NovelToon NovelToon
Kamar No.11B

Kamar No.11B

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Contest / Rumahhantu / Eksplorasi-misteri dan gaib / Hantu / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:8.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: vikryviik

Ada apa di kamar 11B? Sejak Adi menempatinya, hal-hal tak biasa sering ia alami. Mimpi buruk kadang mengganggu tidurnya, bahkan sesosok wanita sering menghantuinya? Apa karena harga kost tersebut murah? Sampai-sampai Adi tak berniat pindah dari sana.

Atau ada hal lain? Yang membuatnya harus tetap bertahan demi menguak misteri yang terjadi.

Belum lagi, puluhan ekor kucing kadang mengganggu Adi. Seolah selalu memperhatikan dan mengawasinya.

Rasa takut bercampur penasaran menggelayut di kepala Adi. Dapatkah Adi menemukan jawaban tentang sesuatu yang mengganggunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vikryviik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part. 26

Malam ini, kami putuskan untuk tidur di ruang tamu. Yuda menyalakan tv, walaupun tak di tonton setidaknya ada suara pengantar tidur, ujarnya. Setelah membahas kejadian di clubbing dan gordyn yang bergerak sendiri, kami pun tertidur.

***

Alarm ponselku berbunyi, pukul 05:00. Aku bangun, dan melaksanakan shalat subuh. Yuda masih terlelap, pulas dan terlihat letih. Akhirnya, setelah beberapa malam kulalui di kamar kost, aku bangun tepat saat alarm berbunyi. Bukan karena hal lain.

Tv masih menyala, aku shalat tepat membelakangi tv. Sinar pantulan dari tv nampak terlihat jelas di atas lantai. Raka'at pertama kulalui dengan baik. Namun, begitu kuberdiri di raka'at kedua, ada hal ganjil yang kulihat di lantai

Pantulan cahaya dari tv menggambarkan siluet wanita. Aku tak khusyu, kuperhatikan dengan seksama. Terus kuperhatikan. Tergambar dengan jelas wanita sedang berayun-ayun. Astaga! Apa itu? Sangat jelas, itu siluet wanita dengan leher menggantung pada seutas tali. Lalu, terdengar suara seperti erangan persis di depan telingaku. Suaranya parau dan serak. Aku pun menoleh ke tv yang ada di belakangku.

Tak ada tampilan wanita menggantung di layar tv, hanya film barat tak kumengerti yang terlihat. Lalu, tadi apa yang kulihat saat shalat? Astaga, ada apa ini? Banyak hal ganjil yang kurasakan belakangan ini.

Pagi buta saat matahari belum terbit, aku di kagetkan oleh siluet wanita gantung diri di layar tv. Segera kumatikan tv, aku pun kembali shalat. Alhamdulillah tak ada kejadian aneh yang kualami saat kembali shalat.

"Da, Da, Yuda. Bangun Da." kugoyang-goyangkan tubuh Yuda. Ia tak bangun.

"Mas."

Aku terperanjat kaget, hampir saja jantung ini keluar dari tubuh. Aku menoleh ke arah suara yang memanggilku. Mbak asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Yuda rupanya.

"Aduh si mbak, bikin kaget aja. Kenapa mbak?" tanyaku dengan jantung yang masih berdegup tak beraturan.

"Oh kaget ya? Maaf mas maaf." pintanya.

"Kenapa mbak?" tanyaku.

"Mau di buatin sarapan apa mas?" tanya si mbak.

Wah, ini fasilitas paling mewah yang baru kurasakan.

"Apa ya?" aku berpikir. Si mbak hanya diam menunggu jawabanku.

"Nasi goreng aja deh mbak. Boleh kan?" tanyaku

"Baik mas." jawabnya, lalu si mbak berlalu.

Aku membangunkan Yuda, dan Yuda pun bangun.

"Da, ada yang nggak beres nih." ucapku.

"Hooooaaamm, apaan sih Di?" tanya Yuda.

"Subuhan dulu sana, nanti gue ceritain." suruhku.

"Ogah ah, males." jawab Yuda lalu kembali memeluk bantal guling dan kembali tidur di sofa.

Sial, Yuda kembali terlelap. Kembali kunyalakan tv, menekan tombol di remote tv, mencari tontonan yang menghibur. Ah, tak menarik. Aku melamun melihat ke arah halaman belakang. Ya, di sebelah kiri ruang keluarga terdapat pintu kaca yang mengarah ke halaman belakang dan kolam renang.

Aku bangun dari duduk, mendekat ke pintu kaca dan membukanya. Ah nikmatnya udara pagi, angin bertiup pelan. Aku duduk di pinggir kolam renang, gemericik air di kolam renang menjadikan suasana lebih tenang. Terlintas kembali Bagas di pikiranku. Esok aku akan bertemu dengan orang tua Bagas, dan apa yang harus kujelaskan ke mereka soal Bagas.

Langit perlahan-lahan memutih, sebentar lagi matahari terbit. Kicauan burung terdengar syahdu. Di tambah aroma bumbu yang mencolek hidungku, si mbak sedang menggoreng nasi rupanya. Halaman belakang rumah Yuda cukup luas. Berbagai macam tanaman hias dan bunga-bunga tertata dengan rapi dan indah. Orang kaya memang beda ya, gumamku dalam hati.

"Di,"

Aku menoleh, rupanya Yuda.

"Akhirnya bangun juga." ujarku.

"Ngapain lo di sini? Sendirian lagi." ucapnya sembari melipat kedua tangannya di dada menahan dingin.

"Abisnya lo gue bangunin malah tidur lagi."

Yuda duduk di bangku kayu.

"Nanti anterin gue balik ya." pintaku.

Ia hanya mengangguk.

"Di, gue mimpi Bagas Di." ucapnya dengan mata yang masih membengkak karena baru saja bangun.

"Mimpi Bagas? Mimpi apaan Da?"

"Gue lihat Bagas dari jauh, dia ketawa seneng banget. Gue panggil, dia cuma nengok doang, terus ketawa lagi." cerita Yuda.

"Bagas ketawa sama siapa Da?" tanyaku.

"Nggak tahu, nggak jelas."

Yuda diam, aku pun diam.

Triiiiiinnggg triiiiiinnggg

Eh, ponselku berdering. Siapa yang menghubungiku sepagi ini? Aku mengambil ponselku.

Nek Iyah?

Ada apa Nek Iyah menghubungiku?

"Siapa Di?" tanya Yuda.

"Ibu kost gue. Kenapa ya?"

"Udah jawab aja, siapa tahu ada yang penting." suruh Yuda.

Aku menjawab telpon Nek Iyah.

"Assalamualaikum nek." kujawab.

"Hah? Astaghfirullah, beneran nek?"

Yuda membetulkan posisi duduknya. Ia tegap menghadapku. Aku menangis.

"Di, kenapa Di?" tanya Yuda.

Aku menangis menggerung.

"Di, kenapa Di?" Yuda menggoyangkan tubuhku. Nada suaranya tinggi.

"Da, Bagas Da.." jawabku sambil menangis.

"Kenapa Di? Bagas kenapa Di?"

"Bagas.. Bagas.. meninggal Daa.." tangisku pecah. Yuda pun menangis.

1
Dewii Ratna Daffa'rizkiansyah
iya nih kek badrun y kmna gak muncul2..
Mila Karmila
aneh ya kok semuax bengong bukan membunuh si merah mlh santai santai aja gimn sih ceritax g paham aq
Mila Karmila
ha ha ha jagox kalah
Mila Karmila
mn tika
Mila Karmila
mana ilmu di cemen
Mila Karmila
bukanx mau ambil mustika lupa yaaaa
Shankara Senja
bukan tokoh utamanya yg ga peka.taoi penulisnya ga peka sama konent pembaca
Shankara Senja
si adi lemot apa bodoh ya..secara lulusan pesantren gtu loh..kecuaki orang biasa..hapalan doa untuk apa jg pasti diajarkan..apa penulis yg kurang paham
Wiwit
koq Adi ga ada nanya yg ada perempuan d rmh mang Ujang, koq ceritanya ngambang trus
cumi cumi kecil🦑🌸🌈👑
ujang gmn?
cumi cumi kecil🦑🌸🌈👑
perasaan udah jelas banget... kalau si adi bakal di jadiin tumbal si kunti *merah* tapi karna punya jimat pengganti nya si wati..... masa adi masih ga paham juga... padahal udah di kasih tau dan dapat petunjuk banyak bangat (dari mimpi).
cumi cumi kecil🦑🌸🌈👑
itu mereka ga ada kepikiran buat cari si bagas di rumah mba kunti apah?
KATAKURI
Jujur gua benci sama wanita kayak Kemala ini!!!! asli!!!!
Achiek
adi... adi..... cara pikir mahasiswa kok gitu sih.... yg diincar bkn hny loe... tika dan nyokap kemala kan diincar juga....
Achiek
lho bknnya nyai asih blm meninggal saat keguguran... dan dikuburkan bkn disekitar rumahnya.... ini crt kok jd mundur maju.... belibet nggak jelas....
Achiek
bodoh.... kok bs sich thor sosok bodoh dijadikan aktor utama....
Aris Setyawan
si guntur emang g berguna,,malah nambah masalah
Aris Setyawan
bentar2 dengkul lemas,, aslinya adi punya nyali g sich
Aris Setyawan
selain adi yg pekok,, ternyata anak ponpes satunya juga g kalah pekoknya...hehehehe..
Aris Setyawan
ne cerita nya adi tokoh utama yg g peka,, katanya lulusan ponpes kok g peka,, katanya nyaman dikost ternyata merasa dihantui,, nyamannya dimana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!