(Sudah tersedia versi cetak)
Perjuangan Andreas mendapat maaf dan cinta dari wanita yang telah ia nodai.
Andreas yang Tuan Muda dan terbiasa hidup mewah dengan segala fasilitas terbaik, sampai merelakan semua itu hanya demi mengejar Marisa, yang sayangnya begitu benci padanya sejak kehormatannya direnggut Andreas secara paksa.
Marisa yang hamil, terpaksa mengubur semua impian dan cita-citanya, bahkan harus rela dibenci Ibu kandungnya sendiri karena menjadi penyebab kematian Ayahnya.
Apakah menurut kalian orang yang jahat akan selamanya menjadi jahat?
Bisakah Marisa memaafkan Andreas yang telah meluluh lantahkan hidupnya?
Konflik yang menguras emosi serta air mata bisa kalian baca di sini.
Halo... Ini novel pertama saya di Noveltoon, ayo ikut larut dalam perjalan cinta Andreas dan Marisa.
Semoga menghibur ❤
-🍀-
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hijaudaun_birulangit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEINGINAN
Marisa langsung menangis begitu masuk ke dalam kamarnya.Rasanya untuk bisa bahagia begitu sulit baginya sejak bertemu dengan Andreas.Segala sesuatu dalam hidupnya seperti di kendalikan olehnya.
"Aku benci dia..."tangis Marisa sambil memeluk erat gulingnya.Ia teringat kata-kata Andreas yang dengan tanpa dosa mengatakan kalau itu semua tidak sengaja,juga kata-katanya yang begitu enteng mengatakan mengganti semuanya dengan uang.
"Mengganti dengan uang katanya..??"Marisa terisak.Ia mengusap berkali-kali air mata nya yang tidak mau berhenti. "Apa karena dia kaya lantas dia bisa mengganti semuanya dengan uang...??" Marisa membenamkan wajahnya pada guling yang di peluknya.Ia sakit hati dengan kata-kata Andreas,seoalah apa yang ia lakukan padanya adalah hal lumrah dan biasa.Padahal bagi Marisa itu adalah hal yang harus ia jaga sampai ia menikah.
Sekarang jangankan untuk menikah,berharap pun ia sudah tidak berani.Akan bagaimana ia menjelaskan nanti pada suaminya kelak..? Marisa menangis sesenggukan."Aku ingin kembali ke hidupku yang dulu.."Ia kembali membenamkan wajahnya ke guling yang ia peluk untuk meredam suara tangisnya.Baru saja ia merasa bahagia,sekarang ia harus merasakan kesedihan lagi.
Sementara itu di Apartemen nya,Andreas sedang berbaring di sofa bed dengan seorang Dokter wanita yang tengah sibuk menjahit kembali luka di kepalanya.
"Kenapa lukanya bisa terbuka seperti ini..?Apa anda melakukan aktifitas yang berat..??"tanya Dokter wanita itu.
"Tidak..."Jawab Andreas singkat.
Dokter itu tersenyum simpul,menyadari sifat Andreas yang memang seperti itu.Ia tak melanjutkan bertanya lagi dan memilih fokus mengobati lukanya.
"Silahkan obatnya."Dokter itu memberikan segelas air putih dan beberapa pil obat."Obat ini akan membantu anda mengurangi nyeri setelah biusnya hilang."
Tanpa bicara Andreas segera bangkit duduk dan meminumnya.
"Apa anda masih mengkonsumi...serbuk itu..??"tanya Dokter wanita itu hati-hati.Ia mengkhawatirkan kondisi Andreas yang sepertinya tidak begitu baik akhir-akhir ini.
"Tidak,sudah 1bulan ini aku tidak mengkonsumsinya." jawab Andreas sambil meletakkan gelas kosong yang isi nya telah ia minum di atas meja.
"Syukurlah..."Dokter wanita itu tersenyum lega."Mulanya saya berpikir kondisi anda saat ini dikarenakan anda yang masih mengkonsumsinya."
Andreas hanya diam tak menanggapi.Saat ini pikirannya sedang melayang-layang tidak tahu ke mana.
"Baiklah,saya harus segera pergi karena harus praktek"
Andreas bangkit dari duduknya kemudian mengantar Dokter itu sampai di depan pintu.
"Terimakasih Dokter Erine..."ucap nya ketika sampai di depan pintu.
Dokter wanita itu membulatkan matanya,ia terkejut mendengar ucapan terimakasih dari Andreas.Percayalah,hampir 25 tahun ia menjadi Dokter di Keluarga ini,tidak pernah sekalipun ia mendengarnya mengucapkan terimakasih,apa lagi menyebut namanya.
"Sama-sama Tuan Muda,hubungi kapanpun anda membutuhkan saya." ia tersenyum lebar sebelum Andreas menutup pintu.
Andreas berjalan perlahan kemudian duduk di bar stoll.Di pandanginya Mini Bar miliknya yang dulu rak-rak nya di penuhi dengan berbagai jenis Vodka kini telah kosong.Pandangannya beralih ke sekeliling ruangan,Ia yang menjunjung tinggi privasi,yang memilih hidup sendiri jauh dari keluarga dan tanpa seorang pelayan pun,ia yang nyaman dengan kesendiriannya.Tiba-tiba merasakan begitu sepi.
Ia menyalakan rokok nya,di hisapnya dalam-dalam kemudian di hembuskan asap nya membentuk gumpalan-gumpalan yang kemudian menghilang di udara.
Ia hanya ingin menebus sedikit rasa bersalahnya dengan membantu meloloskan skripsinya.Tapi ia tak menyangka hal itu malah membuatnya marah.
Andreas kembali menghisap rokoknya dalam-dalam,kemudian menghembuskannya.
Pikirannya kacau,hati nya tak tenang menginggat wajah Marisa yang menangis yang lagi-lagi karena dia.Ia menghela nafas panjang.
Jika dulu ia dalam keadaan seperti ini, pasti akan segera pergi ke Club.Bersenang-senang di sana bersama Bryan,menghabiskan berbotol-botol Vodka,merokok berlinting-linting ganja,menkonsumsi serbuk sabu dan di tutup dengan dia memilih seorang dari sepersekian banyak wanita yang menyukai uangnya untuk ia ajak tidur bersama.
Andreas tertawa getir menginggatnya.Dunia nya seakan berubah sejak ia menatap wajah wanita itu .
"...Marisa..."gumam Andreas perlahan.Seorang wanita pelayan sombong yang hatinya lebih keras dari pada dirinya.
Dering ponsel membuyarkan lamunannya,di ambil ponselnya dari saku celana.Nama di layar membuat ia dengan malas mengangkatnya.
"Halo,Pah..."
"Apa yang kau lakukan pada Eva sampai Hertoni berniat mengambil saham nya dan bekerja sama dengan Prawira Enterprise..?!" suara dari dalam ponsel terdengar sangat marah.
Andreas mengusap wajahnya.Ia sudah menduga hal ini akan terjadi."Aku tidak melakukan apa-apa.." Andreas mencoba menjawab dengan tenang.
"Anak ini...!!"suara Adnan terdengar geram."Kau juga menyuruh Rendy mengerjakan semua tugas kantor yang seharusnya menjadi tanggung jawabmu!Apa perubahan macam ini yang ingin kau tunjukkan pada ku..?!"
"Aku tidak menyuruhnya,Papa tahu sendiri kan Rendy.."Andreas masih berkata dengan tenang."Beberapa hari kedepan aku tidak ke kantor,semua tugas akan aku kerjakan di rumah."
Sebelum Adnan sempat berkata,Andreas segera mematikan ponselnya kemudian melemparkannya ke sofa besar yang berada di tengah ruangan.
Malam kian larut,tapi Club Eksekutif itu makin ramai dengan banyaknya orang-orang yang berdatangan.Di salah satu sudut meja,duduk Johan di temani rekan-rekannya.Ia tertawa terbahak-bahak saat mendengar salah satu rekannya bercerita.Di sampingnya duduk wanita cantik dengan dress nya yang berbelahan dada rendah dan menempel ketat pada tubuh sintalnya.Ia langsung menuangkan wine di gelas Johan begitu gelas itu kosong,begitu seterusnya sampai botol yang di bawa si wanita habis dan ia membuka yang baru.
Perhatian Johan teralih saat di lihatnya Rendy datang ke mejanya.Ia tersenyum lebar pada Rendy sambil menghembuskan asap rokok.
"Ada perlu apa anda memanggil saya...?"tanya Rendy dengan wajah datar.Tidak biasanya Rendy menunjukkan ekspresi seperti itu.
Rekan-rekan yang duduk semeja dengan Johan langsung pergi membubarkan diri begitu melihat Rendy datang.
Kini hanya tinggal Johan yang duduk dengan santai di kursinya dan Rendy yang masih berdiri tegak.
Suara dentuman musik dan tawa dari orang-orang yang berpesta malam itu menambah semarak Club Eksekutif yang hanya bisa di datangi oleh orang-orang tertentu di Kota itu.
"Duduk lah Ren.."Johan menyalakan lagi rokoknya, bersamaan dengan Rendy yang duduk di hadapannya."Rokok..?"
"Terimakasih,tapi saya tidak merokok."tolak Rendy.
"Woow.."Johan berekspresi kagum."kalau begitu,biarkan aku mentraktirmu minum."Johan baru saja akan mengundang seorang pelayan ketika Rendy kembali menolaknya.
"Saya juga tidak minum."ucapnya.
"Benarkah..??"Johan membulatkan matanya." Padahal Andreas suka sekali dengan Vodka.." Di lihatnya Rendy dengan pandangan polos tidak percaya.
"Saya rasa basa-basi nya sudan cukup.Waktu saya juga tidak banyak.Jadi,kenapa anda memanggil saya..?"Di tatapnya Johan dengan tajam.
"Bekerjasama lah denganku."kata Johan.Ia menghisap rokoknya kemudian menghembuskan asapnya.
Rendy tertawa mendengarnya,tawa hambar.
"Ayolah Ren,semua butuh uang dan aku bisa memberimu lebih dari yang bisa keluarga mereka berikan padamu."
"Jujur saya sangat mengagumi Ayah anda,Tuan Johan."kata Rendy setelah berhenti tertawa."Perusahaannya besar karena kerja keras dan beliau yang pantang menyerah.Sayang sekali setelah beliau tiada, 2 dari 3 anak-anaknya harus menjadi cacat bahkan meninggal."Di tatapnya Johan yang kini wajahnya menegang."Itu semua karena si Bungsu yang haus kekuasaan dan ingin memiliki semua."Rendy menghela nafas panjang dengan pandangan menyesal."Saya tidak bisa membayangkan sesedih apa Ayah anda di atas sana."Ia tersenyum
Johan menghisap rokoknya dan memandang langit-langit ruangan yang berwarna merah karena sinar lampu.Asap mengepul dari mulutnya.
"Kau tahu Ren,jika kau tidak datang.Pasti si Andreas itu sudah mati."Johan balas tersenyum pada Rendy.
Seketika senyum Rendy lenyap,ia mendobrak meja dan mencegkeram kerah baju Johan yang tertawa senang karena berhasil memancing emosi Rendy.
Di tatapny Johan dengan dingin ."Anda akan menyesal jika itu sampai terjadi."
Orang-orang dari Johan sudah berkumpul mengelilingi mereka,bersiap dengan kemungkinan yang akan terjadi.Namun Rendy segera melepaskan cekraman nya dan berbalik pergi.
"Kita sama gilanya Ren,kau lebih serasi denganku dari pada dengan si Brengsek Andreas itu..!" teriaknya.Tapi Rendy mengacuhkannya dan terus berjalan menjauh keluar dari Club.
semua bab berkesan, aku pilih yg bisa buat aku terharu ini bab yg judulnya KEINGINANMU TERKABUL bab penuh bawang , POV Rendi yg bikin terenyuh siapa aja yg baca dan kebesaran hatinya Andre menerima Dave secara hukum sebagai anaknya
kak author mengalir deras ya rejekimu.
yang bilang novelmu membosankan, hempaskan... dia maunya sat set Marisa dan Andre ketemu, tragedi p3m3rk*saan , terus nikah paksa , bahagia selama² nya.
abaikan kak abaikan...buatlah novel sesuai maumu bukan mau pembaca. karena novel yg bagus gk akan ditinggalkan pembaca justru banyak pembaca baru yg langsung jatuh cinta sama karya mu... sama kayak aku baca di tahun 2025 langsung terlope lope sama novel ini
semangat🥰
GK kuat😭😭😭😭😭tapi penasaran
galau
poor Rendi semasa hidup hanya ingin sama terlihat sempurna seperti Andreas tapi selalu dihina Eva...
untung disini Spil tipis²
tentang kamu yg mendesak Marisa segera menikah dg Andreas karena kamu cemburu dg Erwin agar melupakan Marisa itu juga benar , kamu berusaha mempertahankan pernikahanmu ... tapi sekali kali teflon di rumah diberdayakan ... kalau Erwin sok sok ingat Marisa lagi geplak aja pake teflon
KENAPA KALIAN HARUS BACA NOVEL INI⁉️
1. Banyak novel dg genre yg sama , tentang p3m3rk*saan dan berakhir nikah dg pelaku. disini beda , banyak pertimbangan sampai akhirnya Marisa mau menikah dg Andreas... gak mudah gaeesss perjuangan Andreas untuk mendapatkan hati Marisa , menguras emosi pembaca.
2. jempol buat author nya , keren banget dia buat karakter tokoh . di novel ini dijelaskan sifat baik buruk nya setiap tokoh... jadi pembaca gk akan jomplang dukung satu tokoh aja.
3. ceritanya bikin nagih, sekali baca gk akan bosen . aku nyesel baru ketemu novel ini dan semoga semakin banyak yg baca meskipun novel ini udah lama tamat nya
ya ini lah namanya TRAUMA
bisa pulih tapi perlahan, bisa kambuh jika ada pemicunya dan Erwin disaat Marisa berdamai dengan traumanya kamu mengungkitnya kembali
semua manusia ada sifat baik dan jelek nya.
di novel ini juga sama dijelaskan detail lewat cerita yg epic karakter tiap tokohnya baik sifat baik dan jeleknya
ibunya andreass
mau jadi karyawan biasa??? yg biasanya nyuruh² terus disuruh... anakmu mau dikasih makan apa Andre