SPIN OFF "SUGAR AUNTY"
Layu sebelum berkembang, mungkin itu istilah yang pas untuk menggambarkan keadaan Amanda.
Belum sempat perasaannya tumbuh berbunga-bunga, ia malah melihat surat undangan pernikahan, di mana ada nama Saga, lelaki yang dicintainya, di sana.
Habis sudah perasaannya harus ia cabut paksa sampai ke akar saat dengan mata kepalanya sendiri ia menyaksikan pesta pernikahan pria pujaannya.
Dan tepat pada hari itu juga, dia merasakan sebuah kesialan karena harus bertemu dengan pria menyebalkan. Seorang pria yang ternyata akan menjadi Boss di tempat magangnya.
Bagaimana kisah mereka akan berlanjut, apakah Amanda mampu bertahan dengan Bossnya yang super galak dan melupakan cintanya terhadap Saga si asisten tampan? Cus kepoin ceritanya di FIERCE BOSS OR HANDSOME ASSISTEN 🤗
Follow Ig @nitamelia05
Salam Anu👑
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Pengakuan
Amanda terus memperhatikan Donita yang sedang bersama seorang pria. Dari belakang, postur tubuh pria itu benar-benar mirip dengan milik Dominic. Hingga Amanda tak melepaskan tatapannya satu detik pun.
Apakah benar itu si Domba Tua?
Bahkan Amanda mengambil ponsel dengan tenang, lalu membidik dengan penuh kehati-hatian.
"Amanda!" panggil Gloria, karena sang keponakan malah melamun dengan tatapan yang senantiasa lurus ke depan. "Hei, Amanda."
Karena merasa penasaran, Gloria ikut menatap objek yang sama. Namun, dia sama sekali tak paham dengan apa yang sedang dilihat oleh Amanda, sehingga dia menepuk lengan keponakannya.
"Hei, kamu ini lihat apa sih?"
Merasakan sentuhan di anggota tubuhnya, Amanda langsung reflek berjengit. Beruntung ponsel yang ada di tangannya tidak terjatuh, "Aunty, bikin kaget saja."
"Habis kamu melamun terus. Kenapa? Kamu ada masalah? Bosmu galak atau temanmu ada yang jahat?" tanya Gloria bertubi-tubi dengan kening yang mengeryit. Dilihat dari raut wajah Amanda, gadis itu seperti tengah memendam sesuatu. Namun, ia tidak bisa menebaknya.
Amanda mendesaahkan nafas kasar. Selama ini tidak ada yang tahu kalau dia menyukai Saga. Hanya dia dan Tuhan saja, dan sekarang haruskah dia bercerita pada Gloria bahwa dia menyukai asisten sang kakak, dan berharap pria itu tidak kembali dengan mantan kekasihnya?
"Hei, ada apa sih? Jangan membuatku khawatir, kalau kamu tidak mau cerita biar ku adukan pada Kak Aneeq," seru Gloria dengan sedikit ancaman, karena ia tidak mau Amanda mengalami kesulitan.
Amanda melirik ke arah Gloria dengan tatapan sendu, "Aku menyukai Kak Saga."
Mendengar pengakuan itu, Gloria langsung tersedak ludahnya sendiri hingga terbatuk-batuk. Lalu memelototkan mata ke arah Amanda seraya berkata. "Oh my God, Amanda. Kamu menyukai Asisten Saga? Dari kapan? Kenapa tidak bilang sebelumnya?"
Karena suara Gloria yang terdengar heboh, Amanda langsung bangkit dan menutup mulut tantenya itu. "Aunty, bisa tidak kecilkan suaramu? Di sini banyak orang, aku malu."
Gloria mengangguk dan Amanda langsung melepaskan tangannya. Wanita yang sudah berstatus sebagai istri itu mengatur nafas, karena berita ini merupakan sesuatu yang mengejutkan baginya.
"Amanda, ceritakan padaku bagaimana kamu menyukai Asisten Saga," ujar Gloria seraya mendekatkan wajahnya, agar obrolan ini tidak sampai ke telinga yang lain.
"Aku tidak bisa menjelaskannya di sini, Aunty hanya cukup tahu satu hal, aku menyukainya sebelum aku tahu dia akan menikah," jawab Amanda apa adanya.
"Lalu kenapa kamu malah magang di tempat lain? Harusnya kamu menggunakan kesempatan ini untuk mendekati Asisten Saga, magang saja di perusahaan keluarga." Gloria menasehati keponakannya dengan menggebu-gebu, seolah pemikirannya sangatlah tepat.
Amanda menghela nafas kecil. Karena dia tidak berpikir untuk mencampur adukkan masalah pribadi dengan pendidikannya. Namun, sayang takdir malah mempertemukannya dengan Dominic.
"Walau bagaimanapun aku ingin tetap profesional, aku ingin mandiri dan tidak mengandalkan Daddy. Di perusahaan semua orang pasti segan denganku," balas Amanda.
"Terus sekarang bagaimana? Kamu tidak mau berjuang untuk mendapatkan cintamu?"
"Justru itu, aku sedang melakukannya, Aunty. Aku dan Kak Saga adalah tetangga."
Ketika sedang membahas tentang pria pujaannya, sejenak dia melupakan Dominic yang selalu mengganggunya.
Sementara Gloria langsung terperangah, karena ia tidak tahu kalau apartemen Amanda bersebelahan dengan asisten suaminya. "Benarkah? Kalau begitu hajar saja, jangan pakai lama. Bila perlu mainkan sedikit drama."
"Haish, Aunty ini kalau memberi saran tidak pernah benar!" ketus Amanda dengan bibir yang mencebik.
"Hei, dari pada dia kembali dengan calon istrinya itu, siapa namanya?"
"Donat Kentang!" ceplos Amanda.
"What? Donat Kentang? Apa karena kalian bersaing jadi kamu menamainya seperti itu?"
Amanda menghela nafas, untuk melepas sedikit beban yang ada di dadanya. "Itu semua karena dia masih mengganggu Kak Saga. Bahkan kami ribut tadi pagi, dan apakah Aunty tahu, ternyata dia memakai penyumpal dada."
Sontak saja keduanya langsung tertawa. Apalagi Amanda mengingat betul, saat penyumpal itu jatuh ke bawah kakinya.
"Memalukan sekali. Andai Asisten Saga tahu, mungkin dia akan terheran-heran karena luarnya semangka, pas dipegang malah jambu biji," seloroh Gloria dengan tawa yang meledak.
Sejenak Amanda lupa akan semua masalahnya. Dia terus melemparkan candaan, tak peduli meski banyak orang yang memperhatikan mereka berdua.
Hingga akhirnya pesanan mereka datang, baik Amanda maupun Gloria sama-sama memakan makanan itu dengan lahap.
***
Buat yang belum baca kisah Gloria, klik judul di bawah ini ya🤗🤗