NovelToon NovelToon
MENJADI GADIS PETANI

MENJADI GADIS PETANI

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Time Travel / Tamat
Popularitas:957.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Nisa saumatgerat

menceritakan seorang Arumi Amelia yang berpindah tubuh, ia masuk kedalam tubuh Gayatri Rumi.

keluarga Gayatri Rumi ini, dulu nya adalah keluarga bangsawan, namun karena kakak Rumi yang mengidap penyakit aneh, akhirnya, keluarga mereka di usir dari perkampungan dan menetapkan di pinggiran desa yang tidak terlalu jauh dari hutan.

setelah Gayatri sembuh, ia mengajarkan banyak cara bertani kepada keluarganya, dan akhirnya sampai mengubah kehidupan mereka.


lalu, bagaimana kisah selanjutnya..?? ikuti terus ya guys 😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisa saumatgerat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. surat dari kota raja

di tempat lain, sudah sebulan lamanya mereka tidak mendapatkan kabar dari kedua buah hati mereka. Kak henti-hentinya kedua paruh baya itu merasa khawatir kepada keduanya, Untung ada anak angkat mereka Arga yang selalu menenangkan kedua paruh baya itu.

"pak, ini sudah sebulan lamanya anak-anak meninggalkan kita. Apakah tidak ada kabar sedikitpun dari mereka." ucap nyonya yang diaswari tiba-tiba rasa khawatir menghinggapi hatinya. tak hanya rasa cemas dan khawatir yang datang melanda, dalam hati juga Ada kerinduan yang begitu dalam terhadap anak-anaknya itu.

"Ibu tenanglah dulu, sekarang kita sudah waktunya panen. nanti, ketika kita berjualan di pasar. kita coba bertanya dan mencari tahu keberadaan anak-anak di kota raja." tutur Tuan Senopati.

walaupun Tuan Senopati berkata demikian, tak dapat dipungkiri bahwa hatinya juga merasa khawatir kepada kedua anak mereka. Tuan Senopati berharap anak-anaknya mau mengirimkan kabar kepada mereka.

saat kedua paruh baya itu sedang tenggelam dalam pikiran masing-masing. Arga pun datang dari dalam rumah sambil membawa keranjang di belakang punggungnya. Tuan Senopati pun langsung menegur Arga.

"ingin ke mana nak..?? Kenapa membawa keranjang begitu banyak..??" tanya Tuan Senopati kepada Putra angkatnya itu. Arga tersenyum menanggapi pertanyaan ayah angkatnya.

"Arga akan ke pasar Pak, Arga ingin menjual beberapa kerajinan ini di pasar. barangkali ada yang tertarik dan membelinya."tutur Arga kepada kedua paruh baya itu. sebulan ini Arga memang menghabiskan waktu untuk menganyam, Ia membuat tikar dari rotan dengan alat seadanya, Iya juga membuat kursi dari rotan dan beberapa alat dapur dari rotan.

Tuan Senopati mengamati benda-benda yang sudah dianyam oleh Arga, yang saat ini telah berada di dalam keranjang. Tuan Senopati tidak mungkin membiarkan Putra angkatnya pergi sendiri, takut terjadi apa-apa dengannya.

"kalau begitu tunggulah Ayah sebentar. Ayah ambil beberapa barang yang akan kita jual lagi." ucap Tuan Senopati kepada Arga. Arga pun tidak bisa menolak, pasalnya Arga memang membutuhkan teman untuk perjalanannya agar tidak membosankan. Nyonya diaswari juga tidak mau ditinggal.

"Ibu juga mau ikut. tunggu sebentar ya nak." ucap Nyonya diaswari. Nyonya diaswari pun langsung berlalu, sementara Arga kembali meletakkan keranjang itu ke bawah dan menunggu kedua paruh baya itu datang.

tak menunggu waktu lama, kedua paruh baya itu pun datang dengan tergopoh-gopo. terlihat di punggung Tuan Senopati terdapat satu keranjang, yang isinya beberapa sayur-sayuran serta buah-buahan yang akan mereka jual ke pasar.

"ayo nak kita berangkat." ucap Tuan Senopati. Arga pun menganggukkan kepalanya. Iya kembali mengangkat keranjang yang barusan ia letakkan di bawah dan meletakkannya kembali di punggungnya. Setelah itu mereka langsung bergegas meninggalkan pondok tersebut.

***

selama 1 jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di pasar di tempat biasa. mereka langsung mengulurkan tikar Dan meletakkan beberapa barang jualan mereka di atas tikar tersebut. terlihat beberapa langganan datang mengerumuni jualan Tuan Senopati dan keluarganya. salah satu dari mereka mengambil anyaman rotan itu dan bertanya.

"apa ini Tuan Senopati..??" tanya ibu tersebut. Tuan Senopati yang sudah tahu benda tersebut langsung menjelaskan.

"itu adalah tempat nasi yang sudah siap dimasak. alat itu juga bagus agar nasi cepat dingin." ucap Tuan Senopati asal. Arga yang mendengarkan penuturan sang ayah angkat itu pun tersenyum namun tidak memperdulikannya.

ibu itu pun langsung membungkus beberapa alat yang arga anyam dari rotan. tak hanya Ibu tersebut, beberapa orang juga datang mengerumuni jualan Tuan Senopati hingga jualannya habis terjual.

"Pak sebaiknya hari ini kita ke kota raja saja. Ibu benar-benar mengkhawatirkan mereka." tutur nyonya diaswari. Arga dan Tuan Senopati pun langsung terkejut. bagaimana itu mungkin, pergi ke kota raja tanpa membawa apapun.

"ibu yang sabar, kita tidak mungkin pergi ke kota raja dengan tangan kosong tanpa membawa bekal sama sekali."ucap Tuan Senopati. saat mereka sedang berdebat, tiba-tiba ada yang datang menghampiri mereka.

"permisi tuan. Apakah saya berbicara dengan Tuan Senopati..??" Ucap orang tersebut. Tuan Senopati yang merasa terpanggil pun langsung berdiri dan menghadap orang tersebut.

"Iya saya Senopati. Apakah ada yang bisa saya bantu..??" tanya Tuan Senopati kepada orang tersebut. orang itu pun langsung tersenyum, Iya langsung merogoh keranjang yang berisi beberapa surat.

"maafkan Tuan Senopati, saya ke sini hanya mengirimkan surat dari kota raja. di sini tertera dengan nama anda dan juga tempat yang bisa saya kunjungi. kemarin saya sudah datang mengunjungi tempat ini, Namun sepertinya kemarin tuan tidak berjualan." Ucap orang tersebut.

nyonya diaswari yang mendengar bahwa ada surat dari kota raja pun langsung meminta surat tersebut.

"benarkah tuan, kalau begitu tolong berikan saja padaku." ucap Nyonya diaswari sambil menengadahkan tangannya meminta surat itu. pengantar surat itu pun dengan senang hati menyerahkannya kepada nyonya diaswari.

"terima kasih banyak tuan.."ucap tuan Senopati. setelah pengirim surat itu mengucapkan dan membalas ucapan terima kasih dari Tuan Senopati, pengantar surat tersebut pun langsung meninggalkan keluarga itu.

sepeninggalan Tuan pengantar surat, ketiga orang tersebut secara tidak sabar langsung membuka surat itu. ternyata surat itu berasal dari kedua anak-anak mereka di kota raja.

surat itu berbunyi, menanyakan kabar kedua orang tua dan kakak angkatnya. kemudian mengabarkan bahwa mereka di sana baik-baik saja dan saat ini rumah makan telah berhasil mereka renovasi.

di sana juga dikatakan bahwa, dua minggu lagi Putra mereka Diran akan datang menjemput mereka dari pinggiran hutan itu kembali ke kota raja.

nyonya diaswari, Tuan Senopati dan Putra angkat mereka Arga, mereka sangat senang mendengar kabar keberhasilan keduanya di kota raja. apalagi dua minggu lagi Diran akan datang menjemput mereka.

"tuh Bu dengar, Diran dan gaya di sana baik-baik saja, Jadi Ibu tidak perlu terlalu khawatir lagi kepada mereka sampai melupakan kesehatan ibu sendiri. nanti kalau Adik gaya tahu, Ibu bisa kena omel." tutur Arga kepada ibu angkatnya itu. Nyonya diaswari pun tersenyum mendengar omelan Putra angkatnya itu.

"bukan hanya adikmu yang akan mengomeli ibu, bukankah sekarang kamu juga sedang mengomeli ibu..??" ujar Nyonya diaswari tersenyum lucu kepada putranya Arga. Tuan Senopati dan Arga pun tersenyum mendengar penuturan Nyonya diaswari.

"Ya sudah sekarang kita pulang ke rumah. kita juga harus mempersiapkan diri, biar nanti ketika saudaramu Diran datang menjemput, kita sudah siap." tutur Tuan Senopati. Arga dan nyonya diaswari pun mengangguk kepala setuju. Mereka pun kembali melanjutkan beres-beres, dan setelah itu meninggalkan pasar tersebut kembali ke gubuk reot mereka.

****

di kota raja. sudah seminggu semenjak pembangunan gedung rumah makan Gayatri selesai, saat ini waktunya Ia membuka rumah makannya. Gayatri memasak beberapa menu dari ayam dan juga sayuran, Iya tidak memasak banyak karena antisipasi takut tidak habis.

setelah Gayatri memasak beberapa menu itu, Gayatri dan Diran langsung meletakkan menu persambalan itu di dalam talase yang terbuat dari kaca, dan tentu saja dapat dilihat oleh orang yang berada di luar ruangan.

"huft mudah-mudahan hari ini adalah awal yang baik." ucap Gayatri setelah selesai menata sambal-sambal yang sudah ia masak itu di dalam talase.

"amin.. tentu saja adikku.." ucap Diran menimpali doa adiknya itu. Gayatri tersenyum mendengar sahutan dari kakaknya.

***bersambung***

1
Memyr 67
𝖻𝖺𝗋𝗎 𝖻𝖺𝖼𝖺 𝗌𝗂𝗇𝗈𝗉𝗌𝗂𝗌, 𝖽𝖺𝗁 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗍𝗒𝗉𝗈. 𝖽𝖾𝖾𝖾𝗁
Erna Masliana
udah ditungguin juga eh gak jadi
Erna Masliana
mendadak jadi tukang minta sodakoh Raja ini .. gapapa demi rakyat.. dari pada pemimpin yang nyekek rakyat dg harga serba mahal 😁✌️
Erna Masliana
nyamos
Erna Masliana
ek naha ngalangan katabrak kuda meren...
Erna Masliana
jangan sampe galau kamu... masih banyak yang bisa dipilih untuk dijadikan suami
Erna Masliana
bagus... ngapain rendahin diri berunding si Pandu nya aja bisu..buang aja s Pandu.. gak amanah.. katanya calon pemimpin yang baik.. apaan
Erna Masliana
oh tidak Gayatri tidak mau berbagi.. walau dijadikan permaisuri tapi mana mungkin tega menyakiti wanita lain.. poligami harus rela dan siap berbagi walau hati tersakiti
Erna Masliana
punya pengawal toh... kirain tidak
Erna Masliana
loba mikir..datang manten penjahat na
Erna Masliana
iya ih maen tinggalin aja tanpa pengawalan
Erna Masliana
gas🤔
Erna Masliana
udah ada kaca🤔
Erna Masliana
bukan salah kamu Diran ..Gaya dan Arga aja gak mau ngajarin kamu
Erna Masliana
kamu kan udah 8bulan bersama kenapa tidak ajarin Diran dan Gaya bela diri
Erna Masliana
jangan buru-buru buka restoran.. lahan tanaman aja belum hasil masa iya cuman timun doang
Erna Masliana
ih tapasna lumayan jang suluh padahal
Erna Masliana
enakkan di bubuy di ruhak api komo deui mun boled na nu warna oren mantap jiwa
LING
sofa masuk akal lah tv buat apaan?
Memyr 67
𝗉𝖺𝗇𝗍𝖺𝗌 𝗄𝖾𝗋𝖺𝗃𝖺𝖺𝗇 𝗄𝖾𝖽𝗂𝗋𝗂 𝖼𝖾𝗉𝖺𝗍 𝗋𝗎𝗇𝗍𝗎𝗁. 𝗋𝖺𝗃𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀, 𝖻𝖾𝗋𝗍𝗂𝗇𝖽𝖺𝗄 𝖺𝗍𝖺𝗌 𝖽𝖺𝗌𝖺𝗋 𝗂𝗋𝗂 𝗁𝖺𝗍𝗂, 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝖽𝖾𝗆𝗂 𝗋𝖺𝗄𝗒𝖺𝗍𝗇𝗒𝖺.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!