NovelToon NovelToon
Married With Mr. Arrogant

Married With Mr. Arrogant

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:27.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dewi Mutia

Kisah seorang gadis bernama Adelia Maheswari yang kehilangan tunangannya dihari pernikahannya, dan mengharuskan dia menikahi lelaki arogan, dingin dan kaku dihari itu juga.

Apakah aku bisa jatuh cinta dengan lelaki kasar, dingin dan arogan seperti dia. Lelaki yang telah merenggut kebahagiaanku?

Ikuti kisah mengharukan mereka ya, di lengkapi dengan kisah komedi, cinta manis, cemburu dan perasaan terharu membuat kalian baper, meleleh dan senyum - senyum sendiri.


IG: dewimutiawitular922

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sarapan Pagi

Jangan Lupa Like And Komentnya. Vote-nya juga ya.

🌹SELAMAT MEMBACA🌹

Pukul 7:00 pagi.

Reqy sudah bangun dari tempat tidurnya. Ia sudah berpakain rapi untuk pergi ke kantornya sedangkan Adelia sama sekali belum bangun.

Terdengar suara ketukan pintu dari luar.

Tok.....tok.....tok.....

Reqy keluar dari Ruang Gantinya menuju depan pintu kamarnya. Ia berjalan sambil sibuk memakai dasinya.

Selesai memakai dasinya, ia membuka pintu kamarnya dan sudah melihat ketiga pelayan yang berdiri di depannya membawa nampang berisi sarapan pagi untuk Adelia.

“Maaf...Tuan Muda. Sudah mengganggu pagi Anda. Kami datang membawa sarapan pagi untuk nyonya.” Ucap salah satu pelayan tanpa melihat Reqy.

Mereka hanya menunduk di depan Tuan Mudanya itu karena takut melihat Reqy yang terus memasang wajah dinginnya pada mereka.

“Masuk lah.”

“Baik.”

Ketiga pelayan itu masuk ke dalam kamar pribadi tuannya. Reqy kembali menutup pintu kamarnya setelah ketiga pelayannya itu masuk.

Reqy berjalan ke arah ketiga pelayan yang tengah meletakkan sarapan Adelia di meja depan sofa kamarnya.

“Kalian tunggu sampai dia bangun. Jangan keluar kalau kalian tidak melihat dia menghabiskan sarapannya.”

“Baik.” Sahut secara bersamaan.

Reqy kemudian keluar dari kamarnya dengan pakaian rapi di tubuhnya. Setelan jas abu – abu di padu dengan dasi hitam abu – abu. Ia berjalan naik lift rumahnya menuju lantai bawah. Saat sampai di lantai bawah, ia sudah di sambut Pak Osmar dan juga Emir tepat di depan lift rumahnya.

Reqy keluar dari lift dan menatap Emir yang sudah ada di depannya.

“Kau sudah datang.”

“Iya tuan.” Sambil menganggukkan kepalanya dengan hormat.

Reqy lalu berjalan menuju ruang makan rumahnya. Di sana sudah terlihat empat pelayan berdiri berjejer di samping meja makannya.

Salah satu pelayan menarik kursi untuknya. Reqy langsung duduk di sana sedangkan Pak Osmar dan Emir berdiri di sampingnya.

Ketika Reqy duduk di kursinya, para pelayan mulai sibuk melayani Reqy yang ingin sarapan. Ada yang menuangkan jus di gelas milik Reqy, ada juga yang memberikan sandwich di piring tuannya itu.

Reqy meraih sandwich di piringnya dan memakannya di sana.

“Kapan kau kembali ke sini?” Tanya Reqy pada Emir tanpa melihatnya.

“Saya baru sampai tadi malam tuan, saya juga sudah membawa cincin pernikahan yang Anda pesan.” Jawab Emir.

“Mana cincinnya. Berikan padaku.” Mengulurkan tangannya ke samping tanpa melihat Emir dan hanya sibuk menguyah sandwichnya.

Emir memberikan kotak cincin berwarna biru di tangan Reqy. Reqy yang menerima langsung menyimpannya di saku jasnya.

“Mulai hari ini kau atur jadwal nyonyamu dengan baik. Jam 4 sore dia harus ada di rumah. Dan jangan membuatnya terlalu sibuk, gadis itu sangat lemah.”

 “Baik tuan.” Sambil menganggukkan kepalanya dengan sopan.

Reqy lalu melihat ke arah Pak Osmar.

“Terus bagaimana tentang pesta pernikahannya. Paman sudah mengatur semuanya?” Tegasnya.

“Sudah tuan.”

“Bagus.”

Setelah menghabiskan sarapannya, Reqy langsung berdiri dari tempat duduknya. Ia berjalan keluar rumahnya bersama dengan Pak Osmar sedangkan Emir hanya bernafas lega melihat kepergian Reqy yang ia takuti itu.

“Kalau di dekat tuan. Hawanya selalu dingin. Apa Nyonya Muda juga sifatnya seperti itu?” Gumamnya.

Ia kemudian melihat ke arah para pelayan yang masih berdiri di samping meja makan tuannya itu.

“Hei...apa ada sarapan untukku?” Tanya Emir sambil melihat ke arah mereka.

“Ada tuan. Ada di meja makan belakang” Sahut salah satu pelayan.

Emir pun berjalan ke arah meja makan khusus para pelayan yang ada di belakang. Saat berada di sana, ia sudah melihat beberapa pelayan tengah duduk di meja makan. Meskipun mereka hanya para pelayan tapi meja makan tempat mereka makan terlihat mewah. Emir langsung duduk di salah satu kursi di sana.

“Tuan Emir mau sarapan apa?” Tanya salah satu pelayan di sana.

“Apa saja yang penting buat kenyang. Dari tadi malam aku tidak makan, lapar sekali?”

“Baik. Kami di sini punya makanan banyak. Kami siapkan dulu, tuan.”

“Oke...kalian santai saja kalau di depanku.” Sambil tersenyum.

Para pelayan ikut tersenyum melihat Emir yang terlihat santai tak seperti Tuan Mudanya yang serius terus sepanjang hari.

Tiba – tiba Dokter Lumi turun dari lantai dua menggunakan tangga. Ia berjalan menuju Ruang Makan para pelayan yang ada di belakang. Tempatnya tak jauh dari Ruang Makan majikannya.

Ketika sampai di sana, ia di kejutkan dengan Emir yang baru di lihatnya itu.

Ia langsung berlari ke arah Emir yang tengah sibuk menikmati sarapannya.

“Emirku sayaaaaang.” Teriaknya sambil menyodorkan kedua tangannya untuk memeluk Emir.

Emir langsung berdiri dari sana dan menghindar dari Dokter Lumi.

“Kenapa kamu bisa ada di sini?” Tanya Emir sambil mengerutkan keningnya.

Dokter Lumi menegakkan tubuhnya melihat Emir yang ada di depannya.

“Harusnya aku yang tanya, kenapa kamu bisa ada di sini. Bukannya Tuan Muda menugaskanmu di Inggris?” Tanya Lumi.

“Aku di suruh kembali ke sini dan menjadi asisten pribadi nyonya.”

Lumi kemudian duduk di kursi samping kursi yang di duduki Emir tadi.

“Aku juga di tugaskan di sini untuk menjaga nyonya. Tadi malam dia pingsan karena kelelahan.”

Emir terlihat bersemangat mendengar Lumi menyebut majikan barunya itu. Ia duduk di kursinya kembali sambil menatap Lumi dengan wajah antusiasnya.

“Dia orang seperti apa. Apa sifatnya seperti Tuan Muda yang dingin dan kaku?” Tanya Emir.

“Dari wajahnya, sepertinya dia orang yang ceria dan polos.”

Emir langsung terlihat lesu. Ia sampai menundukkan kepalanya sambil menghela nafasnya.

“Haaaaaaa....”

“Ada apa denganmu?” Tanya Lumi mengerutkan dahinya.

“Nyonya pasti tidak sanggup menghadapi Tuan Muda. Tapi mau bagaimana lagi, itu sudah nasib nyonya yang menjadi tunangan Tuan Muda. Dan sekarang sudah menjadi istrinya.”

Lumi kaget mendengarnya karena ia baru tahu tentang masalah pertunangan tuannya.

“Hei...kenapa aku tidak tahu?”

“Memangnya kamu siapa?”

“Kejam sekali kamu pada temanmu sendiri.”

“Tuan Muda sudah lama menjadikan nyonya sebagai tunangannya tapi aku sama sekali tidak pernah melihatnya.”

Sementara di kamar pribadi Reqy, Adelia terlihat menggerakkan tubuhnya. Ia memegang kepalanya yang masih terasa sakit. Matanya masih terpejam. Ia lalu membuka matanya secara perlahan – lahan melihat sekelilingnya.

Ketiga pelayan yang berdiri sedikit jauh dari samping tempat tidurnya langsung membungkuk hormat.

“Selamat pagi nyonya.” Secara bersamaan.

Adelia langsung menengok ke arah mereka. Ia berusaha bangun dari tempat tidurnya untuk melihat jelas ketiga pelayanya itu.

“Kenapa kalian bisa ada di sini?” Tanya Adelia.

“Maaf nyonya, kami hanya membawa sarapan untuk Anda. Tuan Muda juga berpesan kalau kami tidak boleh pergi sebelum melihat Anda sarapan.” Jawab salah satu pelayan rumahnya.

Adelia turun dari kasurnya dan melangkahkan kakinya ke sofa tepat di samping tempat tidurnya. Ia duduk di sana sambil memegang kepalanya yang masih pusing.

Ia melihat berbagai macam makanan di atas meja tepat di depannya.

 “Kenapa kalian membawa banyak sekali makanan. Aku tidak sanggup menghabiskan semuanya?”

“Kemarin Anda pingsan nyonya. Koki di bawa khusus memasak banyak makanan untuk mengisi tenaga Anda. Kalau Anda tidak bisa menghabiskan semuanya tidak masalah yang penting Anda harus makan banyak.” Jawab salah satu pelayannya.

“Baiklah.”

Ia kemudian meraih sarapan yang ada di depannya. Bukan sandwich yang ia makan seperti Reqy tapi ia makan sup daging dan beberapa  makanan penambah tenaga yang ada di depannya.

Bersambung.

1
jane m pandelaki
Pertemuan yang memgesankan
Rhmad Flash
jangan d buat mti tor suaminya
Rhmad Flash
Mima g adillia aja yg keterlaluan.sdh punya suami msh nyimpan ft laki
Uul Fajriyah
yg membunuh km pk osman
Lina Sari
keren
orlin
josss
ghina🌺🌺
ya ampun reqy...yg bikin heboh tuh km🤏🤏🤏🤏
Author_Ay: permisi kak

baca juga karya aku (bukan) pernikahan impian karya ayu Andita
jangan lupa like, komen dan rate
total 1 replies
Mega Zeen
happy ending.. good job Thor.
baru novel ini yang ceritanya tidak bikin saya pusing.... tQ Thor berhasil membuat saya sedih, menangis, halu, dan berakhir bahagia... salam dari Aceh 😘😘
Mega Zeen
aku berharap kau tidak pernah kembali Rian... aku yang akan membunuhmu jika kau mengganggu kebahagiaan Adelia dan Reqy..😤😤 sungguh Thor. alur cerita novel ini membuat haluuuuu🤣
Mega Zeen
lebay
Wayan Puspa
sangat bagus ceritanya,, tidak berbelit belit,, aku sangat suka dengan alur ceritanya. terimaksih banyak kakak author yg sudah membuat cerita bagus seperti ini.
Greis Laen Langi
Awalnya sih agak membosankan,
tp semakin kesana semakin gregetan Juga Alur Ceritanya N akhir cerita sdh mulai mengandung bawang 😄😂 tp tatap seru ceritanya n endingnya bahagia juga ❤️😍👍👍
Retno Budhihartati
Luar biasa menguras energi
Greis Laen Langi
tidak ada gregetannya, semakin membosankan
Mega Zeen
apakah Rian benar2 akan dibunuh...?
Retno Budhihartati
Bagys ceritanya dan bisa diambil hikmahnya
Ilan Irliana
hoohh k Othor...knp peran cewek'y bnr2 sngt2 lemot skali y Tuhan..
Ilan Irliana
yakin Adel lulusan luar negri...ko lbh pinteran ank SD kek'y....
Maizuki Bintang
bgs
Hilman damara
aku suka banget sama cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!