10 juta orang berusia 18-25 tahun dengan tingkat kecerdasan, kekuatan fisik, ketangguhan mental dan kemampuan beradaptasi di atas rata rata, serta berstatus lajang, dipilih untuk menjadi penghuni planet baru bernama subiru selama 5 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ponny Sagita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
GOA PORTAL
Planet subiru, pulau tropis25
Sumpah, aku gundah banget. Maunya mempertahankan om banteng. Dia gak punya energi jahat. Hanya martabatnya yang tinggi, gak mau nyerah.
Tapi ya sudah lah. Itu pilihan dia, mati terhormat di tanganku.
Aku bangkit dan menepuk nepuk pasir dan tanah di celanaku. Melihat sekeliling area. "Yuk ah! Udahan melownya. Mari kita mencari harta karun, anak anak!" Disambut ciapan bejo dan nining, serta meongan petir dan awan. Geulis mengaum pelan.
Kami mulai berjalan menuju hutan. Dengan bejo dan nining naik ke atas geulis.
...----------------...
Dalam dua jam berkeliaran ke sana ke mari, kami menemukan dua box bantuan, yang mana salah satunya berada di dalam sebuah goa, yang sepertinya baru muncul saat masa perlindungan selesai.
.
(Celia, seberapa besar kemungkinannya kalau goa ini jalur masuk mahluk baru ke pulau?)
(Dipastikan 100% naya.)
.
Aku memperhatikan pada lantai goa, terdapat jejak hewan besar. Termasuk jejak geulis dan bocilnya.
Saat kumasuki, tak ada pintu atau lorong apapun.
.
(Apakah mahluk mahluk tersebut masuk pada jam tertentu?)
(Benar naya. Ada waktu tertentu dimana goa ini akan terhubung dengan dimensi lain.)
.
Hmm.. Jadi intinya mahluk yang masuk ke pulau pun adalah mahluk yang tersesat. Nampaknya system semesta membuka portal di berbagai planet. Saat ini konsentrasi portal masih dari bumi atau planet lain yang sejenis. Entah dalam beberapa hari lagi, mahluk planet apa yang bakalan masuk.
...----------------...
Aku menemukan habitat tumbuhan baru yang mirip di bumi. Bibit terong dan jeruk nipis. Yang sudah pasti masuk ke inventory.
Juga menemukan spesies burung hantu dan burung puyuh.
Kami berjalan di pesisir pantai, berenang, menangkap calon lauk makan siang dan makan malam.
Aku menemukan bintang laut, belut pita dan belut listrik saat menyelam.
Pada batu karang di pantai, aku menemukan sekelompok tiram menempel di sana. Wah rejeki sekaleeh.. Lumayan kan bisa makan mevvah.
...----------------...
Notif chat mas ben.
Ben : nay, tadi kamu lagi sedih ya. Kenapa sayang?
Aku : lawan banteng mas. Sedih tau harus bunuh dia.
Ben : kok bisa?
Aku : banteng itu gak punya aura pembunuh. Ya namanya juga hewan herbivora. Cuma martabatnya tinggi banget, kukasi pilihan nyerah dia gak mau. Jadi ya kubunuh.
Ben : kamu bisa ya ngerasain aura hewan?
Aku : bisa mas. Pas lawan macan kumbang, aku gak ragu, karena memang auranya mau mangsa aku. Pas lawan geulis, aku ngerasa justru auranya melindungi sesuatu dan itu anak anaknya. Pas lawan banteng, dia cuma mau tes kekuatan, tapi gak mau ngalah.
Ben : dalem banget ya kamu memahami hewan. Jadi tau mana yang harus dihabisi mana yang bisa dipertahankan.
Aku : dilema tadi tuh mas. Tapi kalo aku gak matiin tuh banteng, lain waktu pasti nyerang lagi, karena gak terima kekalahan.
Ben : salut banget mas sama kamu, cintaku. Mas aja gak segitunya walau punya skill hewan, tapi kan dapet dari berburu dan mengamati pola hidupnya.
Aku : aku juga awalnya gitu mas, tapi kadang aku kan suka random ngajak ngomong hewan di hutan.
Ben : hahaha.. Sama kayak dulu kamu random ngajak ngobrol bonsai mama.
Aku : dih. Kok tau.
Ben : justru karena randommu itu yang bikin mas jadi suka liatin kamu, dan jatuh cinta.
Aku : selera mas agak aneh ya.
Ben : hahaha.. Gak dong. Kamu tuh unik. Gak kayak cewe kebanyakan. U r the only one in a million.
Aku : aaah.. Jadi seneng kan akunya. Btw, mas udah nemu blum jalur masuk mahluk anomali ke pulau mas? Aku nemu goa disini, dan system ku bilang itu jalur masuknya. Jadi tiap waktu tertentu bakal kehubung sama dimensi lain.
Ben : oya? Wah.. Mas harus eksplore lagi nih.
Aku : tadi lawan apa mas?
Ben : lawan beruang. Lumayan susah, gede banget, mana bisa berdiri. Kan takut juga kalo dipeluk.
Aku : hahaha.. Iya sih. Dia juga bisa nyerang ke segala arah.
...----------------...
Setelah makan siang, aku dan para bocil masuk ke lahan kebunku. Hari ini saatnya aku menanam bibit baru di lahan yang sudah kusiapkan kemarin.
Geulis tidak ikut ke kebun, dia memilih naik ke tower. Mungkin mau me time.
Aku bekerja sambil bersenandung, menikmati saat saat tenang seperti ini.
Meski dilakukan berulang setiap hari, aku tak pernah bosan bermain tanah dan tanaman.
Sejak kecil lahan pembibitan milik keluarga ku adalah taman bermainku. Berbagai varian tanaman, metode menanam, media tanam, semua kupelajari. Selain juga karena menjadi permintaan yangkung, mengingat akulah yang kelak akan mewarisi usaha itu.
Sama halnya dengan usaha bengkel dan pencucian mobil, juga bakery yangti.
Sejak kecil memang aku sibuk sekali. Belajar ini itu. Dan aku tak keberatan.
...----------------...
Aku tak pernah bilang ke kedua eyangku itu, saat SMP, aku pernah mencari keluarga papaku. Aku pengen kenal mereka. Aku pengen diakui. Aku sampai nekat mendatangi rumah mereka. Aku tau alamat nya dari pak budi. Meski pak budi awalnya menolak memberi tahu, akhirnya luluh.
Aku datang ke sana sendiri. Sekedar ingin berkenalan, tapi yang kudapat malah pengusiran. Dengan kejam seorang wanita tua yang adalah ibu papaku mengatakan bahwa anaknya yang bernama pradipta sudah mati, begitu juga keturunan nya. Mereka cuma punya cucu dari anak yang lain.
Sejak hari itu aku bertekad, hidupku adalah untuk yangti dan yangkung. Hanya mereka keluarga yang sedarah denganku.
...----------------...
Geulis menggeram gelisah di batas wilayah menuju hutan. Dia bolak balik di area yang sama.
Aku bergegas menghampiri nya. Dia menoleh ke arah hutan. Aku mengangguk faham.
"Kalian diem di sini, jangan keluar wilayah." Aku bicara ke arah para bocil ayam dan harimau.
Geulis menuntunku masuk ke hutan, menuju tempat di mana goa itu berada.
Beberapa meter dari sana, kami berhenti dan bersembunyi. Memperhatikan sekitar goa.
Tak berapa lama, dari dalam goa keluar segerombolan babi hutan. Kayaknya migrasi sekeluarga. Dihitung, sekitar 5 ekor. Mereka mulai mengais ngais area sekitar. Setau aku babi hutan itu perusak. Hama perkebunan. Kalo lawannya ini, baiklah. Kita bikin pistol aja.
Kadang aku juga malas kalau harus melawan yang jelas jelas gak ada faedahnya. Pake cara mudah aja.
...----------------...
Aku kini sedang di bengkel. Mengeluarkan desain konstruksi pistol.
.
(Celia, material untuk pembuatan pistol ada di inventory?)
(Kamu butuh bijih besi naya.)
(Seberapa banyak?)
(300 butir.)
.
Chat mas ben.
Aku : mas kamu punya bijih besi?
Ben : ada nay. Kamu perlu berapa?
Aku : 300 butir mas.
(Ben mengirim 300 butir bijih besi)
Aku : makasih mas ku.
Ben : sama sama sayang.
.
(Celia, material sudah lengkap?)
(Sudah naya. 7.000 poin system akan digunakan untuk proses pembuatan pistol.)
(Ok. Tolong proses dan gandakan.)
Dua pistol berisi 200 butir peluru untuk masing-masing senjata.
...----------------...