NovelToon NovelToon
Pewaris Tahta

Pewaris Tahta

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Contest / Perasaan / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Annisha A

Season ke 2 dari Novel Dunia Malam Yuna. Bagi yang belum pernah membaca novel berjudul DUNIA MALAM YUNA, di harapkan membaca novel tsb lebih dulu agar bisa nyambung saat membaca novel ini

Semenjak Arsen Lim hadir ke tengah-tengah keluarga Lim, kini semakin berwarna lah rumah kediaman keluarga Lim yang sebelumnya telah melewati banyak huru hara. Lalu bagaimana Arsen Lim tumbuh ? Dan bagaimana pula Benzie dan Yuna melewati masa-masa mereka menjadi orang tua?
Baca selengkapnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisha A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 26

Mata Rachel perlahan terbuka saat menyadari adanya secercah cahaya dari sinar mentari pagi yang menerobos masuk melalui celah-celah jendela kamarnya, cahaya yang cukup terasa hangat saat menyengat permukaan kulit wajahnya hingga membuat wanita itu tersadar dari tidur lelapnya. Di tambah lagi suara deringan ponsel yang ikut serta memekakkan telinganya hingga membuat kedua mata gadis itu semakin lebar terbuka.

"Hooaammss." Rachel pun mulai menggeliatkan tubuhnya yang terasa sedikit kaku.

"Astaga, siapa yang begitu tidak sopan menelponku sepagi ini?" Keluhnya sembari mulai meraba-raba bagian atas nakas yang terletak di sisi tempat tidurnya untuk meraih ponselnya.

"Yaaa." Jawabnya dengan bermalas-malasan.

"Oh my gosh Rachel, kau baru bangun?" Tanya seorang wanita dari balik ponsel itu.

Perempuan itu adalah Ricie, dia sahabat dekat Rachel selama berkuliah di Paris.

"Haish kau lagi!! Ada apa kau menelponku sepagi ini ha??"

"Oh come on Chel, ini sudah hampir jam 10 dan kau masih menyebutnya sepagi ini???"

"Heyyy, bukankah jam 10 itu masih di katakan pagi?!!" Jawab Rachel dengan tenang sembari kembali menguap.

"Emm whatever. Aku hanya ingin mengingatkan mu, jangan lupa nanti sore kita bertemu di coffe shop biasa, ok?"

"Bertemu? Memangnya ada apa?" Tanya Rachel sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.

"Huh!! sepertinya nyawamu belum sepenuhnya kembali masuk secara sempurna ke tubuhmu. Hey! Bukankah kita di undang ke pesta ulang tahun Maxime? Apa kau sungguh lupa?"

"Oh hahaha astaga, ya ya ya benar juga, aku sungguh lupa. Hmm baiklah terima kasih sudah mengingatkan ku ya," Rachel pun mulai cengengesan.

"Emm dasar!!" Ricie pun hanya bisa mendengus pelan.

Panggilan pun berakhir, Rachel segera beranjak dari ranjang dan langsung menuju ke kamar mandi yang ada di kamarnya.

Sama halnya dengan Arsen, kini Rachel pun telah tumbuh menjadi gadis yang tak kalah menawan, dia tentu saja juga memiliki pendidikan yang bagus selama di Paris, dan tentunya semakin beranjak dewasa, dia pun mulai memikirkan penampilannya sehingga kini ia tidak gendut lagi seperti yang ada di bayangan Arsen.

Mungkin memang Rachel tidak memiliki kaki sejenjang dan tingginya pun tak terlalu semampai seperti Laura yang nyaris memiliki bentuk tubuh dan wajah cantik bak model internasional. Tapi meski begitu, tidak pula membuat Rachel jadi kalah telak, selain parasnya yang juga tetap menarik, Rachel tentunya memiliki otak cerdas, wawasannya luas, dan tentunya memiliki etika yang jauh lebih baik bila di bandingkan dengan Laura.

Namun ada hal yang membuat Rachel sedikit kalah di banding Arsen, hingga saat ini, ia masih belum juga memiliki kekasih seperti Arsen yang telah memiliki pacar secantik Laura. Bahkan tak ada satu pun pria yang di temuinya di Paris bisa membuatnya terpesona karena ternyata pria bule bukanlah selera Rachel.

Saat itu pula Arsen beserta tiga orang lainnya pun berhasil mendarat dengan sempurna di bandar udara internasional Paris, Charles de Gaulle. Mereka pun langsung menuju ke hotel yang telah dipesan melalui sebuah aplikasi, dan tentu saja Erick yang keluarganya juga tak kalah kaya membiayai sendiri dirinya dan Mila untuk hotel mewah itu.

"Sayang kamar kita nomor berapa?" Tanya Laura pada Arsen dengan penuh percaya dirinya.

"Kita??" Arsen pun menaikkan sebelah alis matanya.

"Iya, kita, kamu dan aku! Lalu siapa lagi?" Jawab Laura dengan nada manja.

"Oh hehe maaf sayang, tapi tentu saja kita tidak bisa tidur sekamar, dan kamu akan tidur bersama dengan Mila, ok?" Jawab Arsen santai.

"What?!" Laura pun terbelalak.

"Oh no Man, ayolah, jangan terlalu primitif seperti itu, ini Paris Man." Celetuk Erick yang terus merangkul Mila pacarnya.

"Sudah jangan begitu, atau ku bongkar semua rahasiamu pada Mila." Bisik Arsen memberi ancaman pada sahabatnya.

Nyali Erick pun seketika menciut saat mendapat ancaman dari Arsen, karena memang tidak di pungkiri, sejak SMA, Arsen begitu banyak memegang kartu rahasia dari Erick yang sangat tak ingin Mila mengetahuinya.

"Oh no!! Come on man!! Itu sama sekali tidak adil." Keluh Erick.

"Pilihan ada di tanganmu!" Jawab Arsen sembari tersenyum santai.

"Hmm ya ya, ya sudah sayang, sebaiknya kamu dan Laura tidur bersama, lagi pula ada banyak hal yang perlu kami bicarakan sebagai lelaki sejati hehehe." Ucap Erick akhirnya yang hanya bisa pasrah dengan ancaman Arsen.

"Ok, aku tidak ada masalah." Jawab Mila santai.

Mendengar hal itu Arsen pun akhirnya tersenyum puas.

"Baiklah, ini kartu akses masuk kamar kalian ya, istirahat dan bersih-bersih lah, nanti siang kita bertemu di Loby untuk makan siang." Jelas Arsen sembari memberikan sebuah kunci hotel yang berbentuk kartu pada Laura.

Arsen pun kembali tersenyum tipis, lalu ia langsung masuk ke kamarnya dan langsung di susul oleh Erick. Meninggalkan Laura dan Mila yang masih berdiri terdiam di koridor hotel dengan wajah Laura yang sedikit masam.

"Sudah lah Laura, aku cukup lelah sekarang, ayo kita masuk, jangan bertengkar hanya karena hal sepele." Ucap Mila yang langsung menarik Laura menuju kamar mereka.

"Dasar pacar yang tidak pengertian!! lelaki macam apa yang menolak untuk sekamar denganku ha??" Sepanjang jalan menuju kamarnya Laura terus saja mengomel karena tidak senang dengan keputusan Arsen.

"Harusnya kau senang, itu menandakan ia tidak sama seperti lelaki lainnya." Jawab Mila enteng.

"Tapi bukan hal itu yang membuatku senang." Jawab Laura ketus.

Sore hari...

Sore hari pun tiba, Rachel nampaknya sudah siap, dengan sudah memakai sepatu boots hingga selutut, tak lupa pula sebuah syal yang ia lilitkan di leher, hingga sebuah mantel hangat dengan panjang sepaha pun sudah ia kenakan. Memastikan tidak ada yang tertinggal, ia pun bergegas pergi untuk menemui sahabatnya Ricie.

Saat itu Ricie nampaknya sudah terduduk sembari menyeduh kopinya di coffe shop bagian outdoor.

"Sorry aku telat." Ucap Rachel sembari langsung duduk di hadapan Ricie.

"It's ok, sudah biasa." Jawab Ricie sembari memutarkan bola matanya.

Setelah selesai memesan kopi untuknya, Rachel dan Ricie pun segera beranjak menuju lokasi pesta, pesta ulang tahun di sore itu pun bertemakan pesta kebun. Dimana acaranya di adakan di kebun depan rumah Maxime.

Meski di adakan di rumah, namun Maxime berhasil membuat pestanya terlihat begitu meriah dengan menghadirkan Dj secara khusus ke rumahnya. Beragam minuman yang tersedia terlihat begitu banyak, mulai dari minuman biasa, berbagai jus, hingga berbagai jenis wine dan alkohol.

"Hai Max." Sapa Ricie yang di susul pula dengan Rachel.

"Waw, the most cutie lady in the town has coming." Celetuk Maxime dengan sumringah saat menyambut kedatangan Rachel.

"Happy birthday Max, wish you all the best and god bless you." Ucap Rachel sembari berjabat tangan dengan Maxime.

"Thanks Rachel, thanks for coming to my birthday bass." Ucap Maxime lagi sembari memainkan jari telunjuknya di jari Rachel yang masih bertautan dengan jemarinya.

Hal itu sontak membuat Rachel langsung ilfeel hingga langsung menarik kembali tangannya.

"Oh it's ok, you're wellcome." Jawab Rachel dengan senyum keterpaksaan.

"Huh memang dasar semua pria bule itu sama saja!!" Gumam Rachel dalam hati.

Acara party pun berlangsung meriah, hingga waktu petang pun beranjak malam, para tamu-tamu anak muda yang datang pun terlihat sudah mulai sempoyongan karena banyak meminum alkohol. Namun tidak dengan Rachel yang sama sekali tidak biasa dengan minuman seperti itu, dia justru lebih memilih minum jus meskipun teman-temannya yang lain sibuk menertawakannya.

Saat itu Ricie terlihat begitu menikmati pesta, bahkan ia pun terlihat sudah mabuk karena banyak minum wine serta alkohol lainnya. Rachel yang sudah merasa bosan pun akhirnya mulai berdiri untuk menghampiri Ricie yang kala itu tengah asik bercengkrama dengan beberapa teman lelaki mereka.

"Ricie," bisik Rachel dari belakang sembari menggoyangkan lengan Ricie.

Ricie pun langsung menoleh ke arah Rachel dengan matanya yang sudah terlihat seperti orang kurang tidur.

"Ouwhh Rachelll, what's wrong beb?" Nada bicara Ricie pun telah berubah menjadi khas seperti orang mabuk.

"Ini sudah malam, ayo kita pulang."

"Hee, apa? Pulang??!! Pesta belum berakhir, bagaimana mungkin kamu mengajakku pulang hehehe."

"Sudah ayo lah!! lihatlah dirimu, kau terlihat sudah begitu kacau dan jadi sangat liar." Ketus Rachel masih dengan berbisik.

"Ha benarkah aku terlihat kacau sekarang???" Ricie nampaknya mulai panik, karena tidak ingin terlihat jelek di mata para lelaki.

"Benar!! Kau sudah sangat kacau dan berantakan!" Tegas Rachel.

"Oh tidak, aku tidak mau terlihat jelek di mata para lelaki-lelaki tampan ini Chel." Rengek Ricie.

"Nah, itulah sebabnya aku mengajakmu pulang, aku tidak mau para lelaki ini jadi ilfeel padamu." Tambah Rachel lagi yang terus menakut-nakuti sahabatnya itu agar ia bersedia pulang.

"Ah ok ok, jadi kita harus pulang sekarang???"

"Iya, ayo kita pulang, jangan menundanya lagi!" Rachel pun langsung saja menarik tangan Ricie untuk keluar dari pesta.

...Bersambung......

1
Bundanya Pandu Pharamadina
favorit
marathon
👍❤
sil_29
menarik
Anye
Luar biasa
Kuntyo Wantari Dewi
horang kayah mahh bebasss.... barang2 mahal spt ga ada harganya
Chika Bundax All
hadew rachel nggak kapok ya bohongin arsen
Chika Bundax All
jujur lebih baik rachel drpada bohong
Eva Rubani
makasih thooor
Eva Rubani
yuuupp
Eva Rubani
lanjut
Eva Rubani
emang enak Rahel.
Eva Rubani
ngak betah di rmh
Eva Rubani
rasain ketauan sama arsen.
Eva Rubani
lanjut
Eva Rubani
ini s Rahel suami dah baik malah dia keluar dg antoni..
Eva Rubani
mudah mudahan arsen ngak tau perjumpaan Rahel dan antoni
Eva Rubani
yuupppp
Eva Rubani
belah duren
Eva Rubani
lawan aja hell
Eva Rubani
ngak usah ngarep lg dgn si arsen coba cuekin biar tau dia.. klu perlu pisah rmh aja
Eva Rubani
ngak usah di open tu si arsen sombong banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!