Kisah perjalanan cinta gadis tomboy yang di jodohkan dengan seorang pria yang ternyata seorang ketua mafia bernama Leonathan Nugroho. Dia adalah putra pertama dari pasangan Shandy Nugroho dan Merlin Syafira. Nathan itu terkenal dengan kekejamannya di dunia hitam. Bahkan dia juga sering di juluki dengan sebutan king dragon.
Gadis tomboy itu bernama Seinara horison dia adalah anak kedua dari Ardi horison dan Adelia Rasya. Seinara mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Abraham horison. Abraham lebih memilih untuk membangun bisnisnya sendiri di luar negeri. Sehingga dia jarang punya waktu untuk keluarganya, namun dia sangat menyayangi adik semata wayangnya yaitu Seinara. Apapun akan dia lakukan untuk kebahagiaan sang adik, sepeti saat mendengar Seinara akan di jodohkan. Abraham adalah orang pertama yang menentang keras rencana tersebut. Namun apalah dayanya, dia tidak bisa mengubah keputusan kedua orang tuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membalas Nita
Nathan masih berdiri terdiam sambil melihat sang istri yang sudah tidak terlihat lagi. Tiba-tiba wajah Nathan berubah menjadi kesal saat mengingat kejadian beberapa menit yang lalu.
"Sepertinya aku sudah salah mempekerjakan Nita di rumah ini. Aku harus memberi pelajaran perempuan itu! gara-gara dia Nara jadi marah dan salah paham sama aku. Aku akan buat Nita menyesal, dan membayar semua tindakannya" geram Nathan sambil mengepalkan tangannya.
Kemudian Nathan berjalan memasuki rumahnya dan segera memanggil Alex sang asisten pribadinya.
"Alex...!!" teriak Nathan memanggil asistennya.
"Iya tuan, saya disini!" jawab Alex segera sambil berlari menghampiri Nathan.
"Seret Nita keluar dari rumah ini! Dan bawa perempuan itu ke club milik kita di luar kota! Biar dia merasakan bagaimana rasanya diremehkan orang!" tegas Nathan memerintah Alex.
"Baik tuan! Saya akan segera laksanakan!" jawab Alex tegas.
"Tunggu...! Setelah sampai di tengah hutan, habisi nyawa dia saja! Saya tidak ingin mereka terus memanfaatkan saya seenaknya!" ucap Nathan yang tiba-tiba berubah pikiran.
Dia tau kalau Nita seperti itu karena Nathan dulu pernah di tolong oleh orang Nita. Itulah kenapa Nathan membiarkan Nita untuk bekerja di rumahnya. Namun ternyata kebaikan Nathan sudah di salah artikan oleh Nita. Nita pikir kalau Nathan tidak akan pernah berani menghabisi nyawanya.
"Baik tuan, tapi... Apa anda yakin ingin menghabisi nyawa Nita? Bukannya anda sudah berjanji pada kedua orang tuanya, kalau anda akan menjaga Nita?" jawab dan tanya Alex dengan hati-hati, Alex takut kalau tuannya akan tersinggung.
"Janji itu sudah tidak berlalu lagi! karena perempuan itu sendiri yang sudah membuat kesalahan! Jadi saya hanya menghukumnya sesuai dengan keinginan saya! Hahahaha...!" tegas Nathan sambil tertawa terbahak-bahak.
Jiwa mafianya sudah keluar saat ini, jadi tidak ada yang bisa lolos dari cengkramannya. Alex yang mendengar ucapan Nathan pun merinding. Padahal dia sudah sering mendengarnya, namun kali ini terlihat sangat berbeda.
"Sepertinya Nita sudah salah memilih lawan, dia sudah memanfaatkan kebaikan tuan. Sekarang tuan sudah melupakan semua kebaikan orang tua Nita. Dia sudah tidak pandang bulu lagi, kedatangan nona Seinara sudah merubah tuanku sekarang" lirih Alex dalam hati sambil merinding.
Kemudian Alex pun segera pergi menuju ke tempat dimana Nita berada. Ternyata saat ini Nita sedang duduk santai di depan kamar para pembantu.
"Eh Nit, kamu kok berani banget sih mencuri barang milik perempuan itu?" tanya Ria salah satu teman Nita.
"Iya Nit, kalau nanti tuan Nathan marah gimana? Apa kamu sanggup menghadapi beliau? " tanya salah satu teman Nita lagi.
"Tenang aja, tuan Nathan nggak akan mungkin berani nyakitin gue kok. Karena gue punya kunci yang membuat tuan Nathan tetap baik sama gue" jawab Nita sombong.
Tanpa mereka sadar, Alex sudah berdiri di belakang mereka. Alex mendengar jelas apa yang di katakan oleh Nita, hal itu membuat Alex kesal sampai mengepalkan tangannya.
"Benar-benar perempuan nggak tau terimakasih! Berani sekali memanfaatkan tuan Nathan!" geram Alex yang kemudian segera menghampiri Nita dan teman-temannya.
"Nita, ayo ikut saya!" ucap Alex sambil menahan kekesalannya.
"Tuan Alex... Anda akan mengajak saya kemana tuan?" tanya Nita segera.
"Nggak usah banyak tanya, ini perintah tuan Nathan!" bentak Alex.
Tanpa basa-basi lagi Alex segera menarik tangan Nita dan mengajaknya pergi. Merasa ada yang tidak beres, Nita pun berusaha untuk memberontak. Namun sayangnya usaha Nita sia-sia, karena tenaga Alex sangat kuat.
"Tuan sebenarnya anda akan membawa saya kemana?! Tolong lepasin saya tuan!!" pinta Nita memohon.
"Semua ini adalah buah dari kesalahan kamu sendiri!" jawab Alex cuek.
"Apa maksud tuan?! Kenapa tuan ngomong seperti itu? Memang apa yang sudah saya lakukan?" tanya Nita bingung.
"Nggak usah banyak drama kamu! Kamu sudah menyalah gunakan kebaikan tuan Nathan, dan sekarang kamu harus membayar semuanya!" tegas Alex.
"Nggak mungkin! Tuan Nathan pasti tidak akan memperlakukan saya seperti ini!" bantah Nita masih dengan sombongnya.
PLAAAKK...
"Kamu pikir, tuan Nathan nggak berani melakukan sesuatu sama kamu? Dasar perempuan nggak tau diri!" bentak Alex setelah menampar pipi Nita.
Namun Nita tudak mau menyerah begitu saja, dia terus memberontak sambil memanggil nama Nathan untuk meminta tolong.
"Tolong...! Tuan Nathan, tolong lepasin saya!! Tuan Alex akan membuang saya tuan!!" teriak Nita berusaha untuk meminta bantuan.
"Diam...!!" bentak Alex semakin murka.
Akhirnya Alex memutuskan untuk mengikat Nita dan memasukkan Nita kedalam bagasi mobil. Supaya tidak ada yang mencurigainya, selama ini Alex adalah orang yang selalu patuh pada Nathan. Dia pembunuh terbaik kedua setelah Nathan. Sebelum mengikat Nita, Alex memberikan sebuah obat pada Nita. Obat itu yang biasa di gunakan untuk melumpuhkan musuhnya.
Alex mengendarai mobilnya keluar dari halaman rumah Nathan. Sedangkan dilain tempat Seinara batu saja sampai di sebuah rumah. Rumah itu tidak terlalu besar, namun terlihat asri dan terawat. Taman kecil di depan rumah membuat hati dan pikiran tenang siapa saja yang melihatnya termasuk Seinara. Seinara mengetuk pintu pagar rumah tersebut, dan menunggu beberapa saat.
Tak lama kemudian pintu pagar pun terbuka, seorang wanita paruh baya keluar sambil tersenyum melihat Seinara.
"Eeeeh... Ternyata putri kesayangan bunda yang datang!" seru perempuan itu saat melihat Seinara.
"Bunda...!" lirih Seinara yang langsung memeluk sosok itu.
"Seinara kangen baget sama bunda" lirih Seinara lagi sambil memeluk erat bundanya.
"Bunda juga kangen banget sama kamu nak. Oh ya, kamu kesini sama siapa?!" tanya bunda sambil melepaskan pelukannya dan celingukan mencari sesuatu.
"Aku kesini sendiri Bun" jawab Seinara.
"Ooooh... Bunda pikir kamu sama siapa, kalau begitu ayo kita masuk. Kamu masukin gih motornya, dan taruh di garasi" ucap bunda.
"Siap bunda...!" jawab Seinara sambil memasukkan motornya.
Bunda berdiri di teras rumah sambil menunggu Seinara yang sedang menaruh motornya di garasi. Seminar berjalan menghampiri bunda setelah selesai memarkirkan motornya di garasi.
"Yuk masuk, pasti ayahmu seneng kamu datang" ajak Bunda.
"He'em Bun, aku juga kangen banget sama ayah" jawab Seinara sambil merangkul lengan bunda.
"Ayah...! Lihat deh siapa yang datang...!" seru bunda memanggil suaminya.
Seorang pria yang tadinya sibuk dengan laptopnya, kini pun mengalihkan pandangannya. Dia langsung tersenyum lebar melihat kedatangan Seinara. Meski mereka bukan kedua orang tua kandung Seinara, tapi mereka sangat sayang sekali pada Seinara. Makanya Seinara menganggap rumah itu sebagai rumah keduanya. Karena dia mempunyai ayah dan bunda yang menyayangi dirinya seperti anak kandung mereka.
"Hei... Anak kesayangan ayah!" seru si pria sambil merentangkan kedua tangannya untuk menyambut pelukan hangat dari Seinara.
Tanpa ragu lagi Seinara segera memeluk pria tersebut. Pria itu pun memeluk Seinara dengan erat.