NovelToon NovelToon
Dari Pembantu Jadi Istri

Dari Pembantu Jadi Istri

Status: tamat
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:132.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Volis

Di hari pertama masuk kerja di sebuah perusahaan besar tanpa sengaja di tengah jalan menuju perusahaan Safira menabrak sebuah mobil mewah. Karena terburu-buru Safira hanya bisa meminta maaf dan memberikan nomor ponselnya agar dia bisa ganti rugi.

Dan ketika Safira tiba di rumah pria tampan pemilik mobil itu, Safira tidak mampu membayar biaya perbaikan mobil yang terbilang sangat mahal baginya.

"Kebetulan saat ini saya sedang kekurangan pembantu. Jika kamu mau saya bisa membayarmu 10 juta perbulan."

Tawaran seperti itu, bisakah Safira menolak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Volis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Keluarga Mama Amar

Las Vegas, Amerika Serikat.

Setelah perjalanan yang sangat jauh Amar dan Safira akhirnya tiba di vila keluarga mama Amar dan suaminya.

Amar dan Safira memasuki vila dipimpin oleh pelayan menuju ruang tamu.

“Please sit down. I will call Mrs. Dafina first (Silakan duduk. Saya akan memanggil nyonya Dafina dulu),” kata pelayan.

Amar mengangguk tanda mengerti.

“Bisakah kamu berbahasa Inggris?” tanya Amar berbalik melirik Safira. Dia lupa menanyakan hal ini sebelumnya.

Jika Safira tidak bisa berbahasa Inggris dia harus menjadi penerjemah untuknya.

Safira tersenyum mengangguk pada Amar. “Of course I can. I even mastered 7 languages (Tentu saja saya bisa. Saya bahkan menguasai 7 bahasa),” balas Safira menggunakan bahasa Inggris yang fasih.

Amar tidak menyangka Safira benar-benar bisa berbahasa Inggris, bahkan sampai tahu 7 bahasa.

“Good, then I don't need to be a translator (Baguslah, maka aku tidak perlu menjadi penerjemah),” ucap Amar sedikit bercanda.

“Don't worry. I'm serious. I will not embarrass you because of the obstacles of communication later (Jangan khawatir. Aku serius. Aku tidak akan mempermalukan kamu karena hambatan komunikasi nanti),” ujar Safira tersenyum pada Amar.

Safira belajar bahasa asing karena dia melihat Aditya dan anak-anak kaya lainnya diberi kursus bahasa asing oleh orang tua mereka. Dia tidak mau kalah dari anak-anak kaya itu, maka dia belajar sendiri dari kamus dan menonton film.

Beberapa saat kemudian seorang wanita cantik dengan rambut sebahu mengenakan pakaian rumahan menghampiri mereka.

“Finally you come too. Mama thinks this year you will not come (Akhirnya kamu datang juga. Mama pikir tahun ini kamu tidak akan datang),” kata wanita itu.

“I never forget that agreement. I am here want to introduce you with my wife (Saya tidak pernah lupa perjanjian itu. Saya di sini ingin memperkenalkan kamu dengan istriku),” balas Amar sedikit terasing.

“Ini istriku, Safira. Safira dia mama kandung aku, Dafina,” lanjut Amar memperkenalkan dalam bahasa Indonesia.

“Halo, Tante,” sapa Safira sopan.

“Bukankah kamu istrinya? Kenapa memanggil seperti itu?” kata Dafina tidak senang.

“Maaf. Halo, Ma,” ulang Safira.

“Aku sudah meminta pelayan membersihkan ruang tamu. Berapa lama kali ini kamu akan tinggal? Apakah masih sama seperti sebelumnya?” tanya mama Dafina.

“Iya,” jawab Amar.

“Kamu bisa membawa istrimu ke kamar kalian. Makan malam nanti kamu bisa memperkenalkan dia pada adikmu dan yang lainnya,” lanjut mama.

Setelah mengatakan itu mama Amar berdiri dan meninggalkan ruang tamu.

“Ayo, aku akan membawamu ke kamar kita,” kata Amar berdiri terlebih dahulu.

Keduanya menuju kamar tamu yang berada di lantai 3.

“Kamu sepertinya tidak akur dengan mama kamu. Kamu bilang dia mengetahui pernikahan kita, tapi yang aku lihat mama sepertinya tidak menyukai aku.” Safira berkata saat keduanya tengah membereskan pakaian mereka ke dalam lemari.

“Jangan banyak berpikir yang tidak perlu. Beginilah biasanya kami bergaul. Kecewa, tidak bisa melihat pertemuan yang mengharukan?” ucap Amar bercanda. Dia sering melihat Safira melihat drama seperti itu di ponselnya.

“Tentu saja tidak. Emm, boleh aku tahu perjanjian apa yang kamu maksud tadi?” Safira bertanya ingin tahu, karena dia melihat wajahnya Amar langsung berubah saat menyebutkan perjanjian.

Amar menutup pintu lemari dan duduk di samping Safira. “Pernah sekali aku tidak datang menemuinya. Dia meminta kompensasi dari papa. Kita akan tinggal di sini selama seminggu ke depan. Cobalah untuk beradaptasi,” ucap Amar mengalihkan pembicaraan tidak ingin berbicara terlalu banyak tentang masalah tadi.

“Aku akan membawamu menemui temanku besok,” lanjutnya.

“Kamu punya teman di sini?”

“Iya. Aku sudah memberitahunya untuk bertemu besok.”

°°°°°

Waktu makan malam tiba semua orang sudah berkumpul di meja makan. Amar dan Safira tiba paling lambat.

“Wanita itu adalah istri Amar yang aku katakan tadi, Pa.” Mama Dafina berkata melihat mata suaminya tertuju pada Safira.

“Semoga kalian berdua betah tinggal di rumah ini,” kata pak Bram suami mama Dafina dalam bahasa Indonesia yang lancar.

Sebenarnya suami mama Dafina juga orang Indonesia asli, tapi dia pindah ke Las Vegas karena urusan pekerjaan dan menetap di sana.

“Halo, Kakak Ipar. Aku Reyna, adik Kak Amar. Siapa nama Kakak Ipar?” tanya seorang wanita muda berusia 20 tahun yang duduk di samping mama Dafina.

“Halo, kamu bisa memanggilku Safira.”

“Oh, ya. Dia kakak pertamaku, Leon.” Reyna menunjuk pria yang duduk di samping Amar.

“Ayo makan dulu. Tidak enak kalau makanannya dingin,” kata mama Dafina mengingatkan.

Selesai makan malam Reyna langsung menarik tangan Safira membawanya meninggalkan ruang makan.

“Ayo, Kakak Ipar. Aku akan membawa kamu ke kamarku.”

Safira melirik Amar meminta bantuan yang ditanggapi dengan anggukan oleh Amar.

“Kakak duduk dulu,” kata Reyna mendorong kedua pundak Safira membiarkannya duduk di tempat tidur.

Dia kemudian berlari menuju lemari, membukanya dan mengeluarkan sebuah kotak hadiah.

“Ini hadiah pernikahan dari aku untuk Kakak Ipar. Mungkin sedikit terlambat, tapi aku langsung memikirkan ini saat mengetahui kak Amar sudah menikah. Hadiah ini pasti sangat cocok.” Reyna meletakkan kotak itu di pangkuan Safira.

“Ayo di buka,” katanya penuh antisipasi.

“Baiklah. Terima kasih atas hadiahnya,” ucap Safira dan mulai melepaskan pita dari kotak itu.

Di dalam kotak itu tergeletak sebuah pakaian dan sebotol parfum. Safira mengeluarkan botol parfum dan mencium wanginya.

“Hmm, harum sekali. Aku sangat menyukainya,” ungkap Safira senang.

Aroma parfum itu membuat orang yang menciumnya merasa terhanyut dan rileks.

“Lihat pakaiannya. Kakak Ipar harus memakainya malam ini,” kata Reyna tidak sabar.

Safira melirik Reyna dengan bingung. Kenapa Reyna terlihat begitu bersemangat?

Safira mengeluarkan pakaian dari dalam kotak dan langsung tercengang.

Sebuah lingerie merah muda tipis dan hampir transparan terbentang di depan matanya.

“Kamu ingin aku memakai hal ini?” tanya Safira tak percaya.

“Iya. Sangat cantik, kan? Kak Amar pasti akan langsung terpesona melihat Kakak Ipar dalam dress ini.” Reyna menatap Safira ingin di puji.

“Tidak! Bisakah pakaian seperti ini di kenakan?” Safira langsung menolak, memasukkan kembali lingerie ke dalam kotak dan menutupnya.

“Pokoknya Kakak Ipar harus memakai pakaian ini malam ini juga! Ayo aku akan membantu Kakak Ipar berdandan,” tuntut Reyna.

Reyna langsung menarik Safira keluar dari kamarnya dan membawanya ke kamar tamu tempat keduanya tinggal sambil membawa kotak itu.

°°°°°

Sisi lain.

Amar yang baru saja keluar dari ruang kerja pak Bram tiba-tiba di tarik oleh Leon.

“Aku telah mengatakan sebelumnya kamu harus melindungi Naomi. Kenapa sekarang kamu malah menyakitinya?” Leon berbicara ketika tiba di koridor kosong.

“Pernahkah aku setuju?” kata Amar sedikit menjauh dari Leon.

“Kurang ajar!” seru Leon marah mengangkat tinjunya menghantam wajah Amar.

Amar langsung mengelak dan memegang pergelangan tangan Leon dengan tangan kirinya.

“Kamu tahu Naomi hanya menyukaimu! Kenapa kamu menikah dengan wanita lain hanya karena papa kamu sekarat!” bentak Leon menarik tangannya dari genggaman Amar.

‘Bukkk!’

Kini giliran Amar yang meninju perut Leon dan langsung mengenainya. Leon mundur beberapa langkah menstabilkan diri sambil memegangi perutnya kesakitan.

“Jaga ucapan kamu! Pernikahanku adalah urusan aku sendiri! Jika kamu menyukai wanita itu. Kejarlah sendiri! Jangan libatkan aku!” teriak Amar marah.

“Ya, kamu bisa melakukan, bahkan mendapatkan apapun yang kamu mau! Kenapa kamu harus muncul dalam keluargaku?! Mama kamu sudah menikah dengan papaku. Untuk apa kamu terus menemuinya seperti ini, jika kamu tidak menyukainya, hah?” teriak Leon melampiaskan amarahnya.

“Sejak kamu datang, hidupku berubah. Mata semua orang tertuju pada kamu. Mereka selalu membandingkan aku dengan kamu. Kamu memiliki bisnis di Indonesia, mengapa harus pindah ke sini lagi? Kenapa tidak ke tempat lain saja?!”

“Untuk apa kamu punya pikiran, jika hanya untuk memikirkan hal-hal yang tidak berguna seperti itu! Gunakan otak kamu untuk membuat orang-orang itu takjub denganmu! Jangan hanya bersembunyi di cangkang seperti kura-kura!” balas Amar.

Amar lalu berbalik meninggalkan Leon yang masih berdiri di koridor menahan rasa sakit di perutnya.

°°°°°

(Maaf, ya, kalau bahasa inggrisnya kurang benar. Karena author nggak bisa bahasa Inggris 😣. Author pakenya goggle translate 😁😇).

1
kalea rizuky
lah jenis kelaminnya apa
Upriyanti II
kan kak Leon sma kak naomi yg menculik kak safira
Lusia Wulandari
kenapa Aditya yg ditangkap ? kan ini ulah Leon ???
Volis: Aku nggak sadar klo ternyata salah nama 😔. Nanti ku ganti 😁
total 1 replies
Viney
Ceritanya bagus, Thor.
Queenzele
Semangat thor jgn lupa mampir ya
nesaric
otw kakkk
nesaric
masih bayi langsung dijodohin 😭😭😭
kasian itu
Ruiyun
Bayinya cowok apa cewek sih, Thor? Kok nggak di jelasin?
aichan
ijin mampir kak dari grup nohuman❤️
nesaric
semangat kak volis
Volis: Iya, Kak. Makasih~
total 1 replies
nesaric
siappp kakkkk
♥️♥️♥️♥️
nesaric
semangat kakkk
Nur Mastina
Semangat, Thor 🥰

Suka banget cerita kayak gini, tentang CEO konglomerat yang baik hati dan nggak angkuh.
nesaric
ahahahah suka suka
ROSSET
Keren bangettt! Pemeran utama prianya punya identitas tersembunyi kayak gitu. Amar tuh jadi kek serba bisa gitu, dia nggak takut lawan apapun. Malah orang jadi segan sama dia. 👍👍👍
Volis: Makasih dukungannya 🤗
total 1 replies
Ruiyun
Semangat, Thor~🤗
Mommy Lingling
mobil tuan muda itu pasti😆jangan lupa di folback dan mampir yaa kakk
Otakunime
mampir dong kak di novel Cyberpunk ke dunia Isekai
李慧艳
Luar biasa
李慧艳
semangat Thor ..
ayo ajukan kontrak...
agar mkn bnyak pembaca..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!