NovelToon NovelToon
You Are Mine!

You Are Mine!

Status: tamat
Genre:Tamat / Nikahmuda / CEO / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:669.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: riri_923

Aqila gadis cantik berusia delapan belas tahun yang baru saja menyelesaikan pendidikan nya di negara Finlandia.

Malam itu untuk merayakan kelulusan nya, Aqila berhasil kabur dari penjagaan ketat para bodyguard milik kakak nya.

Tetapi siapa yang menyangka gadis itu malah kabur ke sebuah night club terkenal di kota tempat ia tinggal dan terjebak oleh sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan?

Lalu bagaimana kisah selanjutnya? Sesuatu seperti apa yang akan menimpah dirinya? Atau mungkin sebuah jebakan?

Note:- Agar mengerti jalan cerita sebelumnya, disarankan membaca karya "Terjebak Cinta Om Mafia Possesive"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri_923, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab-27-

"Ayolah boss, maafkan saya. Jangan potong gaji ya?" Mohon Digo dengan wajah memelas nya.

Digo terus mengikuti langkah kaki Bram yang berjalan menuju ruang meeting dengan wajah datar nya, dan tak lupa istri kecil sang bos yang berada di dalam rengkuhan posesif pria itu.

"Boss.." Panggil lirih Digo mulai pasrah. Pasalnya saat ini hadapan nya adalah pintu ruang meeting yang masih tertutup.

"Berhenti merengek dan buka pintu nya!" Tegas Bram tanpa belas kasihan.

Sedangkan Aqila yang sedari tadi menahan malu, kini meringis pelan merasa kasihan pada Digo yang akan di potong gaji sebesar delapan puluh persen dari gaji berbulan nya.

"Kak sudah lah jangan terlalu kejam, kasihan asisten kak Bram"

"Hmm betul apa kata nona boss" Timpal Digo

"Kamu jangan membela nya!" Sahut dingin Bram semakin kesal.

"Kalo di potong sebesar ini, kapan saya akan membeli rumah impian saya boss?" Ujar Digo masih dengan wajah memelas.

"Derita mu dan buka pintu nya, jangan membuat ku mengulang untuk ketiga kalinya, Digo!" Ketus Bram.

Digo yang sudah pasrah pun hanya menghela napas berat dan menggerutuki dirinya yang masuk tanpa mengetuk akibat terburu-buru.

Dengan gerakan lemas nya Digo membuka pintu ruang meeting dan nampak lah rekan bisnis Bram yang berasal dari Finlandia.

"Huu dasar jahat!" Celetuk kesal Aqila dengan sikap Bram, lantas kepala Aqila menoleh menatap ke arah depan.

Deg!

Seketika jantung dan mata Aqila rasanya ingin keluar dari tempatnya saat melihat seseorang yang ia kenal dan sedang menatap ke arah nya dengan ekspresi yang sama kaget nya dengan Aqila.

"Ayo masuk" Ajak Bram menuntun Aqila berjalan.

Langkah kaki Aqila terasa berat dan kepalanya langsung menunduk mengikuti langkah Bram.

"Angkat kepala mu, baby girl" Bisik Bram.

Mau tak mau Aqila pun mengangkat kembali pandangan nya, namun sebisa mungkin ia menghindari kontak mata dengan rekan bisnis suami nya.

"Selamat pagi, Mr.Casto" Sapa Bram.

"Oh ya, selamat pagi Mr.Bram" Jawab Mr.Casto sedikit kaget.

Kedua nya saling berjabat tangan, tetapi mata pria setengah baya itu terus terarah kepada Aqila.

"Perkenalkan ini Istri saya, Aqila Adipati" Ucap Bram menekan diakhir kata.

Terlihat raut terkejut dari Mr.Casto sekaligus tatapan tidak percaya nya.

"Se-selamat pagi Mr., saya Aqila" Sapa Aqila setengah membungkuk hormat. "Ayolah pura-pura tidak mengenal ku, Pi" Lanjut Aqila di dalam hati.

"Ada yang salah Mr.? Apa anda mengenal istri saya" Tanya Bram

"Oh, tidak Mr.Bram. Saya hanya terpana dengan kecantikan istri anda" Sahut Mr.Casto mengalihkan pandangan nya.

Aqila menghela napas lega, seperti nya pria setengah baya yang sering ia panggil dengan sebutan 'Papi' ini seakan mendengar permintaan nya di dalam hati.

Sesaat Bram memperhatikan raut Aqila dengan ekspresi tidak terbaca nya, hingga akhirnya pria itu kembali menatap rekan bisnis nya.

"Silahkan duduk Mr.Casto"

.

Meeting berjalan dengan lancar walau sesekali Mr.Casto mencuri pandangan pada Aqila yang duduk disamping Bram. Sedangkan Aqila terus memfokuskan diri nya pada handphone, mengabaikan lirikan Mr.Casto.

"Senang bekerja sama dengan anda, Mr.Bram"

"Senang bekerja sama dengan anda, Mr.Casto"

Kedua nya saling berjabat tangan setelah menandantangani surat perjanjian kerja sama yang akan berjalan selama setahun ke depan.

"Aku ke toilet dulu" Bisik Aqila yang sedari tadi terus menahan nya.

Bram menoleh dan mengusap rambut istri kecil nya. "Mau aku antar?" Tawar Bram

"Tidak usah, lagi pula kamu masih harus mengobrol dengan Mr.Casto"

"Baiklah, hati-hati"

Setelah mendapatkan persetujuan dari Bram, lantas Aqila menatap pria setengah baya di samping nya.

"Saya pamit duluan, Mr." Pamit Aqila kembali membungkuk hormat.

Mr.Casto tidak mengucapkan apa-apa, ia hanya mengangguk dan memberikan senyum tipis nya pada Aqila. Hingga akhirnya Aqila pergi meninggalkan ruangan itu.

"Silahkan di nikmati cemilan sederhana nya, Mr."

.

.

Setelah selesai dengan urusan nya di dalam toilet, Aqila pun keluar dari toilet itu. Tetapi baru saja melangkah keluar tiba-tiba suara seorang pria mengangetkan nya.

"Revan sakit" Ujar seseorang dengan tatapan kosong nya.

"Mr--Mr.Casto" Gugup Aqila.

Mendengar ucapan Aqila, sang pemilik nama malah terkekeh dan beralih menatap gadis cantik di hadapan nya.

"Revan sakit, Qila. Selama seminggu ini dia terus menunggu kedatangan mu tapi ternyata kamu malah menikah dengan pria lain"

Terdengar nada kekecewaan yang keluar dari mulut Mr.Casto, tatapan nya pun kini berubah sendu mengingat kondisi anak semata wayang nya.

"Ma-maaf, aku.." Aqila tidak melanjutkan ucapan nya, ia malah menunduk dengan air mata yang menetes begitu saja.

"Papi mencari mu kemana-mana, tapi tidak menemukan mu. Dan ternyata kamu di sini dengan status istri orang?"

"Maaf hiks.. Aku--"

"Papi benar-benar kecewa padamu, Aqila. Papi kira kamu yang terbaik untuk Revan tapi ternyata kamu menghancurkan hidupnya dengan pergi begitu saja"

Setelah mengucapkan itu, Mr.Casto langsung pergi dengan kekecewaan nya.

Bagaimana tidak kecewa jika gadis yang sudah ia anggap sebagai anak atau lebih tepatnya sebagai Menantu kini malah meninggalkan anak nya. Dan lebih parah nya sudah menjadi istri pria lain.

Sedangkan Aqila, kini tangis nya kembali pecah dengan tubuh yang meluruh ke lantai ketika mengingat kekasih hati nya. Apa lagi mengingat ucapan Mr.Casto yang memberitahu bahwa Revan sedang sakit.

"Jangan menangisi pria lain" Ujar dingin Bram yang sudah berada di depan Aqila.

...****************...

1
Juniarsih Hariany
Luar biasa
Yulianthy Ethi
Lumayan
Yulianthy Ethi
Kecewa
apajalah
🍂🍁🍁👌
Qaisaa Nazarudin
Astaga bayi besar gak mau kalah...🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Kok manggil mommy nya Kak ARA??
Qaisaa Nazarudin
Makanya nurut OMONGAN Suami,Tapi walaupun ucapan Grey pedas tapi apa yg Grey hilang semuanya benar.. Untung aja Grey dan Ara datang baru selesai masalah,Dasar Qila bodoh..
Qaisaa Nazarudin
Kamu liatkan kerana ulah keras kepala mu selalu Bram yg kena..Apa yg Grey bilang itu emang benar,Dasar Qilla aja yg gak mikir panjang,Bran juga kalo musuh kain cepat aja dia singkirkan,kenapa sekarang malah mau nunggu utk test DNA segala,Untung negatif,Coba kalo positif siap2 lah utk kamu kehilangan Qila dan anak mu,saat itu baru jamu nyesel..🙄🙄🙄🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Gila Qila..Biasanya orang gak mau serumah,Tapi dia malah minta serumah..Harusnya nurut sama Suami,jangan keras kepala,jangan sampe kamu nyesel kalo sesuatu terjadi dgn kandungan ku..
Qaisaa Nazarudin
Kyla pikir Bram bodoh bisa di jebak dengan janinnya yang entah bayi siapa..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa hati ku gak rela saat Qila mulai luluh,Duh aku ini juga plin plan,Saat Qila jasar sama Bram aku gak terima,Tapi saat Qila mulai luluh aku juga gak terima alesan ku,Aku gak rela Qilla manahan sakit hati dan iecewa saat tau kalo Kyla beneran hamil anak Bram,aduh kenapa Bram gak bunuh aja Kyla biar gak jadi bomerang dlm hubungannya dgn Qila,Baru juga Qila membuka hati nya ckk..😌😌
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk Halu mu ketinggian,Kamu salah mencari mangsa nona .
Qaisaa Nazarudin
Kenapa sikap Qilla terlalu Egois dan kasar,Tidak pernah menghormati Bram sebagai Suami,Lama2 aku eneg denan sikapnya..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Kok Grey?😂
Qaisaa Nazarudin
Calon Korban untuk Bram..
Qaisaa Nazarudin
Gak tau aja kamu kalo anak mu sampai sempat menjebak Qila dengan obat perangsang..
Qaisaa Nazarudin
Bagus Bram,Aku sokong kamu,Sudah seharusnya kamu bersikap TEGAS ke Qila, Menurut ku Qila itu sudah keterlaluan..
Qaisaa Nazarudin
Harusnya yg kalian nasehatin itu Qila bukan Bram..Noh Qila yg selalu berulah bikin Bram kena marah oleh kalian mulu..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Kalo Grey udah tau kebenarannya ngapain masih mukul Bram sampe segitunya,Harusnya kalian berterima kasih ke Bram telah menyelamatkan Qila niat jahat pacarnya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!