NovelToon NovelToon
Pelayanku Sang Primadona Sekolah

Pelayanku Sang Primadona Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

"Mulai sekarang, setiap satu jam sekali, kamu harus mencium bibirku! Aku tidak akan menerima penolakan," tegas Nathan lagi. "Kamu wajib menciumku di mana pun kita berada, bahkan di dalam kelas atau di tempat umum."

Jenny mulai merasa panik, "Tu - tuan, tapi itu sungguh tidak masuk akal!"

"Jenny, jika ingin ibumu selamat dan semua alat medis tetap terpasang di tubuhnya yang lemah itu, turutilah apa mauku!" ujar Nathan dengan nada mengancam. Ancaman tersebut membuat lamunan Jenny terhenti seketika.

****

Jenny terkejut saat mendengar apa yang baru saja diucapkan Nathan, tuan muda culun yang menjadi murid terbodoh di antara 450 siswa di SMA Taruna. "Jadi, jika kamu ingin aku sembuh dari semua luka trauma yang ditimbulkan oleh ayahmu, mulai sekarang kamu harus menciumku setiap satu jam sekali," ucap Nathan tegas.
****
Jenny adalah seorang perempuan yang sedari kecil hidup penuh kebahagiaan, bahkan hidupnya nyaris sempurna.

Ia terlahir dengan paras yang cantik, hidup penuh kebahagia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1.

Jenny adalah seorang perempuan yang sedari kecil hidup penuh kebahagiaan, bahkan hidupnya nyaris sempurna.

Ia terlahir dengan paras yang cantik, hidup penuh kebahagiaan dan kasih sayang dari ayahnya. Bahkan ia juga terlahir dari keluarga yang kaya raya.

Jenny tidak pernah membayangkan jika kehidupan sempurna yang selama ini ia jalani tiba tiba harus berubah seketika.

Semua bermula ketika ayahnya yang selama ini selalu memanjakan dirinya itu dengan penuh kemewahan dan juga memanjakan nya penuh dengan kasih sayang tiba tiba menikah lagi dengan asisten pribadinya.

Awalnya Jenny setuju setuju saja dengan keputusan ayahnya untuk menikah lagi, karena sudah lama sekali jenny memimpikan sebuah kehidupan yang bahagia dengan sebuah keluarga yang utuh.

Namun malang bagi Jenny, beberapa bulan setelah pernikahan ayahnya terjadi. Ayahnya itu tiba tiba meninggal dunia, kata dokter forensik penyebab kematian ayahnya karena selama ini di setiap makanannya terkandung racun yang pelan pelan bisa mematikan hidupnya.

Lantas Jenny pun meminta bantuan seorang lawyer untuk mengurus kasus pembunuhan yang terjadi pada ayahnya dengan dokter forensik itu sebagai saksinya.

Namun lagi lagi malang menghampiri dirinya, lawyer dan dokter forensik yang bersedia untuk membantu dirinya malah dibunuh di depan matanya oleh seorang penembak jitu yang tidak pernah tahu gerangannya.

Bahkan selepas meninggalnya ayah Jenny ke esokan harinya ibu tirinya menghilang bagaikan di telan bumi.

***

******

*

*

Seminggu selepas meninggalnya ayah Jenny, ia tinggal sendiri rumah mewahnya. Kehidupannya masih berjalan normal seperti biasanya, ia masih sekolah di tempat biasanya ia bersekolah, dengan mengemudikan mobil mewahnya.

Walaupun Jenny sendiri masih hidup dalam kedukaan yang mendalam, karena meninggalnya ayahnya. Namun bukan kah hidup harus terus berjalan?

Namun semua berubah drastis ketika Jenny pulang sekolah, ia nampak bingung ketika rumah mewahnya itu nampak sepi dan ada beberapa orang yang membawa paksa barang barang di rumahnya. Bahkan memaksa untuk membawa mobil mewah miliknya yang tadi ia bawa ke sekolah.

"Apa yang kalian lakukan di sini? Apakah kalian seorang pencuri? Kenapa kalian semua membawa barang barang yang ada di rumah ku?" teriak Jenny dengan wajah merah padam.

Orang orang berseragam yang membawa paksa barang barang yang ada di rumah Jenny hanya diam, tidak menanggapi apa yang di katakan oleh Jenny. Mereka terlihat begitu fokus dengan pekerjaan yang mereka jalani sekarang ini.

Jenny nampak berpikir, lalu dia terlihat berlari ke arah pria yang membawa foto keluarga kecilnya, dimana di foto itu terpajang foto mendiang ibu nya.

Iya ibu kandung jenny sudah meninggal ketika Jenny berumur 7 tahun. Sejak itu, ia hanya hidup berdua dengan ayahnya seorang.

"Mau di bawa kemana foto keluarga ku?" Jenny terlihat menarik paksa foto keluarga dari tangan pria berotot itu.

"Kami akan membuang foto foto tidak berguna ini, karena rumah ini harus segera di kosongkan! Rumah ini sudah di jual oleh ibu Mirna, dan akan segera di tempati oleh pemilik baru," jelas pria berotot itu, lalu ia pergi membawa foto keluarga kecil Jenny dan membuangnya ke tong sampah.

Penjelasan pria berotot itu sungguh bagaikan sebuah sambaran petir di siang bolong bagi Jenny.

"Mirna? Dasar wanita pembunuh dan penghancur kehidupan orang lain. Ternyata selama seminggu ini ia menghilang karena bersusah payah untuk menjual rumah ku! Dasar wanita ular, bodohnya aku selama ini karena percaya dengan ucapan manis yang keluar dari mulut mu yang berbisa itu."

Dengan wajah marah serta kaki yang di hentak hentakkan, Jenny pun bergegas untuk berjalan keluar. Ia ingin memungut beberapa foto keluarga yang telah di buang oleh para pria yang tidak di kenalnya itu.

Saat dirinya selesai mengambil beberapa foto keluarga yang begitu sangat berharga baginya. Jenny lagi lagi hanya bisa termenung, kala melihat semua barang barang miliknya sudah di keluarkan dari dalam rumah mewahnya.

Bahkan rumah Jenny sekarang ini nampak di kunci oleh pria kekar yang tadi membuang foto foto keluarganya.

"Kenapa di kunci? Kembalikan kunci itu padaku! Karena ini memang rumah ku."

Pria berotot itu tidak bergeming, bahkan ia malah menepis kasar tubuh Jenny, sehingga membuat tubuh Jenny itu terpelanting dan malah terjatuh ke lantai.

"Aduh, sakit!" rintih Jenny, bahkan air mata terlihat keluar dari ke dua sudut matanya.

Belum pernah sebelumnya Jenny di perlakukan kasar seperti ini.

Jenny memegang lututnya yang terasa sakit, karena lecet terkena ubin lantai yang kasar itu.

Sebuah kaki tiba tiba berdiri tepat di hadapannya. Jenny yang mengenali pemilik sepatu hak tinggi hitam yang berdiri di hadapannya itu, lantas ia pun mendongakkan wajahnya.

"Mirna!" kata Jenny menyebut nama ibu tirinya, ia juga terlihat menggertakkan gigi giginya. Ia menatap Mirna ibu tirinya itu dengan penuh dendam kesumat.

"Iya anak tiri ku sayang!" kelakar Mirna dengan sebuah senyuman miring.

Sebuah senyuman yang terlihat penuh permusuhan dan juga terlihat mengejek.

"Kau kan yang selama ini memberikan racun ke dalam tubuh ayah ku. Dan kenapa kau itu menjual rumah ku? Kau itu hanya seorang asisten pribadi yang tidak punya kuasa apa apa?" teriak Jenny di sertai tangisan yang terdengar pilu.

"Ha ha ha, kau yang harusnya sadar diri anak tiriku sayang. Sekarang kau itu hanya gadis miskin yang tidak mempunyai apa apa? Bahkan rumah saja kau tidak punya. Aku sengaja menjual semua aset yang di miliki oleh ayah mu itu untuk membayar semua hutangnya. Bahkan semua aset yang dijual pun tidak akan mampu untuk membayar semua hutang hutang ayahmu itu sampai lunas."

"Apa? Kau itu jangan berbohong! Ayah ku itu adalah tipe orang yang tidak suka untuk berhutang!" kilah Jenny dengan derai air mata.

"Ha ha ha, dasar bocah ingusan. Kau itu hanya seorang gadis kecil, bahkan dengan menjual tubuh mu pun tidak akan mampu untuk membayar semua hutang hutang ayahmu itu. Dan seenaknya saja kau itu menuduhku memberikan racun di makanan ayah mu, ayah mu itu meninggal karena stroke. Ia stroke karena pusing memikirkan hutangnya yang semakin lama semakin menggunung." Mirna terlihat menjelaskan dengan wajah yang serius.

Bahkan jenny yang menatap ke arah ke dua bola mata ibu tirinya, Jenny sama sekali tidak menemukan kebohongan di kedua bola mata ibu tirinya itu.

"Kalian berdua, cepat bawa gadis ini ke mobil. Habis itu, suruh perias di salon **** untuk mendandani ia secantik mungkin, karena setelah ini kita akan melakukan transaksi untuk nya. Kita akan menjualnya!" Mirna terlihat meminta dua wanita yang ada di belakangnya untuk menyeret tubuh Jenny.

Jenny sendiri yang akan berteriak tiba tiba mulutnya di bungkam oleh salah satu bodyguard yang lain dengan sebuah lakban yang di tempelkan tepat di bagian mulutnya.

Hanya linangan air mata yang sekarang mengalir di pipi mulusnya, Jenny awalnya nampak memberontak dengan menendang nendangkan kakinya kurusnya itu ke sembarang arah. Namun, akhirnya ia memilih untuk menghentikan aksinya itu.

1
Alia Chans
Hadir thor, cerita nya seru like+ bunga🌹😉




kalo berkenan mampir juga ya😉
Fitria Callista: terimakasih banyak kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!