NovelToon NovelToon
Surga Untuk Suami Ku

Surga Untuk Suami Ku

Status: tamat
Genre:Romantis / Spiritual / Pembunuhan / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Titin

Edi Sudrajat takpercaya ketika, Erico Atmaja melamar putrinya menjadi istrinya

Syakila gadis 20 tahun yang memilih mengabdikan ilmunya di pesantren, dengan yakin menerima lamaran lelaki 31 tahun menjadi pendamping hidupnya.

Lelaki yang di kenal dingin dan kaku itu, ternyata begitu lemah lembut memperlakukan kila sebagai istrinya, tentu saja itu membawa kebahagiaan pada rumah tangga mereka.

Di depan Kila Rico adalah sosok lemah lembut penuh cinta, sifat itu berbanding terbalik saat dengan anak buahnya dia terkenal dingin dan tanpa ampun, tapi itu dulu..

Mengenal Kila membuat perubahan pada Rico,sedikit demi sedikit, isteri yang penuh kelembutan itu berhasil melunakkan kekerasan hatinya.

Konflik mulai datang, ketika orang di masa lalu Erico mulai muncul satu persatu, membongkar perbuatan sadisnya di masa lalu, hal itu memaksa Erico melakukan banyak pengorbanan, bahkan dia nyaris kehilangan orang yang begitu berharga di dalam hidupnya.

Hal itu malah merubah jalan hidupnya seratus delapan puluh derajat.

Silahkan menikmati kelanjutannya happy reading.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 26

Mobil mewah berwarna hitam milik Rico, melaju dari tempat yang sebenarnya tak ingin dia kunjungi, menuju Kantornya.

Tempat dimana dia menjalanlan bisnis hitamnya bertahun-tahun, walau kini bukan dia yang menjalankan, dia masih berperan penting di dalamnya.

Mobil berhenti di depan pintu kantor nya, setelah Rico turun mobilpun melaju ketempat parkir.

Karena bertepatan jam makan siang sebagian karyawan keluar kantor untuk makan siang, hanya beberapa yang memilih tinggal.

Rico memasuki ruang kerjanya, lalu memanggil sekertaris Bram untuk menemuinya.

"Selamat siang pak" ujar Bram saat masuk ruangan Rico.

"Siang, Bram, mertuaku hari ini ada jadwal penting tidak!," tanya Rico pada Brian yang sudah duduk di kursi depan meja kerjanya.

"Sepertinya siang ini tidak ada pak, malam nanti beliau ada pertemuan dengan kolega kita dari malay" ujar Bram yang lebih tau jadwal pertemuan penting di kantornya.

"Ya sudah kau bisa kembali keruangan mu" ujar Rico.

"Baik pak"

Sepeninggal Bram, Rico menghubungi pak Edi agar menemuinya diruangan kerjannya. tak butuh waktu lama pak Edi sudah berada di ruangan Rico.

"Apa kabar papa mertua" sapa Rico pada ayah mertuanya yang sudah lama tidak bertemu, walau satu kantor tapi dia jarang bertemu pak Edi, pak Edi banyak berurusan dengan sekertarisnya Rico yaitu Bram.

"Baik pak" ujar Pak Edi.

"Mari silahkan duduk pa" ujar Rico yang membawa pak Edi duduk di Sofa yang terkesan lebih santai untuk ngobrol.

"Baik pak terimakasih"

"Aku memanggil papa kemari sebagai papa mertua, bukan sebagai rekan kerja pa," ujar Rico yang tak nyaman dengan panggilan pak saat berdua saja.

"Oo baik lah nak" pak Edi merubah panggilannya tehadap Rico.

"Aku ingin menyampaikan berita bahagia pada papa, tolong sampaikan juga sama mama" ujar Rico menatap Papa mertuanya yang memasang wajah penasaran.

"Berita apa itu nak Rico"

"Kila hamil pa, aku juga baru tau saat pulang dari paris kemarin" ujar Rico dengan mata yang berbinar bahagia.

Mendengar kabar itu tentu saja membuat pak Edi bahagia, apa lagi melihat kebahagiaan yang terpancar jelas di wajah menantunya membuatnya tambah bahagia.

"Sukurlah nak Rico, papa senang mendengarnya" ujar pria tua itu lepas rasanya beban di hatinya, selama ini dia masih belum tenang dengan keadaan rumah tangga putrinya, berita kehamilan Kila menepis kehawatirannya selama ini.

"Iya, itu berita bahagia sepanjang hidupku pa" ujar Rico masih dengan rona bagia di wajahnya.

"Rico" ujar pak Edi, dengan wajah serius, Rico menatap pak Edi dengan resah, selama hidupnya bahkan setelah dia jadi menantunya ini pertama kalinya pak Edi memanggilnya dengan hanya menyebut namanya, tanpa embel-embel nak atau pak.

"Iya pa" sahutnya santun.

"Kila sedang mengandung anak mu, tak lama lagi kalian memiliki anak, hidup kalian tentu bukan lagi kamu dan Kila, tapi ada anak di hidup kalian" ujar pak Edi menghentikan sejenak kalimatnya.

"Tinggalkanlah bisnis malam mu, prusahaan mu ini saja sudah sangat berlebih untuk menghidupi keluargamu, aku bicara sebagai ayah dari istrimu, ku akui aku khawatir dengan keselamatannya bila kau masih saja menjalankan bisnis malam mu itu" kalimat yang begitu ingin dia sampaikan akhirnya lolos juga dari bibirnya, dia tak perduli apa reaksi menantunya, dia hanya ingin menasehati Rico sebagai menantu.

"Papa tidak usah khawatir, aku sudah alihkan pada Alan, hanya saja masih ada beberapa urusan yang masih membutuhkan penanganku, itu sebabnya aku masih turuntangan, tapi teknisnya usaha itu bukan aku lagi yang pegang" ujar Rico memberi penjelasan, dia maklum dengan kehawatiran pak Edi, dia sendirin sudah merasakan betapa besar cinta ayah untuk anaknya.

"Aku hargai keputusan mu nak Rico, semoga ini jadi awal yang baik di kedepannya" ujar pak Edi, sebab awalnya pak Edi menduga Rico akan menolak melepas Bisnis hitamnya, pak Edi memang tak terlibat, tapi dia cukup tau banyak tentang sepak terjang Rico di bisnis itu, tiga puluh tahun mendampingi Rico dan keluarganya hal semacam itu tentu tak luput dari pantauannya.

"Itu berkat putrimu pa" ujar Rico dengan senyum dibibir merahnya, bayangan Kila tiba-tiba memenuhi ruang matanya.

"Putriku.?" tanya pak Edi terdengar tak yakin.

"Ya, putrimu, papa harus bangga memiliki putri seperti dia" ujar Rico menatap mertuanya. Pak Edi tak yakin ucapan itu keluar dari mulut Rico, yang memiliki kreteria setinggi langit soal wanita, dia tau betul saat dia mendekati wanita, yang jadi pertimbangannya selalu, cantik, pintar, karir, latar belakang, dia tak mau asal memilih, walau dengan pilihannya itu dia berulang kali di hadapkan dengan rasa kecewa.

"Nak Rico memuji Kila terlalu berlebihan, dari segi apapun Kila jauh di bawah standart nak Rico" ujar Pak Edi tak ingin besar kepala oleh pujian Rico untuk putrinya.

"Semenjak kenal Kila, standartku berubah pa" ujarnya pelan. pak Edi tak menyangka Erico mengatakannya.

"Sepertinya kau begitu menyanjung putriku" ujar pak Edi dengan senyum senang. Rico tersenyum sementara pikiranya rertuju pada istrinya tercinta yang berada di rumah.

"Kau benar pa, kehadirannya mengalihkan duniaku" ujar Rico pada mertuanya yang masih tak percaya kalimat seperti itu keluar dari bibirnya.

"Perkataanmu membuatku tenang, maaf nak Rico selama ini aku meragukan mu" ujar pak Edi berterus terang. Rico hanya tersenyum dia paham dengan pemikiran mertuanya.

"Bilang sama mama, untuk menemui Kila, dia kemarin sakit, tapi ini sudah lumayan membaik keadaannya, sakitnya mungkin pengaruh kehamilannya" ujar Rico, menjelaskan keadaan Kila.

"Baiklah nanti kalau sudah di rumah ayah sampaikan pada mama"

"Baiklah papa bisa kembali kerungan papa, aku cuma mau menyampaikan hal itu "

"Baiklah nak Rico, oh ya, titip salam sama Kila ya"

"Iya pa"

Rico menatap kepergian pak Edi meninggalkan ruang kerjanya, kemudian dia memberi tahu Bram kalau dia akan pulang agar bram menghandle semua pekerjaannya.

Mobil Rico meluncur menuju rumah, Rasa rindu membuatnya tak sabar ingin cepat bertemu Kila.

Dia bergegas menuju kamar, dia membuka kamar yang memang tidak terkunci, mencari sosok Kila di penjuru kamar, tapi sepertinya Kila tak sedang berada di kamar.

Rico mencari Kila melalui cctv Rumahnya, tampak di layar ponselnya, Kila sedang Tiduran di taman belakang di temani oleh Nana.

Rico beranjak menuju kesana, menuju taman belakang yang memang terasa nyaman penuh ketenangan ditambah dengan aroma beberapa bunga yang memang lagi mekar-mekarnya.

Rico memberi isarat ke Nana agar meninggalkan mereka berdua, Nana menganguk kemudian beranjak pergi. dengan perlahan Rico mendekati Kila yang berbaring di Gazebo dengan mata terpejam, wajahnya masih terlihat pucat.

Entah mengapa Kila tiba-tiba membuka matanya, mencari keberadaannya, bibirnya tersenyum saat mata indahnya menangkap sosok suaminya berada di sampingnya.

"Aku mengusik mu sayang" ujar Rico mengusap pipi Kila dengan lembut.

"Gak kok" ujar Kila berusaha duduk.

"Terus kok tau aku di sini" tanya Rico penasaran.

"Aroma tubuh mas" ujar Kila dengan senyum.

"Aroma tubuhku..?" tanya Rico dengan raut wajah heran.

"Iya"

"Sayang sudah makan," dengan lembut Rico membelai rambut Kila.

"Udah mas, mas sendiri apa udah makan" ujar Kila, yang sedang bersandar di dada bidang milik Rico.

"Sudah sayang, sayang aku tadi kasih tau papa soal kehamilan mu, aku minta papa sampein ke mama" ujar Rico seraya mengusap-usap bahu Kila.

"Mama pasti panik" ujar Kila dengan senyum.

"Kok panik, bukannya senang sayang" ujar Rico heran.

"Mama maunya aku punya anak usia dua limaan gitu mas" jelas Kila.

"Ooo, Terus sayang maunya usia berapa" tanya Rico penasaran, jangan-jangan Kila juga berpikiran sama kayak mama.

"Udah nikah mas, gak pakek target, sedikasihnya aja, dan ini udah di kasih, ya di syukuri karunia yang tak terhingga ini" ujar Kila.

"Seandainya kamu belum nikah sayang"

Kila mengeser duduknya sedikit guna menatap wajah suaminya.

"Belom nikah malah gak berani mikirin target punya anak dong mas, suami aja gak punya gimana mikirin anak, aneh gak sih mas" ujar Kila di barengi tawa renyah.

Benar juga kenapa dia jadi sebe go ini sih, tanpa sadar dia pun ikut tertawa, apa jadinya memiliki anak tanpa punya suami, be go gak sih.

Rico menatap gemas wajah pucat milik Kila, gelak tawanya membuat hatinya tak karuan, entah karena menikah tanpa pacaran, dan baru merasa jatuh cinta setelah menikah, membuat perasaannya selalu berbunga saat dekat dengan istrinya.

Kila menyeka sudut matanya, air mata mengenang di sana karena tawanya, sementara Rico menatapnya penuh cinta, Kila benar-benar mengalihkan Dunianya.

.

.

Happy reading 💞

Gak bosen-bosen ngucap Alhamdulilah, masih bisa luangkan waktu agar bisa Up secepetnya, tapi emak dengan seambrek aktivitas tetep molor juga dari jadwal 😥.

Jangan lupa like, komen, like, and vote, ya readers ku, itung-itung bikin penyemangat untuk Up setiap hari.🙏🙏🥰

1
Ari Sawitri
malam malam pakai kacamata hitam
apa kurang gelap ya malam hari 🤣🤣🤣
Ari Sawitri
sayang sekali Kila gadis muslimah dpt nya laki laki ga bagus agama dan bekas juga 🤨🙁 benar mama nya Kila aku jg ga rela .. dpt laki-laki ga Sholeh dan sdh bekas lagi
Srianriani Jaya
ini slah 1 novel terfavorit ku SDH prnh baca dl dan bbrp buln sy cari LG akhirx ketemu 😍
Srianriani Jaya: kedua istri 17 tahun terfavorit SDH sering mengulang2 bacax😍
total 2 replies
Isn't Aurora!!💫
aku nyari nyari novel ini seminggu kemarin ini dan alhamdulillah ketemu, walau udah di baca berulang kali di tahun kemarin tapi masih rindu sama Rico dan Shakila🤧
Ari Sawitri: sama kak aku malah br ketemu skrg dan langsung di subscribe biar ga ilang. dulu pernah baca di hp lama soalnya 🤭😄
total 2 replies
07anjelia
Luar biasa
Inisial EY
mampir kak
sherly
pakai kaca mata hitam mau makan malam, beneran nih apa typo
sherly
pacaran halal yaa Rico...
sherly
Rico oh Rico ternyata dirimu baik juga
sherly
kirain mas kawinnya apa gt eh ternyata si Rico hanya kasi mas kawin 21 gram
sherly
garang betul istri pak Edi nih lah...
Rahma Lia
Luar biasa
sherly
menarik
sherly
hsb baca akeno dan grascia aku mampir kesini... awal yg bagus
Uty Shity Sara
Luar biasa
duoNaNa
😭😭😭😊
Seri Puti
Kecewa
Seri Puti
Buruk
FUZEIN
Hebat jawapan kila
FUZEIN
Aku datang lagi ceritamu
Titin: Selamat membaca semoga suka ceritanya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!