Cerita ini mengisahkan tentang dua wanita (GxG, Lesbian ) jangan di baca kalau tidak suka, skip saja... 🥰🥰
Eli Sharafina seorang gadis berusia 18 tahun, dengan sifat rendah hati, ceria dan baik. ia memiliki Sahabat yang sangat baik yaitu Cherly Angeline seusianya dari keluarga orang kaya, Dengan sifat pendiam, baik dan datar.
Saat Eli dengan sahabat baiknya, Cherly. di sekolah yang sama kehidupan mereka berdua terasa baik-baik saja. Tidak ada yang membuat mereka pecah dengan orang ketiga. namun saat kelulusan sekolah sudah selesai. Eli dapat kabar bahwa Cherly akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan sekolahnya masuk kuliah universitas kedokteran. setelah dapat kabar itu, kehidupan Eli terasa kosong, hampa dan kesepian, tidak ada ketawa ceria, bercanda dan kebersamaan.
5 tahun kemudian saat Eli usia 23 tahun di kaget kan berita heboh di televisi, ia terkejut melihat sahabatnya, Cherly. bertunangan dengan seorang pria pilihan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2 Dengarkanlah sayang hidupku hanya kamu
Mau tidak mau Eli pun menerima mengambil buku pemberiannya.
"Terimakasih".
" Sama-sama, nama ku, Becky Harmony, nama kamu siapa??. "
"Nama ku Eli Sharafina ".
" salam kenal iya.. kita bisa berteman baik".
"Iya"
Pelajaran pun di mulai kini Eli bisa menulis dan menyimak walaupun keadaan baju yang ia kenakan basah.
*******
*******
*******
Pagi menjelang siang di jam 10 Eli berjalan di lorong sekolah untuk istirahat mencari kantin
"Eli... ". Sahut seseorang dibelakangnya yang ternyata Becky melangkah mendekat
" Hmmm!? ".
" Mau kemana?".
mereka berdua pun berjalan bersama di lorong sambil mengobrol
"Mau ke kantin, tapi aku tidak tahu dimana".
" Bareng aja, dengan ku, aku juga mau kesana"
"ok".
" Ngomong-ngomong beneran kamu terjun ke bawah sungai?? "
"iya... memangnya yang aku ceritakan bohong!? "
"tidak juga hanya saja ini pertama kalinya melihat seorang murid bicara aneh".
" Lah... ko aneh ". Ucap Eli bete
" jangan bete gitu... jujur banget kamu, masalah hutang keluarga kamu".
"Bukan... jujur tapi curhatan yang harus aku cerita kan masalah hidup ku"
"oh iya".
" iya lah...."
Becky hanya menggeleng kepala heran, mereka berdua pun berjalan bersama untuk ke kantin
sesampainya di kantin Eli bingung harus makan apa, ia hanya melihat sekitar.
"Lebih baik kita duduk disana". Ajak Becky
Eli pun mengikuti yang di tunjuk Becky melangkah. Sampai meja mereka berdua duduk bersama berhadapan
" Kamu mau makan apa, biar aku pesenin ". Tanya Becky
" Hmmm! ". Eli melihat sekeliling namun tidak ada yang ia suka, " Bingung, disini ada apa aja? ".
" Cuman jajanan biasa".
"Apa aja deh.. terserah".
" ok, tunggu iya".
Becky bangkit melangkah pergi
setelah Becky pergi Eli melihat sekeliling sudut kantin, terlihat para murid begitu senang makan, mengobrol sambil bercanda melihat hal itu sudah biasa bagi Eli. saat melihat di lorong sana, seorang wanita berjalan melewati kantin yang pernah ia lihat di jembatan sungai tadi pagi. ia beranjak untuk mengikutinya berjalan meninggalkan kantin.
Eli melangkah mengikutinya dari belakang ia sangat penasaran dan ingin tahu kemana dia akan pergi, padahal kalau ingin istirahat kantin sudah dia lewati begitu saja. saat hampir mendekat
"Lah... ". Tiba-tiba saja hilang entah kemana. Eli bingung kini dirinya berada ruang kosong tidak tahu ruangan apa. " kemana dia perginya, jangan-jangan.... Iiihhhhhh.... hantu... ". Sontak Eli ketakutan saat berbalik
" Aaaargghh!! ".Tiba-tiba saja wanita yang selama ia ikuti ada di belakangnya tanpa ia sadari membuat Eli kaget berteriak." Kamu bukan hantu kan?? ".
" Jangan sembarangan kalau bicara... " Jawabnya datar
"Ohhh... manusia".
" Untuk apa kamu mengikuti saya...? ".
" Eh. ". Sejenak berfikir bingung " Ini semua gara-gara kamu. aku basah. aku kira kamu mau bunuh diri melompat terjun kebawah sungai taunya menolong seekor kucing ".
" Saya tidak meminta mu untuk terjun... itu kesalahanmu sendiri".
"Eh. iya juga sih... hehe". senyum kekeh
Cherly menggeleng kepala sambil menghela nafas panjang, melangkah melewati Eli dengan bersikap tenang.
Eli bingung melihat ekpresi wajah wanita ini terlihat tenang dan pendiam seperti memiliki beban hidup yang sangat berat
Cherly berdiri terdiam memandang kaca jendela melihat di luar halaman menatap kosong.
Eli yang memperhatikannya merasa heran dan anehnya seperti ada yang dia pikirkan.
"Kenapa ?? ". Tanya Eli memperhatikannya
" Bukan urusan kamu. kalau tidak ada yang perlu kamu lakukan, pergi dari sini. biarkan saya sendirian " Minta Cherly menatap kaca jendela
"Hmmm! iya sudah". Eli melangkah jalan pergi membiarkan Cherly sendirian.
Eli berjalan di lorong sekolah
" Aneh banget wanita itu. lebih aneh dari aku.. ko ada ya... wanita cantik dengan nada aneh...". Guma Eli berjalan sendiri
"Eli.. ". Sahut Becky
Eli menoleh kedepan sambil melangkah
" Becky ".
Becky melangkah menghampiri
" Kamu dari mana saja. aku cari kamu kemana-mana taunya di sini. ini aku beli makanan buat kamu. tapi sebentar lagi masuk kelas". Ujarnya menyodorkan makanan
"Aduhh.. maaf tadi aku pergi sebentar". Eli pun mengambil makanan dari tangan Becky
" Ya sudah tidak apa-apa, sebaiknya kita masuk kelas, bel udah berbunyi ".
" ok".
Mereka berdua pun bergegas berjalan masuk kelas.
Siang menjelang sore di jam 3,tampak Eli melangkah keluar dari kelasnya bersama Becky
"Kamu tinggal dimana?? "Tanya Becky
" Tidak terlalu jauh... paling sekitar 30menit sampe rumah ".
" Jauh dong".
"tidak... kalau naik kendaraan". Senyum Eli
" Apa kamu tidak memiliki kendaraan!? ".
" Punya ini dua kaki ku... kendaraan ku paling bagus kuat dan hebat heheh" Jawab eli senyum kekeh sambil menujukan kedua kakinya
Becky menghela nafas panjang sambil menggeleng kepala heran.
"Huftttt kamu iya... bisa aja. kalau bercanda".
" Aku tidak bercanda, bener ".
" iya tahu... ".
Saat mereka berdua lagi asyik bercanda mereka teralihkan dengan Cherly, melihat dia di jemput dengan mobil hitam mewah membuat mereka melongo terdiam. Begitu juga dengan para murid lainnya memperhatikan Cherly dengan reaksi terpukau melihat kemewahan Cherly.
"Dia itu.. bukan orang biasa iya!? ". Tanya Eli menatap kedepan
" Iya... dia adalah Cherly Angeline anak satu-satunya".
Melihat Cherly pergi dengan mobilnya membuat Eli berfikir ingin tahu tentangnya..
"Apa dia memang pendiam?. ". Eli menoleh bertanya
" Memang seperti itu dia... di kelas suka belajar, suka sendirian banyak ingin berteman dengannya tapi tidak ada satu orang pun mau dia Terima, semua murid, dia menyebut wanita sombong, cuek dan tidak pernah banyak bicara. Tapi... memiliki kemampuan hebat dia hebat dalam segi musik piano, cara dia mainkan semua orang terpukau, kamu akan terdiam mendengar itu". Jelasnya
"ouhhh... jadi penasaran, tapi kenapa dia suka sekali pergi ke ruang kosong sekolah, sendirian pula, kalau aku jadi dia takut... takut ada hantunya". Ucap Eli dengan ekpresi ketakutan
" Kamu ngikutin!? ".
" Iya... karena penasaran ".
" Haduhh... kamu iya... suka kepo urusan orang lain"
"namanya juga penasaran, mau gimana lagi".
" Dia memang suka sendirian di tempat ruang kosong itu, hanya untuk menenangkan diri, dari kalut pikirannya suka berisik dia itu tidak suka lingkungan banyak orang, dia menghindar dari Keramayan ".
" Ouhh... pantes tidak heran sih".
Mereka berdua memutuskan berjalan untuk pulang sekolah..
******
******
******
Sampai rumah Eli buka pintu melangkah masuk
"Aku pulang ibu... ". Sahut Eli duduk di sofa melepaskan sepatu di kakinya.
" Bagaimana sekolahnya!? ". Tanya esta datang
" Menyenangkan ibu... "..
Melihat putrinya sedang melepaskan sepatu ia teralihkan dengan kondisi telapak kaki putrinya berubah putih pucat.
" Itu, kenapa kakinya, kenapa seperti itu? ". Tanya esta heran
Eli terdiam tidak tahu harus jawab apa, kalau jujur akan panik ibunya dan mengomel tanpa henti, sejenak Eli terdiam berfikir keras
" Eh.. ini. hm! ahhh tadi aku lari-lari... berolahraga pagi hari menyenangkan, tau sendiri lah.. ibu... anakmu ini suka sekali berolahraga hehehe". Kekeh senyum terpaksa harus ia bohong.
hai kak, mampir juga di novelku ya,😊