Yora ini adalah gadis yang manja dan keras kepala dia sangat dicintai oleh Orang Tuanya, tetapi kenyataan yang sangat pahit harus di terima oleh Yora disaat Orang Tuanya akan bercerai karena Papanya mencintai Wanita lain.
Untuk membalaskan rasa sakit hatinya, Yora akan menghancurkan kebahagian Papanya dan Wanita murahan itu. Dengan membuat Rendy menjadi budak cintanya dia akan melakukan segala cara hanya untuk membuay Yora bahagia.
Apakah Yora akan berhasil membalaskan rasa sakit hatinya? atau akankah malah gagal membalaskan rasa sakit hatinya?
Yuk.. baca dan ikuti bagaimana Yora membalaskan rasa sakit yang ada dihatinya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vinzzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab ≋27≋
Retha yang sebenarnya kesal akan sikap Ibunya, dia datang kemari ingin bertemu dan berbaikan dengan Alan, justru Ibunya salah lihat orang. Dengan langkah kesal ia berjalan keluar menuju pintu cafe, Retha berhenti saat mendengar suara yang begitu menganggunya tiap hari ini. Ia memutar tubuhnya ke arah sumber suara dan benar dugaanya Yora Putrinya Alan yang berbicara dengan sangat keras itu.
Mira yang melihat mereka berpapasan menuju pintu keluar begitu deg-degan jantungnya. Ucapan yang Yora lontarkan mengundang mata pelanggan menatap mereka. Inilah yang ia takutkan semut kecil itu akan berbuat ulah, dengan mengganggu kenyamanan cafe milik Retha, dan jika seperti itu cafe ini akan menjadi sepi peminatnya.
Selesai Rendy menghabiskan minuman kopi hitamnya, Yora pergi keluar cafe dengan tangan yang merangkul lengan Rendy. Saat ia ingin keluar dia melihat Retha dari dalam cafe ini menuju pintu keluar. Yora bingung kata para pegawai disini Retha tidak ada, tapi sekarang ada wanita murahan itu yang keluar dari dalam ruangan. Ia tidak terlalu memusingkan ucapan para karyawan yang entah bohong atau apapun itu, Yora tidak peduli.
Yang paling utama dia sudah melihat Retha berada dicafe. Dengan tangan yang masih merangkul lengan Rendy. Yora berteriak dengan nyaring hingga membuat para pelanggan dibuat bingung akan teriakan Yora yang tiba-tiba dan Retha yang terkejut dengan kedatangannya tapi la sembunyikan rasa gugupnya.
" Kau disni? " tanya Retha berusaha bersikap tenang.
" Tentu saja, aku ingin menemui wanita murahan yang menjadi sugar daddy, " teriak Yora lagi dengan raut wajah yang menantang Retha.
Rendy yang sudah mulai malu dengan sikap dan tingkah laku Yora yang selalu mencari keributan dan kerusuhan. la menarik paksa Yora untuk keluar dari cafe, tapi tangannya ditepis oleh Yora karena dirinya yakin Yora belum merasa puas sampai kekasih Om Alan menjauh dari hidup Papanya Yora untuk selamanya.
" Sebaiknya kita bicarakan di dalam saja. " ucap Mira menyela ditengah ucapan mereka.
" Kau nenek tua yang melihat kami dengan sangat aneh kan, jadi tidak usah ikut campur Orang Tua, " ujar Yora tidak suka karena menganggu aksinya.
" Dia Ibuku, " timpal Retha yang tidak terima Yora bersikap tidak sopan kepada Ibunya.
" Oh, dia Ibu yang tidak bisa mendidik anaknya hingga menjadi wanita malam Papaku dan kau sebagai Ibu membiarkan itu terjadi. Aku sangat terkejut dengan sosok Ibu seperti mu, " ujar Yora melirik Mira dengan tatapan yang merendahkan.
" Yora jaga sikap mu dengan orang tua, Aunty Nanda tidak pernah mengajarkan dirimu seperti itu, " peringat Rendy penuh dengan ketegasan.
Yang memutarkan bola matanya saat Rendy memperingatkan dirinya.
" Sebaiknya jangan bicarakan di sini banyak orang yang akan melihat kita, bicarakan di dalam saja, " bujuk Mira kepada Retha dan Yora.
" Aku ingin memberitahu pada orang yang ada di cafe ini siapa dirimu yang sebenarnya. " tunjuk Yora.
" Kau pelanggan di sini, terima kasih atas kunjungannya, " usir Retha secara halus dengan mengatupkan kedua tangannya.
Yora mendekatkan diri kepada Mira, mereka saling berhadapan membisikan sesuatu ditelinga Mira.
" Suruh Putri bodoh mu untuk jangan pernah datang ke perusahaan Florence lagi, jika dia berani datang aku pasti akan membuatnya dipermalukan di Perusahan dan cafe ini, beritahu Putri bodoh mu ucapan ku ini tidak main-main, " bisik Yora penuh peringatan lalu memundurkan tubuhnya ketempat semula.
" kamu sebagai Ibunya seharusnya membuat putri mu menjadi orang hebat, bukan menjadi simpanan daddy yang bermimpi menjadi nyonya sah di rumah besar seseorang. Putri mu hanyalah sampah masyarakat dan harus dibasmi biar tidak meresahkan warga sekitar, " ujar Yora yang membuat Mira tersingung akan ucapan Yora yang seakan menasehati dan menyindirnya secara bersamaan.
" Jaga ucapanmu bocah, " ucap Mira yang berusaha menahan kesabaran di hatinya yang meluap ingin keluar.
" Kau sudah sangat keterlaluan Yora! " teriak Retha yang menarik kencang tangan Yora agar berhadapan dengan dirinya.
Retha mencengkeram erat pergelangan tangan Yora, amarah yang sedari tadi la tahan akhirnya meletus juga akan ucapan Yora, la sudah sangat bosan mendengar hinaan yang selalu dilontarkan dari mulut Putri Alan.
Rendy yang melihat Yora di cengkeram sangat erat menepis tangan Retha dengan sangat kasar, hingga tangan putih yang berubah merah itu pun terlepas. Ia menggenggam telapak tangan Yora untuk keluar dari cafe agar keributan tidak semakin parah.
" Jaga sikapmu jika kau melukai putri keluarga Florence, aku pastikan kau akan hancur dan kau yang duluan bermain-main dengan keluarga Florence, jadi terimalah akibat dari menganggu ketenangan keluarga Florence." peringat Rendy penuh ketegasan dan ancaman lalu pergi keluar cafe.
Mira meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, Mira bilang kepada pelanggan ini hanyalah salah paham antara sahabat. Ia menarik paksa tangan putrinya yang diam begitu saja di tempat, membawanya ke ruangan pribadi milik Retha di cafe.
Retha duduk di lantai dengan tangan menutup wajahnya, Retha menangis tersedu-sedu wajahnya dibanjiri oleh air mata yang keluar dari matanya.
" keluarga Florence dan orang-orang di sekitar keluarga Florence selalu saja mengancam dan menghina diriku, apa salahku Ibu, " teriak frustasi Retha dengan mata yang masih mengeluarkan air mata.
" Mereka hanya iri kepadamu putriku, kau bisa mendapatkan cinta dari pewaris keluarga Florence. " nasehat Mira agar putrinya merasa tenang.
" Alan yang datang kepadaku mengejarku, saat aku menolaknya karena dia sudah beristri dia bilang itu hanya pernikahan perjodohan, dan dia selalu bilang mencintaiku. Aku akhirnya luluh ibu karena dia perhatian dan aku merasa aku di istimewakan oleh Alan. " curhat Retha dipelukan Ibunya.
" Apa salahku, Ibu. " ucap Retha berulang-ulang kali dengan mata yang sudah mulai memerah.
lanjutt