NovelToon NovelToon
MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Duda / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: vhia azaira

kisah cinta Reva Bima, yang berawal dari taruhan Reva bersama para tante-tante penggemar berat Bima.

Demi mendapatkan uang 10juta, Reva menerima taruhan dan mengejar cinta Bima. Tapi Reva wanita kesekian ratus kalinya yang mendapatkan perlakuan dingin seakan tidak terlihat.

Reva yang mempunyai kecantikan dan sifatnya yang ramah, membuat banyak pria yang mengejarnya. Setiap hari Reva berganti pacar dan membuat banyak orang patah hati.

Melihat sifat dingin Bima membuat Reva marah dan murka, dia melakukan sumpah serapah tidak akan menikah jika tidak dengan Bima. Dia akan mengejar Bima sampai Bima bertekuk lutut di kakinya.

Berhasil Reva! kita ikuti kisah cinta mereka dan rintangan yang harus Reva dan Bima hadapi bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vhia azaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KETIDAKADILAN

Di luar kamar Reva tawa Viana masih belum berhenti, Rama sudah menegurnya tapi masih saja Vi tertawa. Jum masih terduduk panik, dia ketakutan melihat Reva yang teriak mengerikan.

"Jum heran! kalau hilang ingatan pura-pura bisa kesurupan."

"Pura-pura!" Rama dan Bisma saling pandang, Jum hanya menganggukkan kepalanya.

"Reva hanya pura-pura?" Rama menatap Viana yang sudah diam.

"Bukan! nama sakit Reva hilang ingatan pura-pura." Suara Jum pelan dan terpotong-potong.

"Pura-pura berarti bohong dong?" Jum mengartikan ucapannya sendiri, langsung berdiri melihat Reva dari balik pintu.

"Astaga! kamu polos banget Jum. Bikin gemes pengen telan hidup-hidup." Bisma mengacak rambu Jum.

Rama menatap Viana, Vi yang menyadari tatapan Rama hanya membuang tatapannya. Dia sedikit kesal dengan Jum, kalau Bima tahu pasti hancur rencana Reva.

"Viana! benar yang dikatakan Jum?"

"Entahlah hubby, bukan urusan kita biarkan Bima dan Reva yang menyelesaikannya. Sebaiknya kita pulang."

***

Sudah sebulan Reva bersantai di rumah, satu bulan juga menolak kehadiran Bima. Reva sudah sangat bosan dengan rutinitasnya yang tidak bisa bekerja, beberapa hari ini juga Bima sudah mulai jarang mengunjunginya.

Reva berdiri di depan balkon apartemen, Reva melihat mobil Bima, asisten Reva lewat mengatakan jika mobil Bima memang setiap hari datang tapi karena Reva selalu menolak bertemu, jadinya Bima hanya melihat dari luar dan pergi lagi.

"Kenapa saat Reva menyerah Om datang." Reva melangkah masuk kamarnya.

Besok Reva bertekad akan kembali bekerja, dia hanya perlu mengabaikan Bima dan melakukan aktivitasnya seperti biasanya. Reva memainkan ponselnya dan menatap fotonya bersama Windy saat di pantai, air mata Reva menetes dia sangat merindukan Windy.

Di atas meja juga ada amplop berwarna pink, Reva mengambil surat dari Windy yang ditulis khusus untuk dirinya. Reva tersenyum melihat foto yang terdapat di amplop, gambar tangan Windy yang sangat bagus, terdapat tulisan Papi, Mami, Windy, dan adik Windy.

Ada juga tulisannya permintaan maaf Windy karena dirinya Reva terluka, permintaan Windy untuk menjadi Mami nya, harapan Windy bisa tinggal bersama Reva dan Bima, juga doa Windy yang ingin melihat Papi bahagia.

"Mami juga sayang Windy, sangat sayang." Reva menghapus air matanya.

***

Windy menangis di depan ruangan kepala sekolah, wajahnya tertunduk mendengar amukan salah satu ibu dari kakak kelasnya.

"Kamu hanya putri dari seorang wanita murahan, kamu besarnya juga akan seperti ibu kamu."

"Jangan samakan Windy dengan Bunda," air mata Windy membasahi pipinya, marah dan kecewa Windy rasakan melihat ketidakadilan yang dia dapatkan.

"Ayo Windy minta maaf sekarang, kalau tidak orang tua kamu akan ibu panggil."

"Salah Windy apa Bu, kak Sasha yang menyakiti Windy."

"Kamu lihat putri saya terluka!" ibu Sasha mendorong Windy sampai terjatuh dilantai.

"Windy tidak mau mengakui sesuatu yang tidak pernah Windy lakukan." Teriakan Windy membuat ibu Sasha ingin menamparnya.

"Saya ingin bertemu orang tuanya, meminta ganti rugi dan dia harus dikeluarkan dari sekolah."

Pihak sekolah mencoba menghubungi Bima tapi tidak aktif. Guru Windy meminta nomor ibunya Windy, yang langsung di berikan oleh Windy.

Mereka menunggu kedatangan orang tua Windy, air mata Windy terus keluar. Mata Windy melihat orang tua dan para guru, sangat memperhatikan Sasha berbeda dengan dirinya, sekalipun dia menangis darah tidak akan ada yang perduli.

Reva yang baru saja berniat masuk ke gedung VCLO, langsung putar arah. Mendapatkan panggilan dari sekolah Windy, dengan mendengar suara Windy menangis membuat jantung Reva berdegup kencang.

Mobil terparkir di depan sekolah elite, Reva berlari. Banyak mata yang memandangi Reva yang berpenampilan sangat cantik, sampai di depan ruangan kepala sekolah Reva langsung mengetuk dan masuk.

"Mami!" tangisan Windy terdengar, hati Reva sangat hancur melihat sekolah membiarkan Windy menangis. Kesalahan sebesar apa yang Windy lakukan, sampai tidak ada yang menenangkannya.

"Mami Windy tidak salah, Windy tidak mau sekolah lagi." kepala Windy terus menggeleng, membuat Reva meneteskan air matanya.

"Jangan menangis sayang, kamu punya Mami!" Reva menghapus air mata Windy dan memintanya untuk keluar ruangan.

Reva menarik kursi duduk memandangi beberapa guru yang terlihat binggung, kedua orangtua siswa juga hadir memandangi Reva dengan tatapan jijik.

"Apa salah putri saya?" Reva menatap dingin.

"Saya sebagai orang tua siswa meminta ganti rugi, lihat putri saya terluka."

"Masih jauh dari nyawa, hanya goresan. Masih bisa dibicarakan dengan baik, tapi sepertinya kalian bersifat kasar ke putri saya sampai dia ketakutan."

"Maaf Mami nya Windy, tapi mereka orang yang berpengaruh di sekolahan ini. Windy sudah terlalu sering terlibat perkelahian dan takutnya menjadi kebiasaan dan memberikan contoh yang buruk ke siswa lainnya."

"Windy bilang dia tidak salah! kalian punya bukti jika Windy yang memulai. Dia anak baik, dari ucapan sampai tindakan semuanya tidak ada yang salah."

"Kamu hanya ingin membenarkan anak kamu, makanya punya anak di didik. Jangan hanya mengincar suami orang, mempermalukan sekolah."

"Maaf, tahu dari mana saya suka menggoda suami orang, apa suami anda selingkuh? dia tergoda dengan wanita lain. Bukannya ini aib keluarga yang memalukan punya suami yang tidak setia." Ibu Sasha langsung berdiri dan menjambak rambut Reva.

Bukan Reva namanya jika hanya diam saja, senyum Reva licik, merapikan rambutnya yang baru sudah dijambak. Reva mengambil ponselnya menghubungi perusahaan, dan meminta perusahaan memecat seseorang secara tidak terhormat.

Semuanya binggung melihat Reva yang berlagak seperti bos, panggilan berdering dari ponsel papanya Sasha yang langsung kaget kalau dia sudah dipecat. Semuanya menatap Reva dengan tatapan penuh sesal, mereka baru menyadari jika wanita dihadapan mereka pemimpin dari VCLO, desainer yang sangat terkenal.

"Bu Reva, maaf saya tidak mengenali ibu. Masalah anak kita bisa dibicarakan baik-baik." Ayah Sasha menyentuh tangan Reva tapi langsung ditepis.

"Ibunya Windy wanita murahan, bagaimana bisa seorang Reva pemimpin VCLO bisa menjadi ibunya." ibu Sasha keheranan..

"Jabatan, harta menjadi nomor satu, kalian hanya tahu soal uang. Saya sangat kecewa melihat sekolahnya yang pilih kasih, mulai hari ini VCLO grup akan mengakhiri kerjasama beasiswa untuk sekolahan ini. Saya tidak Sudi mengeluarkan uang saya untuk mengaji guru-guru tidak punya moral. Sebelum Kalian mengajar, lihat dulu attitude kalian."

"Maaf Bu Reva, mohon jangan lakukan. Banyak siswa yang bergantung dengan beasiswanya dari perusahaan VCLO."

"Saya minta surat penyataan Windy pindah sekolah, jika Papi nya sampai tahu putri kesayangannya terluka. Bukan hanya kamu dipecat, tapi dipastikan tidak akan ada perusahaan yang akan menerima kamu bekerja." Mata Reva tajam menatap semua orang yang ada dalam ruangan.

"Maaf Bu, saya mohon jangan pecat saya." Ayah Sasha berlutut.

"Kamu gadis kecil, berhentilah berbohong juga menghakimi orang lain." Reva menatap Sasha yang memeluk ibunya.

Reva melangkah keluar tapi berhenti kembali dan berbalik arah. Menjambak rambut ibu Sasha sampai berteriak kesakitan.

***

JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA

***

1
Dewi Habibah
bagus ceritanya
Susi Prabandari
Luar biasa
Herta Siahaan
wuah.... sungguh wanita unik dan super bar bar.... kalian para suami harus ekstra sabar
Herta Siahaan
mak lampir dan wanita ular'😆😆😆 sungguh Ar memiliki 2 wanita yg unik dan harus banyak banyak belajar ama papi Bima kamu Ar menghadapi ke dua wanita unik itu
Herta Siahaan
ayamnya hidup lagi y ... asli anak aneh dan asyik
murniati cls
mgkn Winda hamil
murniati cls
biasanya Wildan tau semua,knp ini soal Winda Wildan tak tau
murniati cls
sebenarnya Winda mulai ada rasa,cmn Krn besarnya dendam mknya
murniati cls
jgan jangan nenek yg mereka tolong td dbab sudah lwt adlh neneknya windi
murniati cls
apa Windy sm Reva udah pada lupa,dulu mereka akrab
Juli Tutik
repa isdebes😂😂😂😂😂
Suky Anjalina
meluncur
Enik Dwi Maritanias
😘
yelmi
nih air mata nakal... keluar mulu orang lg serius baca😭😭😭😭😎
yelmi
bawang bertebaran dimana-mana.... 😭😭😭baca sambil nangis terus
jadi malu....keluar kamar mata dah sembab😎
yelmi
otor luar biasa....karya2nya keren semua👍❤️
yelmi
curiga nih....windah kayaknya udah hamil dilihat dari tingkah dia yg berbeda dari biasanya
yelmi
wira benar-benar luar biasa... isengnya kelewatan 🤣🤣🤣🤣
yelmi
tetap semangat nulis & sehat selalu y tor👍❤️
yelmi
kisahnya komplit ada sedih, ada komedi da actionnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!