NovelToon NovelToon
Si Berondong Posesif

Si Berondong Posesif

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:474.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Virgi

Darren Xander jatuh cinta dengan seorang perempuan yang terpaut dua belas tahun lebih tua darinya yang bernama Via.

Via selalu menganggap Darren sebagai adik, tapi tidak dengan hati Darren. Hingga ada kejadian di luar dugaan yang membuat Via merasa takut akan hubungannya dengan Darren.

Apakah hubungan mereka akan berlanjut?

Ini hanya cerita fiksi ya. Gambar tokohnya hanya karangan Author saja. Mohon supportnya🙏 Thanks untuk semua pembaca yang baik hati. Jangan lupa likenya ya😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 26

"Atau... Kalau aku boleh usul, apa kita gak coba berpacaran saja? Lagian kita juga sama-sama sudah dewasa dan masing-masing sibuk bekerja. Aku juga bukan tripikal cowok yang selalu ada waktu buat kamu. Kamu tau kan kalau aku gila kerja. Tapi aku serius ingin menjalin hubungan kita lebih lanjut. Jika aku diberi kesempatan, aku akan berusaha menjadi laki-laki yang baik buat kamu," jelas Aldo penuh harap.

"Nnnggg...." Via tampak bingung karena ia sendiri belum siap berpacaran dengan siapapun. Terlebih lagi dia belum ada feeling dengan Aldo karena baru kenal.

"Via!" sapa seseorang yang tiba menghampiri mereka.

'Darren,' batin Via setelah melihat orang yang menyapanya.

Darren baru saja tiba seorang diri dengan penampilannya yang tampan mengenakan jas berwarna biru dengan dalaman kemeja putih. Anak ini kadang suka membuat Via tidak bisa berkata-kata. Apa karena terlalu tampan? Atau memang benar kalau Via mulai ada perasaan dengan Darren?

Acara pestanya di mulai. Aldo mengajak Darren dan Via duduk di tempat yang sudah di sediakan. Mereka satu meja dengan beberapa tamu yang lain juga. Via izin ke toilet sebentar. Tinggallah Darren berduaan dengan Aldo yang berjarak satu bangku kosong yang tadinya di isi oleh Via.

"Kamu adiknya Via?" terka Aldo untuk memastikan.

Darren tidak berkata apa-apa hanya tersenyum saja.

*Darren

"Kalian sangat dekat ya, aku bahkan tidak dekat dengan saudara kandungku," kata Aldo dengan nada iri.

"Aku memang dekat dengannya," kata Darren dengan senyum penuh makna sambil membenarkan posisi jasnya yang hanya terlihat seperti stylenya saja.

"Bagus! Kau pasti bisa menjaganya dengan baik. Aku, Aldo," katanya sambil mengulurkan tangannya untuk berkenalan.

"Aldo, tadi mami kamu cariin. Coba kamu samperin dulu," kata Via yang tiba-tiba datang.

Darren yang sudah mau memperkenalkan dirinya jadi tidak jadi karena kedatangan Via yang memberi kabar agar Aldo segera menyusul maminya. Darren hanya senyum smirk sambil menghabiskan satu gelas air putih yang ada di mejanya.

"Kenapa kamu senyum-senyum gak jelas?" tanya Via heran.

"Gak ada apa-apa. Hanya pengen senyum aja karena hatiku lagi senang."

"Ferdy gak ikut?" tanya Via lagi yang tidak menemukan batang hidung adiknya itu.

"Tadi aku uda jemput dia, dia malah sakit perut. Makanya aku datang sendiri ke sini."

"Sakit perut lagi? Apa dia salah makan ya?"

"Aku sudah siapkan obat untuknya sebelum kesini. Mukanya pucat, sepertinya kamu gak usah lama-lama di sini."

"Beneran?" tanya Via dengan wajah paniknya.

"Iya beneran. Masa aku bohong? Coba liat nih mukaku ada tampang bohongnya gak!" suruhnya sambil memperlihatkan mimik wajah seriusnya di depan Via.

Via mengeluarkan ponselnya lalu mencoba untuk video call dengan Ferdy. Beberapa kali panggilan keluar, tidak ada jawaban sama sekali. Hati Via menjadi cemas tidak karuan. Pasalnya ia sudah berjanji pada kedua orangtuanya akan menjaga Ferdy dengan baik.

"Der, antar aku pulang sekarang! Aku khawatir dia kenapa-kenapa," ucapnya yang sudah berdiri dari tempat duduknya.

"Ta...tapi... Aldo gimana?"

"Nanti aku chat dia pas di mobil," Via sudah jalan tergesa-gesa diikuti oleh Darren di belakangnya.

Untung saja Darren tidak memarkirkan mobilnya terlalu jauh dari pintu keluar gedung. Ia segera mengantar Via pulang. Dalam hatinya juga bersorak kemenangan. Di lain pihak, Via memberitahukan Aldo sebab kepulangannya yang mendesak lewat pesan singkat. Walaupun belum dibaca oleh Aldo, Via sudah mengirimkan pesannya itu. Jadi ia tidak perlu merasa bersalah.

Sesampainya di apartemen Via

Via langsung masuk menghampiri Ferdy yang tengah baring di sofa sambil menutup wajahnya dengan buku.

"Fer, kamu gakpapa kan?" tanya Via cemas sambil memeriksa keadaan Ferdy setelah mengesampingkan buku yang menutup wajahnya tadi.

Ferdy terbangun dari tidurnya dan kaget melihat kepulangan Via yang mendadak mencemaskan keadaannya.

"Kamu uda pulang? Kok cepet?" tanya Ferdy heran.

"Tadi aku bilang ke dia kalo kamu sakit perut makanya gak bisa datang bareng aku. Terus dia panik karena video call ama kamu gak di jawab. Emang hp kamu dimana?" jelas Darren.

"Ooo... hpku lagi di charge di kamar makanya gak kedengeran. Tadi aku emang sakit perut karena maagku kambuh. Darren udah bantuin siapin obat kok, trus aku ketiduran deh di sini," kata Ferdy yang mencoba menenangkan Via agar tidak terlalu cemas. "Kalian gak balik lagi ke sana?" tanya Ferdy ke mereka berdua.

"Gak usah. Udah pulang masa mau ke sana lagi," kata Via dengan wajah cemberut.

"Kalo gitu, aku balik ya. Besok aku mesti kerja dan kuliah jam pagi," pamit Darren sambil mengambil kunci mobilnya yang sempat di taro di atas meja.

"Ati-ati di jalan, bro!" pesan Ferdy.

"Oke, bro. Get well soon," balasnya sambil membuka pintu.

"Kamu gak anter dia?"

"Ngapain di anter?" tanya Via heran.

"Kan dia uda baik hati anterin kamu pulang dengan selamat. Gak salah juga kan kamu aterin dia ke tempat parkiran?" Ferdy memang sengaja modusin Via agar mereka berdua bisa makin dekat.

"Gak perlu. Aku mau ganti baju. Kamu istirahat lagi sana!"

"Ya," jawab Ferdy menutup wajahnya kembali dengan bukunya.

*****

🌺Darren Pov🌺

'Tok.. tok.. tok...' suara ketukan pintu kantor.

"Masuk!"

Pak Eko datang dengan berkas di tangannya. "Permisi, den. Ini ada yang mau saya infokan kalau PT. Aksara Indah ingin mengajak aden untuk bekerja sama," kata Pak Eko sambil menyerahkan berkas tersebut ke mejaku.

Aku membunyikan nada panggilan telepon kantor menghubungi sekretarisku, Santi.

📞"Ya, Pak. Ada yang bisa dibantu?"

📞"Tolong panggil Lukas ke sini!"

📞"Baik, Pak!"

Lima menit kemudian, Lukas datang dengan sigap menghadapku. Lukas adalah seorang karyawan tetap bagian humas di kantor. Kepiawaiannya mencari data informasi pantas di acungkan jempol.

"Pak Darren, bapak panggil saya?" tanyanya lugu.

"Ya. Aku minta tolong kamu selidiki pemilik PT. Aksara Indah! Berapa lama waktu yang di butuhkan?" tanyaku ingin kepastian secepat mungkin karena tidak ingin mengecewakan orang yang ingin bekerja sama denganku menunggu terlalu lama.

"Sepuluh menit, pak. Saya akan kembali ke sini membawa informasi tentang PT. Aksara Indah," jawabnya yakin sambil membenarkan dasinya yang sedikit ketat.

"Oke. Lakukan sekarang!"

Pak Eko juga ikut keluar bersama Lukas. Aku harus tau terlebih dulu tentang latar belakang PT itu, karena aku tidak ingin kerja sama yang tidak mendapatkan hasil.

Sepuluh menit berlalu

Lukas datang kembali dengan Pak Eko membawa beberapa kertas hasil print outnya.

"Pak, ini informasi tentang PT. Aksara Indah yang bapak butuh!" serahnya padaku. "PT ini berdiri dari tahun 1990. Sudah sebelas tahun berjalan dengan baik dan di kelola oleh Bapak Herry Kusuma. PT ini berkembang pesat sampai sekarang. Mereka suka memproduksi furniture-furniture dengan bahan terbaik dan mengikuti model-model sekarang yang marak di pasaran," jelas Lukas dari rangkuman yang didapatnya.

"Jadi Bapak Herry Kusuma yang ingin mengajak kerjasama dengan perusahaan kita?" tanyaku sambil menoleh ke Pak Eko.

"Bukan, den. Tapi anaknya yang bernama Reynaldo Kusuma. Beliau yang mengirim proposal kerja sama ini ke perusahaan aden," jawab Pak Eko.

"Oooo... Jadi sudah pindah tangan ke anaknya?" tanyaku sambil menatap ke tiap kertas yang berisikan informasi PT tersebut.

"Ya, pak. Semenjak lima tahun lalu, Bapak Reynaldo yang dipercayakan untuk jadi CEO PT. Aksara Indah," jawab Lukas.

1
Siti Nina
ok
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
KEREN THOR CRITA BRONDONGNYA... 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Sulaiman Efendy
OTW HAMIL TU SI VIA..
Sulaiman Efendy
WANITA BODOH, KNP GK BUJURIN AZA HUBUNGAN LO DGN ALDO, INI LO MSH MAIN BLAKANG DGN FAREL, KLO FAREL MMG KAYA, KNP GK FAREL YG BNTU PRUSAHAAN BOKAP LO... TPI BAGUSLH. ALDO GK JDI SAMA WANDA, BSA JDI WANDA UDH GK PERAWAN..
Sulaiman Efendy
TERNYATA WANDA BKN WANITA BAIK2, DY INGIN KURAS HARTA ALDO .
Sulaiman Efendy
ALDO SENGAJA SURUH WANDA UNTUK HANDLE KRJASAMANYA DGN DERREN, PSTI SURUH WANDA RAYU ATAU JBAK DERREN..
Sulaiman Efendy
KOQ JDI ALDO TG LAMAR VIA, TYPO ATAU APA INI
Sulaiman Efendy
PSTI SI AERI TU YG IKUTIN DARREN
Sulaiman Efendy
TERNYATA AERI PELAKUNYA.. CEWEK SAKIT NI AERI, KLO DARREN GK TEGAS,,BSA BAHAYA
Sulaiman Efendy
KIRA2 SIAPA,TU YG FITNAH DARREN, APA BELLA, AERI, ALDO, ATAU MLH SI HENDRA
Sulaiman Efendy
UNTUK SI VIA GK TERHANYUT CIUMAN SI HENDRA, KLO GK BSA BAHAYA TU..
Sulaiman Efendy
KLO KURANG AJAR, GK SOPAN & MELECEHKN,, WAJAR JIKA DIHAJAR
Sulaiman Efendy
VULGAR SEDIKIT GK APA2 THOR, SANTAI AZA😁😁😁😁😁
Sulaiman Efendy
SYUKURLH DARREN NYUSUL KE ITALY, BAHAYA VIA TNPA PENGAWASAN..
Sulaiman Efendy
CURIGA NI HENDRA AKAN GUNAKN CRA LICIK UNTUK DPTKN VIA, SMOGA DARREN NYUSUL KE ITALY
Sulaiman Efendy
NAHHH, BNARKN.. TU HENDRA SUKA MA VIA, SMOGA VIA GK KGODA, DN SEMOGA HENDRA BKN PRIA LICIK UNTUK DPTKN KEINGINANNYA
Sulaiman Efendy
BRRTI DLU BELLA SUKA LKI2 TUA SAMPE NGEJAR HENDRA YG SEANGKATAN DGN VIA
Sulaiman Efendy
MNTAN SI BELLA TU, ADA DI JERMAN SKRG KOQ ADA DI ITALY..
PSTI HENDRA NAKSIR VIA JUGA NI
Sulaiman Efendy
SYUKURLH ORTU DARREN JUGA OPEN & CARE KE VIA, GK ADIL JIKA WANITA BRUMUR GK BSA SAMA BRONDONG,, SDGKN LAKI2 UMUR 40 THUNAN M, BHKN DUDA, BSA DAPETIN WANITA MUDA UMUR 20 THUNAN..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!