Cerita ini mengkisahkan seorang wanita cantik yang bekerja di sebuah perusahaan besar milik seorang pria terhormat,sesuatu terjadi pada kedua nya dan memaksa mereka untuk menikah dan mengikat sebuah status di antara mereka,namun keterpaksaan menikah di antara kedua nya membuat mereka yang dekat tinggal satu atap tapi berasa berjarak.
pernikahan ini, hanya mereka dan keluarga yang tahu,tak ada satu orang pun yang di perusahaan yang mengira mereka adalah suami istri,kira - kira seperti apa kisah Rara dan Rehan menjalani status suami istri mereka,Yuk di simak.
Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26 - Menyebalkan
Menjelang sore.
Rara akan kembali pulang ke rumah setelah lelah bekerja,ia berjalan ke arah halte sembari menyedot segelas mineral yang ia ambil di kantor,sementara sahabat nya sudah lebih dulu pulang dengan sang kekasih.
Saat berjalan ke arah halte bus tempat ia menunggu bus biasanya,ia melihat mobil Rehan terparkir di bahu jalan itu,dengan perasaan yang tiba - tiba bercampur dengan kekhawatiran dan kegugupan kalau Rehan sedang menunggu nya.
Berjalan semakin pelan dan membuat langkah nya terasa berat seperti ada yang menahan nya,ia bermaksud membalikkan tubuh nya.
Rehan yang sadar melihat dari kaca spion nya ,kalau Rara sudah tidak jauh dari ia berada sekarang lekas keluar dari mobil. belum sempat Rara melarikan diri pria itu sudah menatap nya.
"Mau berjalan sepekan apa?." Ucap Pria itu dengan suara Maco nya. membuat Rara menelan Saliva nya.
"Cepat Kesini!." Ucap Rehan dengan nada memerintah membuat Rara sontak berjalan cepat hampir berlari ke arah Rehan.
"Cepat Masuk!." Perintah Rehan kembali setelah Rara berada di samping mobil nya. Rara pun hanya bisa menurut saja dengan kata Rehan padanya,menjadi orang yang merasa seperti tertindas ketika tak bisa membantah.
Rara masuk ke dalam mobil dan di supiri Oleh Rehan sendiri. "Pak,kenapa Tidak pernah melihat Sekertaris Rans bersama Anda?." Tanya Rara saat merasa tidak melihat sekertaris Rans yang songgong itu bagi Rara. "Kenapa menanyain nya,kau suka dengan nya?." Tanya Rehan menatap dengan tajam penuh tanya pada Rara.
"Tidak!,Mana mungkin aku suka dengan nya."Tepis Rara dengan cepat.
"Lagian dia sama seperti mu,wanita mana pun tak akan mau setelah melihat pria tampan berwujud serigala seperti kalian."Gumam Rara sembari membuang wajah nya ke arah lain.
"Kalau ia pun tidak apa." Ucap Rehan tersenyum sinis. sementara Rara hanya diam saja,tak mau meladeni ucapan Rehan lebih panjang lagi.
Rehan berjalan memadukan kendaraan nya menuju ke rumah Rara,Rara heran,untuk apa Rehan menjemput nya,Rara berfikir ia akan di bawa Rehan ke tempat lain.
Namun saat mobil nya memasuki halaman rumah nya,Rara terheran melihat mobil lain yang seperti tidak asing terparkir di halaman rumah nya. sejenak mencoba mengingat hingga suara Rehan membuat nya konsentrasi nya hilang.
"Turun!." Ucap Rehan.
"Iya,tidak perlu bernada begitu,menyebalkan."Ucap Rara dengan suara pelan di akhir kalimat setelah kata Iya.
"Apa kata mu?." Rehan menatap Rara dengan sorotan tajam mematikan.
"Bukan,Bukan apa - apa pak,Ayo turun pak,seperti nya ada tamu di dalam."Ucap Rara dengan cepat sembari menyengir menutupi ketakutan nya pada sosok pria itu.
Rara berjalan masuk di ikuti Rehan yang berjalan di belakang nya. Rara terkejut karena melihat ada Bu Rossa dan Pak Irwan sedang mengobrol dengan nenek nya. pantas mobil di depan seperti tidak asing bagi nya,ternyata itu adalah mobil yang pernah menjadi tumpangan Rara saat ia terjebak di lift dengan Rehan.
Rara menoleh menatap Rehan,tatapan seolah meminta penjelasan pada Rehan untuk apa orang tua nya di sini. tapi tatapan itu harus berakhir seiring langkah nya yang berjalan ke arah orang yang sedang duduk mengobrol.
"Tante,Om."Ucap Rara tersenyum dan menyalami serta mencium punggung tangan mereka berganti ke nenek nya.
"Kalian sudah pulang,ayo duduk sayang,Ada yang ingin di bicarakan Tante sama om sama kamu."Ucap Bu rossa.
Rara pun duduk perlahan di samping nenek nya,sementara Rehan duduk si samping Pak Irwan. Terdiam penuh tanya,seperti hal penting yang ingin di bicarakan oleh Bu Rossa padanya. membuat Rara merasa gelisah menunggu pembicaraan itu.