"Aku tidak ada hubungan apapun dengan dia!. Dia menginginkan hubungan kita hancur sayang, tolong percaya sama aku" ucap Anne mencoba menjelaskan semua pada Jovi.
Dalam hubungan tidak ada kepercayaan di antara mereka berdua. Setiap ada masalah, maka Anne lah yang selalu jadi sasaran dalam percintaan mereka berdua.
Setiap penyesalan itu datang di akhir. Sebuah pernikahan yang terjadi antara Anne dan Brian, mereka tidak saling mencintai. Brian membenci wanita karena wanita itu pembawa sial dalam hidupnya.
Menikah dengan wanita yang tidak di cintai adalah hal yang terburuk dalam hidup Brian.
Membenci wanita tapi menginginkan wanita malam setiap saat.
Apakah suatu saat nanti, hati Anne akan memaafkan semua kesalahan Brian? dan ternyata Brian adalah seorang mafia yang sengaja di sembunyikan selama ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mesyufa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wanita itu kembali
"Kamu tidak perlu susah payah menolong aku dari mereka, untuk apa bersandiwara dengan mereka. Saat kamu berubah Brian, saat itulah aku tidak pernah mencintai kamu!" ucap Anne membuat hati Brian kaku tak bisa bicara lagi.
"Apa maksud kamu mengatakan seperti itu?" tanya Brian.
"Kamu ingin berakting di depan mereka agar popularitas perusahaan kamu naik. Maaf Brian, aku sudah menceran semua itu" jawab Anne.
"Memang dulu aku berharap hidup bersamamu sampai menua kita, tapi, setelah aku melihat sifat asli kamu sebenarnya. Sampai kapan pun aku tidak pernah mencintaimu" ujar Anne dengan nada teriak pada Brian.
"Kamu Cia...".
"Sudah cukup Brian, aku akan tinggal di rumah ayah. Aku pergi dulu" kata Anne pergi meninggalkan Brian.
Anne sudah habis kesabaran dengan sikap Brian, ia juga sudah lelah menghadapi sikap Brian selama ini. Berusaha untuk tetap tidak lemah ddi depan Brian, Anne memanggil taxi berangkat ke rumah ayahnya.
Saat perjalan naik taxi, tiba saja sebuah mobil rem mendadak karena melihat Anne yang ingin menyebrang jalan. Mobil itu milik Romeo alias Vanka, Vanka keluar dari mobil menolong Anne yang jatuh di jalan aspal.
"Kamu tidak apa?. Apa kamu terluka?" tanya Romeo.
"Tidak apa-apa tuan, saya baik-baik saja" jawab Anne.
"Bagaimana kalau saya antar nona pulang, nona ingin kemana?".
"Saya ingin pulang tuan".
"Saya antar bagaimana?".
"Tidak perlu tuan, saya bisa naik taxi saja".
Dengan terpaksa Anne naik taxi dengan perasaan kecewa, melihat sikap Brian yang sudah berubah sekarang. Dulunya saling mencintai dan juga saling memiliki satu sama lain. Sekarang, cinta itu telah sirna, tidak dapat di miliki lagi apalagi melihat dirinya seperti dulu.
Malam pun tiba
Acara yang di meriahkan sudah mulai, Romeo bergegas mendatangi acara itu karena untuk memeriahkan perusahaan yang baru di buka. Hati Romeo sangat senang sekali, dengan begini ia bisa membunuh Brian dengan cepat.
Anne juga menghadiri acara tersebut, tapi tidak berangkat dengan Brian melainkan dengan ayahnya sendiri. Sebuah perjamuan yang sangat penting harus di hadiri oleh orang yang tertentu, Brian ingin sekali menjemput Anne karena kejadian tadi siang membuat ia tidak jadi menjemputnya.
Semua orang sudah tiba di acara, satu persatu di susunkan sebuah rencana untuk menjebak Brian, berpura-pura mengajak Brian ke tempat lain dengan alasan membahas proyek kerjasama antar perusahaan.
Romeo langsung bertemu dengan Brian, menatap wajah mantan kekasihnya yang dulu pernah di tinggalkan. Banyak wanita yang jatuh hati dengan ketampanan yang di miliki oleh Brian, dengan sebab itulah Anne selalu jadi bahan olokan untuk semua wanita lainnya.
"Selamat malam tuan Brian, bagaimana kabar Tuan?" tanya Romeo.
"Selamat malam juga, kabar yang sangat baik. Lalu bagaimana kabar tuan Romeo?" bertanya balik.
"Aku baik saja. Oh ya, bagaimana acaranya, apa menyenangkan atau biasa saja!".
"Oh tidak sama sekali, acaranya bagus dan banyak Ceo dari perusahaan lain yang datang kemari" jawab Brian.
Apa kamu tidak curiga Brian, aku disini. Aku aka membunuh kamu Brian karena kamu sudah menyakiti papaku, lihat saja nanti. Kamu pikir, aku akan melupakan begitu saja atas penderitaan papa aku selama ini. Brian, kamu orang yang kejam, sangat kejam.
"Tuan Romeo, apa yang sedang anda pikirkan?".
"Tidak ada, bagaimana kalau kita kesana. Ya berbincang tentang kerja sama kita" ajak Romeo.
"Kerja sama?. Cepat sekali tuan mengajak saya seperti ini, apa ada sesuatu tuan Romeo?. Padahal kita baru kenal, apalagi anda belum tahu bagaimana tentang perusahaan saya tuan!".
"Saya tertarik dengan perusahaan kamu, oh ya saya lupa. Nama tuan siapa?".
"Brian, Brian jeremy simth" perkenalkan diri di depan Romeo.
"Tuan Brian, senang berkenalan dengan anda tuan" menjabat tangan dengan Brian.
"Mari, kita berbicara disana".
Romeo mengajak Brian ke suatu tempat dimana tempat itu menjadikan sebuah jebakan untuk membunuh Brian, ada sosok wanita yang mengikuti Brian dan Romeo dari belakang. Wanita yang sangay dekat dengan Brian dari sejak dulu.
Disisi lain Anne sibuk dengan ayahnya mencari suasana yang baru, di dalam hati merindukan sosok pria yang sangat di cintai namun sosok pria itu sudah berubah. Danial sudah bertanya pada Anne, tidak ada jawaban melainkan hanya tersenyum saja.
"Apa kamu baik saja Anne, ayah tahu berumah tangga itu tidak akan berjalan mulus. Pasti ada pertengkaran di antara salah satu pasangan, jangan seperti itu pada suamimu nak" jelasnya Danial.
"Aku baik saja yah, tidak ada masalah dengan hubungan kami. aku merindukan ayah, jadi aku pulang ke rumah untuk menemui ayah".
Danial terpaksa pulang cepat dari bulan madu bersama istrinya, karena pekerjaan penting yang tidak bisa ditinggalkan. Aleysia merasa kesal melihat suaminya lebih memilih pekerjaan dibandingkan bulan madu bersama, Danial menceritakan pada Anne sampai tertawa bersama.
Banyak sekali perubahan pada Aleysia sejak Danial lebih perhatian pada istrinya, Aleysia menjadi ibu yang baik setelah sadar dari semua perbuatan yang di lakukan selama ini. Padahal bertiga, hanya tiba saja Aleysia datang bulan jadi perutnya sakit tidak bisa datang ke acara.
"Ayah lucu sekali, kenapa tidak lama saja yah. Aku ingin memiliki adik ayah" ucap Anne terkekeh ceritr cerita Danial.
"Kamu ingin mau punya seorang adik Anne, Ayah sebenarnya sudah membuatkannya malam sampai di tempat bulan madu. Ibumu sangat nakal, dia terus menggoda ayah" jelasnya Danial lagi.
"Benarkah ayah, sekarang bagaimana yah?" tanya Anne.
"Ya ibumu sedang datang bulan sekarang x mungkin itu adalah yang terakhir!" jawab Danial.
"Ayah juga nakal, bisa tau aja kapan ibu hamil".
"Kenapa tidak, dia istirku yang paling manis. Walaupun cerewet seperti itu, aku akan selalu mencintai ibumu sama seperti ibumu yang dulu".
"Terima kasih ayah".
"Untuk apa?".
"Ayah mencari ibu lagi untukku agar aku tidak kesepian lagi" ujar Anne.
"Kamu ada saja, ayo kita kesana. Teman ayah sudah datang" ajak mengobrol bersama dengan yang lain.
"Siap ayah, tapi Anne disini saja. Aku ingin bertemu dengan Brian, ayah duluan saja" kata Anne.
"Ya sudah ayah kesana dulu, hati-hati jangan sampai terjadi Kenapa- kenapa".
Anne mengangguk bertanda semua akan baik-baik saja, Ia berkeliling mencari mencari keberadaan Brian di semua tempat. Hasilnya nihil sekali, ia tidak dapat menemukan keberadaan Brian suaminya.
Kemana dia pergi, apa dia tidak datang acara malam ini. Aku tidak melihat dia kemana-mana, Brian... dimana kamu.
Mencoba bertanya pada teman perusahaannya menanyakan apa Brian hadir dalam acara malam ini, mereka menjawab tidak melihat Brian. Tiba-tiba datang Oden dari kejauhan.
"Nona Anne" sapa Oden.
"Oden, dimana tuanmu. Apa dia tidak datang kesini?" tanya Anne.
"Tuan Brian datang Nona, cuma saya tidak tahu kemana tuan Brian sekarang" jawab Oden.
"Maksud kamu?".
"Sudah satu jam tuan Brian menghilang, saya tidak tahu kemana tuan Brian".
"Kenapa kamu Oden, bukannya kalian selalu bersama-sama".
"Sebaiknya kita cari tahu keberadaan tuan Brian, saya khawatir jika terjadi sesuatu".
"Aku ikut, ada hal yang harus aku bicarakan dengannya" ujar Anne.
**
Di luar tempat acara Brian sedang mengobrol dengan Romeo, Brian tidak merasakan ssama sekali gerak gerik orang anak buah Romeo. Ia masih bersikap seperti biasa saja karena merasa tidak ada yang aneh dengan tempat yang di datangi.
"Kita mau pergi kemana tuan Romeo!" ucap Brian berhenti berjalan.
"Aku akan mengajak kamu ke tempat ruangan dimana kita tidak bisa keluar lagi".
"Apa maksud tuan Romeo?" Tanya Brian.
"Kalian tangkap dia!" ucap Romeo berikan perintah pada anak buahnya untuk menangkap Brian.
"Aku sangat ceroboh sekali, kau ingin bermain denganku rupanya" ujar Brian dengan sombong.
"Kamu pikir, kamu bisa melawan mereka!" kata Romeo lagi.
"Hahaha.... jangan bersenang dulu Brian, kita akan bermain disini. Kamu akan mati".
Dari luar pintu wanita tadi mengintip mereka berdua, ada rasa ingin menolong Brian tapi dia sendirian jadi tidak berani melawan.
"Apa yang harus aku lakukan, bagaimana caranya aku menolong dia. Apa aku harus menelpon polisi supaya Brian selamat" mencari cara agar Brian selamat dari mereka.
Masih saja mencari keberadaan Brian, mencari berbagai tempat. Menaiki lift untuk mencari Brian tempat lain, Oden mencari tuannya sembari menjaga keadaan istri tuannya juga. Usai sampai di atas, Oden mengelilingi tempat tersebut, ada jejak parfum tercium oleh Oden, itu milik Brian sendiri.
"Sepertinya, tuan Brian datang kemari nona. Tapi tuan Brian dimana sekarang!".
"Kita cari berpisah bagaimana?. kalau seperti ini terus, Brian tidak akan ketemu" ucap Anne berikan saran pada Oden.
"Apa Nona baik-baik saja nanti" kata Oden yang takut dengan keadaan Anne.
"Aku bisa jaga diri, kamu tenang saja".
Mereka pun berpisah dalam mencari Brian, di dalam ruang Brian berusaha melarikan diri. Asap racun yang sudah tercium olehnya membuat dirinya pusing, dengan nekat Brian berusaha bangun lalu pergi ke tempat lain untuk bersembunyi.
Kepalaku pusing sekali, aku tidak kuat.
Brian hampir saja pingsan tak di sangka wanita itu menyambut tubuh Brian lalu masuk ke dalam kamar untuk bersembunyi, Brian tidak sadarkan diri membuat malam yang panas dengan wanita itu karena racun asap tadi.
Bersambung
nanti d lanjutin 🤭