NovelToon NovelToon
Ratu Mafia Istri Dokter Dingin

Ratu Mafia Istri Dokter Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Dokter
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Naelong

Siapa sangka, Sindi Permata gadis cantik anak miliarder yang penampilannya selalu anggun dan kelihatan lemah lembut ternyata punya sisi gelap yang bikin bulu kuduk merinding. Sindi adalah Ratu Mafia yang memimpin dunia hitam dengan tangan besi. Nggak ada yang berani macam-macam sama dia.
​Tapi, sehebat-hebatnya Sindi menaklukan dunia luar, dia akhirnya takluk juga pasrah waktu disuruh nikah paksa sama papanya.
​Suaminya adalah Mike Sanjaya, dokter muda jenius yang terkenal dingin, kaku, dan judesnya minta ampun. Masalahnya bukan cuma sifat Mike yang kayak es batu, tapi cowok itu udah punya pacar kesayangan: Putri Adisti, seorang perawat manis yang selama ini jadi ratu di hati Mike, begitu resmi jadi suami-istri, Mike langsung pasang tembok tinggi. Dia terang-terangan nunjukkin kalau pernikahan mereka cuma formalitas dan nggak ada tempat buat Sindi di hatinya. Mike bahkan masih sering nemenin dan merhatiin Putri adisti.
akankah pernikahan mereka bertahan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naelong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 26 Ratu mafia istri dokter dingin

​Suasana di ruang tamu mansion mewah itu mendadak mengendap, berubah dingin menusuk bagaikan di dalam ruangan es.

Putri Adisti masih berdiri mematung di tengah karpet bulu impor, meremas erat gagang rantang makanan di tangannya.

Wajahnya yang tadi tampak angkuh dan percaya diri mendadak pucat pasi begitu matanya beradu pandang dengan sepasang iris tajam milik Sindi Permata.

​Langkah kaki Sindi terdengar sangat teratur dan pelan saat ia menuruni satu per satu anak tangga kayu mahoni.

Setiap ketukan tumit sol sepatunya menapak lantai bagaikan detak jarum jam kematian di telinga Putri.

​Sindi menghentikan langkahnya tepat di undakan tangga terakhir. Ia melipat kedua tangannya di depan dada, mengamati dari atas ke bawah sosok wanita yang telah berani menginjakkan kaki di istananya tanpa izin.

​Bukannya meledak marah, berteriak, atau melayangkan jambakan sebagaimana reaksi istri sah pada umumnya saat dilabrak pelakor, Sindi justru menyunggingkan sebuah senyuman.

Senyuman yang begitu manis, sangat anggun, namun mengandung aura intimidasi yang luar biasa pekat hingga membuat bulu kuduk Putri berdiri tegak seketika.

​"Wah... ada tamu agung rupanya," sapa Sindi dengan suara mengalun halus, sarat akan nada ejekan yang begitu dalam.

"Bibi, kenapa tamunya dibiarkan berdiri saja? Tolong ambilkan minum untuk... sahabat suamiku ini."

​Bibi pelayan yang berdiri ketakutan di dekat pintu langsung mengangguk terburu-buru.

"B-baik, Nona Sindi..."

​Putri menelan ludahnya yang terasa sepahit empedu. Kakinya mendadak gemetaran. Aura keagungan dan dominasi yang dipancarkan Sindi begitu kuat, membuat Putri merasa seketika kerdil dan tak berdaya.

​"S-Sindi... aku..." Putri berusaha membela diri, suaranya terdengar terbata-bata dan bergetar hebat.

"Aku... aku cuma mau mengantarkan makanan buat Mike. Aku nggak tahu kalau kamu ada di rumah..."

​Sindi melangkah mendekat, memangkas jarak di antara mereka. Ia mengelilingi tubuh Putri yang kaku bagaikan seekor pemangsa yang sedang mengamati mangsa kecilnya yang terperangkap dalam sangkar.

​"Nggak tahu atau memang sengaja memanfaatkan kesempatan saat mengira aku tidak ada di rumah, Putri Adisti?" bisik Sindi tepat di dekat telinga Putri.

​Tubuh Putri makin gemetaran. Ia berusaha mempertahankan posisinya, menatap Sindi dengan sisa-sisa keberanian yang makin terkikis habis.

"A-aku cuma peduli sama Mike! Dia sibuk di rumah sakit, dia butuh asupan makanan yang bergizi! Kamu sebagai istrinya mana pernah peduli sama dia?!"

​Mendengar tuduhan bernada tinggi dari Putri, Sindi justru terkekeh pelan. Tawa dinginnya bergema halus di dalam ruang tamu yang luas itu, membuat suasana semakin mencekam.

​Sindi menghentikan langkahnya tepat di depan Putri. Tanpa ragu, jemari lentik Sindi terulur, meraih rantang makanan bertingkat yang dipegang erat oleh Putri. Putri yang ketakutan refleks melepaskan genggamannya tanpa berani melawan.

​Sindi meletakkan rantang itu di atas meja konsol marmer di dekat mereka, lalu membuka tutupnya dengan gerakan yang sangat pelan dan telaten. Aroma masakan rumahan langsung tercium di udara.

​"Sup ayam dan tumis sayur..." gumam Sindi sambil mengamati isi wadah tersebut, lalu menoleh kembali menatap Putri dengan pandangan mendinginkan.

"Boleh juga usahamu. Tapi sayangnya, Putri... suamiku bukan tipe pria yang bisa dibeli cuma dengan sewadah sup ayam murahan."

​Wajah Putri memerah padam bercampur takut. "Jangan menghina masakan aku, Sindi! Mike selalu suka apa yang aku buatkan buat dia!"

​"Oh ya?" Sindi tersenyum sinis, mengambil sebatang sendok perak yang ada di atas meja, lalu mengambil sedikit kuah sup tersebut dan mencicipinya santai.

​Sindi memiringkan kepalanya sedikit, merapikan letak sendok, lalu menatap Putri dengan pandangan yang penuh penghinaan.

​"Rasanya hambar. Kurang bumbu, dan terlalu banyak kepura-puraan," cetus Sindi datar, meletakkan sendok perak itu kembali dengan bunyi berdenting yang nyaring.

​Kring!

​Putri mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih. "Kamu... kamu sengaja kan mau merendahkan aku di sini?!"

​Sindi melangkah satu tindak lebih rapat, merapatkan tubuhnya hingga ia berdiri tepat di hadapan Putri.

Sindi mendongak sedikit, menatap lurus tepat ke dalam manik mata Putri yang mulai berkaca-kaca karena ketakutan dan emosi.

​"Merendahkanmu?" bisik Sindi dengan nada suara yang luar biasa rendah, dalam, dan penuh ancaman terselubung.

"Putri Adisti... tanpa perlu aku rendahkan pun, kamu sudah merendahkan dirimu sendiri dengan datang menyerahkan diri ke rumah wanita yang suaminya sedang kamu goda."

​Sindi mengulurkan tangannya, menyentuh pundak Putri dengan jemarinya yang dingin. Sentuhan itu terasa bagaikan belati es yang menempel di kulit Putri, membuat wanita itu merinding ketakutan hingga napasnya tersengal-sengal.

​"Aku kagum sama keberanianmu," lanjut Sindi dengan senyuman yang paling mengerikan yang pernah Putri lihat sepanjang hidupnya.

"Kamu berpura-pura diculik demi uang satu miliar... kamu memakai topeng korban teraniaya di depan Mike... dan sekarang kamu berani menginjakkan kaki di tanah kekuasaanku."

​Mendengar kata 'pura-pura diculik' dan 'uang satu miliar' keluar langsung dari mulut Sindi, jantung Putri seolah berhenti berdetak seketika. Matanya membelalak lebar dalam kepanikan luar biasa.

​"K-kamu... bagaimana bisa..." gagap Putri dengan bibir gemetaran, seluruh persendiannya mendadak lemas.

​"Aku tahu semuanya, Putri," potong Sindi halus, mendekatkan wajahnya ke pipi Putri.

"Setiap helai napasmu, setiap kebohongan yang keluar dari mulut manismu, bahkan setiap langkah kaki yang kamu ambil di kota ini... semuanya ada di bawah pengawasanku."

​Sindi menepuk pundak Putri dua kali secara perlahan—sebuah pukulan ringan yang terasa bagaikan vonis hukuman mati bagi Putri.

​"Ingat pesan aku baik-baik, Perawat Putri..." bisik Sindi dengan nada kaku yang mematikan.

"Aku membiarkanmu bermain-main dengan Mike bukan karena aku takut padamu, atau karena aku tidak sanggup menghancurkanmu. Aku cuma sedang menikmati drama komedi yang kamu mainkan."

​Sindi mundur satu langkah, mengibaskan tangannya seolah sedang mengusir debu kotor.

​"Tapi kalau kamu sekali lagi berani menginjakkan kaki di rumah ini tanpa izin dariku..." Sindi menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan kekejaman Ratu Black Viper, "...aku pastikan bukan cuma pekerjaanmu di rumah sakit yang hilang, tapi kamu juga bakal lenyap dari kota ini tanpa pernah ditemukan lagi oleh siapa pun. Termasuk oleh Mike."

​Putri gemetaran hebat. Air mata ketakutan yang sejak tadi ditahannya akhirnya menetas membasahi pipinya. Ia tidak sanggup lagi berada di ruangan yang sama dengan Sindi.

Aura kegelapan yang memancar dari diri Sindi begitu nyata, membuat Putri sadar bahwa wanita di depannya ini bukanlah sekadar anak manja kaya raya, melainkan sosok iblis yang sangat berbahaya.

​Tanpa sanggup mengucapkan sepatah kata pun lagi, Putri berbalik dengan panik, menyambar tas tangannya, dan berlari terbirit-birit keluar dari mansion mewah itu seperti orang yang baru saja dikejar hantu.

​Brak!

​Pintu depan tertutup keras. Sindi berdiri tegap di tengah ruang tamu yang sepi, menatap pintu yang tertutup dengan pandangan puas. Ia menyapu bahunya pelan, lalu berbalik hendak kembali ke lantai atas.

​Namun, baru saja Sindi menaiki dua anak tangga...

​Ponsel khusus di saku gaunnya bergetar panjang. Sebuah panggilan masuk dari Danu.

​Sindi menggeser tombol hijau dan menempelkannya ke telinga. "Ada apa, Danu?"

​"Nona Sindi! Gawat!" suara Danu terdengar sangat panik dan terburu-buru di seberang telepon.

"Anak buah Red Dragon baru saja melakukan pergerakan nekat! Mereka mencegat mobil ambulans Rumah Sakit Sanjaya di jalan tol utara... dan mereka menyandera Dokter Mike bersama beberapa staf medis di dalam gedung tua dekat perbatasan kota!"

​Mata Sindi yang tadinya tenang seketika menyipit tajam, memancarkan kilatan amarah yang membara dalam kegelapan.

​Bersambung......

1
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,,
Muft Smoker
uluuuluuu ,, kalo liat kalian begini kn damai rasa ny ,, awas aj kalo ulet bulu nyusul ke situ ,, 😒😒😒

hmmm ad kemungkinan klo putri anggota klan red dragon gx sih ,, yg nyamar buat deketin mike🤔🤔🤔🤭🤭🤭😁😁
Naelong: 😄😄 nantikan ceritanya ya kak🤭
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
makin seruu cerita ny ,,
Muft Smoker: sama2 kak ,,
total 2 replies
Muft Smoker
kalo begini trus cepat atau lambat Mike bakal tau siapa sindii sbnernya ,,
Muft Smoker
wah siapa nih yg cium sindii ,,
bibir ny minta di kepang dua ,, 😒😒😒
Muft Smoker: oooaalaaaa salah sangka saya🤭🤭🤭🤭🤭🫣🫣🫣
total 2 replies
Muft Smoker
aduuuuh ini ulet bulu. ad dmn2 yx ,,
Muft Smoker
eeeh Dy lupa diri kayaknya ,, tu Mike yg nempel kayak bekantan siapa Mike ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
hati2 km putri mungkin saat ini km msh bisa lolos ,, tp nnti gx tau deh ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
nah looo🤭🤭🤭
Naelong: makasi kak sudah mau baca ceritaku😍🙏🙏, sehat sehat slalu
total 1 replies
Naelong
makasi kaka, sudah mampir.🙏
Muft Smoker
ad yg main2 ma sindii ,,
gx Mike gx musuh ny ,, ad aj yg cari gara2 ,,
duuuh sindii ,, segera berantas semua musuh mu ,,
yumi chan: pusing aku thor ..kpn mike sdr karna di bdhi..dn kpn sindi pergi mninglkn mike agr dia sdr..
total 3 replies
YuWie
malah bingung sendiri sama strategi sindi yg katanya mafia..nyingkirin kroco puyri dan ngasih pelajaran mike aja..jalannya muter2 gak jelas.
niaww: mampir cerita aku kak🥰🙏
total 1 replies
Muft Smoker
situ main2 trus ma Sindi sih mike ,, bela trus wanita mu tu ,, kalo udh tau kebenaran ny ,, jgn menyesal km ,,
Muft Smoker
si putrii dg gx tau maluu ny ,, dtg k tempat tinggal mike dn sindii ,, berasa Kya Dy yg jd nyonya ,, pas ke pergok sang nyonya asli ,, lngsung ciut nyali ny🤭🤭🤭😏😏😏
Muft Smoker
wah teka teki ap lgi ini ,,
Muft Smoker
sypa lgii ni ,, ap suruhan si putri tidur lgi????
Muft Smoker: ok kak ,, makin penasaran tiap bab ny kak
total 2 replies
Muft Smoker
km berharap Sindi bakal ke distrak liat km pulang ,, boleh aj berharap tp dlm mimpi aj yx mike ,, kalo di dunia nyata mh jgn deeh ,, tkut nanti makin maluu Krn gx dapet respon ap2 dr Sindi ,, 😏😏😏🤭🤭🤭
Muft Smoker: 🤭🤭🤭😁😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
anda terus2an mencari masalah mike ,, nanti kalo udh kena batu ny ,, baru tau rasa km ,, greget banget ma mike ,,
Muft Smoker
mulai cari perhatian niih tanpa anda sadari mike ,, /Shy//Shy//Shy//Shy/
Muft Smoker
lanjuuut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!