Zahra menolong seorang wanita bersama gadis kecil, wanita itu pingsan dan Zahra pun membawanya ke rumah Sakit. Ternyata wanita itu adalah istri dari dosen paling killer di kampus. Dan dosen yang paling Zahra hindari.
Wanita yang di tolong Zahra meminta Zahra untuk menikahi suaminya dan menjadi ibu dari anaknya sebagai permintaan terakhirnya.
Akankah Zahra menerima atau menolaknya????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renav Renren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. liburan keluarga singkat
Malam. hari mereka pergi mencari makan malam sambil menikmati malam di kota solo. Dan mereka memilih untuk pergi ke alun-alun kota solo.
Yusuf dan Chantika sangat senang begitu sampai di sana.
" Bunda, Chantika mau naik mobil yang ada lampunya itu " Tunjuk Chantika ke mobil neon.
" Iya nanti ya, Sekarang kita makan dulu. kasihan adik Yusuf sudah kelaparan.'
Chantika pun mengangguk.
Mereka pun makan di salah satu warung tenda yang ada di sana.
Setelah makan sesuai dengan janji mereka pun menaiki mobil neon. Mereka menyewa dua mobil neon untuk berkeliling alun-alun. Tidak hanya itu Chantika dan Yusuf juga main permainan anak-anak yang ada di sana
Dan mereka baru balik ke hotel setelah Chantika dan Yusuf tidur karena kecapekan.
" dek, Udah tidur..." Tanya dokter Fachri yang ikut naik ke ranjang dan ikut tidur di samping sang istri.
" Hmm.." Zahra hanya berdehem karena sudah sangat ngantuk.
" Dek, Jangan tidur dulu masa mas dianggurin sih dek."
" Apaan sih mas.' ucap Zahra dengan mata yang sudah tertutup.
" Dek, Kita olahraga dulu dek, Siapa tahu kalau kita bikin di sini bisa langsung jadi adik buat Chantika."
" Memang kamu nggak mau punya anak dek, Ya walaupun sudah ada Chantika tapi kan bukan darah daging kita berdua dek. ". ucap dokter Fachri sedih.
" Nolak suami dosa loh dek."
Dengar kata Nolak suami dosa, Zahra pun membuka matanya. Dirinya pun harus pasrah melayani suaminya. Walaupun badan ini rasanya capek banget.
" Kita mau ngelakuin di sini mas, Ada Chantika loh."
" Kayanya papa mertuanya kakak kamu ngertiin kita deh."
" Maksudnya mas?." tanya Zahra yang nggak mengerti.
" Iya papa mertuanya kakak kamu itu nyuruh aku dan Alif nyusul ke sini sekalian liburan dan juga sudah di pesankan kamar ini."
" Jadi kita main di ruang tamu aja ada sofa bed nya, Tinggal bawa Selimut aja ."
Kamar yang mereka tempati terdapat ruang tamu yang luas baru kamar di dalamnya.
Mereka berdua pun pindah tidur di sofa bed, Zahra berjalan keluar kamar dengan malas. Sebaliknya Dokter Fachri tersenyum kemenangan karena istrinya nggak bisa nolak.
Menjelang subuh Zahra membuka matanya , sebenarnya dia malas bangun masih ingin tidur di pelukan suaminya. Tapi dia harus segera mandi dan menjalankan shalat subuh.
" dek mau kemana?." Dokter Fachri Langsung memeluk erat tubuh Zahra saat Zahra hendak bangun.
" Aku mau mandi mas dikit lagi adzan subuh."
" Lima menit lagi mas masih ingin meluk kamu."
Zahra pun membiarkan suaminya memeluknya, Tapi setelah lima menit dokter Fachri pun tak melepaskan pelukannya. Zahra sudah berusaha untuk melepaskan pelukan suaminya tapi usahanya sia-sia.
" Auwh...." Dokter Fachri meringis kesakitan saat Zahra mencubit perut dokter Fachri.
Zahra tak menyia-nyiakan kesempatan karena cubitannya dokter Fachri melepas pelukannya. Zahra pun langsung ngacir masuk ke dalam kamar mandi.
Sedangkan dokter Fachri cuma bisa menahan kesal karena pagi-pagi sudah mendapatkan cubitan.
******
Pagi ini mereka sengaja memilih untuk tidak sarapan di hotel. Makanya begitu checkout mereka langsung pergi meninggalkan hotel
Dan tujuan sarapan mereka adalah ke tempat soto gading. Kali ini ustad Alif yang menyetir dan Zafra duduk di sebelahnya memangku Yusuf. Sedangkan Zahra, dokter Fachri dan Chantika duduk di kursi tengah.
Berbekal GPS akhirnya mereka sampai di soto gading yang katanya langganan presiden. Mereka pun langsung memesan lima porsi soto gading.
Tak lama pesanan kami pun datang, Kami langsung menikmati makanan kami dengan tambahan lauk yang berjejer di depan kami.
Selesai makan kami pun lanjut ke tempat surabi notosuman. Mereka membeli surabi notosuman untuk oleh-oleh.
Dan kami pun langsung meneruskan perjalanan. Kini para pria yang duduk di depan, para wanita memilih duduk di kursi tengah. Supaya anak-anak bisa tidur nyaman. karena perjalanan yang lumayan jauh.
Sore mereka baru sampai di rumah, Dan mereka pun langsung beristirahat.
********
Berapa hari ini dokter Fachri selalu pulang malam karena banyak jadwal operasi yang di harus lakukan. Zahra bahkan bertemu dengan suaminya hanya di pagi hari saja. karena dokter Fachri pulang sudah larut dan Zahra sudah tertidur.
Bahkan pagi ini Zahra harus mengantar baju ganti untuk Dokter Fachri karena dokter Fachri nggak bisa pulang semalam. Dikarenakan rumah sakit kebanjiran pasien yang merupakan karyawan sebuah pabrik yang mengalami kebakaran hebat semalam.
Bahkan menurut Abi, uminya juga ke rumah sakit jam dua malam. dan berangkat dengan kak Ridwan sepupunya juga Istrinya kak Ridwan yang juga seorang dokter.
Dengan membawa baju ganti, dan juga sarapan untuk suami, uminya serta sepupunya. Zahra sampai di rumah sakit ternyata sudah banyak polisi, wartawan dan juga orang-orang yang ingin tau berita tentang korban kebakaran.
" Sus lihat umi atau dokter Fachri." Tanya Zahra ke suster yang kebetulan lewat.
" Oh dokter Khodijah dan dokter Fachri ada di ruangan,"
" Terima kasih sus."
" sama-sama.'
Suster itu pun pergi meninggalkannys