NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri Yang Dianggap Miskin

Pembalasan Istri Yang Dianggap Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Di hari anniversary mereka yang ketiga tahun, Grizla ingin menaikkan jabatan suaminya dari Manager menjadi CFO dalam diam.

Tapi malam itu, ia terpaksa mengurung niatnya karena ibu dan adiknya ikut campur di hari perayaan anniversary mereka.

Dan lebih menyakitkan lagi, mertuanya itu membawa wanita asing bersama mereka yang membuat ia tidak nyaman dan membuat ia ragu harus menyerah posisi itu.

Lama kelamaan, suaminya mulai bersikap dingin, tidak ada keharmonisan ruma tangga yang ia dambakan. Akhirnya suaminya selingkuh dengan wanita tersebut yang ternyata satu kantor dengannya, alasan selingkuhnya adalah ia menginginkan seorang anak.



Plot twist-nya adalah, perusahaan itu miliknya, yang mengangkat suaminya sebagai manager adalah dirinya melalui orang Kepercayaan yang menjadi CEO sementara di perusahaan G' Jaya.

"Hari ini buka matamu lebar-lebar, siapa yang telah mengangkat derajatmu!" - Grizla

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Tari ikut mengangguk setuju di belakang mertuanya. "Iya, Mas. Bulan depan kan tinggal nyari lagi. Gaji Mas kan besar."

Mendengar kalimat-kalimat enteng dari mulut dua wanita di hadapannya, tawa getir lolos dari bibir Antonio. Ia mengepalkan tangan kuat-kuat, menatap ibunya dan istrinya bergantian dengan pandangan nanar.

"Gaji besar? Gajian bulan depan?" Antonio menggelengkan kepala, air mata kemarahan mulai menggenang di sudut matanya. "Ibu! Tari! Asal kalian tahu, gara-gara Boni keparat itu, aku jadi seperti ini!"

Napas Antonio memburu, dadanya kembang kempis saat ia meneriakkan kenyataan pahit yang sejak tadi dipendamnya sendiri.

"Jabatan manajerku sudah dicopot! Hari ini, aku resmi diturunkan menjadi staf magang kembali! Dan yang lebih parah... gajiku dipotong lima puluh persen!"

Ruangan itu mendadak hening seketika. Tari terbelalak, memegangi tas barunya dengan erat seolah takut barang itu akan lenyap. Widya pun tertegun, mulutnya agak menganga.

"P-potong setengah?" bisik Widya, kegarangannya mendadak luntur. "Tapi... mana mungkin?"

"Coba Ibu bayangkan, coba kamu pikir, Tari!" bentak Antonio lagi, emosinya benar-benar tumpah. "Tinggal berapa lagi sisa gajiku setelah dipotong setengah? Jangankan untuk membayar cicilan barang-barang tidak penting ini, bahkan untuk makan kita sehari-hari saja sekarang tidak akan cukup! Kalian mau kita mati kelaparan bulan depan?!"

Tari langsung lemas dan terduduk di sofa, sementara Widya hanya bisa berdiri terpaku, memandangi kantong-kantong belanjaan mewah yang kini terasa seperti bom waktu di tengah rumah mereka.

Hening mencekam menyergap ruang tamu. Hanya suara deru napas Antonio yang memburu, beradu dengan detak jam dinding yang mendadak terdengar begitu nyaring.

Tari menatap tas desainer di pangkuannya dengan pandangan kosong. Jemarinya yang lentik perlahan meraba kulit tas itu, namun kini rasanya tak lagi semewah beberapa menit lalu.

"Mas... kamu bercanda, kan?" Tari bersuara, nadanya bergetar, mencoba mencari celah bahwa suaminya hanya sedang menggertak. "Kamu kan karyawan berprestasi. Masa langsung diturunkan jadi staf magang? Nggak masuk akal!"

"Bercanda?" Antonio tertawa getir, lalu merogoh saku celananya dengan kasar. Ia melemparkan sebuah map cokelat ke atas meja, tepat di depan ibunya dan Tari. "Baca itu! Surat keputusan dari HRD. Baca biar mata kalian terbuka!"

Widya dengan tangan gemetar meraih map tersebut. Matanya menyusuri baris demi baris tulisan di kertas itu. Semakin ke bawah membaca, wajahnya semakin pucat pasi.

"I-ini... bagaimana bisa, Antonio?" tanya Widya dengan suara yang mendadak parau. "Lalu bagaimana dengan arisan Ibu? Ibu sudah janji mau bayar besok pakai uang dari kamu!"

"Arisan lagi?!" Antonio menjambak rambutnya sendiri, frustrasi dengan skala prioritas ibunya. "Bu, apa Ibu tidak dengar? Kita terancam tidak bisa makan! Dan Ibu masih memikirkan gengsi arisan?!"

"Ya Ibu kan malu kalau sampai tidak bayar, Antonio! Mau ditaruh di mana muka Ibu di depan teman-teman?" bela Widya, meski suaranya tak selantang tadi. "Lagipula, kenapa kamu tidak minta bantuan atau banding ke bosmu? Kamu kan sudah kerja bertahun-tahun di sana!"

"Banding?" Antonio menatap ibunya dengan tatapan nanar. "Ibu pikir ini pasar malam yang bisa tawar-menawar? Aku tidak dipecat dan tidak dilaporkan ke polisi saja sudah mukjizat, Bu!"

Tari mulai terisak. Air matanya merusak riasan wajah yang tadi ia poles dengan susah payah. "Lalu... lalu bagaimana dengan cicilan mobil kita, Mas? Bulan depan jatuh tempo. Kalau tidak dibayar, mobilnya ditarik!"

"Ya terpaksa kita relakan mobil itu ditarik, Tari. Atau kita jual saja sekalian untuk menutupi utang belanjaan kalian ini," jawab Antonio dingin, menunjuk tumpukan kantong di atas meja.

"Nggak mau! Aku nggak mau naik motor panas-panasan!" potong Tari egois, tangisnya pecah. "Teman-temanku semua pakai mobil, Mas. Masa aku harus kembali naik ojek online? Mau ditaruh di mana mukaku?!"

Mendengar keluhan adiknya, dada Antonio terasa semakin sesak. Alih-alih mendapatkan dukungan atau ketenangan di rumah setelah hari terburuk dalam hidupnya, ia justru dihadapkan pada tuntutan ego yang tak ada habisnya.

"Gengsi... selalu saja gengsi yang kalian pikirkan," bisik Antonio lirih, matanya menatap kosong ke lantai. "Kalian tidak pernah peduli seberapa berdarah-darahnya aku bekerja di luar sana. Yang kalian tahu hanya meminta, menuntut, dan menghabiskan."

Widya berdeham, mencoba mengalihkan rasa bersalahnya. "Sudahlah, tidak usah mendramatisir keadaan. Sekarang yang penting cari solusi. Kamu kan punya tabungan darurat, Antonio? Pakai saja itu dulu untuk bulan ini."

Antonio mendongak, menatap ibunya dengan senyum sinis yang menyakitkan.

"Tabungan darurat?" Antonio terkekeh pelan, membuat Widya dan Tari mengernyit heran. "Ibu lupa? Dua bulan lalu Ibu meminta uang lima puluh juta untuk renovasi rumah Bibi di kampung, dan bulan lalu Tari merengek meminta uang untuk liburan ke Bali bersama teman-temannya. Tabungan daruratku sudah kosong, Bu. Nol rupiah."

Seketika itu juga, ruang tamu kembali senyap. Kali ini, tidak ada lagi bantahan yang keluar dari mulut Widya maupun Tari. Mereka berdua akhirnya menyadari, jurang kehancuran finansial kini benar-benar berada tepat di depan mata mereka.

1
Wega Luna
😌😌😌 Antonio otw rusak mentalnya plus welcome darah tinggi🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,,
Night Watcher
njuuut...
Ambu Rinddiany Thea
makan tuh belanjaan 🤣🤣🤣🤧🤧🤧
Ambu Rinddiany Thea: /Facepalm/
total 2 replies
Night Watcher
alangkah gedenya kantong celana anton, sampe muat ngantongin map. 😂😂😂🤭
less22: ehh surat maksudnya🤣
total 2 replies
Wega Luna
kapok🤣🤣🤣🤣 syukurin🤣🤣🤣🤣
less22: mampus🤣🤣
total 1 replies
Night Watcher
terlanjur baca. tanggung banget ternyata..😂😂😇🤭
less22: jangan di tabung plisss, 😭😭😭 nanti retensinya ancur, 😫😫sama aja nanti nggak bisa lanjut lagi kayak dua novel yang lain😭
total 1 replies
Night Watcher
kanjooot ahh..
kuy.. yg banyak geh ...😭
less22: tunggu dah kontrak ya, kalo sekarang takut mau banyak-banyak, takut nggak lolos kontrak🤣
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
naon ath nu d rasa sateh antonio 🤣🤣
Ambu Rinddiany Thea: duuh maaf ka lesss , saking gereget nya jadi we keluar bahasanya 🤭😆
total 2 replies
Night Watcher
yaelah.. lagi mulai seru, tau2 abis aja...
yg banyak lagi to Les... nanggung bacanya..
less22: buat hari ini lho🤣🤣🤣
total 1 replies
Night Watcher
waduh ton... jgn sampe terlala stress dan berujung salah langkah dan semakin diturunkan statusmu hingga di posisi paling rendah..
less22: masih lama turunnya, kita siksa dulu🤣
total 1 replies
Ma Em
Bu Widya dan Tari siap siap saja kamu dan anak kesayangan mu si Antonio akan jadi gelandangan dan pasti Antonio akan menyesal dan menangis darah setelah tau siapa nyonya G yg sebenarnya .
less22: kwkwkwk, bener banget
total 1 replies
Ma Em
Bagus Grizla kamu hrs buat Antonio dan ibunya menyesal karena sdh menyia nyiakan dan selalu menghina Grizla , tapi sebelum Grizla bercerai dgn Antonio hrs nya Grizla jgn sampai Antonio tau bahwa Grizla yg punya perusahaan tempat Antonio bekerja takut nanti Antonio tdk mau menceraikan Grizla .
less22: aman, Grizla orang kaya, dia bisa ajukan perceraian🤣🤣
total 1 replies
Night Watcher
hanjooot... hayu yg buanyak upnya..
tak kasih kopi nih.. biar terang kontestrasinya... 😂😂🤭
less22: wahh, Terima kasih🥰🥰
total 1 replies
Night Watcher
mencla mencleee.. kadang "tuan Boni" kadang "Boni"..
less22: apa-apa aja lah🤣🤣
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
semoga ga ada drama baik baikin istri nya tuh s kadal teh , takutnya ntar klo cerai malah minta gono gini lagi ..🫣
Ambu Rinddiany Thea: 🤭/Grievance/
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
calon gembel keur ngomng olangan 🤣🤣🤣
차니 Chani🇰🇷: Iya kak, sorry ya telat izinnya🙏 aku pengguna baru di aplikasi ini, mohon dikasihtahu kalau salah. Semangat berkarya utk kakak ya, semoga sukses selalu
total 4 replies
Night Watcher
lanjut kuy...💪
yg semangat upnya, tak kirim kopi..💪
less22: wah tengkyuuu🥰🥰
total 1 replies
imelna
lgsung cerai aj lh kak less.. dn lgsung tunjukin klo perusahaan itu milik mntn istrinya yg dia hina.. sat set lgsung blas dendam.. dtg laki" ganti nya antonio yg lebih kaya dan bucin 💪💪💪😁😁😁
less22: siksa dulu lah🤣🤣
total 6 replies
Dwi Alfareza
🙄mbok doble up thor.. critannya bagus.. 🙏😭
less22: otw kak🤣🤣
total 1 replies
Night Watcher
ayolah lanjuuut.. cepetan pecat antonio sbg suami, kerjain dgn permainan yg menyakitkan di perusahaan..
jgn kelamaan grizla yg disiksa di rumah hantu itu..
less22: aman, Grizla yang menyiksa Anton nanti 🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!