Sempurna... Wanita Cantik, sexy, keturunan dari keluarga terpandang. namun sudah hidup seorang diri, kini sudah memiliki suami, namun tidak di perlakukan selayaknya istri. Bagaimana cerita Divine mendapatkan cinta suaminya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marimar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps. 26
siang hari Ben dan Gara memasuki Andava grup.
wah ganteng nya, tampan, tubuhnya uhh mau peluk, begitulah kata-kata yang keluar dari karyawati-karyawati yang melihat Gara dan Ben.
"hey, jaga bicara kalian, yang lebih tinggi itu suami Nona Divine" ucap salah satu orang disana.
"wah sangat serasi, Nona Divine yang sangat cantik cocok sekali dengan dia" ucap yang lain menimpali.
"selamat pagi Tuan, ingin bertemu Nona Divine" ucap seorang recepsionis.
"ah ya, apakah Nona Divine ada" jawab Ben.
"oh ada silahkan, langsung kelantai teratas tuan"
"Terimakasih" Ben dan Gara beranjak memasuki lift dan sampai lah mereka di lantai teratas.
mereka melihat sekeliling sambil berjalan.
"selamat siang Tuan, ingin bertemu Nona Divine" ucap seorang sekertaris.
"iya benar" ucap Ben.
"mari saya antar"
Sekertaris itu mengetuk pintu ruangan Divine dan membuka pintu setelah beberapa saat.
"silahkan Masuk tuan tuan" sekertaris itu mempersilahkan Ben dan Gara masuk setelah melihat Divine sudah berdiri di belakang meja nya.
"tolong panggilkan Jerry ya sya, terimakasih"
"baik Nona, sama-sama".
setelah sekertaris itu keluar Ben langsung terpingkal-pingkal, "hahahahaa, apa ini ruangan presdir?". ucap Ben.
Gara diam saja memperhatikan sekeliling.
"kenapa, ini membuat hatiku selalu merasa senang, tidak kaku".
"hahah, ya wajar karna kau wanita, tapi bagaimana nanti kalau Gara yang disini" Ben terpingkal lagi membayangkan Boss nya duduk di ruangan bercorak pink ini.
"hah, itu terserah Gara, kalau dia ingin merubahnya silahkan saja, tidak mengapa".
Jerry masuk setelah mengetuk pintu.
"selamat siang Tuan Ben,Tuan Gara" seraya berjabat tangan dengan mereka.
"ahh sebaiknya kita duduk di sofa di sana saja" ucap Divine.
sekertaris masuk mengantarkan kopi untuk mereka, "terimakasih sya" ucap Divine dan syaya pun mengangguk lalu pergi meninggalkan ruangan ini.
Jerry, Ben, Gara dan Divine sudah duduk di sofa, Jerry duduk disebelah Divine, Gara yang melihat ini merasa kesal, ia memikirkan sesuatu untuk cepat bisa memisahkan Jerry dan Divine.
"mari di minum", ucap Divine
"sini aku tambahkan gula dulu di gelas mu, aku tau kamu ga bisa minum kopi tanpa gula tambahan" ucap Jerry pada Divine.
melihat kedekatan Jerry dan Divine, Gara semakin kesal,tangan nya sudah mengepal.
"Tuan Jerry, kau bisa duduk disini, agar Ben bisa melihat Dokumen yang akan kamu tunjukan nanti" Gara menepuk tempat duduk nya dan berdiri mengajak bertukar tempat.
Jerry yang sudah melihat Gara berdiri hanya bisa mengikuti dan bertukar tempat dengan Gara.
"sebenarnya tidak ada dokumen yang akan saya pertunjukkan, tapi karna Tuan sudah berdiri saya menurut saja"
sebenarnya Gara hanya asal bicara saja, pikiran nya hanya memikirkan cara bagaimana bisa bertukar tempat dengan Jerry.
"oh begitu, saya pikir ada yang mau anda perlihatkan" Gara berkata dengan santai.
sedangkan Jerry menggaruk garuk kepala nya yang tidak gatal. Ben kebingungan "kenapa Boss ku jadi bodoh begini" gumam nya dalam hati.
setelah diam sejenak, "bagaimana Divi?" ucap Jerry.
Divine mengatakan semuanya pada Gara dan Ben, Jerry juga sudah setuju dengan hal ini, setelah berbincang lama, soal kewajiban, hak dan lain hal sebagainya. Divine mengajak Jerry dan juga Ben untuk menghadiri makan malam bersama malam ini di rumah Tuan Amo, mereka pun berjanjian untuk datang bersama -sama.