Andara Aprilia kerap sekali mendapatkan perlakuan kasar dari Andika paradipta, bahkan berulang kali dia dikhianati suaminya.Akhirnya dia memutuskan untuk menggugat cerai suaminya, akan kah permintaan nya di kabul kan dan hak asuh anak jatuh ke tanganny?dengan semua bukti yang ada.
Dalam perjalanan hidupnya wanita itu bertemu dengan Alan ,Dia adalah seorang lelaki dewasa yang sedikit arogan tetapi selalu membuat Andara merasa tenang untuk berbagi semua keluh kesahnya
Hingga pada suatu hari terbongkar lah sebuah kebenaran.
Akankah kisah Andara berakhir bahagia atau sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gentra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 27
Tanpa mereka sadari Dara mendengar semua perbincangan di antara pegawai yang sedang bergosip, tanpa berkata apapun Dara melewati mereka semua.
Mereka yang melihat Dara lewat langsung diam sejenak, lalu salah satu di antara mereka berkata"Apa dia mendengar perbincangan kita tadi? "
"Ya mana ku tahu, kan dia muncul seperti hantu secara tiba-tiba" jawab salah satu di antara mereka.
"Sudah lah, semoga tidak mendengar apa yang kita bicarakan bisa-bisa kita di adukan ke pak Alan! " yang lain menimpali.
"Sudahlah kita masuk ruangan berdoa saja semoga dia tidak mendengar perbincangan tadi" ajak salah satu di antara mereka.
Akhirnya team ghibah itu pada masuk keruangan mereka.
Setelah beberapa saat Dara pun kembali dengan membawa secangkir kopi untuk di bawa ke ruangan Alan, Dara sudah mulai hafal apa saja yang menjadikan atasan nya berhenti bicara.
Dara sudah berdiri di depan pintu ruangan Alan, lalu mengetuk pintu dan pintu sudah terbuka. Dara pun langsung masuk dan menuju meja untuk meletakkan cangkir kopi.
"Selamat pagi pak? " ucap Dara sambil tersenyum, dan senyum Dara membuat Alan jadi salah tingkah.
"Pagi juga! " jawab Alan tanpa melihat ke arah Dara, dia takut khilaf jika menatap nya.
"Siapkan semuanya nanti siang kita akan keluar bertemu dengan salah satu klien, dan satu hal jangan berpenampilan seperti itu, hapus tuh lipstik dan ganti Rok nya jangan terlalu pendek" kata Alan.
Dara yang mendengar perkataan Alan langsung mengusap bibirnya, perasaan dia tidak pernah dadan yang berlebihan. Dan rok pun di bawah lutut, dia berfikir apa yang salah dengan penampilan nya hari ini, sungguh sangat heran.
"Tapi pak! ini kan rok standar yang di berikan perusahaan dan saya juga nggak membawa ganti! " Jawab Mira.
"Dan aturan itu nggak berlaku untuk kamu, dan mulai besok kamu harus pake rok panjang jangan pake yang seperti itu lagi dan kalau bisa buang semua pakaian seperti itu" kata Alan, Dara pun semakin heran dengan yang di ucapkan Alan.
Dara pun masih mematung, belum bisa mencerna semua perkataan dari atasannya. Dara juga berfikir jika dia membuang semua stelan kantor nya itu artinya harus banyak pengeluaran lagi, sedangkan dia lagi menghemat.
Alan yang melihat Dara seperti itu langsung berkata "tunggu sebentar nanti ada orang yang akan mengantarkan mu ke tempat perbelanjaan! kamu bisa pilih yang sesuai dengan ukuran kamu"
"Tapi pak,! "
"Pokoknya kamu bisa nggak, nurut apa pun yang saya perintahkan!" kata Alan
"Baik Pak! " ucap Dara sambil pamit untuk ke luar dari ruangan bos yang sangat aneh.
Dara pun sudah berada di ruangan nya, dan duduk di atas kursi kebesaran nya.
Dara terus berpikir sejak kapan pakaian yang di kenakalan nya jadi masalah, bahkan banyak karyawan lain yang mengenakan pakaian lebih pendek dari yang di pakai Dara tetapi itu nggak di permasalahkan, dan ini juga baru pertama kali dia di tegur atas pakaian yang di kenakan.
Padahal ini sangat sopan"Darat bos aneh"gerutu Dara.
Saat Dara sedang melamun memikirkan tingkah aneh Alan, dia di buyar kan dengan panggilannya oleh salah satu orang yang memanggil nya"Bu ayo kita pergi sebentar? "ajak orang tersebut terhadap Dara.
" Memang nya mau ke mana? "tanya Dara.
" Pak Alan memerintahkan saya untuk mengantarkan ibu pergi ke pusat perbelanjaan "kata orang tersebut
Dara hanya geleng-geleng kepala saat mendengar penjelasan dari seseorang tersebut.
Dengan berat hati Dara pun dengan terpaksa harus mengikuti ajakan orang tersebut, dia mengikuti langkah orang itu.
Setelah beberapa saat Dara mengikuti langkah orang suruhan Alan, akhirnya sampai juga di area parkir. Dan Dara di persilahkan untuk segera masuk ke dalam kendaraan, setelah Dara berada di dalam kendaraan.
Orang tersebut pun langsung menyalakan kendaraan nya, lalu menginjak gas dengan perlahan.
Perjalanan yang mereka tempuh pun nggak terlalu jauh, sehingga sudah sampai di tempat tujuan.
Orang itu dengan gerakan cepat langsung membuka pintu untuk Dara dan mempersilahkan untuk segera keluar.
Setelah keluar Dara pun langsung di ajak masuk ke dalam pusat perbelanjaan.
Orang tersebut membawa Dara untuk menuju salah satu boutique yang menyediakan pakaian kantor.
kenapa ngga bertindak dr dulu,terlalu drama loe🤧
loe diemin kayak gitu juga ngerusak mental anak loe,ngeliat mak dipukuli bpknya terus2an.
udah sih rezeki mah ada aja takut banget sih,trus y'Allah sumpah mak sampe istighfar ae dr bab 1😏