NovelToon NovelToon
Kembali Untuk Menjerat Mu

Kembali Untuk Menjerat Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:22.6k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Tidak ada yang tahu, Ratu pergi bukan karena ingin meraih cita-cita, namun untuk lari dari perasaannya kepada sosok laki-laki yang ternyata telah memiliki tunangan.
Dia adalah Ardiansyah, putra kedua dari keluarga Suhadi, seorang CEO yang baru saja di Lantik setahun yang lalu setelah menyelesaikan pendidikannya,dan fokus memimpin perusahaan raksasa. namun fakta yang membuat Ratu pergi, Ardiansyah telah bertunangan dengan seorang gadis salehah, teman Adiknya saat berada di pesantren dan memutuskan untuk pergi ke kota dengan misi tersembunyi.
yuk ikuti kisah Ratu di sini....
kawal sampai akhir ya...
apakah sad ending, atau happy ending...

terimakasih atas dukungannya selama ini...
🥰🥰🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Kejujuran Ardiansyah sore itu seolah membuka kotak Pandora yang selama ini terkunci rapat. Nisya, yang selama ini hanya bisa menebak-nebak, akhirnya memberanikan diri untuk bertanya lebih jauh.

Suara Nisya lirih antara takut dan penasaran, matanya menatap Ardiansyah lekat-lekat "Kak... siapa sebenarnya Ratu? Seperti apa dia sampai bisa mengalihkan perhatian Kak Ardi dari segala rencana kita?"

Ardiansyah menghela napas panjang. Ia mengambil ponselnya, namun tidak untuk bekerja. Ia terdiam sejenak, mencari kata-kata yang tepat untuk mendeskripsikan sosok yang telah mengacak-acak logikanya itu.

"Dia asisten di Afnan Style, Nis. Tapi dia jauh dari kata biasa. Dia berani, keras kepala, dan tidak takut sedikit pun pada siapa pun, bahkan pada Mama. Saat semua orang menunduk padaku, dia justru menatap mataku dan menantang pikiranku. Dia... dia hidup dengan caranya sendiri, tanpa peduli aturan kaku yang selama ini menjeratku."

Nisya mendengarkan dengan perasaan campur aduk. Ia meremas roknya pelan, merasa sangat kontras dengan sosok Ratu yang digambarkan Ardiansyah. Ia merasa dirinya terlalu pasif dibandingkan wanita sehebat itu.

"Nona asisten yang memakai masker dan kacamata tebal itu...?"Tanya Nisya penasaran, namun Ia tidak menyangka kalau selera tunangannya jauh berbeda dengan dirinya, Nisya belum pernah melihat langsung rupa Ratu yang sangat cantik.

Angga berdiri mematung. Sebagai pria yang jeli, ia merekam setiap detail cerita Ardiansyah. Otaknya yang cerdik segera menghubungkan kejadian di restoran beberapa waktu lalu, saat Ardiansyah tampak sangat tidak fokus dan terus-menerus menatap ke arah meja di seberang nya dengan raut wajah penuh cemburu.

Angga bergumam dalam hati dengan senyum miring "Jadi itu alasannya... Wanita cantik yang terlihat sangat bahagia dengan laki-laki, yang kulihat di restoran hari itu. Apa itu yang di maksud."

"tapi... apa tadi kata Nisya, wanita itu memakai masker dan kacamata tebal, tapi saat di restoran itu jauh berbanding terbalik dari perkataan Nisya, di sana aku melihat, gadis itu sangat cantik dan juga modis walaupun tetap sopan memakai balutan hijab" gumamnya dalam hati, Angga terus berfikir, Ia nanti akan cari tahu.

Angga kini menyadari titik lemah terbesar Ardiansyah. Ardiansyah tidak hanya sedang goyah karena kehadirannya di sisi Nisya, tapi Ardiansyah sedang berjuang melawan perasaannya sendiri terhadap wanita yang dianggap preman oleh Monica.

"Jadi, Kak Ardi merasa bebas saat bersamanya?" tanya Nisya pelan.

"Aku merasa menjadi diriku sendiri, Nis. Bukan sebagai CEO Suhadi Group, bukan sebagai putra mahkota Suhadi grup. Hanya sebagai laki-laki biasa. Dan itu menakutkan, karena aku tahu itu salah bagimu."

Tepat saat itu, Angga sengaja mengetuk pintu dengan pelan, memutus keintiman pengakuan mereka. Ia masuk dengan wajah yang tampak prihatin, padahal di dalam hatinya ia sedang menyusun rencana baru. "Maaf jika saya mengganggu. Saya hanya ingin menjenguk rekan bisnisku."

Ardiansyah menatap Angga dengan tajam. Kini ia tahu bahwa Angga bukan hanya sekadar rival bisnis, tapi juga ancaman nyata bagi hatinya, bukan karena Angga menginginkan Nisya, tapi karena Angga pasti akan mencari tahu tentang identitas Ratu, dan yang Ardiansyah takutkan, justru Angga akan menyukai Ratu juga setelah tahu identitas aslinya.

Ketegangan di ruang VVIP itu memuncak saat mata Ardiansyah dan Angga beradu. Ada perang dingin yang tak kasat mata di antara mereka. Ardiansyah bisa merasakan bahwa Angga bukan lagi sekadar masa lalu Nisya, melainkan predator yang baru saja mencium bau rahasia besar.

Ardiansyah mengepalkan tangannya di balik selimut. Ia menyesal telah sedikit terbuka di depan pintu yang tidak tertutup rapat. Ia tahu Angga adalah pria yang cerdas, sedikit saja celah informasi, maka Angga akan mengejarnya sampai ke akar pasti Angga sudah mendengar percakapan mereka.

"Wah, kelihatannya saya memutus pembicaraan yang sangat serius ya? Pak Ardi, wajah Anda terlihat lebih pucat dari semalam. Apa ada beban pikiran yang lebih berat dari sekadar urusan hotel bintang lima kita?"

Ardiansyah menyahut dengan suaranya yang berat dan penuh penekanan "Beban pikiran saya bukan urusan Anda, Pak Angga. Terima kasih sudah menjenguk, tapi saya rasa Nisya perlu istirahat, dan saya pun begitu."

Angga tersenyum tipis, melirik ke arah Nisya yang masih tertunduk "Tentu. Tapi tadi saya sempat mendengar sedikit... tentang kebebasan. Menarik sekali. Di dunia bisnis seperti kita, kebebasan itu barang mahal, kan? Apalagi jika kebebasan itu datang dari sosok yang tersembunyi di balik masker."

Pernyataan Angga membuat jantung Ardiansyah berdegup kencang. Ia tahu Angga mulai menghubungkan titik-titik puzzle tersebut. Sementara itu, Nisya masih terngiang dengan deskripsi Ardiansyah tentang Ratu.

"Wanita yang menantang pikiran Kak Ardi... Apa mungkin dia yang membuat Kak Ardi tidak pernah benar-benar menatapku dengan binar yang sama? Tapi kenapa bang Angga pernah mengatakan kalau kak Ardi seperti orang yang sedang cemburu saat melihat wanita di restoran,dan kata bang Angga menyebutnya cantik dan modis? Bukankah yang di maksud kak Ardi itu , Ratu, dia hanya asisten dengan kacamata tebal?" gumam Nisya dalam hati , ia sangat penasaran.

Angga berbisik dalam hati sambil menatap pantulan dirinya di kaca ruang rawat. "Kacamata tebal? Masker? Ardiansyah, kau sedang melindungi berlian atau kau memang tidak tahu bahwa asistenmu itu punya pesona yang bisa meruntuhkan kota? Jika dia benar-benar wanita di restoran itu, maka aku tidak akan membiarkanmu memilikinya dengan mudah."

Angga melangkah mendekati ranjang Ardiansyah, memberikan gestur formal yang sangat sopan namun penuh intimidasi.

"Nisya, ayo saya antar pulang. Biarkan Pak Ardi beristirahat agar besok dia bisa fokus kembali ke proyek. Oh ya, Pak Ardi... soal asisten Afnan Style itu, saya rasa saya perlu berdiskusi dengannya soal detail seragam tim lapangan. Mungkin saya akan mengundangnya makan siang besok untuk koordinasi."

Mata Ardiansyah membelalak. Itu adalah serangan terbuka. Angga secara terang-terangan menunjukkan niatnya untuk mencari tahu tentang Ratu.

"Urusan teknis seragam adalah urusan tim internal saya, Angga. Jangan melampaui batas." sahut Ardiansyah dingin.

"Batas itu hanya ada jika kita setuju untuk tidak melewatinya, Pak Ardi. Mari, Nisya."

Nisya menggelengkan kepalanya" Tidak ,Abang pulang dulu saja, Nisya mau menunggu mama Monica,agar kak Ardi tidak sendirian di sini" sahut Nisya dengan sopan.

" Baiklah, kalau begitu, aku pulang dulu" ucap Angga melenggang pergi,ia bisa sedikit lega karena sudah mengetahui perasaan Nisya sebenarnya kepada dirinya.

Ardiansyah bergumam gusar "Sial! Angga tidak boleh tahu siapa Ratu sebenarnya. Kalau dia sampai tahu Ratu adalah adik Aditya, dia akan menggunakan segala cara untuk masuk ke lingkaran itu."

Ia segera mengetik pesan singkat ke nomor Ratu, namun ia menghapusnya kembali. Ia bingung harus berkata apa tanpa terlihat seperti pria yang sedang cemburu buta.

1
Sri Supriatin
semangat Thor, sdh mlm msh up, sehat n selamat beristirahat 🙏🙏🙏
@Mita🥰
la terus gimana nasib mu sya ...nisya🫣🫣
@Mita🥰
lanjut
@Mita🥰
kasihan nisya
Susi C
monica nggak pernah belajar dari pengalaman
Sri Supriatin
makin seru kasihan Nisya, korban keserakahan seorang ayah🤭🤭
Dewi kunti
jangan lupa ngetiknya pakai spasi biar terbaca🤭🙏🙏🙏
Cica Aretha
ahhh..tambah donk thor..ga sabar nunggu bsk d kantor suhadi🤭💪🙏
Sukarti Wijaya
gercep langsung slesaikan masalahnya ardy jangan sampe berlarut2....👍
suti markonah
tlg nisa jangan di bikin lembek dong thor..kasihan dia jadi korban ayah nya yg tamak sm angga yg tidak punya hati
@Mita🥰
wah Angga ...hati" kamu bakal hancur lo🤭🤭
Aisyah Virendra
Fix... Angga mau cari mati dengan memancing pertikaian sm Ardiansyah, secara tidak langsung dia juga mengusik Najwa. tapiiiiii Ardiansyah dan Ratu bergabung sudah cukup untuk menbuat Anggi mati kutu, Najwa dan Rukayyah hanya akan membantu dari balik layar 🤭
@Mita🥰
Bagus ratu
Aisyah Virendra
Tidak akan pernah terjadi 🤣 yg ada mama Monica akan menyesal seumur hidupnya karena meremehkan seorang Ratu Pratama 🤭
@Mita🥰
Monica kok gak kapok " ya dulu kasus siapa tuh anak angkat nya .
suti markonah: klo ga salah raisa kak
total 1 replies
Cica Aretha
ga ada kapok nya tu h tante monica..semangattt thor💪
@Mita🥰
kasihan Nisya
@Mita🥰
terimakasih update nya😍😍😍
@Mita🥰
😍😍😍😍
suti markonah
kasihan sekali kamu nisa, akibat ulah bpk mu yg serakah kamu jadi korban
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!