NovelToon NovelToon
Cinta Di Bawah Bayangan Tangan Besi

Cinta Di Bawah Bayangan Tangan Besi

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:255
Nilai: 5
Nama Author: aletaia

Aria Utama, seorang arsitek bertangan dingin, mendadak terjebak dalam pusaran konflik dua pria paling dominan di kota. Di satu sisi ada Adrian Mahardika, CEO dingin dari Mahardika Group yang menawarkan perlindungan, kestabilan, dan cinta yang tenang. Di sisi lain ada Dante Vance, pemimpin sindikat kejahatan paling tak tersentuh yang siap menghancurkan dunia demi mendapatkan Aria. Saat rahasia masa lalu terkuak, Aria harus memilih antara kepastian yang aman atau gairah yang mematikan di tengah pertumpahan darah dan perebutan kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aletaia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Klimaks: Pilihan di Atas Jurang

Tiga minggu berlalu sejak malam berdarah di gedung terbengkalai. Kota Jakarta kini berada di puncak ketegangan. Perang antara Mahardika Group dan sindikat Black Viper tidak lagi tersembunyi di balik bayangan; persaingan bisnis kian ganas, sabotase saham terjadi di mana-mana, dan pengawalan ketat membenteng di setiap sudut kota.

Sore itu, di puncak Tebing Batu Hitam—sebuah area terisolasi di pinggiran kota yang menghadap langsung ke jurang lautan lepas—angin laut berembus sangat kencang. Langit mendung membungkus cakrawala dengan warna kelabu yang pekat.

Aria berdiri di tepi tebing, angin kencang menerpa gaun panjangnya. Di sampingnya, dua kendaraan lapis baja terparkir dengan mesin menyala.

Di sisi kiri tebing, Adrian Mahardika melangkah keluar dari sedan mewahnya. Sang CEO mengenakan setelan jas hitam yang rapi, namun raut wajahnya tampak tirus dan matanya dipenuhi dengan keputusasaan yang siap meledak. Adrian membawa berkas kepemilikan saham serta dokumen pembatalan akuisisi masa lalu yang telah disahkan oleh pengadilan.

Di sisi kanan tebing, Dante Vance berdiri tegap. Sang Raja Mafia mengenakan kemeja hitam khasnya, melangkah tenang dengan sepasang mata abu-abu yang dingin dan membunuh. Anak buahnya bersiaga dengan senjata terselubung di belakangnya.

"Aku sudah menyelesaikan seluruh gugatan hukum masa lalu, Dante!" teriak Adrian, suaranya melengking memecah gemuruh ombak di bawah tebing. "Seluruh aset kotor keluargaku telah dikembalikan secara legal! Kau tidak lagi punya alasan untuk menahan Aria!"

Dante terkekeh dingin, suara tawa yang sarat akan dominasi. "Kau pikir ini masih tentang dokumen dan uang, Adrian? Aria adalah istriku secara sah! Dia memakai namaku dan dia tinggal di duniaku!"

"Kau memaksanya!" bentak Adrian murka. Tanpa peringatan, Adrian menarik senjata api di balik jasnya dan mengarahkannya tepat ke kepala Dante. "Serahkan Aria padaku sekarang juga, atau tempat ini akan menjadi kuburanmu!"

Dante tidak gentar sedikit pun. Dengan gerakan kilat, ia memutar tubuhnya dan menarik senjata api berkaliber tinggi dari balik pinggangnya, mengarahkannya tepat ke dahi Adrian.

"Cobalah kalau kau berani, CEO," desis Dante dengan mata abu-abu yang berkilat liar.

Dua penguasa kota itu kini berdiri saling menodongkan pistol dari jarak hanya beberapa meter. Ketegangan memuncak hingga ke titik didih. Jari kedua pria itu sudah berada di atas pelatuk, siap saling mencabut nyawa dalam fraksi detik.

"CUKUP!" jerit Aria histeris.

Aria tidak bisa lagi berdiam diri melihat dua pria yang telah mempertaruhkan segalanya dalam hidupnya saling membantai di ujung jurang ini. Tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri, Aria melompat dan melangkah maju... berdiri tepat di tengah garis tembak di antara moncong senjata Adrian dan Dante.

"Aria, mundur! Ini sangat berbahaya!" teriak Adrian panik, matanya membelalak horor.

"Mundur, Aria! Jangan campuri ini!" bentak Dante, jemarinya bergetar di atas pelatuk.

"Aku tidak akan mundur!" tegas Aria dengan air mata membanjiri wajahnya yang pucat. Angin kencang tebing membuat tubuhnya sedikit limbung di tepi jurang. "Jika kalian ingin terus saling membunuh demi ego dan dendam kalian... maka tembak aku terlebih dahulu!"

Kedua pria itu membeku kaku. Moncong senjata Adrian dan Dante kini mengarah tepat ke dada Aria yang berdiri di antara mereka.

Namun, di tengah momen mencekam saat mata ketiga orang itu saling mengunci—

BANG!

Sebuah letupan tembakan tersembunyi dari arah semak-semak hutan di belakang tebing mendadak memotong udara! Tembakan itu berasal dari sisa-sisa anak buah pengkhianat faksi lama yang mengintai dari kejauhan.

Peluru nyasar berkaliber tinggi itu meluncur cepat, mengincar dada salah satu penguasa tersebut!

Peluru nyasar berkaliber tinggi itu meluncur cepat, mengincar dada salah satu penguasa tersebut!

Aria melihat Kilatan cahaya itu terlebih dahulu. Tanpa ragu satu detik pun, Aria melempar tubuhnya ke depan untuk menjadi perisai hidup!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!