NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Tuanku

Menjadi Istri Tuanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Perjodohan / Pengantin Pengganti / Pernikahan Kilat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Naik Kelas / Paksaan Terbalik / Tamat
Popularitas:9.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rositi

Fina terpaksa menikah dengan Bian, tetangga yang juga merupakan sahabatnya karena Lia calon istri Bian, tiba-tiba membatalkan pernikahan, tepat satu hari sebelum pernikahan digelar.

Fina pikir, meski ia hanya sebagai mempelai pengganti, ia bisa menjadi istri sekaligus wanita yang dicintai Bian, terlebih orang tua mereka juga sangat mendukung hubungan mereka. Namun siapa sangka, belum genap satu minggu usia pernikahan mereka, Bian yang menjadi bersikap dingin bahkan sama sekali tidak mau menyentuh Fina semenjak pernikahan mereka, justru menceraikan Fina.

Diceraikan oleh Bian membuat Fina menjadi janda tidak terhormat. Terlepas dari itu, semua beban moril yang Fina dapat juga membuat nama baik keluarga Fina hancur, bahkan Raswin ayah Fina menjadi sakit parah. Di tengah keterpurukannya, Fina justru bertemu dengan Rafael, pria kaya raya yang pernah Fina tolak cintanya.

Rafael yang sedang dihadapkan dengan perjodohan meminta Fina untuk bekerja menjadi istrinya. Rafael benar-benar melakukan segalanya demi meyakinkan Fina. Akankah hubungan mereka benar-benar hanya sebatas "saling membutuhkan" sedangkan benih-benih cinta juga mulai hadir mewarnai kebersamaan? (Tamat di NovelToon)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26 : Terpuruk

“Patner masa depan. Bekerja menjadi istriku. Menikahlah denganku!”

Episode 26 : Terpuruk

“Nona Sunny sudah menikah.”

“Hari Minggu kemarin, di salah satu hotel ternama di Bandung. Dan sekarang, ... sekarang Nona Sunny tinggal bersama suaminya.”

Suara itu, ... penegasan yang dipenuhi sopan santun, tak hentinya terngiang di ingatan Rafael. Dan bersamaan dengan itu, ... bersamaan dengan penegasan perihal kabar terbaru Sunny yang ia dapat dari orangnya, kemarahan Rafael semakin memuncak. Emosi pria itu mendidih seiring rahangnya yang menjadi menegang, membuat gigi-giginya bertautan kencang. Pun dengan kedua tangannya yang kian mengepal kencang. Dan kini, di balik meja kerjanya, Rafael menutup bingkai berukuran sepuluh R berisi foto Sunny. Bahkan tak lama setelah itu, bingkai foto yang baru digeletakkan di meja itu sampai Rafael sempar hingga akhirnya terkapar setelah sampai pecah di lantai.

“Ketika semua wanita yang mendekatiku hanya melihat fisik dan kekayaanku, ... kamu sebagai satu-satunya yang kucintai justru terus menolakku dan sekarang ... sekarang kamu sudah menikah, Sun?” batin Rafael sambil berlinang air mata. Rafael menengadah sambil terpejam. Sungguh, ... jauh di lubuk hatinya, ia sudah berulang kali meronta, berharap kesakitan perihal kabar terbaru Sunny yang begitu menyiksa dan sampai membuatnya terpuruk, segera berakhir. Namun apa daya. Karena jangankan berakhir, yang ada Rafael justru semakin terpuruk.

Rafael benar-benar patah hati. Tak ada lagi semangat apalagi cinta yang tersisa dalam dirinya. Semua perhatian berikut ketulusan yang selama lima tahun terakhir ia tuangkan hanya untuk Sunny, hilang tanpa sisa bersama kabar pernikahan wanita itu. Sunny, ... wanita yang Rafael cintai memang sudah bahagia. Namun wanita itu bahagia bersama pria lain, bukan Rafael. Dan Rafael yang telanjur cinta, benar-benar tidak bisa menerima kenyataan itu. Sebab, Rafael sangat ingin menjadi pria yang bisa bersanding sekaligus hidup bahagia bersama Sunny.

***

Fina masih terduduk di sudut kasur empuknya setelah Rafael meninggalkannya. Dan meski Rafael sampai menyiapkan semuanya termasuk makanan mewah berikut orang yang siap mengubah penampilan Fina, tetapi wanita itu masih menolak. Fina tidak mau menerima apa pun yang Rafael siapkan tanpa terkecuali makanan mewah yang sampai dilengkapi segelas susu rendah lemak, sedangkan sebenarnya, Fina sudah sangat lapar. Fina hanya akan menerima semua itu setelah Rafael memberinya kejelasan, termasuk kebebasan yang tiba-tiba saja, turut pria itu renggut. Sebab kini, bukan hanya tiga wanita yang siap mengubah penampilan Fina. Karena seorang pria bertubuh tinggi kekar tak ubahnya pengawal pribadi, juga terjaga untuk Fina dan siap menjaga Fina selama dua puluh empat jam sesuai titah yang Rafael berikan.

Jadi, demi mengatasi semua hal tersebut, Fina berniat menghubungi Rafael. Ia yang duduk di sebelah nakas keberadaan ransel berikut ponsel yang ada di atasnya, segera mengambil ponsel tersebut untuk menghubungi Rafael. Namun, sial begitu sial, baru juga Fina meraih ponsel tersebut, pesan WA masuk dari kontak Ipul sukses membuat Fina kaget dan refleks menjatuhkannya.

“Kok, si Ipul bisa WA aku lagi, sih?” gumam Fina yang kemudian jongkok untuk mengambil ponselnya. “Ya ... tambah pecah, deh ...,” sesalnya menatap sedih ponselnya yang tampilan layarnya menjadi semakin jelek. Namun, demi mengakhiri rasa penasarannya atas kenyataan Ipul yang justru mengiriminya WA, padahal seharusnya pria itu dipenjara, Fina menggunakan ponsel itu untuk memastikannya.

Di pesan yang dikirim oleh Ipul, ada kiriman dua foto yang masih berputar-putar belum terunduh. Sedangkan di bawahnya, ada pesan yang tertulis.

--Dek Fina sayang ... akhirnya Mas dibebaskan. Bapak sama Ibu Mas enggak rela lihat Mas dipenjara. Terlebih mereka sudah sangat ingin melihat kita duduk manis di depan penghulu, mendoakan kita jadi keluarga samawa. Tak apa jika kambing-kambing Mas harus digiring tuntas buat nebus Mas di penjara. Asal Dek Fina selalu sama Mas, ... jangankan kambing, ribuan kerbau pun bisa Mas beri buat Dek Fina. Tunggu Mas pulang, ya! lope lope ... Dek Fina mai oli wan!--

“Mai oli wan? Dan sekarang, dia manggil aku Dek ...? Ipul beneran sinting! Hih!” gumam Fina yang memang bergidik merasa ngeri.

Dan keadaan Fina menjadi semakin kacau lantaran tiba-tiba, sebuah jemari mengambil alih ponselnya. Rafael. Pria itu datang setelah hampir empat jam meninggalkan Fina.

Rafael menatap layar ponsel Fina dengan saksama di tengah keadaannya yang memang sampai jongkok di hadapan Fina, bahkan sebelah lututnya sampai bertumpu di lantai.

Yang membuat Fina bingung, sejak kapan Rafael ada di sana? Kapan pria itu datang?

“Ipul, ... ditebus?” ucap Rafael tak percaya sekaligus tak bersemangat.

“Sepertinya begitu,” balas Fina yang memang menjadi kesal lantaran ujung-ujungnya, Ipul keluar dari penjara dan otomatis, pria itu akan kembali menggangunya. Dari pesan yang pria itu kirimkan saja, Ipul terlihat semakin menggila. Dan kini, setelah Rafael mengembalikan ponselnya, ia mendapati kiriman foto Ipul. Dua foto tersebut berisi foto Ipul bersama dua orang polisi. Dan di kedua foto tersebut, ketika Ipul terlihat begitu girang menjulurkan lidah, kedua polisi yang di belakangnya terlihat sangat tersiksa dan keduanya kompak memipat hidung.

Rafael menghrla napas. “Kamu sampai menyimpan nomornya?” lanjutnya masih tak bersemangat.

Setelah mendengkus, Fina yang sampai menatap sebal Rafael pun berkata, “sudah berulang kali aku blokir, tapi sebanyak itu juga dia ganti nomor.”

Sambil bangkit dan mengakhiri jongkoknya, Rafael berkata, “kalau begitu, kamu juga harus ganti nomor.” Kemudian ia menatap keempat orangnya yang berdiri berjejer di belakangnya. “Tolong tinggalkan kami,” pintanya.

Keempat orang tersebut langsung membungkuk sopan sebelum kepergian mereka. Dan Fina yang menyadari hal tersebut juga berangsur mengakhiri jongkoknya.

“Raf ... kamu baik-baik saja?” tanya Fina kemudian.

Rafael yang awalnya melepas kepergian keempat orangnya, memastikan keempatnya benar-benar menutup rapat pintu kamar keberadaannya, berangsur menoleh dan menatap Fina. Namun sebelum itu, tatapannya sempat berhenti pada nampan berisi menu makan untuk Fina yang masih utuh di meja rias.

“Aku enggak mau makan dan menerima semua perintahmu, sebelum kamu menjelaskan semuanya, sejelas-jelasnya!” ucap Fina yang menyadari Rafael mempermasalahkan nampan berisi makanan untuknya.

“Aku akan menjelaskan sejelas-jelasnya kepadamu.” Rafael menatap serius Fina sambil mengantongi kedua tangannya di saku sisi celananya. Sekali lagi, ia kembali menghela napas tanpa mengurangi apalagi mengakhiri keseriusannya.

Fina balas menatap serius pria gagah di hadapannya yang kali ini mengenakan setelan jas berwarna biru tua. “Iya. Jelaskanlah.”

“Patner masa depan. Bekerja menjadi istriku. Menikahlah denganku!” ucap Rafael tanpa keraguan.

Fina yang menyimak dibuat menggeragap saking bingungnya. Namun, di balik keseriusan Rafael, pria itu terlihat sedang menyimpan banyak luka. Mata Rafael saja terlihat merah bahkan sembam. Apakah Rafael baru saja menangis bahkan dalam waktu lama? Pikir Fina.

“Aku serius, ingin menikahimu!” tegas Rafael kemudian. “Mari kita menikah saja. Mengakhiri semuanya!”

Fina yang terkejut refleks menelan ludah. “K-katakan kepadaku, ... kenapa kamu bersikeras menikahiku, sedangkan kamu tahu, keadaanku? ... bahkan kamu bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dariku, kan?”

Fina sampai genetaran saking tegangnya. Dan anehnya, hatinya juga sampai berdebar-debar.

“Karena aku tidak mungkin mencintai, ... sedangkan aku diharuskan untuk secepatnya menikah. Dan kamu ... kamu dengan semua luka sekaligus bebanmu. Aku akan memberikan semuanya termasuk banyak uang untukmu asal kamu mau menikah, selalu di sisiku! Kita sama-sama membutuhkan, Fin!” balas Rafael yang memang masih merasa sangat terluka akibat kabar terbaru Sunny.

“T-tapi, Raf ....”

“Kebahagiaan orang tuamu akan menjadi taruhannya. Tidak ada kebahagiaan termasuk uang yang tiba-tiba datang apalagi jatuh dari langit, kan?” Rafael menatap sinis Fina.

Tiba-tiba saja, kepala Fina menjadi pening.

“Lima detik dari sekarang, ... kamu harus bilang ya!” tuntut Rafael kemudian tanpa menatap Fina. Ia menghela napas pelan sambil menganati situasi sekitar, demi mengurangi rasa sakit di hatinya yang sampai membuat dadanya terasa sangat sesak akibat pernikahan Sunny.

“Jangan lima detik,” pinta Fina memohon dan sampai menangis.

“Baiklah. Aku yakin kamu setuju. Kebahagiaan keluarga nomor satu, kan? Dan selain itu, aku juga akan memulihkan nama baikmu termasuk hubunganmu dan orang tuamu.” Rafael kembali menatap serius Fina.

“Kebahagiaan keluarga, nama baik, termasuk hubunganku dengan keluargaku? Benarkah Rafael akan memberikan semua itu? Demi Tuhan Fina ... kamu benar-benar masuk ke dalam drama! Rafael mengajakmu berperan dalam dramanya!” batin Fina masih tidak percaya. Sedangkan Rafael yang ada di hadapannya, masih menatapnya dengan banyak luka. Sebenarnya, ... pria itu kenapa? Apakah Rafael sedang sangat patah hati?

Dan jika memang Rafael bisa memberikan semuanya, Fina memang tidak mungkin menolak.

Bersambung ....

Buat yang sudah baca, tolong tinggalkan jejak kalian, yaaa

Salam sayang,

Rositi.

1
Sandisalbiah
emang ya.. polos ama o'on itu beda tipis ya... sarjana tp kok gak faham kode keras beserta petunjuk akurat yg di berikan Rafael.. Fina.. Fina... hah..
Sandisalbiah
kok jd cape sendiri lihat kesulitan dan nasib buruk yg menimpa si Fina ini... bertubi² tanpa bedah lho... benar kalau Allah itu menguji manusia tdk melebihi kemampuannya tp utuk Fina itu bukan sekedar ujian tp lebih tepatnya seperti kutukan... dr awal lho..
Sandisalbiah
oalah bu Fitri.. itu tuh dolar bukan mainan buuu.. dasar ndeso.. 🤦‍♀️🤦‍♀️
Catur Rini
gak masuk akal,jadi males bacanya, gak ada keluarga yg percaya gitu aja ma omongan oranglain dibanding anaknya sendiri, pa lagi anak kandung,posisi lagi kesusahan lagi.....
Catur Rini
sedikit tidak masuk akal
Omah Tien
pusing lihat nya fina ko sarja na ko bodoh ya meding kawin aja sm ipul g ribet ke jkt segala kalu bikinorang pusing
Omah Tien
jd cewe jg begagu kaku kan mau minta tolong apa lg jg sia2.kan kebaik orang
Dewa Nara
nanti nyesal loh bian oon...
Dewa Nara
emang kamar mandinya diluar ya
Dewa Nara
gak kebayang rasanya jadi fina, dipaksa nikah dan jadi pengantin pengganti...
Nurwana
kok Fina oon banget ya... padahal sarjana lho... kok kesannya kayak orang nda pernah duduk dibangku sekolahan...
Greiche Dian
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Greiche Dian
gapapa deh thor ga ada ipul timbang pembaca pada darting wkwkw
Greiche Dian
bwahahahahahahaha
Greiche Dian
ini jadi kayak semacam hewan yg ngeluarin bau ga enak gitu deh 🤣🤣
Greiche Dian
pengen tabok ipul pake penggorengan..
Susanti Susanti
Luar biasa
Nining Moo
ko fina kayak orng oon sih🤔
Nining Moo
terlalui labil sibian
Amrih Wiludjeng
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!