Kata kunci masuk GC : Siapakah nama paman Almira?
Pernikahan yang dibina Almira selama setahun kandas di tengah jalan. Tomy. suami yang dicintainya menghamili sekertarisnya. Almira yang kecewa dengan suaminya langsung kabur dari rumah untuk menghindari suaminya dan mertuanya.
Tanpa sengaja Almira bertemu kembali dengan Tomy di kantor tempat Almira bekerja, karena atasan Almira adalah teman Tomy. Semenjak itu Tomy kembali mendekati Almira. Almira tidak ingin kembali ke mantan suaminya dan hanya ada satu cara agar Tomy berhenti mengejar Almirah lagi, yaitu menikah dengan atasannya yang bernama Faisal Yudhatama.
Faisal Yudhatama adalah pemilik perusahaan tempat Almira bekerja Faisal adalah seorang duda yang memiliki tiga anak, istrinya meninggal karena sakit kanker yang di deritanya.
Demi menolong Almira dari gangguan Tomy, Faisal meminang Almira. Akankah Almira menerima pinangan Faisal?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Kedatangan Tomy.
Tak terasa sudah hampir empat bulan Almira bekerja di kantor Faisal. Para karyawan wanita yang sempat curiga dengan Almira karena sering bepergian berdua dengan bos mereka, sekarang tidak lagi mencurigainya setelah mengetahui kalau Almira mempunyai hubungan kekerabatan dengan Faisal. Mereka mengetahuinya ketika Dini menikah dengan Rafi. Sehingga tidak terdengar lagi gunjingan diantara para karyawan wanita tentang Almira.
Namun ketenangan Almira mulai terusik dengan kedatangan seseorang ke kantor Faisal.
“Hallo Reni,” sapa seorang laki-laki tampan yang usianya lebih muda dari Faisal.
Reni yang sedang menulis langsung meletakkan pulpennya.
“Pak Tomy? Pak Tomy kemana saja kok nggak pernah kelihatan?” tanya Reni dengan wajah sumringah.
“Ada dong, biasalah sibuk dengan pekerjaan,” jawab Tomy.
“Sibuk dengan pekerjaan atau dengan cewek baru, Pak?” tanya Reni dengan nada menggoda.
“Ah, kamu bisa saja,” jawab Tomy.
“Bos ada nggak?” tanya Tomy
“Ada, Pak,” jawab Reni.
“Saya langsung ke atas ya, Ren,” kata Tomy.
“Silahkan, Pak,” jawab Reni.
Tomy meninggalkan meja resepsionis lalu berjalan menuju ke liff. Ketika turun di lantai lima Tomy langsung berjalan menuju ruangan Faisal.
“Wah sekretaris baru nih, tumben carinya yang tertutup begini,” kata Tomy sambil berjalan mendekati meja Almira.
Almira sedang sibuk mencatat jadwal Faisal sehingga tidak menyadari siapa yang datang.
“Hai sekretaris baru, ya?” sapa Tomy.
Deg.
Mendengar suara Tomy, Almira langsung kaget.
Almira mengangkat wajahnya, mantan suaminya dengan senyum menggoda berdiri di depannya. Namun senyum menggoda Tomy langsung berubah menjadi wajah yang terkejut.
Almira juga terkejut namun ia berusaha untuk mengendalikan dirinya.
“Selamat siang, Pak. Ada yang bisa saya bantu?” sapa Almira dengan professional.
“Almira….Almira sayang, kamu di sini?” Tomy mendekati Almira.
Almira berusaha menjauh.
“Maaf, Pak. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Almira sekali lagi.
“Almira sayang, aku ini Tomy suami kamu,” kata Tomy yang berusaha meyakinnkan Almira.
“Maaf, Pak. Ini kantor bukan rumah, café apalagi hotel,” kata Almira sesabar mungkin.
“Almira sayang, Mas berusaha mencarimu kemana-mana. Kalau tau kamu bekerja di sini Mas akan sering datang ke sini,” kata Tomy sambil terus berusaha untuk menyentuh Almira.
“Pak tolong jangan sentuh-sentuh saya, kita bukan mahram,” kata Almira sambil berusaha menghindar agar tidak disentuh Tomy.
“Mas terpaksa menceraikanmu karena paksaan dari pamanmu. Sebenarnya Mas tidak ingin menceraikanmu,” kata Tomy.
“Saya sudah tidak ingin menjadi istri Pak Tomy, yang kerjanya hanya pacaran dan berzina!” seru Almira.
“Mas janji tidak akan mengulanginya. Asalkan kamu mau rujuk lagi dengan Mas,” rayu Tomy.
Tanpa berpikir panjang lagi Almira langsung berteriak sekencang-kencangnya.
“MAS FAISALLLL….”
Faisal yang sedang berbicara di telepon langsung kaget mendengar teriakan Almira. Ia langsung lari keluar dari ruangannya. Almira sedang ketakutan karena seorang lelaki hendak menyentuhnya.
“BA-JING-AN!!!”
Faisal langsung menarik Tomy.
“Jangan macam-macam lu Tom sama sekretaris gue!!!” seru Faisal.
“Faisal, lu jangan ikut campur dengan rumah tangga gue!!!” kata Tomy dengan kesal.
“Rumah tangga lu yang mana? Almira itu wanita yang bebas, ia tidak terikat pernikahan dengan siapapun,” sahut Faisal.
“Lu kan tau dia istri gue, Sal,” kata Tomy.
“Mantan istri!” seru Faisal.
“Gue terpaksa menceraikan Almira karena dipaksa oleh pamannya,” kata Tomy.
“Karena Om Rahmat sayang pada Almira. Ia tidak ingin Almira disakiti oleh laki-laki ba-jing-an seperti lu,” kata Faisal.
“Sudah deh, sekarang lu pergi dari kantor gue! Sebelum gue panggil Rafi dan Om Rahmat ke sini,” seru Faisal.
“Darimana lu kenal Rafi dan Om Rahmat?” tanya Tomy dengan curiga.
“Rafi itu adik ipar gue dan otomatis gue kenal dengan Om Rahmat,” jawab Faisal.
“Dan gue yang bertanggung jawab atas keselamatan Almira selama dia bekerja di sini,” kata Faisal.
“Oke gue pergi dari sini. Tapi awas kalau lu berani menyentuh istri gue!” seru Tomy.
“Gue bakal bikin perhitungan sama lu!”
Kemudian Tomy pergi meninggalkan kantor Faisal. Setelah Tomy pergi badan Almira langsung lemas dan hampir terjatuh karena shock. Untung Faisal berhasil menahan tubuh Almira. Lalu Faisal merangkul bahu Almira lalu di bawa ke ruangannya.
“Mas ambilkan minum dulu.”
Faisal keluar dari ruangannya untuk mengambil gelas di pantry. Tak lama kemudian Faisal datang dengan membawa gelas dan kemudian di isi air dari dispenser.
“Minum dulu biar kamu tenang.” Almira meminum air pemberian Faisal sampai habis.
“Saya takut dia datang kemari lagi, Mas,” kata Almira.
“Nanti saya bilang security dan resepsionis untuk melarang Tomy masuk ke dalam kantor ini,” kata Faisal.
“Tapi bagaimana kalau dia nekad dengan mencegat saya di jalan?” tanya Almira dengan penuh ketakutan.
“Ya, kamu teriak aja yang kencang! Teriaki dia copet atau penculik atau pelecehan seksual atau maling. Nanti akan banyak yang akan menolongmu,” kata Faisal.
Sebenarnya ada cara yang lebih ampuh agar Tomy tidak mengganggu Almira. Namun Faisal tidak yakin Almira akan menyetujuinya.
karena setiap hari ketemu....
pepatah Jawa mengatakan tresno jalaran seka kulino....
mbah putri
uti