NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Dosenku

Menikah Dengan Dosenku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dian Kartika

Zahra awalnya hanya mengagumi sosok lelaki tampan yang selalu bersikap dingin, namun sering sekali ia merasa kesal kepadanya karena sikapnya itu. Siapa sangka kekesalan itu akhirnya berubah jadi cinta.

Sama halnya dengan Zaidan yang juga tertarik dengan Zahra tetapi tidak berani untuk mengatakan karena status mereka, dan menganggap itu adalah sesuatu yang mustahil untuk di gapai.

Bagaimana perjalanan Cinta Zahra dan Zaidan ?

Penasaran gimana ceritanya ?
Langsung baca aja ya !!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Kartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hadirnya Sang Mantan

"Udah lama gue nggak main kerumah Zeze (Panggilan Khusus Zahra untuk Zaidan)."Ucap Zahra.

"Mending aku siap siap dan kesana sekarang, jadi kangen sama Tante. Terakhir ketemu minggu yang lalu kayaknya." Lanjutnya yang segera bangun dari tempat tidur milikknya.

Tanpa mengabari Zaidan terlebih dulu, Zahra pergi ke rumahnya untuk bertemu dia sekaligus melepas rindunya dengan Mama Zaidan.

"Assamualaikum Tante.."Ucap Zahra yang melihat Mama Zaidan sedang menyapu halaman depan rumahnya.

"Waalaikumsalam sayang.. Akhirnya kamu datang juga nak. Tante kira kamu nggak mau main lagi kesini." Ucap Mama Zaidan.

"Eh nggak kok Tante, kebetulan akhir akhir ini Zahra lagi sibuk di kampus jadi nggak sempat mengunjungi Tante hehee." Ucap Zahra.

"Hm iya, Tante mengerti. Oh iya, Zaidan ada di dalam masuk dulu yuk !" Ucapnya.

"Iya Tante, Oh iya Zahra bawain kue kesukaan Tante nih." Lanjut Zahra.

"Wah Zahra pengertian sekali, tau kali apa yang Tante suka." Ucapnya.

"Iya kebetulan Tante, Zahra udah lama nggak kemari jadi sekali kali datang nyenangin Tante gitu hehe." Ucapnya.

"Hehe kamu bisa aja." Balas Mama Zaidan.

Setelah masuk ke dalam rumah, Mama Zaidan langsung ke dapur menyiapkan minuman untuk Zahra. Dan Zahra langsung menemui Zaidan yang sedang menonton Tv di ruang tengah, ia hendak mengagetkannya karena datang diam diam.

"Coba tebak siapa yang datang ?" Ucap Zahra dengan suara yang di ubah dan dengan menutup mata Zaidan dengan kedua tangannya.

"Hm Rara (Panggilan khusus Zaidan untuk Zahra)." Ucapnya Zaidan.

"Ah cepat banget ketahuannya, kok kamu tau sih Ze kalau itu aku padahal aku udah ganti suara coba." Ucap Zahra.

"Iya tau dong, meski suara diganti. Tapi tangan halus kamu nggak bisa bohong hehe. Btw kok kamu datang nggak ngabarin Aku dulu, kan bisa jemput." Ucapnya.

"Sengaja aku yang, hari ini kan minggu jadi nggak mau repotin kamu biar bisa istirhat. Toh setiap harinya Zeze sibuk kerja jadi hari ini manfaatin waktu untuk istirahat sebentar." Ucap Zahra yang memegangi tangan Zaidan.

"Uh, pacarku baik sekali. Nggak salah dong jatuh cinta sama kamu hehe." Balas Zaidan sembari bercanda.

"Siapa dulu pacarnya, Zahra gituloh !" Lanjutnya.

"Sayang ini minumannya ya, kalian santai aja disini. Kalau ada apa apa panggil Tante ya, Tante tinggal dulu. Tante nggak mau ganggu kalian pacaran." Ucap Mamanya sembari tertawa kecil.

"Ah makasih Tante, udah repot begini. Tante mah, Zahra kesini kan juga sekalian ngunjugi Tante." Ucap Zahra.

Ting..Tong.. Tiba tiba bel berbunyi.

"Eh ada tamu, Tante bukain pintu dulu ya." Ucapnya.

"Tante apa kabar ? Tania bawain oleh oleh ni buat Ranta dan Zaidan, Zaidannya ada kan Tant ?" Ucap seorang wanita cantik berkulit putih dan tinggi itu.

"Oh kamu Tania ? Kenapa datang kesini sekarang tiba tiba, ada apa ?" Ucap Mama Zaidan dengan senyuman dingin.

"Tania mau bertemu Zaidan Tante, boleh kan ?" Ucapnya.

"Hm.. " Ucapan Mama Zaidan tehenti sebab terdengar teriakan Zaidan dari dalam rumah.

"Siapa Ma ?" Tanya Zaidan.

Tanpa memperdulikan Mama Zaidan, Tania langsung berlari kedalam rumah mengikuti suara Zaidan. Memang terlihat sekali ketidaksopanannya terhadap orang tua.

"Uh honey.." Panggilnya yang berlari kearah Zaidan dan memeluknya tiba tiba membuat Zaidan dan Zahra yang berada disebelahnya sangat kaget.

"Ka..Kamu..Tania lepasin aku." Ucapnya keras.

"Honey aku kangen sekali denganmu." Lanjutnya tanpa perduli perkataan Zaidan.

*Kamu dengar tidak lepasin dia, apa kamu tuli ?" Sela Zahra yang berapi api melihat wanita itu memeluk lelakinya.

"Siap perempuan ini, Zeze tidak pernah bercerita kalau dia punya Saudara perempuan atau teman dekatnya. Apa ini mantannya ?" Batinnya.

Tania kemudian melepaskan pelukannya dan menyahuti Zahra. " Kamu siap ? Zaidan tidak punya Adik perempuan !" Ucapnya dingin.

"A..Aku pacarnya !" Ucap Zahra.

"Hahaha yang benar saja. Semenjak aku pergi seleramu jadi seperti ini sayang. Kamu memacari anak kecil ini." Ucapnya mengejek membuat Zaidan kesal.

"Jaga ucapanmu itu Tania. Dia memang pacarku ! Siapapun yang aku pacari tidak ada urusannya denganmu. Lebih baik sekarang kamu pergi dari sini." Ucap Zaidan tegas Membuat Zahra tersenyum dengan pengakuan Zaidan tentang dirinya.

"Hey sayang, kamu jangan marah seperti itu dong. Semenjak aku pergi beberapa tahun terakhir kamu tidak pernah pacaran lagi. Aku tau hanya akulah wanita satu satunya yang kamu cintai. Pasti kamu hanya bermain main saja kan dengan adik kecil ini." Ucapnya sungguh membuat Zaidan bertambah kesal.

"Maaf Tante, aku bukan Adik kecil. Aku tidak peduli siapan kamu. Tapu jika kamu berusaha mengganggu hubungan kami. Aku tidak akan tinggal diam Tante." Ucap Zahra dengan nada dingin.

"Tante.. Tante apaan. Nggak liat aku masih muda." Ucapnya namun diabaikan oleh Zahra.

"Adik kecil, berani sekali kamu menentangku ya. Lihat saja aku akan merebut kembali lelaki milikku." Ucap Tania dalam hati.

"Sekali lagi aku bilang, kamu pergi dari sini." Teriak Zaidan.

"Saya, aku ingin bicara sama kamu. Tidakkah kamu rindu padaku." Ucapnya sembari memegangi tangan Zaidan.

Zahra sangat kesal melihat wanita itu, namun dia memberikan waktu untuk Zaidan menyelesaikan masalahnya dengan Wanita itu.

"Zeze kamu bicaralah dengannya dan selesaikan masalah kalian. Aku pergi temui Tante dulu." Ucap Zahra yang menatap Tania sinis.

"Tapi Ra.."

"Udah !" Ucap Zahra yang menutup mulut Zaidan dengan salah satu jarinya dan berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.

Zahra sangat cemburu karena kehadiran wanita tersebut. Ia takut, wanita tersebut akan merebut Zaidan darinya.

"Zahra kenapa kamu kesini nak ? Dimana Zaidan ? Apa.." Zahra langsung memotong ucapan Mama Zaidan.

"Tante ? Siapa wanita itu ? Apakah selama ini Zeze ada hubungan dengan wanita lain tanpa sepengetahuan Zahra ?" Tanyanya dengan mata yang berbinar binar.

"Kamu jangan sedih nak, jangan marah sama Zeze. Kamu harus percaya dengan Zeze. Jangan sampai hatimu goyah karena wanita itu." Ucap Mama Zaidan menenangkan Zahra.

"Tania adalah mantan pacarnya Zeze, 5 tahun lalu Tania pergi meninggalkan Zeze kamu dengan laki laki lain. Kejadian itu sangat membuat Zaidan terluka, hingga membuatnya seperti saat awal kamu mengenalnya. Ia menjadi laki laki yang pendiam, cuek dan sangat dingin terhadap orang orang khususnya perempuan. Tapi kamu jangan khawatir, Tante yakin di hatinya sudah tidak ada lagi Tania, karena dia sangat membencinya sampai sekarang. Kalaupun terjadi Tante tidak akan menyetujuinya. Jadi kamu jangan khawatir ya sayang." Lanjut Mama Zaidan.

"Iya Tante, makasih Tante udah cerita ke Zahra. Sekarang Zahra sedikit lega setelah mengetahuinya. Tapi Zahra juga terluka melihat Zeze dipeluk wanita lain huhuhu." Ucap Zahra dengan air mata menetes tanpa sadar. Hatinya sangat rapuh memang, dan mudah sekali tersentuh.

"Kalau kamu cemburu kenapa kamu biarin mereka berdua disana nah. Cepat kamu kembali kesana." Ucap Mama Zaidan penuh dukungan untuk Zahra.

" Nggak apa apa Tante, biarkan Zeze menyelesaikan masalahnya dulu. Oh iya, Zahra pulang saja dulu ya Tante. Nanti Zahra main main lagi kesini." Ucapnya yang mengusap pipinya yang sudah terlihat sedikit sembab.

"Kamu nggak apa apa ? Ya sudah, hati hati ya nak ." Ucapnya Mamanya Zaidan.

"Iya, nggak apa apa kok Tante." Balasnya.

Setelah menjumpai Mama Zaidan, Zahra langsung pergi meninggalkan rumah Zaidan. Namu tiba tiba Zaidan berteriak memanggil Zahra.

"Ra.." Zahra tidak menghiraukan panggilan Zaidan.

"Rara berhenti !" Zahra langsung berhenti dan Zaidan menghampirinya.

"Kamu mau kemana yang ?" Tanyanya.

"Oh, itu.. Aku ada urusan, jadi harus pulang sekarang. Kamu lanjut aja lagi ya. Aku pergi dulu." Ucapnya dengan lembut.

Melihat wajah Zahra yang terlihat sedikit sembab, Zaidan langsung memeluk Zahra erat. " Kamu menangis ? Sayang kamu harus percaya sama aku ya. Kamu jangan salah paham, aku tidak punya wanita lain. Cuma kamu seorang yang. Tolong jangan pergi seperti ini. Aku akan jelaskan semuanya." Ucapnya.

Zahra membalas pelukan Zaidan. " Nggak.. Aku nggak apa apa. Aku pulang dulu ya, aku percaya sama kamu. Tapi sekarang hatiku masih belum bisa menerima hadirnya yang tiba tiba. Aku ingin sendiri dulu." Ucapnya.

"Nggak yang.. Nggak. Kamu nggak boleh pergi dengan kesalahpahaman seperti ini oke. Please tetap disini dulu." Lanjut Zaidan.

Zahra mengangguk mengiyakan perkataan Zaidan, karena Melihat Zaidan yang menatap Zahra dengan penuh harap dan ketulusan.

"Tania, kita sudah selesai berbicara. Dan tidak ada lagi yang bisa kita bicarakan. Aku udah punya Zahra yang lebih baik dari kamu. Jangan pernah mengusik kami lagi mengerti. Hubungan kita sudah selesai 5 tahun lalu saat kamu pergi dengan laki laki itu. Jadi jangan harap aku akan kembali lagi sama kamu setelah bertemu kamu kembali." Ucap Zaidan dengan tegas.

"Tapi Zai.. Aku masih mencintai kamu. Aku minta maaf atas kesalahanku dulu. Sekarang aku mau menebusnya." Balas Tania.

"Tapi aku sudah tidak mencintai kamu. Setelah selingkuhanmu meninggalkanmu sekarang, lantas kamu datang padaku meminta kembali ? Maaf aku nggak bisa !" Ucap Zaidan.

"Kurang ajar, gara gara perempuan muda ini. Kamu menolakku Zai ? Lihat saja nanti aku akan membuat kamu jatuh cinta lagi padaku." Ucap Tania dalam hati.

Lalu Tania pun pergi meninggalkan rumah Zaidan dengan wajah kesal.

"Sayang, Maafin aku ya. Aku nggak tau kenapa tiba fiba dia muncul lagi setelah 5 tahun nggak bertemu. Tapi kamu tenang aku udah nggak ada hati lagi untuknya ya. Jangan memikirkan yang tidak tidak oke." Ucapnya.

"Oh oke. Tapi kamu bisa antar aku pulang dulu nggak ? Moodku sudah hancur, aku ingin sendiri menenangkan hati." Balasnya.

"Baik, aku akan antar kamu pulang. Tapi janji jangan diemin aku setelah dirumah ya." Ucap Zaidan

"Oke baiklah." Sahut Zahra.

Setelah itu, Zaidan langsung mengantar Zahra pulang. Karena kejadian tadi, ia berpikir juga harusnya memberi Zahra waktu sendiri dulu sementara. Setelah tenang ia kan menemuinya lagi nanti.

1
Mira Hastati
bagus
Mira Hastati
Lumayan
Nur fadillah
Saaaah...Saaaah...🤲🤲😀😀
Nur fadillah
Sabar...neng...😀😀
Nur fadillah
Ciee...ciieee...cemungut...💪🏻💪🏻🔥
Nur fadillah
Heeheee...lucu..bucin...,🤣🤣🤣
Nur fadillah
Kacian....😥😥
Nur fadillah
Heehee...lucu....🤣🤣
Nitaa Lutpyh
Nextt
Nitaa Lutpyh
sangat suka ceritanya
Mega Adelia
lanjut kak
Linda Zebua
lanjut thor
Bunga Blivers
iiih perempuan seperti itu memang harus di buwang dan sayangi tania
Bunga Blivers
guuuut zidan yang ganteng berani meyatakan cinta nya sama zahra
Bunga Blivers
tembak aja pak dosen zahre nya biar engak galo
Bunga Blivers
selamat ya zahra
Bunga Blivers
ya pak dosen tembak aja zahra biar engak ada yang ambil
Bunga Blivers
subah lah thor zidan tembak aja zahra
Nopi
kok lama banget updatenya? apa sdh tdk dilanjut lg ceritanya?
Puput Zahra
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!