NovelToon NovelToon
JADIAN YUK!!

JADIAN YUK!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Idola sekolah
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

Arjuna Baskoro adalah ketua Geng Petir yang tampan, kaya, dan berpengaruh di SMA Cendekia. Ia dikenal sebagai pemuda yang suka bersenang-senang dan menganggap hubungan dengan wanita hanya sebatas hiburan semata. Semua berubah saat ia bertemu Laila Arsyila-siswi berprestasi, sederhana, mandiri, dan harus bekerja paruh waktu untuk membantu kehidupan keluarganya.

Awalnya Arjuna hanya iseng mengganggu Laila, karena gadis itu satu-satunya yang tidak terpesona dan selalu berani melawannya. Namun rasa penasaran itu perlahan berubah menjadi cinta yang tulus untuk pertama kalinya. Sementara Laila yang awalnya kesal dan menolak, mulai melihat sisi baik Arjuna di balik sikap nakalnya.

Dengan latar belakang kehidupan yang sangat berbeda, keduanya harus menghadapi berbagai rintangan mulai dari kecemburuan orang lain, pandangan lingkungan, hingga tantangan untuk saling memahami. Mampukah cinta mereka menyatukan dua dunia yang terasa begitu jauh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Ternyata Oh Ternyata

Arjuna melangkah gontai menuju kantin, lalu duduk di samping Gibran yang sedang asyik menunduk memainkan game di ponselnya. Bowo dan Rian yang belum tahu apa yang baru saja terjadi di ruang UKS langsung menyambutnya dengan senyum jahil.

“Gimana Bos? Rasanya tabrakan sama bibir cewek tadi ? Enak nggak?” goda Rian sambil menaik turunkan alisnya berulang kali.

“Pasti top markotop lah ya Bos! Wah, ternyata bibir ketua kita udah nggak perjaka lagi nih,” timpal Bowo sambil tertawa cekikikan bersama Rian.

Gibran yang awalnya fokus pada layar ponsel langsung melirik sekilas. Begitu melihat raut wajah Arjuna yang gelap dan suram, ia segera memberi kode mata agar kedua temannya diam. Namun sayang, Rian dan Bowo terlalu asyik menggoda hingga tak menyadari tatapan Arjuna yang sudah seolah ingin melahap mereka hidup-hidup.

Tiba-tiba—BRAK!

Arjuna meninju meja dengan keras hingga seluruh isi kantin menoleh kaget ke arah mereka. Namun tak lama kemudian semua orang kembali menunduk ketakutan, takut menjadi sasaran kemarahan ketua Geng Petir.

“Bisa diem nggak nyet?! Sekali lagi berisik, gue tonjok kalian satu-satu!” bentak Arjuna dengan nada mengancam.

Seketika mulut Bowo dan Rian terkunci rapat, kicep tak berani bersuara lagi.

“Nah, rasain. udah gue kode-kode malah cuek aja,” gumam Gibran sambil berdiri. “Gue ke kelas duluan ya.” Bowo dan Rian hanya mengangguk patuh.

Arjuna kembali menunduk memainkan ponselnya, meski matanya tak benar-benar fokus. Wajahnya masih terlihat kusut dan kesal.

“B-Bos… mau pesan makanan nggak?” tanya Rian pelan.

Pertanyaan itu seketika membuat pikiran Arjuna melayang pada Laila. Apakah dia sudah sempat istirahat? Pasti belum makan apa-apa kan dari tadi, batinnya.

“Beliin camilan aja, jangan lupa air mineral sama susu kotak. Nanti lu anter ke ruang UKS. nih uangnya,” ucapnya sambil menyodorkan lembaran uang seratus ribu ke arah Rian.

“UKS? Buat siapa Bos?” tanya Rian sambil menerima uang itu.

“Laila,” jawab Arjuna singkat, lalu kembali menunduk. Rian hanya mengangguk paham dan segera bergegas membeli pesanan.

...----------------...

Di lain tempat, Gibran baru saja melangkah masuk ke kelas 12 IPA 2. Belum sempat duduk, ia dibuat bingung melihat teman-teman sekelasnya berkerumun di bangku paling belakang. Dengan rasa penasaran, ia pun menghampiri kerumunan itu.

“Ada Apanih kumpul-kumpul begini?” tanyanya membuat semua kepala menoleh ke arahnya.

" Eh sini Gibran, ini ada video bully. si Jordi bisa pas banget nangkep momenya."ajak teman sebangkunya.

Gibran yang memang wakil ketua geng petir tapi ia tetap ramah selama nggak ada yang ngusiknya ataupun ngusik teman segengnya.

Gibran pun penasaran dan langsung menengok ke layar ponsel Jordi. Saat video diputar, matanya perlahan membelalak tak percaya. Di dalam rekaman itu terlihat jelas Laila yang sedang dikeroyok dan diseret paksa oleh Salsabila beserta dua temannya .dan saat di lihat dengan teliti ini berada di gudang. pas sekali sewaktu Laila ingin melompat dari jendela gudang yang berada tepat di taman belakang sekolah.

“Anjir… ini Laila,” gumamnya kaget. Tanpa menunggu lama, Gibran segera menekan tombol panggil ke nomor Arjuna.

Tut… tut… halo?

“Apaan sih, ganggu gue aja, ” sahut Arjuna di seberang telepon dengan nada malas.

“Jun, cepat ke kelas gue sekarang!”

“Lu nyuruh?” jawab Arjuna mulai sewot.

“Ah elah, tahan dulu emosi lu. Ini soal Laila. Kalau lu nggak mau tahu , ya udah nggak apa-apa,” ancam Gibran singkat.

Belum sempat Gibran menutup telepon, Arjuna langsung mematikan sambungan. Ia segera berdiri dengan gerakan cepat.

“Cabut sekarang!” ajaknya pada Bowo yang masih ada di sana.

1
Rafi Hafizh
hati hati Laila🫣
Rafi Hafizh
vampir kali jun🤣
Ananda Anggit
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!