NovelToon NovelToon
Mengejar Butiran Tasbih Cinta-Nya

Mengejar Butiran Tasbih Cinta-Nya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: SkySal

Ameer Alfatih adalah seorang ustaz muda yang menolak dijodohkan dengan Hana Karimah. Sepupunya yang cantik dan penghafal Qur'an.
Satu-satunya alasan Ameer menolak wanita yang hampir sempurna itu adalah Meizia, seorang wanita yang terkesan misterius tetapi berhasil merebut hati Ameer di pertemuan mereka.
Namun, sebuah kenyataan pahit harus Ameer terima ketika ia tahu Meizia adalah seorang wanita malam bahkan putri dari seorang mucikari.

Maukah Ameer memperjuangkan cintanya dan membawa Meizia keluar dari lembah dosa itu?
Dan maukah Meizia menerima pria yang merupakan seorang Ustaz sementara dirinya penuh dosa?
Lalu bagaimana dengan nasib Hana?

"Aku terlahir dari dosa, membawa dosa, sebagai dosa bagi ibuku dan hidupku pun penuh dosa. Kau terlalu suci untukku." Meizia

"Tak ada manusia yang luput dari dosa, tetapi juga tak ada manusia yang lahir membawa dosa meski ia terlahir dari dosa." Ameer Alfatih

"Ikhlas dengan takdir Tuhan adalah kunci ketenangan hidup." Hana Karimah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 - Membuka Lembaran Baru

Tak sedikit seorang anak yang melaporkan orang tuanya sendiri ke pihak yang berwajib atas kesalahan yang mereka lakukan, begitu juga sebaliknya.

Apa yang Meizia lakukan sudah pernah orang lain lakukan sebelumnya, dan itu adalah tindakan yang patut diapresiasi.

Walaupun begitu, Meizia tetap sedih karena ia akan membuat sang ibu mendekam di penjara selama beberapa tahun.

Laporan Ameer dan Meizia diproses dengan cepat, ada banyak yang mau bersaksi untuk melawan Mami Lala dan komplotannya di persidangan. Namun, tak sedikit pula yang enggan muncul dengan alasan takut dan malu.

Kedua orang tua Ameer begitu terkejut saat mengetahui kasus Mami Lala sampai ke persidangan, bahkan kasus ini sampai disorot oleh media.

Mereka tidak tahu, haruskah merasa bangga pada Ameer atau justru cemas karena ini kali pertama keluarga mereka berhadapan dengan hukum.

Beda halnya dengan Kakek yang justru menunujukkan ia sangat bangga dengan apa yang sudah Ameer lakukan.

"Memerintah pada kebaikan itu sangat mudah, Ameer," kata Kakek. "Tapi menghentikan keburukan itu adalah yang sangat tidak mudah, ada ketakutan, kecemasan dan perlawanan."

"Benar," sahut Ameer sambil tersenyum tipis. "Aku juga sempat goyah, Kek, aku takut tidak bisa menyelamatkan teman-teman Zia seperti aku menyelamatkan Zia. Aki juga takut akan seperti apa hidup mereka nanti, tapi kemudian aku sadar, manusia hanya diwajibkan berikhtiar dan menyerahkan sisanya pada Allah."

"Semoga ini menjadi pembelajaran untuk kita juga, Nak, agar tidak menghakimi orang-orang yang terlihat melakukan dosa. Karena kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya mereka alami."

"Dan kita tidak pernah tahu apakah mereka akan bertaubat kemudian menjadi ahli surga."

Kakek tersenyum mendengar kata-kata Ameer, cucunya itu memang terlihat lebih bijak memandang sesuatu sejak ia berurusan dengan rumah bordil. Rumah yang katanya tempat maksiat berjalan, perzinahan yang besar terjadi.

Bahkan, tak jarang orang memandang wanita yang ada atau pernah ada di tempat seperti itu akan dianggap sebagai sang pendosa, menjijikan dan sampah masyarakat.

Itu memang benar, akan tetapi manusia adalah manusia. Hari ini sang pendosa, mungkin esok hari ia akan bertaubat kemudian malam harinya Tuhan akan menetapkannya sebagai sang ahli surga.

Mungkin, ada seseorang yang hari ini menjadi ahli ibadah, tetapi esok hari tergelincir pada dosa besar dan tak menyadarinya. Lalu Tuhan menetapkannya menjadi ahli neraka.

Lalu, siapa manusia yang berhak menghakimi? Sementara tak ada satupun manusia yang tahu apa yang akan terjadi esok hari.

"Oh ya, jadi bagaimana dengan hubunganmu dan Meizia, Meer? Aku rasa semua masalah sudah selesai," tukas Kakek.

"Aku tidak tahu, Kek, aku hanya bisa berjalan begitu saja tanpa bisa merencanakan apapun." Ameer tertunduk. "Sampai sekarang Meizia tidak pernah mengatakan perasaannya padaku, dia mau ikut aku karena ingin keluar dari cengkraman ibunya, bukan karena mau menikah denganku."

"Kakek mengerti," sahut Kakek. "Mungkin Meizia merasa tidak pantas untukmu, tapi apa dia tahu bahwa semua orang tua kamu sangat mencintainya."

Ameer hanya bisa menggeleng lemah, selama ini Meizia memang tidak pernah berbicara dengan perasaannya. Gadis itu hanya mengungkapkan rasa terimakasihnya karena telah membebaskan Meizia dari lemah hitam yang dibuat sang ibu.

"Tidak apa-apa, mungkin dia butuh waktu," ucap sang Kakek menghibur Ameer.

Sementara di sisi lain, Meizia menemani Jenny berziarah ke makam sang Ibu. Ibu yang membuatnya dengan terpaksa harus menjual diri.

"Maafin aku, Ma, aku sudah mengecewakan Mama," lirih Jenny sembari mengusap nisan yang bertuliskan nama ibunya.

"Aku terpaksa mengambil jalan pintas ini untuk menyelamatkan Mama, tapi ternyata justru jalan ini lah yang membuat Mama pergi. Aku berdosa, aku tahu itu. Maafin aku." Air mata Jenny tumpah dengan sangat deras, bahkan punggung wanita itu sampai bergetar karena isak tangisnya.

Meizia tak bisa melakukan apapun untuk menghibur Jenny, satu-satunya yang bisa dia lakukan hanya mengusap pundak Jenny.

"Maafin aku, Ma, aku minta maaf." Jenny menjatuhkan dirinya di atas makam sang ibu, air mata membasahi permukaan makam itu. "Tapi sekarang aku sudah berhenti, aku janji akan menjalani kehidupan yang lebih baik dan apapun yang terjadi aku tidak akan pernah mengambil jalan pintas."

"Aku yakin dia sudah maafin kamu, Jen," kata Meizia. "Ini sudah sore, sebaiknya kita pulang, ya?"

Jenny mengangkat wajah sembari menyeka air matanya.

Mereka kembali pulang ke rumah Meizia, rumah yang dulu ia tempati bersama sang ibu.

Walaupun penangkapan Mami Lala telah terekspos oleh media, dan orang-orang tahu bahwa Meizia lah yang melaporkan ibunya sendiri. Hal itu tak membuat semua orang mau memamdang manusia dengan lebih manusia.

Mereka masih menganggap Meizia sebagai wanita kotor, pendosa dan sampah.

Para tetangganya masih menatap wanita itu dengan begitu sinis, bahkan seolah jijik seperti melihat sampah busuk.

"Aku rasa akan lebih baik jika kita pindah dari sini," saran Jenny. "Pindah ke tempat di mana tidak ada yang mengenal kita sebagai mantan pelacur."

Meizia terdiam sejenak, ia pun sangat ingin suasana yang baru. Namun, hanya dengan berpindah tempat takkan mampu membuat kisah masa lalunya musnah. Ke mana pun mereka pergi, fakta sebagai mantan pelacur takkan pernah hilang sebagai bagian dari hidup mereka.

"Entahlah, Jen, aku bingung. Kita juga tidak punya uang untuk pergi," kata Meizia.

"Lalu bagaimana dengan janji Ameer? Dia bilang akan membuat usaha untuk membantu kita semua, apa itu hanya iming-iming?" tanya Jenny.

"Aku yakin Ameer serius," bantah Meizia. "Hanya saja semuanya butuh waktu, kasus Mama baru saja selesai dan Ameer yang mengurus semuanya."

"Lalu bagaimana dengan hubungan kalian?"

"Tidak ada yang serius, dia sudah menepati janjinya untuk memperlihatkan pilihan padaku."

"Dia mencintaimu, Meizia, dia bersedia menerima kamu apa adanya."

"Tapi tidak dengan keluarganya." Meizia tersenyum kecut sambil mengingat apa yang pernah Ameer katakan di rumah sakit.

"Membawamu mengejar tasbih cinta-Nya."

"Aku tidak mengerti apa maksud kalimat itu," gumam Meizia. "Hanya saja itu terdengar seperti sebuah janji yang sangat manis."

"Kalimat apa?" tanya Jenny.

"Tasbih Cinta."

1
Vivo Blue
Luar biasa
Erina Munir
kok aku ga ketemu ya thoor...judulnya
Erina Munir
thoorr..akuu bacanya bapeeerr bangeett....daleemm bangeet thoor...😍😍😍
Erina Munir
/Ok//Ok//Good//Good//Good/
Erina Munir
banyak pelajan yg bisa d petik dri kisah ini ya thor....terimakasih othoor...udb bikin cerita yg sangat memotifikasi pembaca.../Angry//Angry//Angry/
Erina Munir
😍😍 senangaat hanaa....
Erina Munir
fotocopyan Meizia
Erina Munir
ada yg baik..ada yg tdk baik ya thor
Erina Munir
klo aku ga sanggup ituu...
Erina Munir
apa akhir dri kisah ini...hana akan berjodoh dngn Ammeer ya thoor
Erina Munir
😭😭😭😭😭😭😭😭 meweek akuuhh
Erina Munir
sdh ku duga padti begini jdinya..othooor...jdi sediih niihh
Erina Munir
thooor...jngn d bikin zia meninggoy ya thoorr
Erina Munir
mulai deh bergosip..biasa ngebongkar k busukan orang paling hoby mak2
Erina Munir
ya Allah...jadi syafik n ibunya hana meninggal d tempat...klo kata orang tua dulu..klo udh mau nikah jngn kemana nana dulu....
Erina Munir
innalillahii...ya Allah..
Erina Munir
ya Allah Meiziaa...semoga meizia baik2aja
Erina Munir
Aamiin Allahuma Aamiin..
Erina Munir
ibu hamil laper aja bawaannya...🤣🤣🤣
Erina Munir
semoga d lancarkaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!