Saat ia mengidap penyakit tumor otak pun, ayahnya tidak peduli, istri menceraikannya, dengan sisa tabungan yang ia punya, ia pergi ke rumah sakit untuk operasi, sayangnya ia mati di meja operasi.
Keajaiban pun datang, ia mendapatkan kesempatan hidup sekali lagi dan kendapatkan sistem untuk menjadi dokter hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35 Misi Baru
"Alpha, Beta, Gamma, dan Delta. tolong jaga klinik ya, kalau ada yang sakit, hubungi aku ya, aku mau pergi makan dulu," kata Arka.
[Baik Tuan, selamat menikmati makanan malam Anda] kata ke empat robot itu serentak.
Arka tersenyum, mungkin jika di pikir-pikir lagi, mungkin ke empat robot itu lebih mahir dari dirinya.
Arka pun masuk ke dalam mobil dan perlahan mobilnya meninggalkan kliniknya untuk menuju ke restoran di kota tersebut. Saat itu Arka memerankan laju mobilnya, dan menemukan sebuah restoran.
"Hm... sepertinya di sini bagus juga," kata Arka menatap sebuah restoran di depannya bertuliskan restoran L'Étoile Fine Dining dengan lampu warna warni yang indah.
Arka menghentikan mobilnya dan masuk di parkiran yang telah disediakan, lalu keluar dari mobil dengan percaya diri.
Saat ia masuk ke dalam, seorang Pelayan restoran pun datang menyambutnya dengan ramah.
Pelayan restoran yang mengenakan setelan jas hitam rapi menyambutnya dengan senyum hangat dan gestur membungkuk yang sangat sopan.
"Selamat malam, Tuan. Selamat datang di L'Étoile Fine Dining. Apakah Tuan sudah melakukan pemesanan meja sebelumnya?" tanya pelayan itu dengan nada suara yang halus dan profesional.
"Selamat malam. Belum, saya belum pesan meja. Apakah masih ada tempat untuk satu orang?" jawab Arka ramah.
Pelayan itu tersenyum makin lebar. "Tentu saja, Tuan. Kebetulan ada meja terbaik di lantai dua dekat balkon dengan pemandangan lanskap kota malam ini. Mari, saya antarkan."
Arka mengangguk pelan, lalu melangkah mengikuti pelayan menyusuri interior restoran yang dipenuhi alunan musik jazz lembut, pendar lampu gantung kristal yang mewah, serta aroma hidangan berkelas yang menggugah selera.
Setibanya di lantai dua, Arka duduk di kursi berpelapis beludru nyaman yang menghadap langsung ke arah jajaran gedung pencakar langit berhias lampu-lampu kota.
Seorang pelayan lain dengan sigap menuangkan air mineral ke gelas kristal di mejanya dan memberikan buku menu berdesain kulit eksklusif.
"Silakan dilihat menunya, Tuan. Menu andalan kami malam ini adalah Wagyu A5 Tenderloin Steak dengan saus truffle," saran sang pelayan.
"Boleh, saya pesan itu satu porsi dengan tingkat kematangan medium, dan tolong segelas mocktail buah segar," pesan Arka.
"Baik Tuan, pesanan Anda akan segera kami siapkan. Mohon tunggu sebentar." Pelayan itu membungkuk sopan lalu berlalu meninggalkan Arka.
Arka menyandarkan tubuhnya, menyilangkan kaki, dan mengamati suasana di sekelilingnya.
Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, ia bisa benar-benar bersantai.
Perjuangan dan kerja kerasnya terbayar tuntas setelah sistem memberinya klinik mewah beserta empat robot asisten yang luar biasa canggih.
"Kalau dipikir-pikir lagi... Alpha, Beta, Gamma, dan Delta itu responsnya cepat sekali. Dalam beberapa hal, analisis medis mereka bahkan lebih cepat dari otakku sendiri," batin Arka sambil tertawa kecil di dalam hati. "Tapi bagaimanapun juga, keputusan akhir tindakan medis tetap ada padaku."
Ting!
Layar transparan biru berkedip di hadapan Arka secara tiba-tiba, memotong momen santainya saat memegang sendok dan garpu.
[Misi Baru Terdeteksi]
Deskripsi Misi: Menyelamatkan seorang anak kecil yang tersedak daging.
Status Misi: Sedang Berlangsung.
"Eh, misi baru?" gumam Arka terkejut.
Matanya menyipit membaca tulisan bercahaya yang mengapung di udara itu.
Arka tidak membuang waktu. Ia segera memutar pandangannya, memindai seluruh sudut ruangan restoran mewah berlantai dua itu.
Dan benar saja, tak jauh dari mejanya, sekitar tiga meja di sudut kanan dekat jendela, terlihat seorang anak balita laki-laki berumur sekitar dua tahun sedang duduk di high chair (kursi makan bayi).
Anak itu sedang makan sendiri dari piringnya. Sementara di depannya, sang ibu, seorang wanita berpenampilan modis dengan pakaian bermerek, tampak begitu asyik tertawa dan mengetik pesan di layar ponselnya, sama sekali tidak memperhatikan putranya.