Aku Tiara, usiaku baru 23 Tahun...Mereka semua menertawakan ku sebagai Janda di usiaku yang sangat muda.. kehidupanku berubah.. aku sukit menatap masa depanku..
Kak adam.. aku mencintaimuu sebagai Imamkuu . haruskah aku kubur rasa ini bersamaan dengan kepergianmu????
atau aku akan menemukan cinta yang lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mynamei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JHS - Minder
Nampak jelas wajah Khawatir seorang gadis yang tengah melirik sekitar tempat ia berdiri.. ia menatap ke arah langit yang masih sangat terang dengan cahaya matahari, yaa meski hari sudah sore tapi sepertinya cahaya matahari mampu memanipulasi waktu saat ini...
Wajah gelisah, cemas dan penuh harap nampak jelas terlihat di wajah seorang gadis bertubuh tinggi putih dengan Rambut panjang nya tergerai, matanya menatap panjang ke kanan dan kekiri...
"sedang menunggu seseorang mba?" tegur salah satu Pria yang juga tengah berada di Halte bus tersebut....
Mata Tiara menatap wajah sumber suara itu...
"ah.. iya mas" jawab Tiara singkat lalu kembali memalingkan wajahnya
"kamu Tiara ya? anak Pilot itu?"
Tiara mengerutkan keningnya mendengar tebakan Pria di sampingnya itu...
"iyaa" jawab Tiara singkat dan malas
"wah gak nyangka ya bisa ketemu tetanggaku, seorang janda cantik disini" kata Pria itu dengan wajah penuh ekspresi menggoda...
Tiara berusaha diam, ia tak Ingin tersulut emosi, Tiara sadar bahwa ia berada di tempat umum...
"sedari tadi banyak bus semua jurusan lewat, banyak taxi juga, bahkan ojol pun banyak mangkal di daerah sini, tapi kamu malah mengabaikannya.. pasti nunggu jemputan ya mba?" tanya lagi seorang laki-laki itu dengan beraninya ia menatap tajam Tiara
siapa dia? tetangga di sebelah mana?! apa dia memperhatikan aku dari tadi? -- Batin Tiara dengan ekspresi tak dapat di artikan lagi...
"iya mas betul.." kata Tiara dengan nada malasnya....
Dengan berani Pria itu merubah posisinya jadi berada di depan tubuh Tiara yang tengah menyender di sebuah tiang kanopi halte...
serendah ini kah statusku dimata para lelaki, menyedihkan sekali.. aku malu Tuhan....
Batin Tiara dengan rasa Gemetar di tubuhnya, hatinya juga ikut hancur karena merasa di remehkan seorang laki-laki yang sangat bernai menatapnya bahkan Toara tiddak mebgenal sosok Pria itu...
Dari kejauhan nampak sebuah mobil sport berwarna hitam sudah memberi kode lampu dim juga klakson, membuat Tiara sudah Faham siapa pengendara mobil itu... Hatinya sedikit tenang meskipun rasa kesal dan emosi telah menyelimuti dirinya...
"pantes mba nya gak mau naik bus, pacara sekarang orang kaya ya mba.... apakah dia om om?" celetuk Pria itu dengan nada sinis nya....
Tiara tak mengubris, ia melangkah menuruni dua anak tangga dalam halte itu lalu menghampiri mobil Barry...
Brak!!!
Dengan kasar Tiara membanting pintu mobil mewah itu...
Sontak membuat Barry kaget dan sedikit merasa bersalah karena terlambat menemui Tiara yang tengah menunggunya di halte bis tak jauh dari kantornya....
"maaf terlambat, Tiba-tiba Fardan memintaku memeriksa berkas untuk meeting besok pagi" kata Barry menjelaskan kebenaran yang terjadi saat ia hendak ingin melangkahkan kakinya keluar Perusahaan...
"tak masalah" kata Tiara kesal
"lajukan mobilnya" pinta Tiara setelah memasang seat belt dengan kasar juga..
Barry hanya diam, menghela nafasnya kasar.. Tiara Nampak kesal, kenapa banyak Pria yang memandangnya sebelah mata, apa karena status Jandanya tertempel besar di tubuhnya.. tanpa terasa Air mata itu mengalir... Dengan cepat Tiara menyeka Air mata Itu... Barry pun kaget melihat Tiara menyeka air mata...
"sayang, aku minta maaf.. aku salah, jangan menangis" kata Barry sambil meraih satu tangan Tiara
"bukan Salah mu, Aku sedang meratapi Nasibku saja" kata Tiara dengan senyuman tipis nya...
Barry mengertkan Keningnya..
"Nasib? bisa jelaskan maksud ucapanmu" kata Barry sambil menepikan mobilnya di depan Jalan emperan Toko..
Tiara Menghela nafasnya kasar..
"Aku Janda Barry, orang selalu memandang aku sebelah mata, apa nampak jelas status Jandaku? kenapa banyak laki-laki semena- mena denganku??? apa kamu juga akan semena-mena denganku kalo saja kamu tau statusku dari awal?! atau bahkan kau tak mungkin menaruh hati padaku saat sejak awal kamu tau apa status ku ini" kata Tiara dengan air mata mengalir
kenapa dia kembali membicarakan hal itu? bukankan kemarin kita sudah membahasnya?! -- batin Barry
"apa maksud mu? aku bahkan tak memperdulikan apa statusmu Tiara, kita sudah membahasnya kemarin, kenapa Tiba-tiba kamu membahasnya lagi?!" Kata Barry sedikit kesal
"Aku malu Barry, aku takut kamu akan di remehkan banyak orang, sadarlah siapa kamu, kamu seorang yang Tampan, Sukses dan kamu seorang pemimpin" kata Tiara dalam isak tangisnya
"STOP!! Aku gamau kasar dengan mu! jadi jangan pancing aku berbuat kasar! Dengar baik-baik dan aku tidak ingin kamu mempertanyakan apalagi mempermasalahkannya lagi, Aku ingin bersama kamu karena Cinta bukan karena status, persetan dengan Statusmu itu.. Aku akan segera merubaH Status mu itu, Jika kamu siap besok kita Menikah!" kata Barry dengan ucapan yang sangat serius..
Tanggisan Tiara seolah terjeda dengan ucapan Barry yang penuh penekanan itu..
"Barry jangan main-main... maaf aku belum siap" kata Tiara tertunduk lesu
"kenapa? kamu sibuk dengan memperdulikan perkataan orang, lalu sekarang kamu belum siap merubah status mu itu, lucu sekali" kata Barry tersenyum getir
Tiara kembali terdiam, air matanya mengalir deras...Barry segera merubah posisi duduknya hingga menghadap ke Tiara...
"Dengarkan aku sayang, mungkin aku tidak sehebat Adam, mungkin rasa cintamu jauh lebih besar ke Adam dari pada ke aku,, Aku tidak mempermasalahkan hal itu... Tapi, Stop memikirkan perkataan orang, Stop menyakiti diri sendiri dengan mengambil hati atas perkataan orang, sudah cukup kamu menderita dengan kepergian Adam bukan?! Tatap masa depan kamu, lihat kedepan, optimis dengan jalan hidupmu kedepan, di depan sana banyak kebahagian! kamu harus yakin, kamu harus percaya... Apa kamu yakin dengan begini Adam bahagia disana? hemm?" kata Barry dengan memajukan wajahnya mendekati Tiara yang sudah sesegukan menangis mendengar ucapan Barry...
"Adam pasti menyesali kematiannya karena ia melihat orang yang ia cintai selalu bersedih, pesimis, ngambek, cemberut, jelek" Ledek Barry sambil menampakan simpul senyumnya
Tiara menatap Barry, dengan air mata yang masih berlinang, Tiara Tersenyum tertawa kecil...
"kamu jahat Barry" kata Tiara sambil menepuk pipi barry pelan
"aku bicara jujur, kamu jelek kalo menangis, bola matamu tak terlihat, bulu matamu berkumpul jadi tiga bagian, bibirmu sedikit membesar, hidungmu merah seerti badut ulang tahun" kata Barry mengoreksi tiap bagian wajah Tiara, dan membuat Tiara terkekeh lalu mencubit pungung tangann Barry yang sedang menunjuk tiap bagian wajah Tiara
"aww sakitnya" keluh Barry
"Sungguh jahat dirimu, itu tidak sebanding dengan perkataanmu barusan" kata Tiara yang terlihat sudah tidak meneteskan airmata nya lagi
"benarkah? nanti akan aku tebus sikap jahatku tadi... hemm, sekarang aku mohon jadilaj wanita kuat, tegar dan jangan memikirkan perkataan orang lain, aku akan menjagamu!!" kata Barry menatap wajah Tiara serius
"aku minder Barry, aku Minder dengan kekasihku sendiri, dia tampan, kaya, baik dan mungkin masih perjaka" kata Tiara
"cih! minder kata mu? aku memang tampan, kaya, baik hati, tidsk sombong, rajin menabung, tapii apa ia aku masih perjaka?" kata Barry dengan kalimat akhir menggoda Tiara..
Tiara membulatkan matanya , menatap Barry dengan Wajah yang menuntut penjelasan akan ucapannya itu...
"hahahaha aku perjaka sayang, tenang saja" kata Barry terkekeh
kalau kau tau bar, aku juga masih perawan sampai detik ini... -- Batiin Tiara sambil tersenyum melihat Barry tertawa bahagia karena berhasil mengerjai Tiara....
********
Hay.. jangan lupa dukung aku terus dengan Like, komen (yang membangun) serta Vote nya yaa... Terimakasih.. happy reading 😊😊
Hati-hati banyak Typo bertebaran hihi...
kok gimana gitu bacanya
ohh akhirnya...... 🥰🥰