Naura seorang gadis yang cantik dan baik. Namun semua berubah sejak ibunya meninggal karena mengetahui perselingkuhan ayahnya dengan seorang wanita muda.
Naura yang bertengkar dengan ayahnya dan pergi dari rumah, bertemu dengan seorang pria yang membuatnya jatuh cinta karena perhatian dan kebaikannya.
Tapi tak disangka ternyata pria yang membuat Naura jatuh cinta itu adalah pria masa lalu ibu tirinya.
Apakah Naura bisa menerima kenyataan jika pria yang ia cintai merupakan pria yang juga sangat ibu tirinya cintai.
ig reni_nofita79
fb reni nofita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Dua puluh Tujuh
Hingga pagi Reno tak bisa memejamkan matanya. Ia menunggu kabar dari orang kepercayaannya.
Sekitar jam delapan pagi, Raffa kembali mendatangi rumah kediaman Naura.
Setelah mengetuk pintu dan bibi mempersilakan masuk, Raffa duduk disofa yang ada di ruang keluarga.
"Om Reno, ada bi" tanya Raffa.
"Ada di kamar non Naura, den"
"Naura nya udah pulang, bi"
"Belum den. Bibi sangat kuatir. Semoga non Naura baik-baik saja".
"Boleh saya menunggu om Reno disini, bi"
"Tentu saja, den. Mau bibi panggilkan Tuan Reno"
"Nggak usah, bi. Biar aku menunggu saja, mungkin om Reno tidak ingin diganggu"
"Baiklah, den. Kalau begitu bibi pamit dulu"
"Silakan, bi"
Raffa duduk menunggu Reno keluar dari kamarnya Naura sambil memainkan ponselnya.
Hampir satu jam Raffa menunggu. Tapi Reno tak juga keluar dari kamarnya Naura.
Raffa sudah mulai tampak gelisah. Apa lagi dari tadi Alesha sudah beberapa menanyakan tentang kesiapan pertunangannya nanti malam. Alesha tidak tau tentang kepergian Naura. Raffa masih menyembunyikan.
Santi yang baru keluar dari kamarnya melihat Raffa lalu menghampirinya.
"Sudah lama kamu datang," ujar Santi.
"Lumayan lama, apa udah ada kabar mengenai Naura"
"Aku nggak tau. Naura mana dekat denganku"
"Kemana perginya, Naura" lirih Raffa.
"Naura pasti kembali jika ia memang mencintaimu. Tapi lain halnya jika ia menerima kamu hanya untuk balas dendam padaku"
"Wanita mana yang masih mau setelah mendengar calon suaminya ternyata hanya mengharapkan hartanya" gumam Raffa
Naura, kamu pasti salah sangka. Aku tak ada niat untuk merebut hartamu. Aku bahkan ingin melindunginya dari Santi. Makanya aku pura-pura menerima rencananya.
Reno keluar dari kamar Naura dan menghiraukan kehadiran Raffa. Ia langsung menuju dapur.
Santi pun segera menyusul Reno dan mengambilkan sarapan buat Reno.
"Aku bisa sendiri" ucap Reno sedikit ketus
"Mas, kita nggak bisa begini terus. Aku sudah jelaskan semuanya bukan. Aku tak pernah berniat kembali lagi pada Raffa. Saat ini mas bisa tanyakan langsung pada Raffa jika mas tak percaya padaku"
Reno hanya diam tak menanggapi perkataan Santi. Ia seakan tak peduli dengan kehadirannya Santi.
Setelah makan Reno langsung menuju ruang kerjanya. Raffa mengikutinya.
"Om, aku ingin bicara"
"Masuklah" ucap Reno datar.
Reno membuka pintu ruang kerjanya dan mempersilakan Raffa masuk. Saat Santi mengikuti. Ia langsung memandangi dengan tajam.
"Aku mau bicara empat mata dengan Raffa" ujar Reno.
"Aku tak boleh masuk. Aku tak akan mengganggu, hanya mendengar saja"
"Kamu paham nggak, jika aku hanya ingin bicara empat mata dengan Raffa"
"Baiklah mas. Aku mengerti " ucap Santi. Ia lalu membalikkan tubuhnya dan melangkah meninggalkan ruang itu.
Santi duduk di sofa dengan gelisah. Wajahnya tampak ketakutan.
Sementara di ruang kerjanya Reno dan Raffa duduk saling berhadapan.
"Om ingin kamu jujur tentang semuanya. Sa sebenarnya yang membuat Naura jadi marah begini pada kamu dan Santi. Om harap tidak ada lagi kebohongan. Om percaya padamu"
"Om, ini semua kesaahapahaman. Tapi sebelum aku cerita, aku minta maaf terlebih dahulu jika apa yang akan aku katakan ini mungkin akan menyakitkan bagi om. Tapi aku bersumpah, tak ada yang aku tutup lagi. Dan aku juga minta maaf karena tak jujur tentang hubunganku dulu dengan Santi. Itu semua atas kemauan Naura. Ia tak ingin ayahnya kecewa"
"Ceritakanlah, om akan menerima semuanya. Seburuk apapun itu yang akan kamu ceritakan"
Raffa lalu mengatakan semua yang ia pikirkan tentang Santi dan apa yang ia obrolkan. Ia tak menutupi apapun. Raffa berpikir, mungkin ini saatnya om Reno tau semua tentang Santi.
Maafkan aku Naura, aku harus mengatakan semuanya, jika ayahmu tak percaya itu persoalan lain pula. Yang jelas aku harus jujur.
"Apa kamu berharap om percaya dengan apa yang kamu katakan mengenai Santi" ucap Reno setelah Raffa berhenti bicara.
Raffa menarik nafasnya dalam sebelum menjawab perkataan om Reno.
"Semuanya terserah pada, om. Mau percaya aku ataupun tidak. Aku mengerti bagaimana posisi om saat ini. Sulit bagi om untuk percaya padaku. Tentu om lebih percaya pada istri om dari pada aku yang bukan siapa-siapa om saat ini"
"Om nggak tau harus percaya pada siapa saat ini. Baik kamu ataupun Santi tak ada yang bisa om pegang kata-katanya. Bagaimana om bisa percaya kamu atau Santi karena kalian dulu begitu dekatnya. Tak menutup kemungkinan saat ini ada rencana lain yang sedang kalian buat. Dan om juga tak bisa percaya padamu, karena selama om menikahi Santi, ia tak pernah melakukan hal yang buruk sampai kehadiran kamu saat ini. Bisa saja kamu sengaja menjelekkan Santi untuk menutupi kesalahan kamu"
"Aku juga tak bisa memaksa om buat percaya padaku" gumam Raffa.
Keduanya saat ini sama-sama terdiam, larut dalam pikiran mereka masing-masing.
Reno dan Raffa kaget mendengar suara ponselnya Reno. Ia melihat layar dan Tertera nama orang kepercayaannya.
Reno langsung menyentuh tombol hijau menerima panggilan itu.
"*Ya, apa ada kabar mengenai anakku Naura"
"Ya, pak. Kami telah menemukan mobil anak bapak"
"Dimana kamu bertemu, bagaimana dengan anak saya. Naura baik-baik sajakan*"
Raffa yang mendengar percakapan telepon itu tampak sedikit lega mendengar om Reno mengatakan jika Naura telah ditemui.
"*Tapi kami mohon maaf, pak. Naura anak bapak tidak ada di dalam ataupun disekitaran mobil yang kami temukan ini. Kami sudah mencoba mencari ke penginapan sekitarnya."
"Bagaimana mungkin anak saya tidak ada di dekat mobilnya. Apa kamu sudah benar-benar mencarinya. Ke restauran , warung atau kafe terdekat apa sudah kamu cari"
"Sudah, pak. Tak ada yang mengenali wajah anak bapak"
"Kirimkan posisi dimana kamu temukan mobilnya"
"Baik, pak"
"Cari kembali sekitar tempat itu lagi. Aku tak mau terjadi sesuatu pada anakku"
"Baiklah pak. Kami akan kembali mencarinya*"
Reno mematikan sambungan ponselnya. Ia menyandarkan kepalanya di kursi dan memijatnya.
Kemana kamu Naura. Jika memang apa yang dikatakan Raffa itu benar, ayah akan sangat merasa bersalah padamu. Ayah telah membuat kamu dan ibumu terluka karena keegoisan ayah yang hanya ingin kenikmatan sementara. Ayah tau mungkin hatimu saat ini pastilah sangat terluka karena mendengar kalau Raffa orang kamu cintai ternyata tak membalas cintamu. Ayah harap Raffa benar, jika ia hanya berpura-pura. Ayah tak tau mana yang akan ayu percaya, Raffa apa Santi.
Reno perlahan berdiri dari duduknya. Ia menatap ke arah Raffa. Pandangan seolah ingin mengetahui apa isi dari kepala Raffa.
Raffa yang menyadari tatapan Reno balik menatapnya.
"Om, aku mohon ... percayalah padaku. Aku mencintai Naura tulus. Tak ada niatku untuk menipunya"
"Om akan pergi. Apa kamu mau ikut" ucap om Reno dengan suara datar.
"Aku akan senang sekali, om"
"Nauranya belum jumpa, hanya mobilnya saja yang baru ditemukan"
"Aku akan ikut om untuk mencari keberadaan Naura."
"Om mengajakmu saat ini bukan berarti om percaya denganmu. Om masih perlu bukti. Jika kamu membohongi om, jangan harap kamu om akan memaafkan kamu"
"Silakan om mencari bukti."
Reno berjalan keluar dari ruangan diikuti Raffa. Ketika melewati ruangan dimana Santi duduk, mereka tak melihatnya.
Reno langsung saja menuju garasi dan mengeluarkan mobilnya. Ia meminta Raffa ikut mobilnya saja.
Santi rupanya mengikuti mereka dan berdiri dengan heran melihat Reno dan Raffa yang masuk ke dalam satu mobil.
Bersambung
******************
Terima kasih
ceritanya bagus seperti biasanya..
benernya lebih suka pasangan Alesha sama Allan karena sepertinya lebih kocak gara2 kepolosan dan keluguan Alesha..
tapi sayang part mereka kurang banyak..
tapi wajar karena bukan tokoh utamanya..
(ternyata Alesha reinkarnasi di novel ini ya mam, hehe..)
nasib Santi dan Om Candra gimana mam?
udah cukup segitu aja ya, biar gak esmosi bacanya, hehe..
oke deh, lanjut novel berikutnya.. 🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat berkarya dan sukses terus di manapun mama berkarya..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩🤲🏻💕💕💕
semua pria di ganggu
wanita jahat itu
wajah Mandarin
sedang ceritanya orang2 Indo