Sebuah tragedi membuat sang CEO kehilangan ingatannya sehingga dia harus kehilangan cintanya yang diambil rekan bisnisnya dari Amerika.
Kembalinya ingatan sang CEO membuatnya ingin merebut kembali sang pujaan hati yang sudah berbadan dua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ajakan makan siang bersama
Setelah selesai makan,aku segera kembali ke ruanganku,tak betah lama lama di ruangan boz Amerika.
Aku kembali berkutat dengan PC ku,3 jam berlalu akhirnya pekerjaanku selesai,
"Lebih baik aku bersiap siap pulang,hari ini sungguh melelahkan,"gumamku sambil membereskan berkas berkas di meja
"Mau pulang???"tanya mas Raka yang tiba tiba mengagetkanku.
"Iya mas,"jawabku singkat dengan wajah yang sedikit lesu.
"Kamu tadi kenapa??kata pak David 2 kamu pingsan,,"tanya mas Raka.
"Gimana gak pingsan mas,la aku belum makan sama sekali daritadi pagi,laporan harus selesai parahnya lagi aku disuruh berdiri nunggu dia ngecek laporannya,,"nerocosku dengan bibir yang sudah meju kedepan.
"Ooo gitu,,besok lagi jangan lupa sarapan ya,,"pesan pak Raka dengan menunjukan barisan gigi putihnya
"Kamu dari mana mas??"tanyaku
"Aku menemui client dengan chris,maaf tadi melimpahkan tugasku padamu,kepemimpinan
baru jadi aku dan Chris agak sedikit repot,,"jawabnya.
Setelah bincang bincangnya selesai,kami pun melangkahkan kaki menuju parkiran mobil,namun aku berhenti sejenak disamping kantor karena kepalaku agak pusing.
"Kamu kenapa put??"Raka ikut duduk disampingku.
"Agak pusing mas"lirihku sambil memijat mijat pelipisku
"Ayo aku antar,mobil kamu tinggal di parkiran saja,daripada ada apa apa dengan kamu,,"wajah Raka sudah sangat kawatir.
"Gak usah mas,nanti malah ngrepotin kamu" tolakku dengan berusaha tersenyum.
"Ya sudah put,aku pulang dulu ya,,ada urusan yang harus aku selesaikan,,jangan lupa makan dan istirahat yang cukup,"tangannya menggenggam tanganku dan beranjak ke parkiran mobil.
Tak berapa lama setelah Raka pulang aku pun beranjak untuk pulang,karena kepalaku agak pusing tidak melihat sekitarku dan...
Brak....
Aku menabrak si boz Amerika.
"Punya mata apa tidak,kenapa hari ini kamu selalu mencari gara gara denganku hah!!!!!menyebalkan sekali hidup di Indonesia,apakah wanita indonesia sepertimu????"bentakan David Spontan membuat aku menangis.
Aku hanya melirik Si boz america dan langsung pergi meninggalkannya tanpa mengeluarkan kata sepatah pun.
Aku langsung menaiki mobilku dan segera pergi dari kantor.
"Hari ini adalah hari sialku,pertama ketemu aku sudah mendapat sial apalagi hari hari berikutnya,"aku pun merutuki David 2 sambil melajukan mobilku.
"Wanita itu sungguh menyebalkan Chris,langsung pergi saja tanpa meminta maaf,berani beraninya dia!"kata David dengan ekspresi kesal
"Sabar boz,mungkin kamu harus sedikit adaptasi dengan orang Indonesia,kasian nona tadi wajahnya pucat,mungkin dia tidak sengaja menabrak kamu,"Chris mencairkan suasana hati David.
"Baiklah baiklah,"ucap Boz Bule itu dengan melangkahkan kakinya.
***
Keesokan harinya aku yang dengan malasnya melangkahkan kakiku ke lorong kantor,lagi lagi bruk....
dengan pelan pelan aku mendongakan kepalaku yang melihat siapa yang aku tabrak.
Deg,,
"Mati aku,"gumamku.
"Kelihatannya kau suka sekali menabrakku,,"katanya dengan senyuman kecil tersungging di bibirnya.
"Apa orang Amerika ini otaknya kongslet,tumben dia gak marah marah,,"batinku.
"Saaaayaaa minta maaf pak,,"sangat sulit mengucapkan kata kata.
"Tak masalah,jangan khawatir lagi pula tubuhku yang besar ini tak merasakan sakit,walaupun beribu kali kau menabrakku,"lagi lagi dia menunjukan senyumnya kepadaku.
Pesona bule Amerika ini memang tak diragukan lagi,semua kaum hawa pasti tersihir melihat senyum dan juga ketampanan wajahnya.
Cup...
Sebuah bibir mendarat di bibirku
Aku pun sangat shock reflek tanganku menampar pipinya.
"Auuuu...apa apaan kau ini,beraninya menamparku,,"katanya sambil memegangi pipinya yang mungkin agak panas karena tamparannku.
"Siapa suruh menciumku,aku kan kaget,"belaku dengan bibir maju
"Salah sendiri melamun,"katanya.
"Disini beda dengan Amerika,kamu harus tahu itu,dan aku tidak suka dilecehkan seperti ini,walaupun kamu bozku,kamu harus tetap sopan terhadap bawahan"kata ku sambil menunjuk mukanya
Tak terima aku menunjuk mukanya,
dia pun menyeretku dan memaksaku masuk keruangannya,aku yang meronta memohon ampunan untuk dilepaskan pun tidak dihiraukannya,,
Dia melempar tubuhku di sofa,aku sangat ketakutan,
"Ya allah tolonglah hambamu dari bule gila ini,,"doa ku dalam hati.
David pun mendekat dan mencengkram lenganku,"pagi ini kau sudah membuat mood ku jadi buruk,asal kau tahu aku tidak suka diperlakukan seperti tadi,aku adalah boz mu,"
"Apa maumu,,"lirihku.
"Hari ini temani aku tidur,,"katanya dengan tersenyum licik
Plak,,aku pun langsung menamparkannya lagi.
"Anda memang atasan saya,tapi bukan bearti anda bisa seenaknya kepada saya,maafkan saya dan plis biarkan saya keruangan saya"kataku mengiba lalu beranjak menuju pintu.
Dengan wajah yang sudah sangat marah David 2 memegang tangaku dan membawaku ntah kemana,Chris dan Raka yang hendak masuk ruangan pun kaget karena bosnya membawaku tanpa memperdulikan mereka,,
aku menatapa Raka,,
"Help me Mas Raka,,"lirihnya.
Tangan Raka mengepal,saat hendak mengejarku,Chris memegang tangan dan melarangnya.
"Biarin Raka,saya sudah tau karakter pak David,kelihatannya dia mulai menyukai wanita itu,"kata Chris mencoba menenagkan Raka.
"Tapi bukan begitu memperlakukan wanita,aku tidak rela jika dia menyukai Puput,"kata Raka yang membuat Chris terdiam.
"Aku tahu,tapi memang dia suka pada meneger itu,bisa di bilang cinta pada pandangan pertama,,"ucap Chris sambil tetawa.
Sedangkan Raka hanya terdiam,berusaha meredam amarahnya.
Chris smith
Asisten David bryan.
***
Banyak mata para pegawai yang melihat David membawaku,
dia dengan paksa memasukan aku ke mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi.
"Aku tidak suka di tolak,dua kali kau menamparku itu sungguh kesalahan fatal,,"api marah sudah menguasai David.
Hanya kata maaf yang ku ucapkan di sela sela air mataku.
"Aku tak butuh tangismu,,"kau harus membayarknya.
Mobil berbelok di Sebuah hotel dekat perkantoran kami,dan berhenti di parkiran.
"Turun,jangan membuat aku memaksamu,jadi berjalanlah dengan wajar,"ucapnya.
Aku pun turun dengan sangat gemetar,,dia berjalan di depanku dan memesan kamar
Aku sungguh sangat ketakukan,membayangkan dia memaksaku melakukan hal itu lalu memotong motong tubuhku seperti yang di TV TV
"Ya allah hamba pasrahkan semua",,doa ku dalam hati,mulutku terus komat kamit banyak doa yang aku ucapkan,mulai doa mau makan,mau tidur,naik kendaraan dan lain lain.
(hehehe)
Setelah di depan kamar,dia membuka pintu dan menyuruhku masuk.
"Masuk..."katanya dengan keras.
Aku hanya diam dan menuruti perintahnya.
Dia pun membuka bajunya dan membuangnya sembarang.
"Tuan Amerika,aku tau aku salah jadi tolong maafkanlah aku,tuan bisa membalasku dengan apapun namun tolong jangan memaksaku untuk melakukan hal ini,dalam agamaku perbuat ini sangat tidak boleh,kasianilah aku tuan.."kataku memohon pada David dengan menangis sangat keras.
"shit aku sangat suka wanita ini,mungkin dengan sedikit bermain main tidak
masalah."senyuman licik pun terpancar dibibirnya.
David mendekatiku aku pun berteriak sekeras kerasnya
"Tolong,,tolong"teriakku berharap ada yang menolongku seperti yang di cerita cerita viksi!
Dia pun semakin tertawa lepas melihatku sudah ketakutan setengah mati.
"Hahahahaa,,wanita bodoh tak akan yang ada menolongmu,,"ucapnya
Aku terus saja berteriak,karena mungkin merasa sakit dengan teriakanku dia pun langsung mengunci dan menciumku
Aku yang tidak bisa berbuat apa apa hanya diam dan membiarkannya menikmati bibirku
Cukup puas dia melepaskanku.
"Sekali lagi kau menolakku,aku akan melakukan lebih dari ini,"katanya dengan mengacak acak rambutku.
David pun menyuruhku untuk memakaikan pakaiannya,
"Sebagai hukuman karena aku telah menamparku,kau harus menjadi asisten pribadiku dirumah
tak ada penolakan."
katanya dengan keras dan tegas.
"What?????apa orang amerika ini tidak waras!!!setelah memaksaku dan menciumku, dia ingin aku jadi asisten pribadi di rumahnya!!
Bule Gila,,"umpatku dalam hati.
"Baiklah barapa hari aku harus menjadi asistenmu,"tanyaku pasrah
"Kau menamparku dua kali jadi kau harus menjadi asistenku selama dua bulan,,"katanya.
"Apa!!!!"teriakku dengan mata melotot.
"Jangan protes dan menolak,fix no debat dan nanti temani aku makan siang.."katanya dengan tersenyum.
Lalu mengajakku meninggalkan hotel dan kembali ke kantor.