NovelToon NovelToon
The Princess (Sequel Love Story)

The Princess (Sequel Love Story)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Contest / Tamat
Popularitas:256.7k
Nilai: 4.6
Nama Author: Qnoy

Siapa yang tidak mengenal Rayna Almahyra Farobi. Putri satu-satunya tuan Ardhi Al Farobi dan Tsurayya Ednika Frederick

Rayna, alias Ina memiliki seorang kakak lelaki bernama Rayhan Putra Farobi dan dua orang adik lelaki bernama Rayyan Alvarendra Farobi dan Rayendra Putra Farobi

Kebayang ya.. satu anak perempuan dikelilingi bodyguard-bodyguard kesayangan

Ina, gadis yang lembut, berwibawa, cerdas dengan segudang prestasi.

Lean, putra dari Leon (baca Love Story yaa) yang jatuh cinta pada Ina sejak pandangan pertama

Bagaimana kisah mereka?
Akankah Lean menjadi generasi ke 3 yang kandas percintaannya dengan satu keturunan yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qnoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 25

Shankur, Lean dan Leo duduk di ruang tamu keluarga Al Farobi. Malam ini mereka diundang makan malam di rumah Ardhi. Terlihat Lean tampak gugup saat Ardhi dan tuan Erik datang ke ruang tamu

"Terima kasih sudah datang malam ini." Sapa Ardhi hangat sambil menyalami Shankur, Leo dan Lean. Pria itu tertawa saat merasakan dinginnya tangan Lean

"Leandre, ada seseorang yang ingin kukenalkan padamu." Kata tuan Erik.

Dibelakang tuan Erik muncul seorang tua dan pria separuh baya. Mereka sama-sama berambut coklat gelap dan bermata biru keabu-abuan. Mirip dengan Lean

Mata pria tua itu berkaca-kaca, lalu memeluk Lean

"Alex..kau Alex.." kata pria tua itu dalam bahasa Indonesia yang kaku

Lean tidak membalas pelukan pria tua itu. Dirinya masih terpaku dengan dua orang di depannya

"Mereka adalah adik kakekmu dan putranya. Harry Knight dan Dyon Knight." Kata tuan Erik lagi

Lean memindai keduanya. Tatapan Harry begitu hangat padanya, sebaliknya tatapan Dyon begitu dingin padanya. Harry melihat ke arah Leo dan tersenyum

"Kau yang telah menyelamatkan Alex?" Tanya Harry

Leo balik tersenyum. Harry menepuk-nepuk tangan Leo sembari berjabat tangan seakan mengucapkan terimakasih.

"Papa, sebaiknya Papa duduk. Papa belum istirahat sesampainya di bandara tadi." Kata Dyon

Leo memperhatikan gerak-gerik Dyon dan Harry. Usia Dyon mungkin seusia dirinya,sedang Harry sepantar dengan tuan Erik

"Sayang, makanan sudah siap. Anak-anak juga sudah menunggu di meja makan." Kata Aya yang muncul dari arah ruang makan menghampiri Ardhi

Ardhi tersenyum melihat Aya. Wanita itu masih terlihat cantik di matanya. Tiba-tiba ia teringat sesuatu, diliriknya Leo. Benar saja! Pria itu tidak berkedip memandang Aya. Ingin rasanya Ardhi mencolok mata Leo

Ardhi segera memeluk pinggang istrinya saat melihat tatapan Leo tak lepas dari Aya. Leo menyadari gerakan Ardhi. Pria itu hanya geleng-geleng kepala sambil tertawa kecil

"Mari, silakan ke ruang makan." Ajak Ardhi

Semuanya pergi ke ruang makan. Di sana sudah menanti Ina, Ian dan Endra. Ina nampak cantik dengan gamis bunga-bunga pink dan kerudung biru dongkernya. Senyum Ina seketika lenyap melihat Lean. Gadis itu segera menundukkan kepalanya menghindari tatapan Lean

"Kenalkan semua, ini anak-anak saya. Ina, Ian dan Endra. Anak pertama saya belum turun sepertinya." Kata Ardhi

"Ya sudah, kita duduk dulu. Silakan." Kata Aya mempersilahkan tamu-tamunya duduk.

Beberapa pelayan mulai datang melayani

"Maaf saya ter.. lambat.." Ray yang baru hadir seketika terpaku sesaat melihat Lean. Lean pun terkejut melihat Ray

"Ray?" Bisik Lean

Ray berdehem, lalu mengambil kursi di sebelah Ina, berhadapan langsung dengan Lean.

Lean memindai Ray dengan tatapan tidak suka

"Mau apa dia di sini?"

Ardhi tersenyum melihat Ray

"Nah, ini putra pertama saya Ray." Kata Ardhi memperkenalkan Ray pada tamu-tamunya

Lean terkejut!!

"Ray kakaknya Ina? Mati aku!!"

***

Makan malam telah selesai. Kini tuan rumah dan para tamu sedang berbincang hangat di ruang keluarga.

Di taman, nampak Ina sedang mengamati bintang-bintang. Langit malam itu cerah sehingga bintangpun nampak jelas

"Na.."

Ina menghela nafas, ia hafal betul suara Lean. Dirinya kembali menatap bintang tanpa membalas sapaan. Terdengar langkah Lean mendekatinya. Lean melepas jasnya lalu memakainya ke Ina

"Bang.. nggak usah.." kata Ina yang hendak melepaskan jas Lean, namun tangan pemuda itu menahannya

"Dingin.. nanti masuk angin." Kata Lean lembut

Ina tertunduk, lalu kembali menatap Lean

"Abang nggak usah pura-pura baik sama Ina. Buat apa abang ngomong yang nggak-nggak ke bang Ray?" Tanya Ina tajam

Lean mendesah.

"Maaf Na.. abang pikir Ray itu pacar kamu jadi abang sengaja bicara begitu supaya Ray panas. Abang.. minta maaf." Kata Lean

"Kenapa abang bilang kita berbuat sesuatu layaknya pria dan wanita pada umumnya? Bang Ray pikir kita sudah berbuat yang nggak-nggak!" Kata Ina lagi

Lean tertawa

"Dasar Ray aja yang otaknya mesum. Memangnya ngobrol bukan sesuatu yang dilakukan pria dan wanita pada umumnya?" Kata Lean di sela tawanya

Mata Ina membulat

"Ya Allah abang.. bang Ray itu sampe marahin Ina! Katanya Ina nggak bisa jaga diri dan sebagainya." Kata Ina gemas sambil memukuli lengan Lean

"Aduuh duuh sakit Na.." kata Lean sambil tertawa. 

Pemuda itu menangkap tangan Ina. Seketika keduanya berpandangan. Lean mengecup lembut tangan Ina. Gadis itu tersentak dan segera menarik tangannya. Jantungnya mulai berdebar cepat

"Abang nggak boleh begini ke Ina." Kata Ina sambil menggenggam tangannya yang tadi dikecup Lean

"Kenapa?" Tanya Lean

"Bukan mahrom."

Lean tersenyum

"Makanya cepet lulus, nanti abang datang lamar Ina." Kata Lean

Ina menoleh menatap Lean. Pemuda itu tidak tertawa. Lean serius ternyata. Ina tersenyum kecut

"Jangan pernah berjanji kalau tidak bisa menepati, bang. Nanti kak Mariska mau dikemanain?" Kata Ina. 

Pelan, namun terasa menusuk di hati Lean. Pemuda itu mendekati Ina

"Berapa kali abang bilang, abang sama Mariska nggak ada hubungan apa-apa." Kata Lean

"Bohong.. kenapa bisa peluk-peluk, sampai ciuman segala?" Kata Ina

Lean tertawa, wajahnya mendekati telinga Ina dan berbisik

"Kita juga pernah pelukan dan ciuman segala.."

Wajah Ina langsung memerah. Jantungnya serasa berdetak dua kali lebih cepat. Segera ia mendorong Lean menjauhinya. Pemuda itu mundur 2 langkah sambil mengangkat kedua tangannya. Ina segera membuang muka sambil menetralkan degub jantungnya

Lean sebetulnya masih ingin menggoda Ina, tetapi melihat gadis itu salah tingkah ia mengurungkan niatnya

"Kapan ujian kelulusan?" Tanya Lean

"Bulan April.." jawab Ina singkat

Lean mengangguk

Keduanya terdiam.

"Ina, masuk. Dipanggil bunda."

Ina dan Lean menoleh. Ray sudah berada di belakang mereka. Ray mengkode Ina untuk segera masuk ke rumah.

"Ini bang.. terima kasih pinjaman jasnya." Kata Ina sambil melepaskan jas Lean dan memberikannya ke Lean

Lean menerima jasnya sambil tersenyum lembut. Ina melirik sekilas ke arah Lean, kemudian berjalan masuk ke rumah

Tinggallah Ray dan Lean yang saling berhadapan. Lean tersenyum kikuk ke arah Ray

"Elo kakaknya ya.." kata Lean membuka percakapan

"Hmm.." kata Ray singkat

"Ng..sorry, gue nggak tahu." Kata Lean lagi

"Dulu… ada yang bilang selera gue anak ingusan. Ternyata sendirinya begitu." Kata Ray sambil bersedekap

Lean menggaruk tengkuknya sambil tertawa canggung

"Ray.. gue minta maaf. Karena kata-kata gue, elo jadi berfikir yang nggak-nggak ke Ina..."

Ray mengangkat alisnya "Jadi?"

"Yang gue bilang ke elo itu semua bohong.." kata Lean

"Kecuali part ciuman.." lanjut Lean dalam hati

Ray menganggukkan kepalanya. Hening sejenak, Lean berusaha mencairkan suasana

"Jadi.. dimaafkan ya, kakak ipar?"

Ray mendelik 

"Sia*an lo! Gue nggak punya ipar macam elo.." Kata Ray

Keduanya berpandangan, lalu tertawa. Pemandangan yang sangat langka melihat Ray Eagle dan Andre Phoenix tertawa bersama

"Ohya, mengenai rencana jebakan betmen udah gue setting sama Ero, Agus dan Marvin." Kata Lean

"Bagus. Gue jadi nggak sabar lihat siapa yang berani main fitnah begitu." Kata Ray

1
Qnoy
Luar biasa
Slamet Hariono
👌👌
reni fitriana
BAGUSS
Feli Sa
keren bangettt ceritanya🤩
Maliqa Effendy
Ina belum tahu aja dulu ayahnya ga tegas sm perempuan..walau bucin sm bundanya..
Maliqa Effendy
kok ga bisa di klik ya LOVE STORY..sequel dari novel ini..pdhl ngetiknya udah bener plus penulisnya..
ga seru klo ga baca novel sebelumnya..
Maliqa Effendy: udah bisa...tp klik di profilnya...
do pencarian ga bisa
total 2 replies
Siti Mariam Shafiee
Z
Michie
Keren karya bermutu
Meera
Luar biasa
Wardatus Syifak
tetap semangat kakak
cerita ini sebenarnya sangat bagus
ayo bantu ramaikan
Qnoy: Terima kasih banyak kakak
Boleh silahkan share di grup-grup WA siapa tahu ada yang mau baca juga ❤️🌹
total 1 replies
Wardatus Syifak
oalahhh
sedih tapi Yo pingin ketawa
Wardatus Syifak
jadi Ray Kakaknya Ina...
mati aku 🤣🤣🤣
auliasiamatir
semakin kagum sama author, yang bisa bikin cerita menarik kek gini.
auliasiamatir
aku belum baca yang ini, tapi dah baca bagian Reyhan dan zelinda...

ternyata kisahnya sambung menyambung...


aku jadi fans mu sekarang Thor...

cerita mu keren keren...
Sity Naibaho
ceritanya sudah pernah aku baca, ini yang kedua kalinya. mantap thor
Qnoy: Terima kasih banyak kakak ❤️
total 1 replies
Iryanti Ir Iryanti
👍👍👍👍👍😘
Qnoy: ❤️❤️❤️
total 1 replies
Fauza Maya Yuana
lebih suka cerita ini dr pd" love story " yg alurnya lempeng bgt..gk ad greget²ny
Qnoy: Betul kakak ❤️
In syaa Allah kedepannya akan lebih di perbaiki lagi ☺️🤗
total 4 replies
Meera
Keren ceritanya. Sudah baca novel-, novelnya dan bagus semua 👍
Qnoy: Hiyaaa hiyaaaa ❤️
Terima kasih banyak kakak ❤️
total 1 replies
Meera
Ooh Felix anaknya Harry dan Cat ya
Qnoy: Betul kak ❤️
total 1 replies
Meera
Emang enak dower 🤭🤭
Qnoy: Ahahaha kasihan Mariska
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!