NovelToon NovelToon
Tak Sekelam Mawar Hitam

Tak Sekelam Mawar Hitam

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:141.8k
Nilai: 4.5
Nama Author: Kevin N Pratama

Kekerasan yang dialami mawar dimasa kecil
membuat nya terperangkap dimasa lalu nya.
sehingga menjadikan diri nya seperti setangkai mawar yang tak bisa disentuh

penghinaan yang diterima Putra telah mengikis semua harga dirinya. Bahkan perceraian nya pun menyandarkan nya pada kenyataan pahit.

bisakah sebentuk ketulusan membalikan hidup mereka?

hanya cinta sejati yang bisa menyembuhkan luka. bersediakah mereka berjuang bersama untuk melepaskan diri dari kelam nya masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kevin N Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mawar 21

Mawar melototkan matanya.

"Kau memang sedang sakit, jadi bersikaplah seperti orang sakit." geram Mawar.

"Terserahlah, aku pasti akan sangat bosan."

"Kau akan beristirahat dan aku akan mengawasimu." kekeh Mawar.

°°°°

Sepanjang hari dihabiskan Putra dengan menonton televisi, memutar film, dan berkeliling rumah. Lewat tengah hari merasa bosan akhirnya Putra ke dapur mengganggu Yuyun yang sedang membuat makan malam. Hasilnya Yuyun sangat kesal karena Putra selalu mengganggunya, beruntung Putra sedang sakit, kalau tidak sudah bisa dipastikan tangkai sapu Yuyun akan mendarat sempurna ditubuhnya.

Merasa cukup terhibur dengan menggoda Yuyun, akhirnya dia ingin mencoba melakukan hal yang sama terhadap Mawar. Setelah berkeliling rumah akhirnya dia mendapati gadis itu diruang kerjanya. Melihat Mawar tampak serius dengan berbagai kertas di mejanya, Putra semakin bergairah untuk mengganggu Mawar. Tentu saja Mawar tidak diam saja atas perbuatan Putra, gadis itu sengaja memasang wajah galak ketika melihat Putra memasuki ruang kerjanya. Mawar segera melempar Putra dengan gulungan kertas dan apa saja yang dia temui di meja kerjanya. Putra tertawa terbahak-bahak sambil menghindari serangan Mawar. Namun saat Mawar mencoba melempar Putra dengan buku besar, Putra segera berlari keluar sambil tertawa jahil. Namun tidak lama kemudian Putra sudah kembali menggoda Mawar dan membuat gadis itu semakin kesal.

°°°°

Saat makan malam, mereka semua berkumpul di meja makan. Namun Bambang sedikit heran dengan raut wajah wanita-wanita kesayangan. Mawar dan Yuyun memasang wajah galak.

"Apakah aku melewatkan sesuatu?" tanya Bambang menatap wajah mereka satu per satu.

"Aku tidak akan membiarkanmu makan udang lagi." desis Mawar sambil melotot pada Putra.

"Ya, itu bagus. Tapi kenapa wajah kalian seperti ingin memakan Putra?"

"Kau tidak akan bisa membayangkan betapa konyolnya dia." tunjuk Yuyun pada Putra

"Kalau tadi sore dia terus menggangguku, aku bersumpah akan memberikan kalian nasi dan kerupuk saja." Geram Yuyun sambil melotot pada Putra.

"Aku hanya berusaha mengurangi kejenuhanku." Putra berusaha membela diri dan memasang wajah memelas.

"Mengurangi kejenuhanmu? Kau mengganggu kami sepanjang hari. Lain kali aku akan tetap membiarkanmu bekerja, walaupun kau berjalan menggunakan tongkat." sembur Mawar.

"Sungguh kejam!" Putra memasang wajah lebih memelas lagi. Padahal semua orang tau dia tidak menyesali perbuatannya.

"Kalian tidak bisa bersikap sejahat itu padanya, dia sedang sakit dan butuh hiburan. Sedikit bersenang-senang akan mempercepat penyembuhannya." bela Bambang pada Putra sambil tersenyum.

Mawar dan Yuyun seketika menatap tajam Bambang. Walaupun mereka berdua memasang wajah galak pada Putra, sebenarnya mereka berdua tidak semarah itu. Mana mungkin mereka akan marah hanya karna hal sekecil itu, terlebih pada pria seperti Putra yang sudah banyak melakukan sesuatu untuk mereka. Mereka hanya membalas kejahilan Putra.

"Baiklah, demi menebus semua dosaku, aku akan menjadi budak kalian. Untuk kau Yun, aku menawarkan diri untuk memasak besok pagi dan kau Mawar aku menjanjikan kencan malam minggu nanti." jawab Putra

Kedua wanita itu menyeringai senang dan mengangguk tanda setuju. Kapan lagi Yuyun bisa bangun siang dan untuk Mawar dia sangat menikmati moment kencan yang menurutnya sangat menyenangkan.

°°°°

Setelah makan malam Mawar menonton sebentar, sekitar tiga puluh menit menonton dan merasa tidak ada hal yang menarik, akhirnya dia memutuskan untuk tidur saja. Dia beranjak dari duduknya menuju kamar dan mengganti pakaiannya. Baru beberapa menit berbaring dia terlonjak kaget ketika merasakan sisi ranjang ada Putra yang juga ikut membaringkan tubuhnya.

"A...apa yang kau lakukan?" tanya Mawar terkejut.

"Tidur!" jawab Putra santai sambil menarik selimut.

Melihat wajah panik Mawar, akhirnya Putra kembali memasang wajah memelas.

"Aku masih sakit, apa kau tega membiarkanku di bawah kedinginan." Wajah Putra dibuat-buat seolah mengiba.

"Hmmm... Sudahlah, terserah."

Putra sedikit terkejut dengan tanggapan Mawar. Padahal dia mengira gadis itu akan mengajaknya berdebat. Sebenarnya Putra tidak ingin melakukan ini, hanya saja dia berfikir sudah saatnya sedikit berusaha demi hubungan mereka ke depannya.

Hening beberapa menit, namun mereka tau masih sama-sama terjaga. Putra ingin sekali berbincang dengan Mawar sambil saling menatap, namun dia merasa canggung karena tidak tahu apa yang ada dipikiran Mawar. Sebelumnya memang mereka sering berbincang sebelum tidur namun tidak dalam jarak sedekat ini. Akhirnya Putra memutuskan untuk menunggu saja.

"Hmmm, Putra apakah menurutmu besok perut kita akan baik-baik saja?" Mawar memutuskan memecahkan keheningan.

"Kau meragukan kemampuanku?" ujar Putra senang sekaligus lega.

"Bukan begitu, aku hanya berjaga-jaga dan menyiapkan obat sakit perut." jawab Mawar sambil tertawa.

"Tak perlu, simpan saja rencanamu itu. Karena besok pasti kau akan ketagihan dengan hasil masakanku, kau tidak tau kan aku perna ikut lomba memasak di kampusku dulu."

"Benarkah?" Mawar langsung memiringkan badannya dan menatap Putra.

Dia tidak menyangka Putra pandai memasak.

"Ya!"

"Sulit dipercaya, bagaimana bisa kau menang? Memang apa yang kau masak?"

"Jelas saja juara, karena pesertanya hanya aku dan juri tidak punya pilihan lain." kekeh Putra sambil menaikkan alisnya.

Tanpa berkata apa-apa, tangan Mawar meraih bantal dan memukulnya tepat ke wajah Putra.

"Sepertinya besok benar-benar harus menyiapkan obat sakit perut." kesal Mawar.

"Jangan begitu, aku akan mengusahakan yang terbaik, agar sakit perutmu tidak terlalu parah besok."

"Tidur sana!"

Putra tersenyum lebar melihat senyum Mawar, Putra bertekad akan selalu berusaha membuat Mawar tertidur dengan rasa senang.

Mawar belum tertidur sepenuhnya, hatinya masih diliputi kebahagiaan. Dia tidak pernah menyangka pernikahan bisnisnya berbuah manis. Mawar merasa tidurnya semakin nyenyak dan mimpi buruknya semakin jarang menerornya. Kini setiap pagi Mawar selalu berharap kebahagiaan selalu menyertainya.

°°°

Seperti janjinya, malam minggu berikutnya Putra kembali mengajak Mawar berkencan. Dia merasa seperti remaja lainnya, yang memiliki seorang pacar. Putra tidak pernah melepaskan genggaman tangannya ketika mereka berkeliling mal.

Hari-hari berlalu dengan penuh rasa syukur, hubungan Mawar dan Putra pun semakin baik. Sama seperti hari ini, Putra mengajak Mawar kepantai. Sejak kedua orangtua Mawar meninggal, baru ini dia menginjakkan kakinya dipantai lagi.

Mawar begitu menikmati berjalan menyusuri pantai dengan kaki telanjang, dia melepaskan sepatunya dan membiarkan ombak membasahi kakinya. Hatinya tenang saat mendengar gemuruh ombak sambil memandang langit yang seolah menyatu dengan lautan biru.

Mawar menatap Putra yang melangkah mendekat sambil tersenyum padanya. Kesadarannya mendadak memenuhi benaknya. Betapa selama ini dia sangat bergantung pada Putra, tidak hanya mempercayakan Putra pada perkebunannya namun juga mempercayai hidupnya pada Putra.

Berikan aku kebahagiaan lagi Putra, dan aku tidak akan menyesal hidup bersamamu. Bahkan seribu tahun pun.

°°°°

----Mohon dukungan nya ----

°Jangan lupa

Rate

Like

dan jejak komentar

°Terimakasih

1
▾𝚊𝚕𝚊𝚍𝚍𝚒𝚗ᵗ㍭
kun fayakun
putra main aja di rumah kan lebih baik main di rumah bersama istri daripada keluar ke perkebunan
Alhamdulillah mawar selamat dari pelecehan nya sih roy
☠🌹£€π¥💐
pingin ulang bacanya
cantika
cinta tak semudah membalikkan tangan
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ
keren....ahir yg manis....aku suka endingnya...laki2 yg baik, laki2 yg mncintai istri nya dengan segenap jiwa dan raga nya, akan lbh takut ketika melihat istrinya kesakitan, dan seandainya bisa dia akan rela memindahkan rasa sakit itu kepada dirinya....bravo thor..aku tunggu kisah manis lainnya🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Bags kayanya ini, mampir ahh
Kᵝ⃟ᴸ𝐑𝐚𝐲𝐢i☠ᵏᵋᶜᶟ
Jejak pertama Mister.. nanti di lanjut lagi..☺️
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
belum baca Om Daddy 🙏🙏
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
like
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
aah meleleh hati Ade bang..😌
semoga kalian bisa saling memberi kebahagia dan kenyamanan..
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
atuh ke toilet heula Putra kl mules teh🤭
☠🌹£€π¥💐
trauma masa lalu
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
luar biasa
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
putra sdh mulai bucin dengan ke pocecipan nya.. tapi jangan pocecip bngt yaa Putra nnt Mawarnya jadi ilfil
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
ternyata hati mu mulai ada rasa cinta terhadap Mawar, putra..
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
tidak ada yg mustahil di dunia ini putra jika Tuhan sdh berkehendak apapun bisa terjadi, mgkn saja Mawar jodoh yg Tuhan berikan utk kamu..
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
gpp putra utk sementara bobo di bawah dulu aja nnt juga lama² mawar izinin km bobo bersamanya 🤭
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
selamat yaa Roy, anda mendapat jakpot menginap di hotel berpintu jeruji selama wkt yg tdk ditentukan 😏
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
untung putra segera datang, semoga trauma itu tdk dtng lagi.. tenang mawar skrg km ga sendiri lagi, ada putra, om Bambang dan Yuyun..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!