Candra adalah seorang CEO yang memiliki orientasi penyimpanan seksual, Candra di jodohkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang colonel cantik.
Mereka selalu terlibat perselisihan satu sama lain, mereka selalu bertengkar dan tak cocok dalam berbagai hal.
Namun suatu keadaan membuat keduanya sadar tak mampu berjauhan satu sama lain, dan saling membutuhkan.
Akan kah mereka saling mencintai pada akhirnya? Biarlah takdir menyatukan keduanya di akhir.
*Bebas promosi novel lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kang anna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi Aliya
Hampir satu bulan Aliya menjalankan tugasnya sebagai seorang bodyguard, dengan berkedok sebagai sepupu. Hubungan mereka kini tak hanya sebatas bodyguard dan atasan, atau hanya sekitar profesionalitas. Anak dari nyonya Yanti bahkan menganggap Aliya sebagai adik sendiri.
Kedekatan mereka tampak sangat alamiah, bahkan terkesan tidak di buat buat, hal itu membuat nyonya Yanti sangat senang.
Aliya saat ini tengah menunggu anak nyonya Yanti yang sedang bekerja di kantornya, bahkan Aliya juga saat ini tengah membantu perusahaannya dari jauh. Hal tersebut semakin membuat anak nyonya Yanti semakin kagum dengan Aliya.
"Kamu masih mengerjakan perusahaan keluargamu?" Aliya mengangguk mendengarkan pertanyaan dari Kelvin. Aliya kemudian mengalihkan pandangannya yang semula berfokus kepada laptop, kini beralih kepada Kelvin.
"Kakek ku sudah cukup tua untuk mengurusi ini sendirian."
Ah, sepertinya Aliya kini menyadari keadaan kakek Rio yang sudah tua. Di sela sela tugasnya saja kini ia rajin membantu kakek Rio.
"Aku sungguh salut dengan mu," Kelvin sekarang mengusap lembut kepala Aliya.
"Ah biasa saja, soalnya di sini aku cuman menemani kakak dan menjaga kakak, sisanya cuman duduk duduk doang," Aliya tersenyum ke arah Kelvin.
"Ah seharusnya terbalik, tapi tidak apa apa lah di jaga dengan wonder woman nya kakak," Kelvin melirik ke arah jam yang melingkar di tangannya, kemudian melangkah menuju meja kerjanya.
"Ayo waktunya balik, soalnya nanti malam kita ada pesta," Kelvin segera mengambil tas kerjanya yang berupa koper.
Mereka berjalan bersama tak lupa Aliya mengenakan masker kembali. Mereka memasuki ruangan bergerak itu menuju ke lantai satu.
......................
Sementara itu, di tempat Chandra sudah sebulan ia uring uringan, kerjanya hanya marah marah saja, menurutnya kerja dari semua pegawainya bulan ini tidak ada yang becus. Kemarahan Chandra bahkan berdampak pada pak Ujang, supir pribadi yang di percayakan untuk mengawasi dan menjaga Chandra.
Seperti hari ini Chandra terus saja gusar melihat jalanan yang sedikit macet, padahal ini seharusnya bukan jam pulang kerja.
"Pak cari jalan pintas kek, ini kok macet segila ini? Ga tau apa orang capek," Chandra terus saja mengomeli pak Ujang yang tengah mengemudikan mobilnya.
^^^"Ya ampun saya berharap agar nona muda bisa kembali lagi, lebih baik mereka bertengkar di dalam mobil, ketimbang tuan muda harus marah marah terus," pak Ujang terus saja mendumel di dalam hatinya.^^^
"Kita terjebak tuan," pak Ujang berusaha memberi tuan muda nya pengertian.
"Alah alasan, seharusnya kamu tadi sudah tahu," Chandra terus saja menyalahkan pak Ujang.
^^^"Nona muda tolonglah cepat kembali, saya sudah tak tahan lagi, hampir sebulan saya terus saja di ocehin," pak Ujang terus saja berucap.^^^
"Maaf tuan muda, saya tadi tidak memperkirakan pasalnya ini bukan jam pulang kantor," pak Ujang sesabar mungkin menghadapi tuan mudanya, yang sepertinya pms hampir satu bulan.
"Tidak ada alasan, kamu memang tak becus," kesal Chandra karena merasa terus saja di bantah.
Pak Ujang tak membantah lagi, pak Ujang memilih untuk diam, membiarkan tuan muda nya mengoceh sebanyak yang ia mau, biarlah kuping ini ia kebbas-kan sedikit.
Entah kenapa sejak siang tadi perasaan Chandra terus saja tak enak, sudah hampir satu bulan Aliya tak ada kabar, entah gadis itu baik baik saja sekarang atau bagaiman. Menurut kakek Rio, Aliya akan kembali dalam waktu satu bulan, ah mungkin saja ini saat puncaknya, sehingga membuat Chandra semakin khawatir.
^^^"Pulang lah, atau lo bakalan gue benci seumur hidup. Lo tetap harus balik dengan baik baik saja, kalau ga gue bakalan omelin lo sepanjang lo sakit," Chandra menarik nafasnya membuang rasa khawatir di dalam dadanya.^^^
......................
Malam ini Aliya telah bersiap siap, dengan menggunakan gaun cantik nan indah, Aliya menghadiri pesta ulang tahun Kelvin, sebagai sepupu Kelvin.
Di perkirakan malam ini adalah puncaknya, setiap bodyguard, dan anggota Aliya menyamar menjadi tamu undangan, bahkan staf hotel, yang melayani setiap tamu. Aliya sendiri mengawasi setiap pergerakan yang mencurigakan.
"Ada pergerakan mencurigakan?" Aliya segera menghubungi rekan kerjanya.
"Sepertinya belum," lelaki yang menjawab itu saat ini menjadi seorang staf hotel yang tengah mengambil nampan, segera mengedarkan minuman, untuk menyisir setiap sudut ruangan.
"Hm sepertinya ada yang mencurigakan, salah satu di antara para tamu undangan ada yang tidak di kenal, kita harus segera bergerak cepat," nampaknya yang menjadi seorang tamu undangan menemukan masalahnya.
"Kita evaluasi seperti rencana a, jangan samapai ada yang tertinggal," Aliya segera memberi aba aba kepada rekan kerjanya.
Aliya mendekat ke arah Kelvin, dan memberikan sebuah kado.
"Selamat, nanti rencana a ya, soalnya udah muai rame ni," Aliya tersenyum manis ke arah Kelvin, membuat semua anggota yang lain tersenyum.
"Baiklah kita akan mulai acara tiup lilinnya nih," suara dari rekan Aliya yang menyamar menjadi seorang pembawa acara mengejutkan semua orang. Dan membuat semua orang bertepuk tangan secara serentak.
"Baiklah kita hitung mundur ya dari sepulu, sembilan, delapan, tujuh, enam, lima," pembawa acara tersebut melirik semua kesiapan rekan rekan mereka, tampak semua mulai membuka pintu darurat.
"Kita redupin lampu ya, empat, tiga, dua, satu," lampu mati dan Kelvin di bawa keluar seketika, ketika lilin lilin di tiup, itu bukan Kelvin lagi yang meniupnya.
Semua tamu undangan yang terdaftar telah di evakuasi, dan di masukkan tempat aman. Lampu kembali hidup, membuat semua ruangan menjadi terang.
Para komplotan lawan terkejut, ternyata yang di tawannya bukanlah Kelvin bintang acara tersebut, melainkan para rekan anggota dari pihak bodyguard.
Akhirnya perkelahian tak dapat di hindari, Aliya melawan mereka dengan gesit, untungnya para rekan Aliya memiliki kemampuan yang rata, sehingga mengalahkan anak buah lawan bukan hal yang sulit, terlebih lagi mereka di bekali senjata api.
Baku tembak terus terjadi, Aliya terus berusaha menghindarinya, kini gaun yang Aliya pakai telah koyak di mana mana, Aliya terus menghajar yang lain. Ketika salah satu rekan Aliya membidik sang mafia, mafia itu juga diam diam membidik Aliya dengan bantuan anak buatnya yang tersembunyi.
Pelatuk tertarik membuat Aliya berusaha menghindari peluru lawan.
"Akh," Aliya dan mafia tersebut sama sama memekik, sebuah peluru timah panas mengenai pelipis Aliya dan ketia mafia tersebut.
Rekan Aliya segera menembak asal peluru tersebut, sehingga tepat mengenai kening si penembak, Aliya terjatuh seketika serentak dengan ketua mafia tersebut. Sementara si penembak terjatuh dari balik besi yang terpasang, di dekat lampu ruangan.
Kemenangan berada di tangan Aliya dan teman teman, namun mengorbankan Aliya, yang menjadi sasaran empuk di bagian pelipisnya.
Ambulan segera datang dan mencoba memberikan Aliya pernafasan, dan juga menghentikan darah yang mengalir.
Bagaimanakah keadaan Aliya selanjutnya? Bagaimana reaksi kakek Rio dan Chandra? Saksikan episode selanjutnya.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu