NovelToon NovelToon
Alvina

Alvina

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:422.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: sita Azzaky

ALVINA ....

Itu namaku. Gadis berumur 17tahun baru lulus SMA. Aku yatim piatu yang diasuh oleh seorang wanita berhati mulia bernama Ardhina Devi. Wanita yang rela menghabiskan seluruh hidupnya untuk membesarkanku, mengorbankan kebahagiaannya demi merawatku dan merelakan cintanya untuk menyayangiku.

Hidupku berubah setelah kepergiannya, ditinggal untuk selamanya oleh satu-satunya orang yang aku sayangi, membuatku seperti kehilangan sebagian diriku.

Ini bukan kisah tentang anak angkat yang mencari siapa dan darimana dia sebenarnya. Tapi ini tentang diriku dan cintaku.

Maaf, jika ada kesamaan nama, karakter dan penggambaran tokoh yang aku ambil. Semua hanya buat pelengkap saja. Semoga suka dan menarik kalian baca sampai akhir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sita Azzaky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

•Hadirnya Mas Rizal•

Yang pertama aku lihat saat membuka mata, foto 50R dengan senyum genit manja dan menggoda. Aku tersenyum melihat fotoku sendiri, senyum itu yang selalu Fathir minta. Aku berguling di atas kasur, dengan posisi tengkurep aku lihat jam dinding berbentuk Doraemon, jam tujuh. Astaga ... kesiangan!

Dengan cepat aku beranjak dari kasur.

"Aw! Aduh!" Aku lupa kalau kakiku terkilir. Rasanya nggak nyaman punya dua kaki tapi jalan seakan-akan bumi yang aku pijak ini nggak rata.

"Pagi Al ...." sapa Lilin. Aku balas dengan senyuman. "Ada yang nungguin di depan." katanya.

"Siapa? Fathir?" Mau siapa lagi yang datang sepagi ini kalau bukan Fathir.

"Liat aja sendiri. Mau di bantu jalan?" katanya. Aku geleng. Aku berjalan dengan pincang ke arah ruang depan.

"Pagi Al ...." Sapa suara bass khas pria dewasa. Aku sedikit surprise melihatnya sepagi ini disini.

"Mas Rizal? Sepagi ini?" seruku. Mas Rizal nyengir. Aku lihat ke arah Kak Dhina, raut mukanya datar.

"Iya, mau berangkat kerja. Mampir ngantarin ini di suruh Mas Arifin." Kata Mas Rizal sambil menunjukkan kantong plastik di tangannya.

Mas Rizal berjalan menghampiriku.

"Gimana kakimu? Apa masih terasa sakit?" Tanyanya penuh perhatian. Dia membantuku berjalan ke arah sofa dan mendudukkanku.

"Masih." jawabku.

Tanpa segan Mas Rizal jongkok membuka perban di kakiku. Eh, apa yang dia lakukan? Aku melirik ke arah Kak Dhina, kayaknya dia nggak suka dengan apa yang Mas Rizal lakukan.

"Aku antar ke rumah sakit?" tanyanya lagi. Aku geleng.

"Nggak perlu. Ini udah agak mendingan." kataku sambil melongok ke kantong plastik yang Mas Rizal bawa. Ternyata isinya obat, salep dan kain perban.

"Kalo besok masih sakit, ngomong ya ...." ujar Mas Rizal. Aku ngangguk. Sesekali melirik ke arah Kak Dhina. Terlihat raut wajah tidak suka di wajahnya.

"Ya wes, aku pamit dulu!" seru Mas Rizal. Yang sekali lagi aku jawab dengan anggukan lagi. "Oh iya, jaketnya bisa aku bawa pulang?" tanyanya lagi.

Aku hampir lupa dengan jaket Mas Rizal yang aku pakai.

"Oh ya, maaf ini jaket mahal ya ...." kataku sambil melepas jaket jeans yang masih nempel di tubuhku.

"Bukan harganya, tapi ini pemberian Sarah." Jelasnya sambil melipat jaketnya.

"Loh kok di lipat?" protesku.

"Sekalian aku antar ke loundry dulu." katanya. "Kak, balik dulu y ..." pamitnya ke Kak Dhina. Jawaban Kak Dhina hanya senyum, dipaksakan lagi. "Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam." Aku dan Kak Dhina bareng.

"Alvi mandi dulu ya Kak ...." Kataku sambil masuk dengan kaki pincang.

"Hari ini ada rencana kemana?" Suara Kak Dhina datar. Aku hentikan langkah dan berdiri dengan satu kaki.

"Nggak ada Kak, kakiku sakit." jawabku.

"Fathir udah tau kakimu sakit?"

"Habis ketemu di kampus kemaren, dia nggak hubungi aku lagi." jawabku jujur. Diam.

"Alvi mandi dulu ya Kak ...." ucapku. Kak Dhina cuma ngangguk.

Keluar dari kamar mandi, aku lihat Kak Dhina dan Lilin di kamar. Lilin bersihin kamar, Kak Dhina duduk di atas ranjang dengan sepiring nasi goreng di pangkuannya. Dan ada segelas jus alpukat di nakas.

"Kak Dhina, nggak usah repot-repot." kataku. Kak Dhina tersenyum. Dari tadi, senyumnya nggak seperti biasa. Aku duduk di tepi ranjang, aku ambil kantong plastik dari Mas Rizal tadi.

"Lin, bantu Alvi pakai perbannya!" seru Kak Dhina. Lilin letakkan sapunya, dia ke kamar mandi cuci tangan lalu naik ke atas ranjang. Tanpa bersuara dengan isyarat mata aku melemparkan pertanyaan ke Lilin, ada apa? Lilin jawab dengan mengangkat bahunya.

"Alvi bisa ...." kalimatku terpotong. Saat aku buka mulutku, Kak Dhina memasukkan sesendok nasi goreng. Lilin juga mulai mengoles pelan-pelan salepnya. Aku meringis kesakitan. "Lin, lakukan dengan pelan dan hati-hati, dia kesakitan."

"Nggak papa, pancen masih kerasa nyeri." kataku.

"Boleh aku ngomong Alvi?" tanya Kak Dhina. Aku ngangguk. Perasaanku kok nggak enak ya?

"Melihatmu dengan Rizal barusan dan membandingkannya dengan Fathir, kayaknya kamu lebih nyaman dengan Rizal." kata Kak Dhina.

Aku baru buka mulutku, tapi Kak Dhina langsung memasukkan nasi goreng lagi ke mulutku.

"Jangan sampe kamu merusak hubungan lama karena hubungan yang baru."

"Kak ...." Lagi-lagi Kak Dhina menutup mulutku dengan menyuapiku lagi. Dia nggak izinin aku bicara. Aku menurut dan hanya mengunyah nasi goreng di mulutku.

"Aku nggak pernah tau apa maksud Rizal tapi kalo Fathir, dia sudah minta restu dariku pengen jadi satu-satunya orang yang punya hak atas dirimu setelah Kak Dhina."

"Apa ...." Aku masih berusaha bicara tapi lagi-lagi Kak Dhina menutup mulutku dengan nasi goreng. Lilin sudah selesai dengan tugasnya tapi dia nggak berani beranjak.

"Aku hanya ingin yang terbaik buatmu. Aku ingin saat aku pergi nanti ada yang menggantikan aku, aku ...."

"Cukup ya Kak ...." sentakku. Aku palingkan wajahku saat Kak Dhina akan menyuapiku lagi.

Aku paling nggak suka kalau Kak Dhina bahas pergi ninggalin aku. Menurutku, ucapan itu adalah doa. Apalagi kalau diucapin berkali-kali.

"Aku hanya melakukan apa yang menurutku benar, tapi kalau Kak Dhina nggak suka, akan aku pastikan ini terakhir aku berhubungan dengan Mas Rizal." Ucapku dengan emosi yang aku tahan.

'Kling'

Ponselku berdering, Lilin bantu mengambilnya dari tas di atas meja belajarku. Pesan dari Mas Rizal.

'Kamu udah bantu aku menyelesaikan masalahku, aku juga bisa bantu masalahmu.'

"Itu pasti Rizal!" tebak Kak Dhina. Tebakannya benar. Dengan emosi aku telpon Mas Rizal.

"Assala ...."

"Aku ngak sedang dalam masalah, kalau pun iya, aku nggak butuh siapapun buat nyelesaiin masalahku!" cerocosku. Bahkan Mas Rizal belum menyelesaikan salamnya.

"Kamu kenapa Al?" Suaranya jelas terdengar keheranan.

"Urusan kita udah selesai tadi malam. Jadi please, jangan ganggu hidupku lagi! Nggak ada yang penting di hidupku, jadi jangan jadikan hidupku penting buat Mas Rizal!" seruku. Aku lampiaskan kemarahanku ke Mas Rizal.

"Loh Al, aku salah apa?"

"Jangan berusaha menghubungiku lagi, jauhi semua yang berhubungan dengan aku termasuk rumah Kak Dhina!" sentakku. Dengan penuh emosi aku memutus sambungan telepon dari Mas Rizal. Aku benar-benar emosi, Lilin menggenggam tanganku, seperti menyuruhku untuk sabar.

"Beri dia jus, dan beri dia obat Lin ...." Lilin ngangguk menuruti perintah Kak Dhina.

Aku minum obat dari Dokter Arifin dari tangan Lilin.

"Biarkan dia istirahat, bantu aku balik ke kamar." sambung Kak Dhina. Lilin bantu Kak Dhina duduk di kursi rodanya lalu pergi keluar.

#######

1
karissa 🧘🧘😑ditama
beeuhh rumitt pisann
karissa 🧘🧘😑ditama
akhh kangen si bae thor😀😀😀
Tita Hamja
gila aku sampai nangis😭😭
Tita Hamja
sabar yaah kemal ...aku juga pernah kok di bilang anak haram ...sabar yah nak percaya lah Allah pas membalasnya
Enon
Luar biasa
Ade Risma Irta
terimakasih Thor, sudah menyuguhkan bacaan yang menguras emosi. Tak dapat ditebak. Tidak melulu tentang harta. Bahasa yang disuguhkan enak untuk dibaca. Penulis hebat.
Sapta Desiyani
bingung sama alvi sebenernya cinta sama siapa sih
Sapta Desiyani
pernah ngrasain yg panji rasain😔
🏁BLU⭕
Jodoh datangnya dari dokter 😂
🏁BLU⭕
Waduh, kox malah digigit coba, harusnya tuh.....
Dhina ♑
Jatuh membawa berkah kan
🏁BLU⭕
Cieeehhhh mulai merayu-rayu maut
Nina ♋
Aku mau cowok seperti dia 😂😂
Kangen ♋
Jadi kepikiran Doraemon nya 😂😂😂
🏁BLU⭕
makin problem dong
Adinda
Yuk ah....Gombalin Authornya
HBD 😘😘🎉🎉🎂🎂🎁🎁🦀♋🦀♋🌷🌷💜💜😂😂
Adinda
Bye-bye Gemini ♊👬♊👬
Welcome Cancer ♋🦀♋HBD Author 🎉🎉🎉🎂🎂🎂🎁🎁🎁🎂🎂🎂🎉🎉🎁🎁🎁
🏁BLU⭕
Ya, Kebaikan 😎😎
HBD 🎂🎂🎂🎂🎂🎁🎁🎁🎁♋♋♋♋♥️♥️♥️♥️🦀🦀🦀🦀💜💜💜💜🌷🌷🌷🌷🎂🎂🎂🎂🎁🎁🎁🎉🎉🎉🎉
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
makasih ya 🤗😘💕
🏁BLU⭕
Ya, Alhamdulillah 🙏🙏
HBD
🎂🎂🎂💜💜💜♋♋♋🦀🦀🦀
🎂🎂🎂♥️♥️♥️🎁🎁🎁🌷🌷🌷
HBD ♋♋♋💜💜💜🎁🎁🎁♥️♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!