Sebuah kisah tentang seorang pria dari masa lalu yang bangkit di masa ini.
Di masa ini, ia bertemu dengan perempuan yang mirip dengan seseorang yang ia cintai di masa lalunya. Seseorang yang tidak berani ia gapai karena kondisi fisiknya yang seperti monster saat itu.
Akankah ia berhasil menyingkirkan kenangan buruk masa lalunya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Peringatan Hantu Pedang
Pria yang berdiri paling depan akhirnya maju beberapa langkah. Tubuhnya cukup besar dengan wajah yang terlihat keras. Di tangannya terdapat sebuah pedang panjang yang sejak tadi belum ia turunkan. Lan Suya juga maju.
Keduanya kini saling berhadapan dengan jarak beberapa langkah. Di belakang pria tersebut, ratusan orang berdiri memenuhi area pembangunan. Beberapa dari mereka masih menggenggam senjata tajam.
Pria itu memandang Lan Suya dari atas ke bawah.
“Kami adalah orang asli di sini.”
Ia kemudian menoleh ke belakang.
“Orang-orang yang berdiri di belakangku juga merupakan warga dari tempat ini...”
Beberapa orang di belakangnya langsung mengangguk.
Pria itu kembali menatap Lan Suya.
“Minggu lalu, kami sudah menghubungi pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan penginapan ini.”
“Kami sudah menyampaikan bahwa kami menyediakan berbagai macam jasa.”
Ia mengangkat tangannya dan mulai menghitung dengan jari.
“Jasa keamanan, jasa tukang, penyediaan material, pengelolaan sampah, angkutan, bahkan berbagai kebutuhan lain yang diperlukan selama pembangunan berlangsung.”
Nada suaranya terdengar semakin percaya diri.
“Kami meminta agar seluruh kegiatan tersebut diberikan kepada kelompok kami.”
“Dengan begitu, kami akan menjamin kelancaran pembangunan penginapan ini.”
Lan Suya hanya diam mendengarkan.
Pria itu kemudian tersenyum tipis.
“Namun sampai sekarang, kalian masih menggunakan orang-orang dari luar.”
Ia menatap Lan Suya dengan tatapan menekan.
“Kau berasal dari Kelompok Kayu Mawar Pusat, kan?”
Lan Suya tidak langsung menjawab.
Pria tersebut melanjutkan.
“Kalau memang begitu, seharusnya kau bisa memberikan jawaban langsung kepada kami.”
“Bayar apa yang sudah kami minta. Setelah itu, pembangunan ini akan berjalan dengan lancar.”
Gao Rui yang berdiri di belakang Lan Suya langsung mengerutkan kening.
“Orang-orang ini benar-benar berani...”
Lan Suya justru tetap tenang.
“Aku bukan dari Kelompok Kayu Mawar.”
Pria tersebut terdiam.
Lan Suya melanjutkan dengan suara datar.
“Aku berasal dari Kelompok Harta Langit.”
Suasana langsung berubah.
Beberapa orang di belakang pria itu saling berpandangan.
“Apa?”
“Harta Langit?”
“Kenapa Harta Langit ada di sini?”
Pria yang berada di depan mereka juga terlihat terkejut. Senyum di wajahnya perlahan menghilang. Mereka memang sejak awal mengira orang-orang yang datang ke lokasi ini merupakan bagian dari Kelompok Kayu Mawar.
Kelompok Kayu Mawar sendiri bukan berasal dari Kekaisaran Zhou. Mereka baru mulai mengembangkan usaha di wilayah ini. Karena itulah beberapa kelompok di Kota Wuye merasa memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis tersebut. Mereka bahkan berani melakukan berbagai tekanan sebelum usaha itu benar-benar berdiri.
Namun Harta Langit jelas berbeda. Kelompok tersebut berasal dari Kekaisaran Zhou dan memiliki berbagai cabang usaha yang tersebar luas. Pengaruh mereka juga jauh lebih besar dibandingkan kelompok usaha biasa. Belum lagi banyak pendekar kuat yang bernaung di bawah Harta Langit.
Wajah pria tersebut mulai berubah.
“T-tidak mungkin...”
Lan Suya menatapnya dengan tenang.
“Kalian tidak mendengar beritanya?”
“Beberapa waktu lalu, Harta Langit dan Kelompok Kayu Mawar telah mengikat kerja sama dalam pengembangan Penginapan Kayu Mawar di seluruh Kekaisaran Zhou.”
Pria itu terdiam. Tatapan Lan Suya menjadi semakin dingin.
“Lokasi ini juga merupakan bagian dari kerja sama tersebut.”
Ratusan orang di hadapan mereka kembali saling memandang.
Beberapa orang mulai menurunkan senjata mereka. Sebelumnya mereka datang dengan keyakinan bahwa jumlah mereka cukup untuk memberikan tekanan kepada pihak Kayu Mawar. Sekarang mereka baru menyadari bahwa orang yang berdiri di hadapan mereka adalah salah satu kelompok asli Kekaisaran Zhou.
Harta Langit adalah salah satu kelompok aliran netral besar di Kekaisaran Zhou. Bahkan kelompok-kelompok besar di Kota Wuye harus berpikir berkali-kali sebelum berani berhadapan langsung dengan mereka.
Pemimpin kelompok itu menggertakkan giginya. Tatapannya bergerak ke arah ratusan orang di belakangnya. Semangat mereka yang sebelumnya begitu tinggi kini mulai menghilang.
Lan Suya melihat perubahan itu. Ia memang sengaja menyampaikan kerja sama antara Harta Langit dan Kayu Mawar. Setidaknya dengan membawa nama Harta Langit, pihak-pihak yang berniat buruk terhadap pembangunan Penginapan Kayu Mawar di Kota Wuye bisa berpikir ulang. Sepertinya cara itu berhasil.
Namun sebelum Lan Suya kembali berbicara, sebuah langkah kaki terdengar dari belakangnya. Sha Nuo nampak maju. Pria itu berjalan perlahan hingga berdiri di samping Lan Suya. Tatapannya terlihat tenang.
“Ya'er.”
Lan Suya langsung membeku. Wajahnya seketika memerah. Ia menoleh ke arah Sha Nuo dengan mata sedikit melebar.
Sha Nuo sendiri sepertinya tidak menyadari bahwa ia memanggil Lan Suya dengan sebutan itu. Ia hanya menatap ke depan.
“Aku akan mengajarimu cara mengatasi masalah ini dengan lebih mudah dan cepat.”
Lan Suya terdiam. Panggilan itu kembali terngiang di kepalanya.
“Ya'er.”
Entah mengapa, hanya kata sederhana itu sudah cukup membuat jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.
Gao Rui yang berdiri tidak jauh dari mereka langsung menahan tawa. Ia mengenal Paman Nuo cukup baik. Sepertinya Paman Nuo sendiri tidak sadar telah memanggil Bibi Ya dengan sebutan tersebut.
Sha Nuo kemudian menatap ratusan orang di hadapannya. Suasana di sekitar lokasi pembangunan mendadak menjadi sunyi.
“Aku hanya akan mengatakan ini sekali.”
Suaranya tidak keras. Namun seluruh orang yang berada di hadapannya dapat mendengarnya dengan jelas.
“Ini peringatan terakhir dariku.”
Sha Nuo melangkah maju satu langkah.
“Jangan ganggu pembangunan penginapan ini.”
Tatapan matanya perlahan menjadi dingin.
“Jika tidak...”
Senyum tipis muncul di wajahnya.
“Hal buruk akan terjadi saat pertemuan kedua kita nanti.”
Begitu kata-kata itu selesai, sesuatu yang aneh terjadi. Kegelapan pekat tiba-tiba merambat dari bawah kaki Sha Nuo.
Awalnya hanya berupa bayangan tipis. Namun dalam sekejap, kegelapan tersebut menyebar dengan kecepatan luar biasa. Permukaan tanah di hadapan Sha Nuo seolah berubah menjadi lautan hitam.
Ratusan orang langsung terkejut.
“Apa itu?!”
“Lari!”
“Cepat!”
Beberapa orang berbalik dan berusaha melarikan diri. Sebagian lainnya melompat ke udara untuk menghindari kegelapan yang terus menyebar.
Namun semuanya sia-sia. Kegelapan itu bergerak jauh lebih cepat daripada langkah mereka. Dalam sekejap, bayangan hitam telah berada tepat di bawah kaki mereka.
“Tidak!”
“Apa yang terjadi?!”
Tanah di bawah tubuh mereka tiba-tiba berubah. Kegelapan tersebut seakan memiliki kekuatan yang tidak terlihat. Tubuh orang-orang itu langsung tertarik ke bawah.
Satu demi satu tubuh mereka tenggelam.
“Aaaah!”
“Tolong!”
“Aku menyerah!”
Beberapa orang mencoba menarik diri dengan kedua tangan. Sebagian lainnya berusaha meraih orang di sebelah mereka.
Namun semakin mereka melawan, semakin dalam tubuh mereka tertarik ke dalam kegelapan. Dalam waktu singkat, ratusan orang tersebut telah tenggelam hingga hanya kepala mereka yang masih terlihat di atas tanah.
Pemandangan itu membuat para pekerja yang berada di sekitar lokasi terpaku. Bahkan Gao Rui sedikit terdiam.
“Paman benar-benar tidak pernah melakukan sesuatu dengan setengah-setengah...”
Ratusan orang yang sebelumnya datang dengan membawa senjata kini benar-benar panik. Mereka tidak lagi memikirkan soal upeti dan tidak lagi memikirkan keuntungan. Mereka hanya ingin keluar dari tempat itu.
“Senior! Tolong kami!”
“Kami salah!”
“Kami tidak akan mengganggu tempat ini lagi!”
“Kami minta maaf!”
“Kami berjanji tidak akan datang lagi!”
Beberapa orang bahkan menangis ketakutan. Pemimpin kelompok tersebut juga tidak lagi memiliki keberanian untuk mempertahankan harga dirinya.
“Senior, kami benar-benar salah!”
“Kami tidak akan mengganggu pembangunan ini lagi!”
Sha Nuo berdiri di depan mereka. Ia menatap pemandangan tersebut selama beberapa saat.
Kemudian...
“Hahaha!”
Tawa Sha Nuo terdengar.
Ratusan orang yang terkubur dalam kegelapan semakin panik mendengar tawanya.
Lan Suya menatap Sha Nuo dengan ekspresi sedikit aneh. Gao Rui justru tidak mampu menahan tawanya.
Ia tahu bahwa Paman Nuo memang terkenal sebagai orang yang sangat menakutkan ketika menghadapi musuh. Namun kali ini, sepertinya Sha Nuo benar-benar menikmati reaksi orang-orang tersebut.
Sha Nuo akhirnya mengangkat tangannya. Kegelapan yang menelan ratusan orang itu perlahan berhenti bergerak.
“Anggap ini pelajaran.”
Suaranya kembali tenang.
“Jika aku melihat kalian kembali ke tempat ini...”
Ia berhenti sejenak. Tatapan dinginnya menyapu seluruh kepala yang masih terlihat di atas tanah.
“Seperti kubilang tadi, pertemuan kedua kita tidak akan berakhir semudah ini.”
Ratusan orang langsung mengangguk sekuat tenaga.
“Baik!”
“Baik, Senior!”
“Kami mengerti!”
Sha Nuo tersenyum.
Kegelapan di bawah tanah kemudian perlahan menghilang. Satu per satu tubuh mereka kembali terdorong ke permukaan. Tidak ada seorang pun yang berani mengangkat senjata lagi. Mereka bahkan tidak berani menatap mata Sha Nuo.
Bagi mereka, pembangunan Penginapan Kayu Mawar di Kota Wuye bukan lagi kesempatan untuk mendapatkan keuntungan. Tempat itu telah berubah menjadi lokasi yang sama sekali tidak boleh mereka dekati.
jgn buat penasaraan