demi mendukung karier suaminya Arga Prasetyo, Ariana rela menikah selama delapan tahun secara diam-diam. Ariana menemani Arga berjuang di perusahaan nya tapi balasan yang didapatnya adalah perselingkuhan, bahkan pelakor itu terang-terangan menantang nya.
setelah menyiapkan perceraian dan pergi dengan tenang ternyata Arga menolak untuk melepaskan nya. hingga seorang laki-laki lain datang membuka babak baru untuk nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Arian berjalan dengan elegan, menatap Arga dan putri dengan wajah datar, tak lama tatapannya tertuju pada Bu Martha yang begitu panik begitupun putri.
'bagaimana dia bisa disini ?'. batin Martha dengan jari-jari saling bertautan.
beberapa tamu saling berbisik melihat kedatangan Ariana. Tamu-tamu yang kebanyakan juga adalah karyawan dari Arga Prasetyo.
"jangan-jangan dia datang untuk buat keributan". Salah satu wanita bergaun hitam berbisik pada teman nya disamping.
Teman wanita nya tertawa mengejek. "memangnya dia punya nyali untuk melakukan keributan, dipikir mungkin istri nya tuan Arga, padahal hanya kekasih yang tidak dianggap cihhh!!! Sebentar lagi KA tuan Arga sama nona putri akan menikah". ejek nya melihat Ariana dari atas sampai bawah.
Ariana tidak memperdulikan ucapan maupun bisik-bisik dari mereka, wanita itu terus melangkah elegan tanpa menoleh sedikit pun.
Putri yang melihat nya langsung kesal, tangannya langsung mengambil lengan Arga sambil bergelayut manja disana.
"tapi dia tidak salah juga sih, aku malah Kasikan sama manager Ariana. Padahal mreka pacaran baik-baik tapi tuan Arga dengan tega ingin menikahi nona putri". seorang wanita melihat Ariana dengan rasa kasihan.
"husss jangan membela nya, kamu mau dipecat sama tuan Arga ?". Wanita itu langsung menundukkan kepalanya.
Ariana berhenti didepan Arga dan putri, jemari lentik nya mengambil segelas wine dari pelayan, dengan gerakan lambat, Ariana langsung meminum wine itu sampai habis.
Arga mengepalkan tangannya melihat Ariana yang meminum wine, setau nya istri nya sangat anti dengan alkohol.
"Ariana.. Kenapa kamu datang kesini ?" Putri menatap tak suka pada Ariana, tangannya terus memegang lengan Arga dengan mesra.
"hari ini adalah pertunangan ku dengan kak Arga". Arga melihat kearah putri, ingin berbicara tapi tertahan. "dalam dekat ini kamu akan menikah dan akn menjadi suami istri, jadi jangan ganggu dia lagi".
Ariana meletakkan gelas nya dengan pelan, berterimakasih pada pelayan itu.
Arga ingin melepaskan tangannya dari putri tapi putri sekuat tenaga menahan nya. tatapan nya langsung mengeras ke arah putri. "lepaskan tangan ku". Arga sudah menarik tangan putri.
"Arga!!!.". Reno menatap kesal pada Arga. "sadarlah hanya demi wanita ini, kamu tega ingin mempermalukan adik ku didepan umum". Mata Reno nyalang menatap Arga, tapi Arga tidak mendengar ucapan Reno.
"lepas!!!". Arga menghentakkan tangannya hingga lepas dari putri.
Pria itu sedikit frustasi karena melihat Ariana yang datang tida tepat dengan waktunya. Cinta nya pada Ariana masih sangat dalam, dia tidak ingin melepaskan istrinya itu tapi tetap mau bersama dengan putri.
Bukan kah Arga begitu serakah ?
"heee Ariana... sebenarnya apa mau mu, PERGI SEKARANG JUGA!!!". Marah Martha menatap nyalang Ariana yang berdiri dengan senyum miring.
"CUKUP!!!".
Arga menatap Ariana dengan wajah memelas. "nanti aku jelaskan di rumah, ak..".
"Arga Prasetyo, apa kamu ingin mengangkat selir ?". Ariana melirik putri kemudian menatap Arga dengan wajah gugup.
's*alan!!! Apa di akan mau membongkar hubungan nya dengan kak Arga'. Batin Putri merasa terancam, karena jika semua orang tahu jika Ariana adalah istri Arga, maka dia akan di cap sebagai pelakor.
"Ariana... apa kamu tidak punya rasa malu, aku dan kak Arga yang akan menjadi suami istri". Sangkal putri kembali memeluk lengan Arga, Bu Martha yang mendengar Putri tersenyum penuh kemenangan, wanita tua itu bersedekap dada.
"Kami bahkan sudah mengumumkan pertunangan, hanya aku putri dari keluarga Darmawan yang pantas menjadi istri kak Arga". Mata putri memicing menatap Ariana.
"DIAM!!!". Arga menyentak tangannya hingga terlepas dari putri.
"ARGA APA YANG KAMU LAKUKAN!!!". Bu Veronica memeluk sang putri, menatap kesal Arga karena tega memperlakukan Putri nya dengan kasar.
Dengan cepat Bu Martha mendekat menenangkan. "Putri sayang sudah... Jangan meladeni wanita rendahan seperti dia, membuang tenaga mu hanya untuk ribut dengan nya".
"kenapa Bu Martha menghalangi putri berbicara, biarkan saja dia berbicara". Ariana tersenyum miring, Bu Martha terlihat panik.
"Ariana, kalau malam ini kamu berbicara sembarangan, janga harap kamu akan mendapat uang kompensasi perceraian!!!". Tunjuk Bu Martha pada Ariana, mata wanita tua itu bahkan sampai melotot.
Arga terkejut menatap ibunya. "uang kompensasi perceraian ?".
Deg
Bu Martha sampai keceplosan mengatakan hal yang selama ini disembunyikan pada Arga.
"uang kompensasi siapa ?". Bu Martha langsung menutup mulut nya. "JAWAB BU!!!".
Bisik-bisik dari tamu da kolega kembali terdengar.
"aku pikir Ariana mencintai tuan Arga, ternyata hanya ingin mendapatkan uang ? astaga sungguh memalukan".
"iya betul, malah bikin kekacauan disini".
"mungkin dia tidak rela putus dengan tuan Arga karena kehilangan sponsor dalam hidupnya, karena tuan Arga membuangnya begitu saja".
"betul, dia sengaja datang ribut disini supaya dapat uang lebih banyak, astaga sungguh memalukan".
Tamu-tamu disana tertawa mengejek Ariana. seakan kedatangan Ariana adalah lelucon bagu mereka.
"nona Ariana silahkan pergi dari sini, kalau tidak janga salahkan saya jika berbuat kasar pada mu". Reno ingin menarik tangan Ariana tapi dengan cepat wanita itu menendang nya.
Brughhh
"arghhhhh". tulang kering Reno terasa sakit karena Ariana menendangnya menggunakan ujung highils nya.
Bu Veronica langsung beralih memegang putra sulungnya. "dasar wanita gila!!! Kamu...".
"kenapa ? putra mu sendiri sangat kurang ajar". kekeh Ariana menaikkan alisnya menatap Bu Veronica sedangkan wajah Reni merah padam karena sakit pada tulang kering nya.
"kalian tidak memiliki hak untuk berbuat kasar pada saya".
Arian berjalan kearah putri. "jika zaman dulu, jika ingin masuk ke keluarga baru, nona putri harus bersujud didepan saya dan memberikan teh pada saya".
"bersujud didepan mu ? Atas dasar apa aku harus melakukan itu ? Kamu tidak memiliki hak disini, malah meminta aku bersujud". Putri tersenyum licik. "aku lebih mending berziarah di kuburan mu saja". lanjutnya dengan tertawa.
Ariana terdiam ketika putri menertawakannya, sedangkan Arga terlihat begitu gugup sesekali pria itu menyeka keringat dingin yang muncul begitu saja pada jidatnya, tak jauh dari Bu Martha menggigit bibir bawahnya dengan tangan saling bertaut.
"sudah puas tertawanya ?".
"kamu...".
Ariana membuka tas nya mengeluarkan dua buku kecil, buku kecil itu diangkat keatas. Semua orang yang melihat itu terkejut menhan nafas nya.
Arga mengusap wajahnya kasar dengan mata terpejam, pria itu dengan susah payah menelan ludah, sungguh istrinya bertindak diluar kendalinya. sedangkan Bu Martha melototkan matanya tak percaya dengan aksi menantunya.
Reno dan Bu Veronica memundurkan langkah nya tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Putri mengepalkan tangannya erat, Ariana ternyata tidak main-main dengan ucapannya tentang menyuruh nya bersujud.
"sekarang katakan pada ku, apa aku punya hak meminta mu untuk sujud didepan ku dan menuangkan teh ?".
Bersambung...