NovelToon NovelToon
Sistem Kasino Realitas

Sistem Kasino Realitas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ViNZ idk

Jarinya dipotong. Adiknya mati. Tabungannya dirampas.

Dibuang seperti bangkai oleh bos kasino tempatnya mengabdi selama lima tahun, mantan bandar bernama Sora membangkitkan satu-satunya senjata yang tersisa yakni sistem yang memanipulasi probabilitas kenyataan.

Pisau yang harusnya menancap di dada? 0,01% peluang kena. Brankas yang harusnya terkunci rapat? 99,99% terbuka. Sekarang, meja taruhan sudah terbalik. Dan rumah kasino yang selalu menang akan ia beli sendiri.


Peringatan Konten: Cerita ini mengandung kekerasan fisik ekstrem, adegan penyiksaan berdarah, tema kriminalitas (judi, pemerasan, pencucian uang), trauma psikologis gelap, serta bahasa kasar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViNZ idk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Kabin sempit kontrakan kayu di Pesisir Tiram terasa dingin saat malam merayap naik. Suara deru angin muara menyusup lewat celah papan dinding, menggetarkan tirai kain tipis di jendela.

“Gua sudah kunci program injeksi sinyal ke server kamera pengawas lantai satu dan dua,” kata Maya sambil mengetik baris perintah terakhir di laptopnya. “Begitu lu kasih kode lewat ketukan meja, gua butuh waktu tiga detik buat mematikan lampu seluruh gedung dan me-looping siaran CCTV ruang brankas basement selama lima menit. Setelah itu, sistem bakal otomatis menyalakan alarm kebakaran darurat.”

“Lima menit cukup buat ambil berkas tanah dan tabungan Mila di brankas,” kata Sora.

“Dan kalau Jerry menolak membuka brankasnya?” tanya Gani cemas. “Bagaimana kalau pas kasino bangkrut, dia malah lari ke lantai tiga minta perlindungan Tuan Ronald?”

“Jerry gak punya muka buat minta perlindungan kalau kasinonya bangkrut karena utang meja,” potong Sora datar. “Aturan kasino konsorsium itu keras. Bandar yang gak bisa membayar kemenangan pemain di hadapan dewan pengawas dianggap menipu dan izin rukonya dicabut seketika. Jerry pasti bakal turun sendiri ke basement buat ambil uang cadangan di brankas demi menyelamatkan lehernya dari Ronald.”

Sora meraba saku dalam jaket parkanya, memastikan lipatan syal wol biru milik Mila terpasang rapi di balik dada kirinya.

Pangkal kelingking kirinya yang buntung di balik perban hitam sesekali berdenyut ngilu. Rasa ngilu tumpul itu menusuk ujung sarafnya, dipicu udara malam yang kian dingin. Rasa sakit itu menjadi pengingat fisik yang nyata tentang harga yang harus dibayar tuntas malam ini.

Di sudut mata kirinya, antarmuka sistem kasino berkedip tenang.

...----------------...

...[SISTEM KASINO]...

...[Misi Lapangan Aktif: Operasi Meja Terbalik]...

...[Target: Hancurkan Likuiditas Kasino Ruko Tiga Naga]...

...[Waktu Tersisa: 02 Hari 14 Jam 18 Menit]...

...[Saldo: 3 Point Chip]...

...[Status: Refleks Bandar (Standby)]...

...----------------...

Tiga keping cip. Satu kesempatan tanpa ruang untuk kesalahan kedua.

“Bang Gani, jalan duluan ke warung kopi seberang ruko,” perintah Sora sambil mengenakan topi pet kanvasnya. “Bawa radio penerima. Duduk di pojok dekat tiang listrik, pura-pura pesan kopi hitam. Pantau frekuensi modul.”

Gani menghela napas panjang, menelan ludahnya yang terasa kelat, lalu mengangguk kaku. “Hati-hati, Sor.” Montir itu melangkah keluar menuruni tangga kayu kontrakan yang berderit.

“Gua standby di mobil van Dok Han dua blok dari kasino,” kata Maya seraya menutup laptop dan memasukkannya ke ransel. Gadis itu menatap Sora sejenak, lalu menepuk saku jaketnya sendiri tempat selembar kuitansi utang almarhum ayahnya tersimpan. “Jangan mati di lantai dua, Sor. Gua mau lihat muka Jerry pas tahu seluruh uang kasinonya ludes.”

“Dia bakal lihat,” sahut Sora pendek.

Maya bergegas menyusul Gani menuruni tangga menuju jalan setapak dermaga.

Sora melangkah ke ambang pintu kontrakan. Ia mematikan sumbu lampu teplok dengan tiupan pelan, menenggelamkan ruangan kayu itu ke dalam kegelapan.

Di seberang kanal, di kejauhan perbatasan Zona Tengah, lampu neon merah berbentuk tiga ekor naga melingkar telah menyala benderang membelah langit malam. Lampu sorot di pelataran parkir ruko Tiga Naga mulai memantul di atas kap mobil para pejudi dan pemilik modal yang memadati pintu masuk.

Malam audit telah tiba. Meja judi telah disiapkan. Dan sang bandar yang dibuang melangkah keluar menyongsong panggung perhitungannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!