chelsea.”

El menoleh. Al menggeleng pelan. “Kalau memang ibunya seperti itu, bukan berarti Kak Chelsea juga seburuk itu.”

Al menatap kakaknya dengan tatapan yang sulit dipercaya. “Anak pemuka agama belum tentu selalu baik. Dan apakah anak seorang pelacur akan menjadi pelacur juga?”

Kalimat itu membuat Hana langsung menatap Al..Sementara Arsaka diam.

Al melanjutkan. “Itu pikiran yang picik, Bang.”

El menatap adiknya. “Ucapanmu memang benar.” Ia berhenti sebentar. “Tapi darah yang mengalir kotor, pasti akan menghasilkan sesuatu yang kotor juga.”

Mata Al membesar. Ia benar-benar tidak menyangka kakaknya bisa mengatakan hal seperti itu.

“Bang ....”

Arsaka yang sejak tadi menahan diri akhirnya tidak bisa lagi diam. “Cukup, El!”

Suara Arsaka menggema di ruang keluarga. El menatap ayahnya.

Arsaka maju beberapa langkah. “Ucapanmu itu seolah-olah meragukan didikan Daddy dan Mommy.”

Wajah Arsaka penuh kekecewaan. “Kamu tinggal serumah dengan Chelsea selama dua puluh tujuh tahun.”

Ia menunjuk ke arah El. “Selama itu, apakah kamu pernah melihat dia melakukan hal buruk?”

El tidak langsung menjawab. Pertanyaan itu membuatnya diam. Untuk sesaat, bayangan Chelsea kembali muncul.

Chelsea yang selalu membantu Hana dan selalu tersenyum. Chelsea yang tidak pernah meminta apa pun.

Tapi pikiran El kembali pada cerita Zoya, pada rasa takutnya. Akhirnya ia menjawab. “Saat ini belum.” Ia berhenti. “Tapi siapa tahu dia sudah merencanakan sesuatu untuk keluarga kita.”

Hana yang sejak tadi diam akhirnya ikut bicara. “El ....” Suaranya terdengar lembut, tapi penuh luka. “Kamu berpikir terlalu jauh, Nak.”

El menoleh.

“Mommy yakin Chelsea tidak seburuk yang kamu pikirkan.” Hana menahan air matanya. “Dan cerita tentang ayah dan ibunya ... tidak semuanya seperti yang kamu dengar.”

El diam. Hana menarik napas panjang. “Kamu seharusnya bersyukur, El.”

“Apa maksud Mommy?”

“Karena Mommy berpisah dari suami pertama Mommy dan bertemu Daddy kamu.”

Hana menatap Arsaka dengan lembut. “Dari situlah kamu lahir.” Suaranya terdengar bergetar. “Kenapa kamu masih mengungkit sesuatu yang bahkan sudah Mommy lupakan?”

El mengepalkan tangannya. “Aku hanya tidak mau keluarga ini ditipu Chelsea, Mom.”

Arsaka langsung membalas. “Siapa yang mau menipu keluarga ini?”

Tatapan Arsaka tajam. “Kamu pikir Daddy dan Mommy bodoh?”

El menggeleng. “Bukan bodoh.” Ia menatap ayahnya. “Tapi terlalu terbawa perasaan.”

Kalimat itu membuat Arsaka diam.

El melanjutkan. “Buktinya, kalian mau membesarkan dan menjaga anak seorang pelakor dan pezina.”

Wajah Hana langsung berubah. Al terkejut mendengar ucapan abangnya itu.

“Bang!”

Tapi El tidak berhenti. Ia merasa dirinya sedang membuka kebenaran. Ia merasa sedang melindungi keluarganya.

Namun ia tidak sadar bahwa kata-katanya justru menghancurkan orang-orang yang selama ini menyayanginya.

Arsaka menatap El cukup lama. Ada kekecewaan besar di mata pria itu.

“El ....” Suaranya Arsaka terdengar bergetar. “Kamu benar-benar berpikir seperti itu?”

El tidak menjawab. Arsaka mengepalkan tangannya.

“Kamu benar-benar menganggap Chelsea buruk, hanya dari kesalahan ibunya?”

El tetap diam. Dan diam itu membuat Arsaka semakin terluka. Selama dua puluh tujuh tahun, ia melihat El tumbuh menjadi pria yang ia banggakan. Tapi malam ini, untuk pertama kalinya, Arsaka merasa tidak mengenali putranya sendiri.

“Kamu tahu apa yang paling Daddy sesalkan?”

El menatapnya.

“Bukan karena kamu marah.”

Suara Arsaka mulai bergetar. “Tapi karena kamu lupa melihat hati seseorang.”

El menelan ludah. Namun egonya masih membuatnya bertahan.

“Aku hanya mengatakan kenyataan.”

Arsaka menatapnya tajam. “Tidak.” Ia menggeleng. “Itu bukan kenyataan, El. Itu hanya penilaianmu dan pikiranmu yang telah dipenuhi kebencian!"

"Dad, kenapa selalu membela Chelsea? Ia bukan putri kandungmu. Ia hanyalah anak haram!"

Arsaka tak bisa menahan emosinya lagi, dalam satu detik berikutnya terdengar suara tamparan itu memenuhi ruang keluarga.

El membeku. Kepalanya sedikit menoleh akibat pukulan itu. Tangannya perlahan menyentuh pipinya.

Sementara Hana menutup mulutnya kaget. Al berdiri terpaku. Dan Arsaka berdiri di depan putranya dengan mata yang penuh luka. Bukan hanya marah, tapi kecewa.

1
Sugiharti Rusli
oh sepertinya Farhan sudah mencium sesuatu rencana dari istri dan putri sambungnya yah,,,
Lisa Halik
chelsea kamu dalam dilema..perusahaan arsaka kan bersaing dengan kamu,
Nandi Ni
Daddy Arsaka pasti ikhlas dan bangga dg kamu meski harus tempur dan berhadapan langsung,bukan sebagai seseorang yg tdk tahu balas budi,menentang ayah angkatmu sendiri.Tunjukkan bahwa didikan Daddy memang pantas dan membanggakan
ken darsihk
Wehhh gimana ini perusahaan dady Arsaka yng harus di hadapi 🤦‍♀️🤦‍♀️
Oma Gavin
chelsea kamu harus profesional dalam bekerja daddy mu pasti juga tau dan tidak akan kecewa kalau kamu yg memenangkan tender tsb
Rahma Inayah
dilema chelsea hrs mju atau mundur hrs mengalah or ttp berjuang .sdkt byk chelsea SDH bljr bisnis dr sang Daddy .lbh baik km cerita Dady dan momy dengar kn apa kputsn mrk. kurasa Dady mu profesional TDK. melibatkn. antra urusan pekerjaan dan keluarga
Radya Arynda
tlpn sama dady mu chelse,,mintak saran biar nanti ngak kaget,,,,,semogah malah jadi sahabat,,,😃😃😃😃😃
Patrick Khan: dan jg jadi calon mantu kak😁😁😁
total 1 replies
Lisa Halik
baru sikit dady arsaka buat itu el..kamu sudah nyerah,huhuh zoya juga sudah tinggal kamu,kamu kira zoya benar2 tulus pada hal dia cinta hartamu
Dcy Sukma
Daddy Arsaka..🔥🔥
Mundri Astuti
Daddy arshaka tau ngga yak 🤔
mimief
iy kan...makan tu perempuan yg akan menemanimu dalam suka dan duka
suka iy lah
duka ..maaf yee🤣
Apriyanti
nah lihat kan kamu El baru segitu aja Zoya sdh pergi meninggal kan mu,,kata nya mau menemani apapun yg terjadi bulsyit
Radya Arynda
👏👏👏👏👏👏Alhamdulillah sudah mulai kelihatan busuk nya si zoya,,,,rasakan kamu el,,kamu menghina dan membeci orang yang tidak pernah menyakiti mu,kamu bela dia sampai ber tengkar dengan bpk mu,,,lihat sekarang,,,masih ada ke lanjutanya👏👏👏👏👏
Wiwi Sukaesih
br awl El SD kliatan sift Zoya spt ap
Nandi Ni
heemmmmm...itu belum seberapa,,watak dan karakter sesekorang akan nampak jika dihadapkan dg uang dan harta.
Mahendra Sari Anwar
itu blm seberapa el,,,,tgu sampai topeng nya kerbuaka km akan lebih skt lagi,,,karna udh ngecewain chel..juga deddyvn mommy km..😌😌
jd ga sbr ngu hari itu el🤣🤣
tia
syukur el qmu jahat sama chelsa
Patrick Khan
el belom sadar kyk e..masih harus di obrak abrik lagi .biar zoya kelihatan sifat asli nya..el km bodoh bgttttt😏😏
Rahma Inayah
baru secuil Dady arsaka menguji pacar mu SDH kelihatan sifat aslinya dmn yg kt mu dia mau trm mu dlm suka dan duka hanya Zoya yg ada yg BS di saat km terpuruk bukti nya sekrg km mnt bantuannya dgn meminjam bukan meminta tp Zoya Langs marah2 dan bilg bukan urusan nya lng pergi tnp pamit .hrs nya km SDR El mn yg tulus dan pura2 tulus
Rahma Inayah: benar kak baru se ujung kuku di uji SDH keliatan sifat aslinya .arsaka mau di lawan
total 2 replies
Heni Fitoria
makanya dengerin penjelasan orangtuamu ttng chelsea, diresapi...
jangan asal membenarkan omongan pacar yg notabene tidak tau apa" ttng keluargamu. mamam tuh...
udah keluarin uang bnyk buat pacar begitu km susah g mau bantu...
sudah jatuh tertimpa tangga..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!