Aku mencintaimu. Tapi, mencintaimu membuat aku menjadi wanita paling jahat di dunia.
-Aurora Lunaira Julisha Wijaya-
Tok … tok ….
Palu hakim terdengar keras di kuping Liz, hakim sudah memutuskan perceraiannya dengan suaminya. Pernikahannya yang baru berumur tiga bulan harus Liz pasrahkan, suaminya menalaknya.
“Liz, Papih masih butuh penjelasan kamu. Kenapa anak kurang ajar itu menceraikan kamu?” tanya Juan berang, Juan tidak terima anak kesayangannya diceraikan oleh suaminya.
Liz hanya tersenyum pada lelaki yang selalu mencintainya tanpa pamrih. “Liz nggak bisa jawab, Pih. Mungkin ini takdir Liz, Liz harus menjadi Janda di usia 25 tahun.”
Liz berlalu dari hadapan Juan, langkahnya gontain badannya sakit. Tapi, hatinya lebih sakit. Dia harus berpisah dengan suami yang Liz cintai dari usianya 18 tahun. Pacar, ciuman, dan pelukkan pertamanya.
“Sayang.”
Liz langsung membalikkan badannya dan mendapati mantan suaminya menatapnya dengan raut wajah sedih.
“Aku cinta kamu, kenapa kamu cerain aku?”tanya Liz pada suaminya.
“Maaf Sayang, aku juga cinta sama kamu. Aku sayang sama kamu. Tapi, aku ingin kamu bahagia.”
Dengan membaca buku ini kamu sudah setuju menemani kehidupan Liz seorang janda yang meresahkan.
Xoxo Gallon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gallon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Gombalan Receh Aa Kafta
Udara pagi langsung menerpa wajah Liz saat ia membuka pintu kamarnya yang langsung berhadapan dengan laut. Wangi pantai langsung tercium di hidungnya.
“Pagi.”
Liz langsung menolehkan kepalanya dan mendapati Richie sedang tersenyum padanya. Richie dengan santainya duduk di kursi khusus yang sering ada di pinggir kolam.
“Pagi, Chie. Kok kamu udah duduk aja di sana, udah sarapan?” tanya Liz sambil duduk di samping Richie.
“Udah dong, Liz nggak sarapan?” tanya Richie sambil membidikkan kameranya ke arah Liz dan mengambil beberapa gambar wajah Liz yang sedang tersenyum.
“Belum, ini baru mau ke sana. Aduh … Richie jangan difoto aku nggak bagus kalau difoto,” tolak Liz sambil menutup lensa kamera milik Richie.
“Mana ada, manis gini.” Richie menunjukkan hasil jepretannya, terlihat Liz yang sedang tersenyum malu-malu.
“Kok bisa kamu dapet foto aku secantik itu? Ish … berbakat kamu jadi fotografer, Chie,” puji Liz sambil mengambil kamera Richie dan melihat semua hasi jepretan Richie yang di dominasi dengan foto-fotonya.
“Kan aku udah bilang, kalau Liz itu cantik. Kamu nggak percaya sama sekali sih.”
“Ya, maaf, yang bilang aku cantik cuman Mamih, Papih sama Kama aja,” ucap Liz.
“Gimana mau bilang kamu cantik? Kalau baru aja kita deketin udah di pelototin Kama, mundur langsung,” kekeh Richie mengingat apa yang selalu Kama lakukan bila ada yang mendekati Liz.
“Kama galak banget yah? Emang gitu dia? Aku ngerasa dia baik loh, yah … cuman rada berengsek ama sinting aja,” terang Liz sambil mengambil kamera Richie lalu mengotak ngatiknya melihat gambar-gambar yang ada di sana.
Mata Liz terpukau dengan gambar-gambar yang ditangkap oleh Richie, semuanya sempurna. Liz suka sekali melihatnya, tapi, Liz baru menyadari kalau Richie banyak mengambil gambar dirinya, sebentar … sepertinya semuanya gambarnya. “Richie, ini kenapa semuanya gambar aku?”
“Mana?” tanya Richie pura-pura kaget dan mendekati Liz.
“Ini, sengaja kamu tuh?” tanya Liz.
“Oh … iya sengaja. Aku kan mau bikin pameran gitu. Kaya galery.”
“Eh … masa? Kapan, emang Baba sama Mamih kamu izinin kamu jadi freelance dan seniman kaya gini?” tanya Liz penasaran.
“Izinin, semuanya ngizinin kok. Baba izinin, dia bilang lakuin aja apa yang aku mau. Mamih juga,” ucap Richie sambil membantu Liz untuk melihat foto-foto Liz.
“Perusahan Mamih kamu sama usaha Baba kamu?” Liz yang dari kecil di didik oleh Juan untuk mengurusi perusahaan Wijaya merasa sedikit iri dengan kebebasan yang didapatkan oleh Richie. Padahal, Richie juga dari keluarga yang memiliki perusahaan yang besar. Mamihnya itu pemilik salah satu perusahaan maskapai. Sedangkan, Babanya pemilik restoran yang sudah cukup dikenal.
“Perusahan Mamih nanti aku pegang kok, aku bakal pegang setelah Mamih pensiun. Masih lama, kalau restoran nanti Raline yang urus, dia demen banget masak. Ditambahkan ada anak partner temen kerja Baba, Satria.” Richie menjelaskan semuanya pada Liz, seperti ingin memberitahukan lada Liz kalau dia memiliki pekerjaan dan bila hidup bersama Richie, Liz tidak akan sengsara.
“Ah … anaknya Om Edy yah?” tanya Liz.
“Iya, anaknya Om Edy, Satria yang urus itu restoran.”
“Richie nanti di gallery kamu fotonya apa aja?” tanya Liz.
“Banyak, pokoknya nanti bakal ada satu mahakaryanya.”
“Kapan itu? Aku penasaran.”
“Nanti kamu aku undang deh, wajib datang yah. Karena, kamu inspirasinya,” bisik Richie.
Pandangan mata Liz langsung beralih dari layar kamera Richie ke wajah Richie. “Eh.”
“Iya, Liz kamu inspirasinya. Karena nama pamerannya itu ….” Richie menggantungkan kalimatnya sambil menyelipkan bunga kamboja di kuping kanan Liz.
“Apa?” tanya Liz pelan karena terpukau dengan pandangan mata Richie yang hangat dan entah mengapa membuat Liz merasa nyaman. “Apa, Chie?”
“Candu.”
“Candu? Gimana?” tanya Liz bingung.
“Iya candu, kaya kamu. Liat kamu, denger suara kamu, sentuh kamu itu semua candu kak Liz.”
Liz tersipu mendengar perkataan Richie, dia benar-benar tidak kuat dengan gombalan dari Richie. Ah … bertahun-tahun bersama Kama dan tidak pernah diberi gombalan, benar-benar membuat Liz tak berdaya.
“Aku candu kamu?”
“Iya, Liz. Kamu Candu.”
•••
Kafta berjalan dengan tenang menulusuri lorong hotel, langkahnya terhenti saat melihat Richie dan Liz sedang berbincang dengan sangat mesra. Entah kenapa seperti ada sesuatu yang mencubit hatinya.
“Yeh, cumi!? Main embat aja,” rutuk Kafta sambil berjalan mendekati Liz dan Richie yang sedang asik mengobrol.
“Kalian nggak makan?” tanya Kafta sambil duduk di tara Richie dan Liz.
“Astaga, sadar Kafta badan kamu gede. Kenapa harus ada di tengah-tengah gini sih?” tanya Liz sambil menggeser badannya sejauh mungkin dari Kafta.
“Eh … denger yah, kalau ada pasangan berduaan itu nggak baik, karena yang ketiganya pasti setan.”
“Iya, Kafta setannya,” ucap Richie sambil berpindah tempat duduk, jengah rasanya duduk di sampaing Kafta.
“Lah … kok jadi amu setannya?” tanya Kafta.
“Kan kamu yang terakhir datang, jadi kamu setannya,” goda Liz, Liz tertawa melihat wajah Kafta yang merengut.
“Eh … jangan ngerengut gitu, jelek Kafta,” ucap Liz sambil menepuk bahu Liz.
“Aku itu lagi sakit Liz, inget nggak?” Kafta mencoba mengingatkan Liz.
“Nggak percaya virus apaan namanya viruliz. Ngaco,” protes Liz, “Mana obatnya kaya gitu pula.”
“Eh nama obatnya ada tau, nama patennya,” ungkap Kafta sambil mengedipkan sebelah matanya membuat Liz terpesona.
Astaga … semenjak maenjadi Janda, Liz selalu terpesona pada semua lelaki. Liz selayaknya kucing rumahan yang selalu dikurung namun tiba-tiba dibebaskan dan akhirnya melihat dunia. Liar.
Seumur hidup Liz hanya bersama Kama, Kama seperti dunia Liz, Liz itu bumi yang selalu memutari matahari dan mataharinya itu Kama. Jadi jangan aneh bila Liz terlihat tidak bisa menjaga dirinya sendiri dan selalu terbuai dengan gombalan recel Richie dan Kafta.
“Apa?” tanya Richie penasaran.
“Namanya I Liz U.”
“Hah!?” Richie dan Liz menahan tawanya.
“Mana ada yang kaya gitu? Ngaco!?” Liz tertawa terbahak-bahak mendengarkan perkataan Kafta.
“Adalah, cukup liat Liz setiap hari sepanjang hidup aku maka, aku sehat sampai akhir hayat,” goda Kafta sambil menjawil dagu Liz.
“Waduh, gombal banget,” ucap Richie.
Kafta seolah tidak peduli dengan ocehan Richie, ia hanya ingin melihat reaksi Liz yang detik ini sedang tersipu-sipu dan salah tingkah karena mendengrkan gombalan receh ala Kafta.
“Kafta ngaco.” Liz mencoba menenangkan detak jantungnya yang bertalu-talu. Entah karena apa.
“I Liz U, Liz.”
“Gom—“
“Sayang.”
Suara tenor langsung terdengar di kuping Liz dengan cepat Liz melihat seoranh wanita berambut panjang dan berdada besarr sedang memeluk Kafta dari belakang dan mengecup pipinya.
Detik itu juga Liz hanya bisa memutar bola matanya dan berkata pelan. “Kelakuan lelaki keluarga Berutti nggak ada yang normal!? Bangsul semuanya!?”
•••
Xoxo Gallon
Apakah kalian ingin aku masukkan saudagar arab biar makin ruwet itu kisah cinta liz?
Wkwkkwwk
Jawab yah
Ya - alasannya apa dan bentuk saudagar arabnya kaya apa
Tidak- alasannya apa
Oke Papay ❤️ salam kellon