NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ke Dunia Naruto

Reinkarnasi Ke Dunia Naruto

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Petualangan / Reinkarnasi / Fanfic / Tamat
Popularitas:140.1k
Nilai: 5
Nama Author: Orpheus

Naoto Raiden, seorang tentara yang tewas dalam konspirasi militer, bereinkarnasi ke masa perang klan di dunia Naruto sebagai bagian dari keluarga Senju. Namun, identitas aslinya jauh lebih agung: ia membawa darah murni Otsutsuki beserta mata Tenseigan yang legendaris.

Memilih untuk hidup santai namun tetap melindungi keluarga angkatnya, Raiden tumbuh sebagai kakak dari Hashirama dan Tobirama. Setelah melewati hibernasi panjang demi berevolusi di planet asing dan mengalahkan Momoshiki, ia kembali ke era Naruto dengan kekuatan yang melampaui dewa. Kini, dengan identitas sebagai suami Tsunade dan mentor rahasia bagi Naruto, Raiden bergerak di balik bayang-bayang untuk membersihkan Konoha dari kegelapan dan menghadapi ancaman klan Otsutsuki yang mulai mengintai bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orpheus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

unknown

Di kantor Hokage, suasana yang seharusnya tenang untuk bekerja justru berubah menjadi mencekam.

BRAKKKK!

Meja kayu jati yang baru saja diganti kemarin pagi kini kembali retak di bawah kepalan tangan Tsunade. Wajah Hokage Kelima itu memerah, urat-urat di dahinya menonjol seperti ingin meledak.

" SHIZUNEEE! Apa-apaan ini?! Kenapa tagihan perbaikan Akademi jumlahnya sampai jutaan Ryo dalam satu hari?! " teriak Tsunade hingga suaranya mengguncang seluruh gedung.

Shizune, yang berdiri di depan meja dengan tubuh gemetar, menyodorkan sebuah laporan resmi dengan tangan yang tidak berhenti bergetar. " Ma-maaf Tsunade-sama! Itu adalah tagihan untuk perbaikan lantai kelas, meja, kursi, dan... pintu yang hancur saat Raiden-sama memberikan pelajaran singkat tadi pagi. "

Tsunade meremas kertas itu hingga menjadi gumpalan kecil. " PELAJARAN APA YANG SAMPAI MENGHANCURKAN SATU LANTAI GEDUNG?! Pria itu... benar-benar ingin membuatku bangkrut sebelum gajian pertama! "

" Tapi Tsunade-sama, Iruka-sensei bilang anak-anak sangat kagum, meskipun mereka semua sekarang sedang diurut karena tulang mereka terasa lemas akibat tekanan cakra Raiden-sama... " Shizune mencoba membela.

Tsunade menghela napas panjang, ia menyandarkan punggungnya di kursi sembari memijat pelipisnya. " Haisss... Raiden, kau benar-benar pengacau. Sekarang di mana si bodoh itu? Aku harus menjewernya sampai telinganya copot! "

" Kabarnya... Raiden-sama sedang memancing di danau belakang desa, " jawab Shizune pelan.

Di Danau Belakang Konoha

Suasana di tepi danau sangat tenang. Burung-burung berkicau, dan riak air bergerak pelan tertiup angin. Raiden sedang duduk santai di atas sebuah batu besar, memegang alat pancing kayu sederhana. Ia tampak sangat menikmati waktunya, seolah tidak peduli bahwa istrinya sedang mengamuk di kantor Hokage.

" Hmmm... memancing begini memang paling pas setelah menghancurkan sedikit mental bocah-bocah itu, kekeke " gumam Raiden sembari menyeringai.

Tiba-tiba, suasana tenang itu terusik. Langkah kaki yang tergesa-gesa terdengar mendekat. Seorang remaja berambut hitam dengan logo kipas di punggungnya berdiri beberapa meter di belakang Raiden.

" Ajari aku! " ucap Sasuke dengan nada menuntut.

Raiden tidak menoleh sedikit pun. Ia tetap fokus pada pelampung pancingnya. " Pergi sana, Bocah Uchiha. Kau mengganggu ikan-ikanku. "

Sasuke menggertakkan giginya. Ia melangkah lebih dekat, matanya menatap tajam punggung Raiden. " Aku melihat apa yang kau lakukan di Akademi tadi. Kekuatan itu... aku membutuhkannya! Ajari aku bagaimana cara mengendalikan gravitasi dan tekanan cakra seperti itu! "

" Tidak mau, " sahut Raiden pendek.

" Kenapa?! Aku adalah seorang Uchiha! Aku punya Sharingan! Aku bisa meniru teknikmu dengan cepat! " teriak Sasuke mulai tidak sabar.

Raiden terkekeh, tawa yang terdengar sangat meremehkan. " Sharingan? Hahahaha! Mata kecilmu itu tidak akan berguna untuk meniru teknikku, Bocah. Lagipula, aku tidak suka mengajar anak kecil yang penuh dengan aura kebencian murahan. "

" Aku harus menjadi kuat untuk membunuh dia! " Sasuke mengepalkan tinjunya hingga memutih. " Aku mohon... ajari aku! Apa pun syaratnya, akan kulakukan! "

Raiden menghela napas, ia menarik alat pancingnya yang ternyata tidak mendapatkan ikan satu pun. " Kau sudah meminta tiga kali, dan jawabanku tetap sama. Tidak. Sekarang pergi sebelum aku melemparmu ke tengah danau. "

" TIDAK! AKU TIDAK AKAN PERGI SEBELUM KAU SETUJU! " Sasuke berteriak, amarahnya memuncak.

Raiden akhirnya berdiri. Ia meletakkan alat pancingnya dan perlahan membalikkan badannya. Suasana di sekitar danau mendadak berubah. Angin berhenti berembus, dan suara burung seketika senyap. Tekanan yang sangat berat mulai menindas atmosfer.

" Kau benar-benar keras kepala ya... " ucap Raiden dengan suara rendah.

Raiden kemudian perlahan membuka kelopak mata di dahinya yang selama ini ia tutup dengan cakra. Saat mata itu terbuka, dunia di sekitar Sasuke seolah-olah pecah.

... Deg! ...

Sasuke mendapati dirinya tidak lagi berada di tepi danau. Langit di atasnya berwarna merah darah, dan tanah yang ia pijak terasa becek oleh cairan merah yang kental. Bau amis darah menyengat indra penciumannya.

" Di mana ini?! Apa ini genjutsu?! " teriak Sasuke panik, ia mengaktifkan Sharingannya, namun mata itu tidak bisa menembus dimensi ini.

Di depannya, muncul sebuah pemandangan yang paling ia benci. Di sebuah ruangan gelap yang berlumuran darah, terlihat sosok Itachi sedang berdiri di atas mayat kedua orang tua mereka.

" Tidak... TIDAK! HENTIKAN! " Sasuke menjerit histeris. Ia melihat ayahnya bersimbah darah, dan ibunya yang menatapnya dengan tatapan kosong.

Sasuke berlari, ia mengeluarkan kunai dan mencoba menyerang sosok Itachi di depannya. " AKAN KUBUNUH KAU! MATILAHHH! "

Namun, saat kunainya hampir menyentuh Itachi, dunia merah itu retak seperti kaca yang dipukul palu godam.

... PRANGGGG! ...

Segala pemandangan mengerikan itu hancur berkeping-keping.

Kembali ke Dunia Nyata

Sasuke jatuh berlutut di tanah. Napasnya tersengal-sengal, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Air mata mengalir deras dari matanya tanpa bisa ia bendung. Ia menatap telapak tangannya yang gemetar, bayangan darah orang tuanya seolah masih menempel di sana.

" Hah... hah... hah... " Sasuke terisak pelan, trauma lamanya baru saja dibuka paksa dengan cara yang jauh lebih mengerikan dari apa pun yang pernah dilakukan Itachi padanya.

Raiden kembali duduk dan mengambil alat pancingnya, memunggungi Sasuke seolah tidak terjadi apa-apa. Mata di dahinya sudah tertutup kembali.

" Kau lihat itu, Bocah? Selama hatimu masih dipenuhi oleh adegan itu, kau tidak akan pernah bisa menguasai kekuatanku. Kekuatanku membutuhkan ketenangan, bukan dendam yang kekanak-kanakan, " ucap Raiden dengan nada datar.

Sasuke masih menunduk, bahunya bergetar hebat. Rasa sakit di hatinya terasa berkali-kali lipat lebih perih dari biasanya.

" Jika dendammu telah hilang... datanglah padaku. Tapi jika kau masih ingin menjadi budak masa lalu, maka carilah guru lain. " lanjut Raiden.

Raiden melemparkan kembali kail pancingnya ke air. " Sekarang pergilah. Kau benar-benar merusak suasana soreku yang tenang ini. "

Sasuke menggertakkan gigi sangat keras hingga terdengar suara gemeretak. Ia mengepalkan tangannya erat-erat, kuku-kukunya melukai telapak tangannya sendiri. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia berdiri dengan sisa tenaga yang ada, lalu berbalik dan berjalan pergi dengan langkah yang goyah.

Raiden hanya menggelengkan kepalanya pelan, melihat punggung kecil yang dipenuhi beban berat itu menjauh.

" Haisss... dasar Uchiha. Selalu saja merepotkan, " gumam Raiden pelan. " Tapi setidaknya, anak itu punya nyali yang cukup besar untuk tidak pingsan di tempat tadi hahahaha. "

Tiba-tiba, suara langkah kaki berat lainnya terdengar dari arah berlawanan.

" RAIDEEEEEEN! BERANI-BERANINYA KAU BERSEMBUNYI DI SINI SETELAH MENGHANCURKAN AKADEMI! "

Raiden langsung berkeringat dingin. Ia tidak perlu menoleh untuk tahu siapa yang datang.

" Waduh... singa betinanya sudah sampai. Sepertinya memancing hari ini benar-benar gagal total, " gumam Raiden sembari bersiap untuk menerima hukuman dari istrinya tercinta.

1
???
Jadi bagaimana dengan Senioritas? Hashirama adalah adik angkat MC dan juga Kakek Tsunade 🗿
Muhammad Rizky: umur hanyalah angka 🗿
total 1 replies
???
uhh, Bung dia itu cucu adikmu 🗿
Muhammad Rizky: umur hanyalah angka 🗿
total 2 replies
herawan herawan
padahal memang salah si raiden
agustinus noya
semoga cepat kelar masalah ya Thor 🙏
andang permadi
up
andang permadi
uppp
agustinus noya
lanjut yang bayak soal seruh novel Thor
Ahmad anzan
masuk ngacak ngacak kelas pulang🤣
Carol
bagus
mafia Lucifer
crazy up master
agustinus noya
lanjut Thor
anonim: sehari paling 1500-2000 kata. lagi bikin animasi😁
total 1 replies
Kasma Wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
agustinus noya
lanjut lagi Thor
Putri Rayhannisa
gaskan
agustinus noya
lagi Thor dua bab doang
agustinus noya: semoga cepat sembuh Thor 🙏
total 2 replies
badakpunah
👍👍👍👍
Kasma Wati
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
agustinus noya
lagi dong Thor
agustinus noya
lagi yang bayak Thor biyar seruh baca Thor 🙏🙏🙏
agustinus noya
lanjut Thor yang banyak
anonim: nanti malem akan saya lanjut🙏 sekarang lagi mikir 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!