Cerita ini menceritakan seorang gadis yang mengalami peristiwa yang sangat tragis, karena kecelakaan yang dialami nya, dia harus duduk di kursi roda sebagai penyangga hidupnya, entah lelaki mana yang masih mau menerima nya sekarang, dokter mengatakan semuanya sementara, namun ini sudah hampir lima tahun da dirinya masih duduk di kursi roda. Entahlah, hidupnya mungkin akan berakhir seperti itu selamanya, namun di saat detik detik terakhir dalam hal terpuruk nya. Dia datang, seolah membawa harapan yang selama ini dia inginkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MegaHerdian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Di malam yang dingin dan menusuk itu, Teo berjalan lesu menyusuri setiap langkah kakinya yang mulai goyah, kemegahan penthouse mewah milik mereka terasa begitu hening dan sepi, langkah kakinya terasa lambat, dan terasa lama hanya untuk sampai ke kamarnya.
Udara dingin mulai menyeruak menerpa tubuhnya saat Teo membuka pintu kamarnya, Teo pulang dengan langkah yang begitu lesu, seluruh keangkuhannya menghilang dan pesona bak dewa yang biasa di tunjukkan kini runtuh tanpa sisa, wajahnya terlihat kusut dan berantakan.
Tubuhnya yang tegap tampak rapuh saat ia melangkah masuk ke dalam kamar. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Teo menjatuhkan dirinya di samping sang istrinya Grace, berbaring di pelukan istrinya dan menceritakan semua kejadian yang dia alami tadi. Saat di telpon Teo sudah menceritakan sedikit kronologi nya.
Dengan suara yang bergetar dan suara yang serak akan kebingungan yang mendalam, Teo menumpahkan segala rasa yang terpendam di dalam hati dan pikirannya kepada Grace. Teo menceritakan bahwa Layla kini sudah bisa berjalan. Teo menceritakan seraya menggambarkan bagaimana bugar dan fit ya kondisi Layla saat ini.
Layla kini berbeda seperti dulu, dia terlihat jauh berbeda dari sosok wanita lumpuh yang selama ini ada di dalam ingatan nya. Tidak hanya itu, Teo juga dengan jujur menceritakan perasaan aneh yang hinggap di dada dan pikirannya, sebuah getaran asing yang dia sadari sebagai rasa cinta dan suka yang begitu mendalam saat melihat manik matanya, sesuatu yang belum pernah Teo rasakan sebelumnya bahkan saat bersama Grace sekalipun.
Teo menceritakan segala detail pertemuan itu kepada Grace seolah sedang mengadu seperti kepada ibunya sendiri, menceritakan semuanya tanpa ada sedikitpun rahasia yang Teo coba sembunyikan. Teo ingin istrinya tau akan segala hal tentangnya, Teo menghargai dan menghormati Grace lebih dari apapun, jika Grace melarang nya untuk tidak menemui Layla lagi, mungkin akan Teo lakukan.
Tapi setelah sejauh ini, Grace tidak masalah akan hal itu, bahkan dia secara tenang dan sadar menyuruh nya untuk kembali menjalani hal yang Teo sukai, yaitu mengganggu Layla.
Teo memang orang yang menabraknya, tapi entah kenapa Teo merasa Layla yang bersalah, Teo menjenguknya saat dia koma, dia juga membantu membayar biaya rumah sakit semasa pengobatannya, namun apa yang terjadi? Setelah itu, Layla mempengaruhi hidupnya, membuatnya menjadi bayang bayang Layla selama ini.
Teo bahkan merasakan dia yang terkurung di dalam kehidupan Layla, tapi kini… Layla hidup bak kupu-kupu yang terbang meninggalkan dirinya yang masih melata menjadi ulat.
Bukankah itu hal yang wajar jika Teo meminta balasan yang lebih? Teo memang egois, tapi Layla lebih egois lagi menurut nya.
Grace yang terdiam tenang mendengarkan keluh kesah suaminya, bukannya marah karena suaminya baru saja mengaku telah jatuh cinta pada wanita lain, Grace justru menenangkan Teo dengan begitu lembut.
Di dalam hati Grace, dia memang mencintai Teo lebih dari apapun, dan di sisi lain dia juga menyayangi Adrian lebih dari apapun, jadi apa yang harus Grace takutkan ketika dia harus kehilangan salah satu dari keduanya? Jika satu menghilang, satu lagi tetap datang dan menghiburnya, bukannya itu sebuah keseimbangan dalam kehidupan?.
Pernikahan dengan Teo berjalan begitu baik, di mata kalangan atas sosialnya, di kalangan bisnis mereka yang kian berkembang dan di mata beberapa para investor yang semakin berdatangan setelah penyatuan dua keluarga besar yang memiliki pengaruh besar di bidang industri dan ekonomi.
Itu saja sudah cukup baginya, jika harus menangis karena kehilangan cinta, sepertinya Grace tidak akan pernah merasakan hal itu, ketika dia kehilangan cintanya, ada kasih sayang lain yang datang kepadanya.
Jari jemari Grace bergerak lambat mengusap lembut rambut Teo yang sedikit berantakan, Teo bahkan mengendarai mobil selama enam jam saat berangkat dan enam jam lagi saat pergi, usapan Grace begitu lembut memberikan kehangatan yang mendalam kepada Teo agar merasa tenang di dalam pelukan nya.
Senyuman yang tenang masih terukir di wajahnya. Sebagai seorang wanita yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi, Grace tentu saja tidak merasa terancam sedikitpun karena hal remeh seperti ini.
Bagi Grace kejujuran Teo kepadanya yang begitu rapuh malam ini justru semakin membuktikan bahwa betapa besarnya kepercayaan dan keterikatan emosional yang dimiliki Teo kepada dirinya. Teo boleh saja mengalami kebingungan emosional, tetapi pada akhirnya, Teo tetap datang mencari ketenangan di pelukan nya.
“Tenanglah..” bisik Grace seolah menenangkan kebingungan Teo.
“Biarkan perasaan aneh itu ada di dalam kepalamu untuk sementara waktu, kau hanya perlu melakukan apa yang kau inginkan”
Grace mengecup kening Teo dengan penuh kasih sayang, mencoba menenangkan diri nya bahwa hal ini adalah hal yang mudah dan dapat di atasi dengan mudah.
Di balik sikap Grace yang penuh ketenangan dan menenangkan Teo dengan sangat amat baik, beberapa rencana manipulatif kini mulai tersusun rapih di dalam kepalanya. Menatap wajah suaminya dengan penuh senyuman kasih sayang yang selalu dia pancarkan.
Ketenangan Grace selalu penuh strategi dan ambisi, sebenarnya, Grace juga ingin bertemu dengan Layla secara langsung, namun sepertinya itu bukan hal yang baik jika Grace tiba-tiba muncul dan langsung menyapa nya seperti orang yang sudah mengenalnya.
Sebagai seorang wanita yang selalu memegang kendali atas dasar apapun, Grace tentu saja tidak akan memberikan suami tercintanya larut dalam rasa kebingungan hanya karena seorang wanita biasa yang kini tinggal di sebuah desa.
Jika Layla kini bisa berjalan dengan langkah yang tegap dan mantap, maka Grace akan membangun kembali blokade mental hancurnya yang telah runtuh, dan membangun kan kembali untuk ruang mental Layla yang baru, dan tentu saja itu juga ruang untuk Teo.
Teo masih saja seperti menjadi bayang-bayang, kehidupan nya masih terombang ambing karena wanita itu yang terus mengusik pikirannya.
Ada sebuah rencana yang paling bersih dan rapi yang baru saja terlintas di dalam kepala nya, Grace memandang Teo seperti tanda tanya, mengisyaratkan sebuah jawaban atas pertanyaan dari kebingungan Teo.
Teo yang melihat raut wajah Grace berubah langsung bangun dan duduk di sampingnya, menatap wajah istrinya dengan penuh tanda tanya dan rasa penasaran yang dalam.
“Kenapa? Apa ada sesuatu?” Tanya Teo sedikit panik karena Grace hanya diam dengan raut wajah anehnya.
“Aku sudah memikirkan nya..” ucap Grace.
“Aku sudah memikirkan cara untuk mendekati Layla, wanita itu” lanjut Grace lagi. Kini terdapat senyum kecil di ujung bibirnya yang membuat Teo yang membulatkan matanya.
“Bagaimana..”
“Bagaimana caranya “ tanya Teo terburu-buru.
Bukannya menjawab Grace hanya tersenyum ke arah Teo, dan mengelus pelan pipi suaminya sebelum dia berdiri dan meraih ponselnya di nakas samping tempat tidur.