Karena suami dari putrinya miskin, seorang ayah rela menjual putrinya kepada pria lain untuk membayar hutang judinya. Tapi ayah brengsek itu tidak tau jika pria yang membeli putrinya adalah putra menantunya sendiri. Semua rasa bersalah dari perbuatan ayahnya itu ia tanggung sendiri kepada sang suami. Tapi herannya, suaminya tidak marah saat mengetahui jika istrinya dijual dan dihamili oleh pria lain. Apakah Gina Penelope akan memaafkan sang suami karena telah mempermainkannya? Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Gina dan suaminya setelah kejadian satu malam dengan pria lain? Baca novel ini dan dukung untuk jadi favorit ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RUMITNYA KELUARGA BANGSAWAN
Gina pun kembali ke ruangannya ditemani oleh Jesica, sedangkan Ben menunggu diluar ruangan.
Abram datang dan masuk keruangan Gina.
"Selamat malam, boleh aku berbicara dengan istri dari adikku?" tanya sopan yang ditunjukkan kepada Jesica agar keluar ruangan.
Gina pun memberikan kode kepada sahabatnya untuk keluar. Jesica dengan berat hati pun keluar ruangan dan berdiri bersama Ben.
"Jangan khawatir, Tuan Abram tidak akan menyakiti Nyonya" ujar sang asisten Abraham itu.
"Hmmm..kalian keluarga kaya sangat semena mena" sahut Jesica sinis.
"Aku bukan bagian keluarga mereka, tapi aku mendapatkan kesempatan hidup baruku dari Bos Abraham dan Tuan Abram, jadi tidak semua orang kaya semena mena" bela Ben.
"CK....memang anak buah selalu saja membela bosnya" sinis Jesica.
Ben tak mau berdebat lagi dengan wanita liar di pikirannya itu. Tubuhnya sudah terasa sangat lelah setelah kecelakaan yang ia alami tapi tidak ia perhatikan.
Ben diam diam pergi dari lorong rumah sakit menuju entah kemana.
Jesica penasaran kemana perginya.
"Eh..kamu mau pergi kemana?" tanyanya.
"Mau ke kantin, laper. Tubuhku lemes sekali, sakit banget" jawab jujur Ben.
"A..aku ikut..aku juga laper" sahut Jesica sambil berlari kecil mengejar Ben.
"Gina aman kan sama pria itu?" tanya Jesica memastikan.
"Dijamin aman 100%, jangan khawatir. Nanti juga Nona muda Kate akan menemani Gina" jawab Ben.
Jesica pun mempercayai omongan pria ini.
Keduanya pergi ke kantin bersama.
Kembali lagi ke ruangan super eksekutif Gina yang kini berdua dengan Abram.
"Aku akan memperkenalkan diri serta menjelaskan siapa sebenarnya Abraham dan keluarga kami" ucap Abram.
Gina mengangguk dan menunggu penjelasan ini. Sebenarnya ia sudah tau dari mana keluarganya berasal tapi ia ingin mendengarkan langsung dari yang bersangkutan.
"Aku adalah Abram Louis Alexander, putra pertama dari Charles Alexander dan Lily Jackson. Abraham Louis Alexander yang menikahimu adalah adikku, lalu wanita yang berbicara dengan dokter adalah adik perempuan kami, Kate" pembuka Abram.
"2 tahun lalu, Abraham menolak dijodohkan oleh orang tua kami lalu memilih kabur tanpa kabar apalagi dia pintar IT sehingga bisa menutup identitasnya. Tapi aku sebagai kakak yang sangat menyayanginya, berusaha mengawasinya selama ini melalui Ben" lanjutnya.
"Ben adalah asisten Abraham yang sudah bersamanya kurang lebih 3 tahun ini. Abraham menyelamatkan nya dari dunia gelap obat terlarang di London sehingga Ben merasa memiliki hutang budi padanya. Tapi aku bisa memanfaatkan kesetiaan Ben untuk mengabariku kondisi Abraham selama di California" tambah Abram.
"Aku hanya ingin hidup bahagia dengan Abraham, siapapun dia, Tuan" sahut Gina.
"Aku bertemu Abraham dan mencintainya karena dia sendiri bukan karena harta. Jadi, berapa banyak uang yang anda akan berikan padaku tidak akan membuatku meninggalkannya" lanjut wanita ini.
Abram tersenyum tipis.
"Selain Ben, aku juga menaruh mata mata tersembunyi untuk mengawasi mu secara pribadi. Jangan kira aku tidak tau kamu akan kabur saat Abraham membelikan mu sarapan, bukan? Ini yang kamu sebut mencintainya?" serangnya.
Deg!
Gina kaget.
"Gak usah kaget gitu. Aku hanya ingin melindungi adikku yang memang agak bodoh dan ceroboh soal mengelola emosi" sahut Abram.
"Tapi dia benar benar baik dan setia. Jadi aku harap kamu tidak menyakitinya dengan berkhianat" lanjutnya.
Ceklek.
Pintu ruangan terbuka dan masuk lah seorang wanita.
"Kate, sudah selesai ngobrol sama dokternya?" sapa Abram langsung bertanya.
"Kak Abraham berhasil melewati masa kritisnya pasca operasi. Tapi kita benar benar harus menunggu dia siuman baru merencanakan tranfers pasien" jawab Kate menatap kearah kakak pertamanya lalu berpaling kearah Gina.
"Halo kakak ipar" sapanya pada Gina.
"Hai" sahut Gina ragu.
"Jangan takut padaku, aku tidak seperti ibuku atau ayahku yang tidak menyukaimu. Aku menyukai kamu karena berhasil membuat kakak keduaku jatuh cinta, berarti kamu memang pantas" ucap Kate.
"Tapi restu orang tuaku sangat kamu butuhkan untuk bersama Kak Abraham, jika tidak, kalian pasti tidak akan bersama" lanjutnya.
"Yakan Kak Bram? Daddy dan Mommy kita benar benar menyeramkan ya soal memilih pasangan anak anaknya" tanya Kate kepada Abram.
"Hmmm jangan menakut nakuti Gina. Dia sedang hamil anak kakak keduamu, jadi jangan bikin dia makin stress" jawab Abram.
Kate langsung mendekat kearah Gina dan memegang tangannya.
"Serius? Kakak hamil? Wah aku akan memiliki keponakan lagi" seru Kate bahagia.
"Maafkan aku, Kak. Aku tidak berniat menakuti kakak tentang orang tua kami, tapi itu fakta" lanjutnya.
Abram pun menghela nafas berat karena adiknya ini memang terlalu jujur. Namanya juga dokter harus jujur untuk mengatakan fakta.
"Karena Kate ada disini, aku langsung saja menjelaskan rencanaku untukmu, Gina" ucapnya.
"Abraham pasti akan kembali ke London setelah ini. Dia akan benar benar dikendalikan oleh orang tua kami dengan alasan kamu, istrinya telah memilih pergi saat kamu kecelakaan. Itu opsi pertama jika Abraham sadar dengan ingatannya. Opsi kedua, jika efek operasi amnesia dialami Abraham, orang tua kami tidak perlu repot2 menyingkirkan mu karena kamu sudah hilang di memorinya" jelas Abram.
"Wah, kakak pertamaku selalu saja keren. Bisa sangat detail dalam merencanakan dan menganalisis sesuatu" puji Kate.
Abram hanya melirik memberikan kode diam kepada adiknya lalu Kate pun menurut.
"Untuk bisa bersama Abraham di London, kamu harus bisa masuk ke dunia sosialita wanita berkelas dimana mommy kami berada. Itu adalah pride dari istri keturunan bangsawan" lanjut Abram.
"Tapi aku hanya wanita biasa..aku hanya ingin hidup sederhana dan bahagia" sahut Gina.
"Jika itu yang kamu inginkan, lebih baik dari sekarang kamu tinggalkan Abraham. Dia adalah anak kedua dari keluarga bangsawan, keturunan darah kami tidak bisa hilang begitu saja" ingat Abram.
"Betul, kata Kak Abram. Keturunan nama kami dipegang oleh anak laki laki. Aku pun nanti akan menikah dengan bangsawan dari keluarga lain dan mempertahankan darah biru keturunan kami. Tapi untung saja aku mencintai tunanganku sehingga tidak perlu kabur" timpal Kate malah memamerkan tunangannya.
Lagi lagi Abram memberikan lirikan tajam dan Kate kembali diam.
"Pada kasus Abraham yang memang sejak kecil adalah anak pemberontak dan susah diatur, jadi orang tua kami terutama ayah kami begitu keras mendidiknya. Hingga akhirnya Abraham kabur tanpa kabar dengan konsekuensi semua fasilitas keluarga tidak diberikan. Ternyata Abraham yang juga adalah anak genius sejak kecil, telah membangun perusahaan sendiri yang membuatnya tidak khawatir lepas dari keluarga kami" jelas Abram.
Gina mendengarkan dengan serius penjelasan kakak iparnya ini.
"Jika kamu mencintai Abraham, kamu akan mengembalikan suamimu kepada keluarganya. Otomatis kamu juga akan masuk ke keluarga suamimu" lanjut Abram.
"Jika kamu mencintai Abraham yang sederhana dengan pekerjaan supirnya, berarti kamu belum sepenuhnya mencintai suamimu karena selama ini kamu mencintai kehidupan palsu Abraham" tambahnya.
Gina terdiam dan terlihat meremas tangannya sendiri. Ia berfikir apa dia pantas masuk ke kehidupan keluarga Abraham di London.
lanjut thor